• Tidak ada hasil yang ditemukan

tingkatan kedua setelah tingkatan Al-Imam, dan darinyalah ilmu dan ajaran diterima secara langsung.

Dalam perannya, seorang Al-Bab memberikan petunjuk kepada orang- orang yang memimpin dakwah. Karena itu, istilah ini tampaknya memang ditujukan kepada para pemimpin dakwah. Dalam sekte Ismaililyah istilah

ini

ditujukan kepada Da'i Ad-Duat yang disebut-sebut dalam kitab-kitab mereka. Sedangkan dalam aturan sekte An-Nashiriyah, Al-Bab menduduki tingkatan kedua setelahnya.3aT

Kata Al-Bab menurut Syiah Itsna Asyariyahbermakna seorang yang menjadi perantara antara para pengikut dengan imam mereka yang ghaib atau menghilang. Imam yang ke-12 adalah Muhammad

bin

Hasan

Al-

Askari, yang menurut mereka dilahirkan pada tahun 255

H

atau 256

H

kemudian disembunyikan ayahnya karena kondisi negara yang sedang kacau balau.u8 Kemudian sang imam ini menghilang dalam persembunyian

kecil

(shugra) pada

tahun

260

H

setelah meninggalnya sang ayah yang merupakan imam ke-L1. Sang imam yang menghilang ini berkomunikasi dengan pengikut Syiah lewat empat orang duta, masing-masing mereka adalah Al-Bab atau pintu yang menghubungkan antara sang imam dengan pengikutnya. Setelah meninggalnya duta yang keempat atau Al-Bab

Ar-

Rabi' pada tahun 329 H, maka terputuslah komunikasi antara sang imam ke-L2 dengan pengikutnya. Kemudian menghilanglah sang imam dalarn persebunyiankubra sampai sekarang. Menurut akidah mereka sang imam adalah Al-Mahdi yang disebut sebagai Al-Muntazhar atauyang ditunggu- tunggu dan sebagai sang pemimpin. Mereka apabila menyebutnya selalu berdoa kepada Allah agar segera dikeluarkan dari persembunyiannya dan kembali lagi kepada mereka.ye

Pendiri Sekte Al-Babiyah

Pendiri sekte Al-Babiyah adalah Mirza

Ali

Muhammad Asy-Syairazi.

Kata

Mirza

dalam bahasa Persia berarti Sayyid.

Ini

berarti, orang yang

347 Da' irah Al-Ma' arif Al-Islarniyah, 5 / 499.

348 Hasyim Ma'ruf Al-Husaini,Sirah AI-A'itnmah Al-ltsna Asy'ariyah, Dar Al-Qalam, Beirut, 1397 H/1977,2i539.

349 Syaikh Al-Mufid, l-Fushul Al-Asyrah fi Al-Ghaibah, tahqiq Faris Hassun, Beirut, 1413

H/1ee3M,2/82.

mendapat gelar sayyid

memiliki

garis keturunan dengan keluarga

Ahlul

Bait. Sedangkan kata Asy-Syairazi adalah nisbat kepada nama kota Syairaz, tempat kelahirannya.3so

Mirza

Ali

Muhammad dilahirkan di kota syairazbagian selatan Iran pada tanggal 20 Oktober tahun 1819 M atau bertepatan dengan tanggal L Muharram 1235H. Mengenai tanggal kelahirannya ini ada beberapa versi dan perbedaan. Menurut Brockelmery tanggal kelahirannya adalah 26 Maret

Lg21 M.3s1 Ayah Mirza meninggal ketika ia masih kecil lalu diasuh oleh sang paman dari garis ibunya. sang paman mengajarinya dasar-dasar bahasa Persia dan bahasa Arab, dan juga

ikut

membawanya pergi berdagang.

Namun

setelah mengalami

kerugian dalam

perdagangannya

di

syairaz, maka

ia

pergi ke Busyahr.

Di

sanalah

ia mulai

berkomunikasi dengan salah satu

murid

dari Kazhim Ar-Rasyti yang bernama Jawwad Al-Karbalai Ath-Thabathabai. Jawwad mulai mengajarkan kepada

Mirza

pemikiran-pemikiran alir anAsy-Syaikhiyahtentang Al-Mahdi Al-lvluntazhar sebagaimana diserukan oleh Ar-Rasyti. Jawwad mengatakan kepada

Milza

bahwa tampak dari wajah dan ciri-cirnya yang menunjukkan ialah yang ditunggu-tunggu dan kedatangannya sudah semakin dekat sebagaimana dikabarkan

Kazhim Ar-Rasyti

dan

juga dikabarkan

sebelumnya oleh pendiri aliran Asy-syaikhiyah yaitu syaikh Ahmad Al-Ahsa'i. Mirza pun terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran

ini

dan

mulai

meninggalkan perdagangan

untuk mulai

mempelajari

buku-buku sufi

dan penyucian

jiwa

selain buku-buku kebatinan, buku-buku tentang angka-angka dan makna serta pengaruhnya. Ia menghabiskan waktunya untuk mendalami spiritualisme bintang-bintang. Sang paman memperhatikan kondisi Mirza

ini,lalu

mengirimnya ke Karbala' dan Najaf.

Di

Karbala'

Mirza

berkenalan langsung dengan Kazhim Ar-Rasyti dan

berguru di

madrasah Syaikh

Ahmad Al-Ahsa'i

yang pada waktu

itu dipimpin

oleh

muridnya yaitu

Ar-Rasyti.

Mirza mulai

belajar dan menghadiri Majelis Ar-Rasyti

untuk

mempelajari pemikiran-pemikiran aliran ini. Ar-Rasyti sendiri mulai memprediksi bahwa Mfuza adalah

Al-

350 AG. Aslamant,Bah a' ullah wa Al-Ashr Al-Hadits, Dar Al-Ushur, Caito, 1938, hlm.21.

351 Karl Brockelman,Tarikh Asy-syu'ab Al-lslamiyah,penerjemah: Nabih Amin Faris, Munir Al-Ba'labaki, Daar Al-llm li Al-Malayin, Beirut, hlm' 665.

Mahdi Al-Muntazhar. Setelah Ar-Rasyti meninggal, maka Mrizadiangkat menjadi pemimpin kelompok Asy-syaikhiyah

ini.

Pada awalnya

Mirza

tidak berseberangan dengan paham-paham sekte Syiah secara umum dan tidak pernah mengeritisinya. Tetapi setelah itu, Mirza mulai rnenyimpang dari ajaran Syiah.

Mirza

mendapat saingan

dari

salah satu

murid

Ar-Rasyti, Karim Khan

Al-Kirmani

(1225-1280

H)

yang mengaku sebagai Al-Bab khusus bagi imam.

Al-Kirmani

pun didukung oleh sekelompok kecil dari mereka di

ribriz.

Ia tidak mengakui kepemimpinan Mirza dan rnenulis buku berisi bantahan keras terhadapnya dan terhadap pengakuannya sebagai Al-Bab.

Di antara buku karyanya adalah lzhaq Al-Bathil danFashl Al-Khithab yang

ditulis

dengan bahasa Arab, dan kitab yang berjud

ul

Dur Rad Bab Murtab yang

ditulis

dengan bahasa Persia.

Al-Kirmani

kemudian mendirikan

kelompok baru yang dinamakan Karim Khaniyah yang

selanjutnya

kelompok ini dipimpin oleh keturunan Al-Kirmani

secara berurutan.

Setelah meninggalnya

Al-Kirmani

kelompok

ini dipimpin

oleh anaknya, Muhammad Khan (1324bI) kemudian dilanjutkan anaknya

ZainalAbidin

Khan (1360 H) dan anaknya Abul Qasim Khan.3s2

Ada seorang syaikh lain yang menandingi Mirza dan mengaku sebagai wakil khusus dari imam yang menghilang, pemimpin yang menggatikan Ar-Rasyti, menandingi Mirza dan Karim Khan. Syaikh ini bernama

Mirza

Syafi' yang kemudian

diikuti

oleh beberapa jamaah yang menamakan

diri

mereka sebagai Asy-Syaikhiyah. Demikianlah, sekte Asy-Syaikhiyah

ini

tepecah menjadi tiga golongan sepeninggal Ar-Rasyti. Dan, di antara tiga golongan

ini

yang paling berbahaya adalah golongan Al-Babiyah.3s3

Deklarasi Kemunculan Al-Babiyah

Ketika

Mirza Ali

Muhammad Asy-Syairazi berusia 25 tahun pada tanggal 5 Jumadil Ula tahun 1260

H

bertepatan dengan tanggal 23 lvlaret 1884

M, ia

memproklamirkan

dirinya

sebagai Al-Bab bagi sang imam yang ghaib. Dalam proklamasi ini dihadiri Mulla Husain Al-Basyrui yang

352 Dr. Aisyah Abdurrahman Binti Asy-Syathi, Qira ah fi Watsa-ig Al-Baha-iyyah, Markaz Al-Ahram li At-Tarjamah wa An-Nasyr,1406F{/1986 M, h1m.139.

353 Abdul Mun'im Ahmad An-Nimr, An-Nihlah AlLaqitluh Al-Babiyah uta Al-Baha'iyyah Tnrikh wa Watsa'iq Nasyr, Maktabah At-Turats Al-Islami, Cairo,1989, hlm. 21.

menjuluki

Mirza dengan gelar tersebut. Para pengikut Al-Babiyah juga menjulukinya dengan beberapa gelar seperti

Sayyid

Adz-Dzakar, Abd Adz-Dzakar, Bab Allah, Nuqhtah Ula, Thal'ah A'la, Hadhrah A' la, Muzhhir Ar-Rabb Al-A'ala, Nuqhtah Al-Bayan, Bab Ad-Din, As-Sayyid Al-Bab.3sa

Mirza

Ali

berkata tentang dirinya dalam menafsirkan makna Al-Bab,

"Aku

bersaksi bahwa tidak ada seorangpun selain aku di barat dan

timur

yang bisa mengaku sebagai Al-Bab yang akan mengantarkan manusia kepada ma'rifat Allah. Tidak ada bukti dariku atas itu semua kecuali

bukti

yang ditunjukkan oleh kebenaran Muhammad Rasulullah M."355

Ia

menambahkan bahwa yang dimaksud Al-Bab adalah Bab

ilmu

sebagainrana disebutkan dalam hadits yang masyhur, " Aku adalahkota ilmu dan Ali adalah Bab atau pintunya." Dan menurutnya Bab ini adalah Bab

ilmu

Ilahi atau Bab kebenaran dan bukan Bab imam, melainkan Bab Allah yang darinya seorang pencari masuk untuk sampai ke hadirat sang PenciPta.ttu Mirza juga menjelaskan bahwa maksud dari kata Bab adalah perantara curahan-curahan dari seorangyan1besar yang, sekarang tertutup di balik satir keperkasaan dan disifati dengan kesempurnaan-kesempurnaan yang

tidak

bisa

dihitung.

Dia bergerak dengan kehendaknya dan berpegang teguh dengan tali kekuasaannya.3sT

Al-Bab Ali Muhammad Asy-syairazi diikuti oleh kebanyakan pengikut Madzhab Asy-syaikhiyah dan mereka mengakuinya sebagai pemimpin dan penguasa. Ikut bergabung dengannya

murid-murid

senior Ar-Rasyti yang berjumlah 18 orang.

Mirza

menyebut mereka sebagai

Huruf

Al- Hayyi atau

huruf-huruf

yang

hidup.

Mereka semua termasuk

dirinya

sendiri merupakan angka 19. Angka ini memilki kedudukan tertinggi dan terpenting khususnya dalam akidah Al-Babiyah.

setelah Mirza Asy-syairazi rnengumumkan

dirinya

sebagai Al-Bab menuju imam yang bersembunyi, ia mengumumkan bahwa dirinya tidak sekadar perantara imam yang ghaib, melainkan Allah telah mengangkatnya 354 Dr. Mirza Muhammad Mahdi Kttan, Miftnh Bnb Al-Abwab, Thaba' Maiallah Al-Manar,

Cairo,1226 H, hlm.98.

355 Ihsan Ilahi Zhahir, Al-Babiyah Ardh ua Naqd, Idarah Turjuman As-Sunnah, Lahore Pakistan, 1404H/1984 M, hlm.61.

356 MuhammadFaridwajdi,Da'irahMn'arifAl-QarnAl-Isyrin,Beirut,cet.Ketiga, 1971,2/6.

357 AG. Aslamant, Baha'ullahwa Al-Ashr Al-Hadits, Dar Al-Ushur, Cairo, "1938,h1m.22.

lebih dari

itu

sebagai pertengahan dalam tahap perkembangan spiritual dan sebagai ringkasan dalam tingkatan-tingkatan petunjuk golongan. Maka

ia

mengumumkan

dirinya

sebagai

Al-Mahdi

Al-Muntazhar. Badan

Al-

Iv{ahdi telah bersemayam di dalam dirinya, dan ia muncul sekarang untuk menebarkan keadilan di muka bumi yang telah dipenuhi kezhaliman.3s8

Para mujtahid dan ulama Iran mengujinya dan mengusulkan agar ia menulis tafsir untuk beberapa surat Al-Qur'an, maka ia pun menulis tafsir surat Yusuf. setelah

itu,

pemerintah Iran mengeluarkan perintah

untuk

menangkapnya pada tahun 1261Hdi syairaz. Akan tetapi,Mirzaberhasil melarikan

diri

setelah ditahan selama enam bulan dan

tiba di

wilayah Asfahan. Ketika tiba di sana, ia diterima oleh penguasanya dan mendapat penghormatan

darinya.

sang penguasa

di

sana bahkan memberikan dukungan dan perlindungan kepadanya. sang penguasa membantunya

dengan harta dan mendorongnya untuk melanjutkan

perjuangan, menyebarkan

juru

dakwah, dan utusan serta mubaligh.

Di Asfahan, Ali Muhammad Asy-Syairazi memproklamirkan

dirinya sebagai Nabi dan

Allah

telah menurunkan kepadanya Kitab suci yang dinamakan Al-Bayan.la

hidup

dalam kondisi stabil

di

sana sampai meninggalnya penguasa wilayah Asfahan. selanjutnya ia ditangkap lagi dan ditahan di bentengMahku. setelahMirza Al-Babditangkap para tokoh Al-Babiyah menggelar pertemuan

di

daerah Badasyt tahun 1264H/1949 M yang

dihadiri

oleh 81 tokoh

di

antaranya adalah;3se Al-Mulrah Husain Al-Basyrui yang

dijuluki

sebagai Bab Al-Bab,

Al-Mulla

Muhammad

Ali

Al-Barfarusyi yang

dijuluki

dengan

Al-euddus, Al-Mirza yahya

yang

dijuluki shubhu Al-Azal, zrrain

Taj

eurratul Ain

yang

dijuluki Ath-

Thahirah,

Mirza Husain Ali Al-Mazandarani yang dijuluki

Al-Baha'.

Dalam pertemuan

ini

mereka sepakat

untuk

melakukan dua hal utama;

Pertama, menyelamatkan Al-Bab dari tahanannya. Kedua, mengumumkan penghapusan syariat Islam dan mendirikan agama baru dengan nama

Al-

Babiyah. sedangkan Al-Bab Mirza masih tetap berada di dalam tahanannya selama sembilan bulan.

358 lbid, hlm.23.

359 Ihsan Ilahi Zhahir, Al-Babiyah Ardh wa Naqd, hlm. 186.

Ketika pertemuan, Badasyt mengambil keputusan untuk menyelamat- kan

Al-BAb

dari tahanannya, maka pemerintah mengeluarkan perintah untuk memindahkan Al-Bab Mirza ke benteng Jahriq yang terpencil dan diperintahkan

untuk

menjaga agar

tidak

tejadi komunikasi dengannya.

Gerakan

Al-Babiyah ini terus melanjutkan dakwahnya dan

karena

kegigihan pengikutnya berhasil menyebar luas sehingga menjadi

marabahaya yang mengancam negara Iran. Maka pemerintah memutuskan untuk memberantas Al-Babiyah dan mulailah terjadi rangkaian peperangan yang panjang sampai akhirnya Al-Bab

dihukum

mati dengan tembakan pada tanggal23 sya'ban 1266Hatau bertepatan dengan tanggal9

]uli

1850, lalu jenazahnya dibawa keluar kota dankonon dikuburkan di Teheran atau di gunung Karmel.3n

Buku Karya Al-Bab AIi Muhammad Asy-Syairazi

Tulisan-tulisanMirza sangatbanyak, para pengikutnya menganSSapnya sebagai

orang yang cepat dalam menulis, banyak penafsiran

dan penjelasannya terhadap hal-hal yang

sulit,

munajat-munajatnya yang memperlihatkan kenabiannya, dan mereka menganggap itu adalah wahyu yang turun dari langit.361

Beberapa tulisannya merupakan penafsiran dari ayat-ayat Al-Qur'an, munajat-munajat, pesan

atau komentar terhadap

beberapa

kalimat,

mauizhah(nasehat) dan makalah khusus tentang akidah. Tulisan-tulisannya ini adayang ditulis denganbahasa Arab danada yang ditulis denganbahasa Persia. Tulisannya tidak mengandung kata-kata yang indah dan susunan yang tertib mengikuti kaidah bahasa, sajak-sajaknya Pun

tidak

tersusun

rapi.

N{eski

demikian, tulisan-tulisannya

masih

sedikit

mengandung keserasian dan keteraturan.362 Di antara buku karyanya adalah.

L.

Al-Bayan:Kitab ini dianggap sebagai kitab suci penganut Al-Babiyah' Kitab

ini ditulis

dengan menggunakan bahasa Arab.

Di

dalamnya ia membukukan syariah dan hukum-hukum yang diyakininya dan disebarluaskan kepada para muridnya. Ia mengklaim kitab ini sebagai AG. Aslamant, Baha'ullahwa Al-Ashr Al-Hadits, hlm.25.

Ibid,hlm.27.

Muhammad Fadhil, Al-Hirab fi Shadr Al-Baha' wa Al-Bab, Nasyr Dar At-Taqaddum, Mesir, 1329 H/1984 M, Nm.20.

360 361.

362