• Tidak ada hasil yang ditemukan

An-Nizariyah Pasca Runtuhnya Negara Mereka di lran

ISMAILIYAH

E. An-Nizariyah Pasca Runtuhnya Negara Mereka di lran

seluruh dunia Islam karena seruan kiamatnya. Maka sekelompok pengikut An-Nizariyah berkumpul di sekeliling putra mahkota Jalauddin Al-Hasan bin Muhammad yang setelah menduduki singgasana pada tahun 607

H/

1210

M mengumumkan pembebasan

diri

dari jalan pendahulunya, mengajak orang-orang untuk mengikuti garis-garis syaria! mengirimkan surat kepada khalifah Abbasiyah

di

Baghdad dan raja- raja

di

berbagai penjuru untuk memberitahu mereka atas perubahan-perubahan yang dilakukannya, sehinggga ia pun diterima dikalangan pengikut Ahlu Sunnah'

Ketika Jalaludin Al-Hasan meninggal dunia

tahun

618

H/122].

M, ia digantikan putranya

Alauddin

Muhammad yang pada waktu

itu

baru berumur 19 tahun. Maka kembalilah kondisi kepada semuanya. orang- orang

An-Nizariyah kembali lagi

menyerukan ajaran-ajaran dakwah kiamat. Akan tetapi para ulama An-Nizariyah berusaha menjelaskan siasat- siasat dan ajaran-ajaran yang tampak pada lahirnya saling betentangan yang berhubungan dengan masa-masa pemerintahan Al-Hasan

II

dan Muhammad

II

(dakwah kiamat), Al-Hasan

III

(mencampur pendapat- pendapat

An-Nizariyah

dengan pendapat-pendapat

Ahlu

sunnah) dan Muhammad

III

(menghidupkan kembali sisi-sisi aiaran dakwah kiamat).

Mereka

ini

menjelaskan bahwa ajaran-ajaran

ini

yang

tampak

dalam lahirnya bertentangan hanyalah cermin dari realita maknawi yang seruPa dan hakikat-hakikat yang sama karena setiap imam An-Nizariyah berbuat sesuai dengan tuntutan zamannya.

Mungkin kita bisa menemukan gambaran dari usaha-usaha ini dalam kitab-kitab Ismailiyah yang ditulis oleh Nashiruddin Ath-Thusi, terutama kitab yang berjudul Raudhah At-Taslim.lo2

tersisa sekumpulan

kelomopok An-Nizariyah

yang terpisah-pisah

di

kawasan Dailam dan Qahastan di Iran, sebagaimana sekelompok mereka ada yang berhijrah ke daerah-daerah tetangga di Afghanistan dan Sind.

Selama dua abad selanjutnya, yaitu masa-masa paling misterius dalam sejarah aliran

An-Nizariya[

para pengikut An-Nizariyah terpaksa menutup diri dan menganut paham taqiyah di balik topeng Sufi. Selama kurun waktu

ini tidak

ada informasi-informasi tentang para imam An-Nizariyah dan hubungan-hubungan dengan pengikut mereka.

Pada tahun 710H/1310 M, kelompok An-Nizariyah terpecah menjadi

dua bagian

setelah

meninggalnya Syamsuddin Muhammad,

imam ke-28. Kedua putranya

Mukmin

Syah dan Qasim Syah saling bersaing

merebut kursi khilafah. Kepemimpinan

mereka

berdua

sama-sama mendapat pengakuan

dari

beberapa kelompok

An-Nizariyah

sehingga menyebabkannya terpecah menjadi dua golongan, yaitu golongan

Mukmin

Syah atau Muhammad Syah dan golongan Qasyim Syah.lM

Sejak awal, mayoritas An-Nizariyah di Syam, Dailam dan Badakhsyan bergabung dengan golongan

Mukmin

Syah sedangkan sejumlah kecil mereka yang bergabung dengan golongan Qasim Syah.

Kita tidak tahu banyak tentang para imam golongan

Mukmin

Syah kecuali imam terakhir yang

menduduki

imam ke-40 bernama

Al-Amir

Muhammad Baqir. Ia pernah berhubungan dengan para pengikutnya

di

Syam terakhir kalinya pada tahun 121,0H/179q M10s kemudian kabarnya

tidak

bisa

diketahui lagi.

Golongan

An-Nizariyah Mukmin

Syah

ini

sekarang ada

di

Syria

dan dikenal

dengan

Al-la'fariyah.

Tampaknya mereka masih menunggu imam mereka yang bersembunyi dari keturunan Muhammad Baqir. Mereka mengikuti madzhab Imam Syafi' i dalam hal-hal yang berkaitan dengan hukum syariah.lffi

Adapun para imam An-Nizariyah Qasim Syah, mereka mulai meng- arahkan kegiatan mereka dengan sangat terbatas

dari

tempat rahasia mereka

di

Azerbaijan. Mereka memindah tempat mereka pada abad 19

Lihat A Forgotten Branch of lsmailis, karya Ivanov, IRAS, 1938, hlm, 57-79.

Lihat Furu' Asy-Syajarah Al-lmamiyah, karya Arif Tamir, Mathba'ah Al-Masyriq, 1952 hlm.597-598.

Lihat: Farhad Daftari, Ibid.

1.04 105

L06

H/15 M ke Iran Tengah tepatnya

di

daerah Qum.Kemungkinan mereka menjadikan desa Anjadan yang terletak

di

jalan menuju Teherary Qum, sebagai tempat tetap mereka. Tampaknya mereka berubah menjadi salah satu tarekat sufi dan menggunakan istilah-istilah Sufi seperti; Mursyid, bir, dansyaikh.Istilah-istilah ini digunakan untuk menyebut para imam mereka yang seakan-akan mereka seperti quthub dari quthub tasawuf.

Masa menetapnya para imam An-Nizariyah Qasim syah di Anjadan terutama sejak abad 11,

H/17 M

dianggap sebagai masa men8hidupkan kembali dakwah mereka. Dakwah

ini

berhasil menarik banyak pengikut dan

menjalin

hubungan langsung dengan

kelompok-kelompok

yang tersebar

di

daerah jauh seperti

India

dan Asia Tengah

untuk tunduk di

bawah kepimimpinannya. Dakwah

ini

menyebar ke berbagai penjuru

di

daerah Khurasan, Irak, Ajami, Kirman, Afghanistan, Turkistan, India.

Bahkan pengikut An-N izariyah,Mukmin Syah, ikut bergabung dan tunduk di bawah para Imam Qasim Syah sejak abad 11

H/17

M.

Kemudian pusat dakwah An-Nizariyah Qasim Syah

di

pindah dari Anjadan sejak diangkatnya syah Nizar sebagai imam tahun 1124H/1722

M

ke

Kirman

dan Yazd. Maka para

Imam An-Nizariyah

Qasim syah mulai berperan menjalankan

politik

sejak abad L8

H.

Pada awal masa Daulah Qajariyah, Imam Hasan

Ali

syah, menjadi tokoh yang memiliki pengaruh luas. Raja Qajariyah menyebutnya dengan gelar Agha Khan dan selanjutnya gelar ini digunakan untuk para pemimpin penggantinya' Tak lamakemudianlmam Hasan Ali Syah melarikan diri ke Afghanistan setelah terjadi peristiwa pemberontakan terhadaP negara pusat. Sejak itulah masa kepemimpinan An-Nizariyah Qasim Syah di Iran berakhir'

Antara

Agha Khan dan Emperor

Britania terjalin

hubungan erat

di India

yang menyebabkan kuatnya kedudukan

Imam

An-Nizariyah

di

semenanjung

India.

Agha Khan pernah menghabiskan masanya

di

Afghanistan, Sind, Kalkuta lalu setelah ia merasa putus asa untuk kembali ke Iran, ia menetap di kota Bombay pada tahun 1849 dan menjadikannya sebagai pusat pergerakanny a.to'

L07 The Rnolt of Agha Khan Mahallati and the Transferrence of the lsmaili lmamate to lndia,karya Algar. H, 51,1969, vol.XXX, hlm. 61-81'

jumlah pengikut Ismailiyah An-Nizariyah

Qasim Syah sampai sekarang mencapai beberapa juta orang dan kebanyakan mereka

hidup

dalam kelompok-kelompok kecil

di

beberapa negara Asia seperti India, Pakistan, Banglades, China (wilayah Yarkind dan Kashghir), Afghanistan, Irary Syria, Tajikistan terutama

di

Badakhsyan, dan

di

beberapa negara

Afrika

terutama di Kenya dan Tanzania.

Mayoritas pengikut An-Nizariyah Qasim

Syah

dari India

dan Pakistan yang dikenal dengan Khaujah dan juga dari

Afrika

berhijrah ke negara-neganaBarat, terutama

di

Amerika dan Britania sejak tahun 1970.

Demikianlah kita

mendapati

Ismailiyah An-Nizariyah dari pengikut

Agha Khan mewakili kelompok yang memiliki jaringan internasional dari berbagai bangsa dan bahasa yang memiliki kesatuan asal-usul madzhab, warisan, dan sejarah.

Prof. Dr. Muhammad As-S aiil I amaludin

AL.I SMAI LIYAH AN-N IZARIYAH