ISMAILIYAH
A. Al-Ismailiyah Pertama
Al-Juwaini berpendapat bahwa Ismailiyah ketika mengatakan bahwa syariah
memiliki
rnakna batin yang tidak diketahui banyak orang, maka mereka memperkuat dasarini
dengan perkataan-perkataan yang merekanukil dari
parafilosuf Yunani
sepertiNeo
Platonisme. Mereka juga mengambil sebagian dasar-dasar dari madzhab orang-orang Majusi. TaDalam aturan Madzhab Ismailiyah, makna-makna
lahir Al-Qur'an
dan syariah berbeda dengan makna batinnya.Ini
bukan berarti mereka mengabaikan makna lahir, tetapi mereka meyakini adanya akidah lahir dan batin secara bersamaan.Pengikut Ismailiyah pertama meyakini bahwa makna lahir (sksoteris) agama telah berubah bersama setiap
Nabi,
sedangkanbatin
(esoteris) agama yang mengandung hakikat abadi adalah tetap dan tidak mengalami perubahan. Mengetahui hakikat yang tidak pernah berubah dan berganti ini yang merupakan hakikat satu dalam semua agama, dan syariah hanya bagi orang-orang Ismailiyah sendiri yang menyebutdiri
orang khusus (khawwas).Adapun
selain mereka adalah orang awamtidak memiliki
kemampuan kecuali memahami makna lahir agama.Untuk mengetahui hakikat batin ini, orang-orang Ismailiyah
menggunakan
takwil
atau penafsirantidak
secara lahir.Melalui takwil
ini yang merupakan salah satu fugas utama seorang imam mereka, orang- orang Ismailiyah berpindah dari maknalahir
menuju makna batin dan hakiki daripada agama. Hal ini menyerupai perjalanan rohani dari syariat menuju hakikat atau perpindahan dari alamlahir ke alambatinyang abadi.Menurut
mereka setelah memperoleh pengetahuanrohani ini
mereka menjadi terlahir kembali.Takwil ini secara global adalah tugas imam, dialah yang mengajarkan karena manusia
tidak
mampu berpegangan padadirinya
sendiri tanpa dukungan Tuhan, dan tanpa petunjuk imam untuk sampai kepada hakikat.74
Al-Juwaint, lbid.,llhat Al-lmta' wa Al-Muanasah, karya Abu Hayyan At-Tauhidi, tahqiq Ahmad Amin dan Ahmad Az-Zan,3 jilid, Mesir, L939 H-1944};{,2/L4-L6, Al-Farqubaina Al-Firaq, karya Abu Manshur Abdul Qahir Al-Baghdadi, tahqiq Muhamad Badr, Mesir 1910,277-278.Manusia terus membutuhkan pengajaran, karena itu mereka menyebutnya dengan ta'limiyah atau pengaiaran sebagaimana mereka menyebutnya dengan bathiniyah,karena mereka gembira dengan aPayangmereka lihat dari hakikat yang tersembunyi dalam batiru makna yang lahir.
Hakikat-hakikat yang
tersembunyi dalambatin
agamamenurut
penganutIsmailiyah
pertama adalahpola pemikiran
yang mencakup pandangan berputar terhadap sejarah agama'IgnazGoldziher berpendapat, itu adalah pandangan berbalik terhadap teori emanasi dalam Neo Platonisme.Ts Mereka meyakini bahwa kenabian berjalan melalui enam periode besar yaitu Adam, NutV Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad. Mereka menamakam para Nabi ulul azmi
iti
dengan namayang berbicara, masing-masing dari mereka harus memiliki asas atau yang diam yang mengambil dakwah darinya dan menyampaikaknnya kepada
asas lain setelahnya, yang menyampaikannya kepada asas ketiga. Demikian terus berjalan sampai iumlah asas atau orang-orang diam berjumlah tujuh' Semuanya mengikuti satu jejak, yaitu asas pertama yang dinamakanAs-Sus
atau At-lidzr, seperti dalam table berikut:
@,t,fiAl-Islam,karyalgnazGold,ziher,terjemah:MuhammadYusuf
Musa dkk, Mesir, 1946, hlm. 13.
An-Nathiq
(Yane Berbicara) Al-Asas (Yang diam, As-Sus,Imam Awal)
Adam Syits
Nuh
SamIbrahim Ismail
Musa Harun
Isa Syam'un Petrus
Muhammad
Ali
binAbi
Thalib dan putranya Al-Hasan dan Al-HusairyAli
ZainalAbidin,
MuhammadAl-
Baqir, Ja' far Ash-Shadiq, Muhammad bin Ismail'
Demikianlah,
sudahmenjadi
kesepakatan bersamadi
kalanganmayoritas panganut Ismailiyah pertama bahwa Muhammad bin
Ismail adalahimam ketujuh dari
periode keenam,yaitu
periode Nabi Muhammadbin Abdullah M. Ini
berarti bahwa Muhammadbin
Ismailtelah memperlihatkan kepada semuanya hakikat-hakikat tersembunyi yang
dititipkan
dalam risalah sang pembicara Islam dan syariat-syariat para Nabi terdahulu yang dikenal dengan ulul azmi. Karenaitu,
sudah tidak dibutuhkan lagi hukum-hukum agama pada masaini,
karena sekarang merupakan masa akhir dari sejarah manusia. Muhammad bin Ismail akan memperluas pemerintahan adil di penjuru bumi di alam jasmani.Akan
tetapi, sebagian penganut Ismailiyah meyakini imamahnyaIsmail, kemudian imamah putranya Muhammad. An-Nubakhti
menyebutkan bahwa Al-Khathabiyah menganggap Muhammad bin Ismail masih
hidup
dantidak
meninggal. Ia menghilang dan bersembunyidi
negeri Romawi. Ia adalah seorang yang bertugas dan mendapat petunjuk atau Imam Mahdi.76Orang-orang Ismailiyah meyakini akidahnya
ini
sampai berdirinya negaraFathimiyah. Kemudian terjadilah
perpecahandalam
barisan Ismailiyah. Sebagian ada yang tetap menjaga akidah pertamanya bahwa Muhammadbin
Ismail adalah Imam Mahdi,ia
masihhidup
dan tidak meninggal.Di
antara mereka adalah kelompok AlQaramithahdi
Bahrain dan Irak.zOrang-orang Fathimiyah mengatakan bahwa para imam Ismailiyah bersembunyi
dan tidak
menampakkandiri
bertahun-tahun lamanya karena takut dari kejaran orang-orang Abbasiyah. Para imam mereka yang bersembunyi terus berlanjut dari generasi ke generasi sampai datangnya Ubaidillah Al-Mahdi tahun 286H/599 M. Maka ia menampakkan dirinya lalu mendirikan Khilafah Fathimiyah diAfrika
Utara. Ia mengumumkan nama-nama bapaknya dari para imam yang bersembunyi sampai kepada ImamJa'far Ash-shadiq.78 Akan tetapi para musuh Ismailiyah menisbatkan76 77 78
An-Nubakhti, hlm.254.
Shurat Al-Ardh. karya Ibnu Hauqal, tahqiq: Karamos, Leiden, 1947,1h1m.258.
Lihat: h Nasab Al-Khulafa' Al-Fathimiyyin fi Al-Yaman, karya Husain Al-Hamdani, Mesir, 1955, hlm.10-12.
Imam Mahdi kepada orang lain yang bukan dari keturunan
Alawi
yang bernama Abdullah bin Maimun Al-Qaddah. TePara imam
ini
menjadikan Khuzetan sebagai pusat dakwah mereka, lalu mereka memindahkannya ke salmiyah di negeri syam. sampai pada pertengahan abad 3H/9
M mereka mulai menyebarkan para dai ke seluruh negara Islam. Tampaknya para dai ini menyebarkan ajaran bahwa muncul- nya Muhammad bin Ismail atau Imam Mahdi yang dinanti (Al-Muntazhar) sudah semakin dekat.Pada tahun 261H/ 975Msalah satu dai mereka yang bemama Hamdan Qarmath dari Kufah mampu menarik banyak pengikut
di
Irak. Tak lama kemudian para pengikut Qarmath melakukan pembelotan besar-besaran pada tahun 284H/897M
sampai orang-orang Abbasiyahtidak
mampu menumpasnya.'oDakwah Qarmath ini
menyebardi negeri
Khurasandan
negeri Transoxiana (Maa wara', An-Nahr).s1 Dakwah ini iuga menyebar di selatan Irary Yamary Yamamah, dansind. Di
kawasan Bahrain- kawasantimur
kerajaan ArabSaudi sekarang- dakwah ini menyebar luas. Seorang dai yang bernama
Abu
said Al-fanabi yang didatangkan oleh Hamdan Qarmath mampu menyebarkan pengaruhnya kepada sebagian besar penduduk kawasan dan mendirikan negara sendiri. setelahitu
mereka menuju ke Makkah, membunuh para jamaah haji, memenuhi sumur Zamzamdengan mayat-mayat, mencabut Hajar Aswad, dan membawanya bersama mereka selama 22 tahun kemudian mengembalikannya.82Lrtrat:Kanz Ad-Durar,karya Abu Bakar Muhammad bin Aibak Ibn Ad-Dawadari, naskah photo Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah, no. 2578 sejarah, 6/17, ltti'azh Al-Hunafa, katya iaqiyyuddin Ahmad Al-Maqrizi, tahqiq: Jamaluddin Asy-Syayyal dan Muhammad Hilmi Ahmad, Mesir, 1967 -1973, 1 / 23-26.
Lihat Tarikh Ath-Thabari, karya Muhammad Ibnu Iarir Ath-Thabari, Leid en, 1898, 10 / 24- 25.
Transoxiana adalah sebutan pada masa lalu untuk sebuah wilayah di bagian Asia Tengatr, yang pada masa kini berdekatan dengan uzbekistan, Taiikistan, Kyrgystary dan Kazahstan. Istilah Transoxania dalam bahasa Arab di sebu t " Maa wara' a nahr" alat dalam bahasa Inggris " across the oxus ritte/' atau serlng juga disebut dengan" mawarannahnr/' -edt.
(sumber: wikipedia)
82 Al-Kamil fi At-Tarikh,karya Izzuddin Abu Al-Hasan Ibnul Atsir, Leidery 1853,8 /192, Al- Mukhtasiar fi Akhbar Al-Basyar, karya Abu Al-Fida Ismail bin Ali, Al-Qasthanthiniyah, 1286, Hawadits Sanah 339, Al-Maqrizi, hlm. 243-246.
79
80
81