• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anak Berkebutuhan Khusus

A. Penelitian Terdahulu

5. Anak Berkebutuhan Khusus

Anak Berkebutuhhan Khusus (ABK) dapat diartikan sebagai anak yang mengalami gangguan fisik, mental, intelegensi serta emosi sehingga diharuskan pembelajaran secara khusus.57

56 Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 102.

57 Jati Rinakri Atmaja, Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018), 6.

maupun emosional dapat kita lihat dan berbeda dengan anak normal lainnya. Tetapi, anak berkebutuhan biasanya memiliki keistimewaan tersendiri. Anak berkebutuhan khusus juga harus mendapatkan kelayakan pelayanan pendidikan agar anak tersebut dapat berkembang sesuai dengan kopetensinya.

Adapun kategori anak berkebutuhhan khusus adalah sebagai berikut:

a. Anak Berkebutuhan Khusus bersifat sementara (temporer)

Anak berkebutuhan khusus bersifat temporer adalah anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan disebabkan oleh faktor-faktor eksternal.58

Anak berkebutuhan khusus temporer/sementara adalah anak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri akibat sering menerima kekerasan dalam rumah tangga, mengalami kesulitan konsentrasi karena sering diperlakukan kasar oleh orang tuanya, mengalami kesulitan kumulatif dalam membaca dan berhitung akibat kekeliruan guru dalam mengajar dan anak-anak yang mengalami tsrauma akibat dari bencana alam yang mereka alami.59

1) Anak Berkebutuhan Khusus bersifat tetap (permanen)

Anak berkebutuhan khusus bersifat permanen adalah anak-anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan yang

58 Jati Rinakri Atmaja, Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus., 11.

59 Ibid., 12.

seperti anak yang kehilangan fungsi penglihatan, pendengaran, gangguan perkembangan kecerdasan dan kognisi, gangguan gerak (motorik), gangguan interaksi-komunikasi, gangguan emosi, sosial dan tingkah laku. Dengan kata lain, anak berkebutuhhan khusus yang bersifat permanen sama artinya dengan anak penyandang kecacatan.60 b. Klasifikasi Jenis Anak Berkebutuhan Khusus

1) Kelainan Fisik

Kelainan fisik adalah kelainan yang terjadi pada satu atau lebih organ tubuh tertentu. Akibat kelainan tersebut timbul suatu keadaan pada fungsi fisik dan tubuhnya tidak dapat menjalankan tugasnya secara normal.61 Tidak berfungsinya anggota fisik terjadi pada alat indra fisik, seperti penglihatan, organ bicara, pendengaran, kelainan otot dan tulang, kelainan pada sistem saraf, anggota badan akibat pertumbungan yang tidak sempurna.

2) Kelainan Mental

Anak berkebutuhan khusus dalam aspek mental adalah anak yang memiliki penyimpangan kemampuan berpikir secara kritis, logis dalam menanggapi dunia sekitarnya.62 Anak berkelainan mental ini tidak dapat disamakan dengan penyakit, atau yang berhubungan dengan penyakit karena tidak bisa disembuhkan atau diobati seperti penyakit.

60 Ibid., 14.

61 Jati Rinakri Atmaja, Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus., 15.

62 Ibid., 18.

Kelainan perilaku sosial adalah mereka yang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan, tata tertib, norma sosial, dan lain-lain.63 Jadi, anak yang berkelainan sosial ini biasanya dia sering berontak dengan lingkungan, karena dia merasa sulit untuk menyesuaikan dirinya pada lingkungan yang dia tempati.

c. Macam-Macam Anak Berkebutuhan Khusus

Bebarapa macam anak berkebutuhan yang membutuhkan pelayanan khusus baik dari sekolah maupun orang tua yaitu diklasifikasikan sebagai berikut:

1) Disleksia (dyslexia)

Menurut Atmaja, disleksia adalah seorang anak yang menderita gangguan pada penglihatan dan pendengaran yang berhubungan dengan kata atau symbol-simbol tulis yang disebabkan oleh fungsi neorologis (susunan dan hubungan saraf) tertentu.64

Penyebab anak disleksia dalam melakukan pemprosesan bahasa adalah karena terjadinya pemusatan pada perjalanan saraf penghubung atau confusing traffic jam of nerve signal menjadikan proses penginformasian antar saraf semakin lama.65

63 Ibid., 19.

64 Jati Rinakri Atmaja, Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus., 259.

65 Ibid., 61.

Kesulitan belajar adalah istilah umum yang mengacu pada beragam kelompok gangguan yang terlihat pada kesulitan dalam menguasai dan menggunakan kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, berpikir atau kemampuan matematis.

Gangguan ini bersifat internal bagi individu dan diperkirakan penyebabnya adalah tidak berfungsinya sistem saraf pusat, dapat muncul selama rentang kehidupan.66

3) Keterlambatan bicara

Kelainan berbahasa atau berbicara yang paling umum adalah berbentuk kelainan artikulasi. Kelaianan ini merupakan kesulitan dalam menghasilkan suara yang menyusun kata. Ada empat jenis kelainan artikulasi yaitu penggantian (substitution), penghilangan (omission), penambahan (addition), dan penyimpangan (distortion).67

Jadi, keterlambatan bicara atau bahasa sulitnya mengucapkan sesuai dengan artikulasi. Ada beberapa penyebab salah satunya disebabkan oleh akibat terbelakangnya mental atau cidera pada otak (brain injury).

4) Autism

Menurut Smith autism adalah suatu kelainan neurologis (neorogical disorders) yang seringkai mengakibatkan

66 David Smith, Sekolah untuk Semua: Teori dan Implementasi Edisi Revisi, Terj. Mohammad Sugiarmin dan Baihaqi., 208

67 Ibid., 75.

lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding anak perempuan.

Meskipun ini dianggap kelainan psikologis, penyebabnya yang pasti, tak diketahui dalam kebanyakan kasus.

Anak-anak dengan autism seringkali menunjukkan sifat- sifat kelainan yang dimulai sejak masa bayi, beriku beberapa sifat- sifat tersebut:

a) Tidak tangap terhadap orang lain.

b) Gerakan diulang-ulang seperti bergoyang, berputar, dan memilin tangan.

c) Menghindari kontak mata dengan orang lain.

d) Tetap dalam kebiasaan.

e) Aneh dan sikap-sikap yang ritualitas.68

Jadi dapat disimpulkan bahwa autism ini merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang disebabkan oleh gangguan interaksi, gangguan komunikasi dan perilaku. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh tertutupnya diri anak sehingga interaksi dengan orang lain kurang.

5) Layu Otak (Celebral Palsy)

Celebral Palsy adalah suatu kelainan yang paling umum dalam orthopedic impairment. Celebral palsy didefinisikan secara sederhana dan akurat sebagai suatu gangguan gerakan dan postur

68 David Smith, Sekolah untuk Semua: Teori dan Implementasi Edisi Revisi, Terj. Mohammad Sugiarmin dan Baihaqi, (Bandung: Nuansa Cendekia, 2018), 150.

fungsi motorik. Kerusakan otak yang mengakibatkan celebral palsy dapat terjadi sebelum kelahiran, atau tidak lama setelah kelahiran. Kerusakan yang terjadi, meskipun dampaknya sama pada gerakan tubuh, tidaklah selalu mengacu pada celebral palsy.

Celebral palsy bukanlah suatu gangguan yang progresif. Namun, tanpa penangan, gangguan otot-otot yang diakibatkan oleh celebral palsy berdampak pada hilangnya kekuatan otot dan suara. Oleh karena itu, penting untuk menangani secara dini dan berkesinambungan dalam meningkatkan kemampuan gerakan otot yang lebih baik/kuat pada bagian yang mengalami penurunan kekuatan keadaan tersebut.69

Jadi, celebral palsy adalah suatu gangguan gerakan dan postur tubuh yang diakibatkan karena kerusakan di daerah otak dan dapat terjadi sebelum, atau tidak lama setelah kelahiran. Biasanya gangguan otot-otot yang diakibatkan celebral palsy berdampak pada hilangnya kekuatan otot dan suara.