konflik interpersonal:
“Bagaimana Anda akan mengelola hidup Anda jika Anda kehilangan pekerjaan Anda?”
Perhatikan apakah keputusan dan tindakan pasien berdasarkan realitas atau berdasarkan impuls, pemenuhan keinginan atau gangguan isi pikir. Nilai-nilai apa yang tampaknya mendasari keputusan dan perilaku pasien? Bandingkan dengan standar kedewasaan pasien.
Fungsi kognitif
Lihat dalam penilaian fungsi luhur - MMSE.
ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN
rangsangan yang kuat seperti nyeri.
Misalnya dengan mencubit tendon atau menggosok sternum.
o Koma
Pasien tidak dapat dibangunkan dengan rangsangan nyeri.
· Postur dan sikap motorik
o Postur tubuh yang tegang, gelisah dan resah menandakan gangguan cemas.
o Pasien yang menangis atau berjalan mondar mandir menunjukkan kegelisahan.
o Sikap yang putus asa, postur yang merosot dan gerakan melambat menunjukkan depresi.
o Pasien yang menyanyi, menari dan menunjukkan gerakan ekspansif menunjukkan episode manik.
· Cara berpakaian, penampilan dan kebersihan diri o Perawatan dan kebersihan diri mungkin
kurang atau buruk pada pasien dengan depresi, skizofrenia dan demensia.
o Kehati-hatian yang berlebihan dapat terlihat pada pasien dengan gangguan obsesif-kompulsif.
o Mengabaikan penampilan pada satu sisi mungkin merupakan akibat adanya lesi di seberang korteks parietal, biasanya sisi non-dominan.
· Ekspresi wajah
o Menilai adanya ekspresi kecemasan, depresi, apatis, marah atau gembira.
o Pada pasein parkinson biasanya didapatkan ekspresi yang datar
(imobilitas fasial).
· Sikap, afek dan hubungan pasien dengan orang lain atau sesuatu
o Pada pasien paranoid didapatkan sikap marah, permusuhan, kecurigaan atau menghindar.
o Pada sindrom manik didapatkan afek yang meningkat, gembira dan euforia.
o Afek tumpul dan cenderung tidak perduli terhadap orang atau lingkungan sekitar didapatkan pada demensia.
Pembicaraan dan bahasa
Lihat dalam penilaian fungsi luhur.
MoodSuasana hati meliputi kesedihan, melakolis, kepuasan, sukacita, euforia, kegembiraan, kemarahan, kegelisahan, kekhawatiran dan ketidak pedulian.
· Episode Depresi
Minimal terdapat lima gejala dan termasuk salah satu dari dua gejala teratas dibawah ini:
o Mood depresi (mungkin suasana hati yang mudah marah pada anak-anak dan remaja) hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari.
o Berkurangnya minat dan kesenangan yang nyata pada hampir seluruh aktivitas hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari.
o Peningkatan atau penurunan berat badan yang berlebihan (tanpa diet) atau peningkatan atau penurunan napsu makan hampir setiap hari
o Sulit tidur atau tidur yang berlebihan hampir setiap hari.
o Agitasi psikomotor atau retardasi
terjadi hampir setiap hati.
o Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari.
o Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah hampir setiap hari.
o Ketidakmampuan berpikir dan berkonsentrasi hampir setiap hari
o Pemikiran yang berulang-ulang tentang kematian atau bunuh diri; atau adanya rencana atau upaya bunuh diri.
Gejala-gejala tersebut diatas menyebabkan penderitaan terhadap pasien atau gangguan sosialisasi dan pekerjaan atau fungsi lainnya.
Pada kasus yang berat mungkin didapatkan delusi dan halusinasi.
· Episode Campuran
Pada episode campuran, pada minimal satu minggu harus didapatkan kriteria baik episode manik dan depresi.
· Episode Manik
Suatu periode abnormal dimana mood meningkat secara terus menerus atau mudah tersinggung yang berlangsung minimal 1 minggu. Selama masa ini, pasien minimal memiliki 3 dari 7 gejala dibawah ini yang sangat menonjol.
o Harga diri meningkat
o Waktu tidur berkurang (merasa sukup beristirahat setelah 3 jam tidur)
o Lebih banyak bicara dibanding biasanya atau selalu ingin bicara
o Flight of ideas (bicara meloncat-loncat dan tidak berhubungan) atau racing thoughts (pikiran berkejaran).
o Pikirannya mudah teralihkan.
o Peningkatan aktivitas (baik sosial,
pekerjaan, sekolah maupun seksual) atau agitasi psikomotor.
o Melakukan kegiatan menyenangkan dan berisiko (belanja berlebihan, berbisnis yang jelas tidak menguntungkan)
Gangguan diatas cukup berat sehingga merugikan baik secara sosial, dalam pekerjaan maupun hubungan. Pada keadaan yang berat dapat terjadi halusinasi dan delusi.
· Gangguan Distimik
Suatu kondisi kronis yang ditandai dengan gejala depresi yang terjadi hampir sepanjang hari, lebih banyak hari daripada tidak, selama minimal 2 tahun (pada anak-anak dan remaja minimal 1 tahun). Selama periode tersebut, interval bebas gejala tidak bertahan lebih lama dari 2 bulan.
· Episode Hipomanik
Mood dan gejala menyerupai episode matik, namun tidak terlalu nyata. Tidak terdapat halusinasi dan delusi. Durasi minimum lebih pendek yaitu 4 hari.
· Episode Siklotimik
Beberapa periode gejala hipomanik dan depresi yang berlangsung minimal 2 tahun (1 tahun pada anak dan remaja). Selama periode tersebut, interval bebas gejala tidak bertahan lebih dari 2 bulan.
Pikiran dan persepsi
· Proses pikir
Beberapa gangguan dalam proses pikir:
o Circumstantiality
- Ditandai dengan bicara yang berbelit-belit dan
tidak langsung mencapai pokok tujuan disebabkan detail yang tidak diperlukan, meskipun komponen deskripsi berhubungan dengan tujuan pembicaraan. Banyak orang tanpa gangguan mental berbicara berbelit-belit seperti - ini.Dapat muncul pada orang yang
obsesif.
o Derailment (kehilangan hubungan) - Gangguan proses pikir yang
ditandai dengan berbicara bergeser dari satu hal ke hal lain yang tidak berhubungan atau berhubungan jauh.
- Terdapat pada skizofrenia, episode manik dan gangguan psikotik lainnya.
o Flight of ideas
- Suatu keadaan dimana aliran asosiasi berlangsung sangat cepat yang tampak dari perubahan isi pembicaraan dan pikiran dari suatu topik ke topik lain. Di sini nampak suatu gagasan belum selesai, disusul gagasan yang lain. Perubahan
biasanya berdasarkan kesamaan kata atau stimulus yang mengalihkan, namun gagasan-gagasan tersebut tidak menjadi suatu pembicaraan yang masuk akal.
- Biasanya didapatkan pada episode manik.
o Neologisme
- Menciptakan kata-kata baru atau kata-kata yang menyimpang dan memiliki makna baru dan aneh.
- Dapat ditemukan pada skizofrenia, afasia dan gangguan psikotik lainnya.
o Inkoheren
- Gangguan proses pikir dimana
pembicaraan sebagian besar tidak dapat dimengerti
karena tidak logis, kurangnya hubungan yang bermakna, adanya perubahan topik mendadak, ataupun kesalahan penggunaan tata bahasa atau kata. Flight of ideas yang berat dapat menyebabkan inkoherensi.
- Biasanya ditemukan pada skizofrenia.
o Blocking
- Gangguan proses pikir di mana pembicaraan tiba-tiba berhenti di tengah-tengah kalimat atau sebelum suatu gagasan diselesaikan.
- Dapat terjadi pada skizofrenia, namun dapat terjadi pula pada orang normal.
o Konfabulasi
- Ingatan palsu yang muncul saat
merespon pertanyaan, untuk mengisi kekosongan memori.
- Biasanya ditemukan pada pasien dengan amnesia.
o Perseverasi
- Pengulangan persisten kata- kata atau gagasan.
- Terjadi pada skizofrenia, dan gangguan psikotik lainnya.
o Ekolali
- Pengulangan kata atau frase orang lain atau lawan bicara.
- Dapat ditemukan pada episode manik dan skizofrenia.
o Clanging
- Berbicara dan merangkai kata-kata yang tidak memiliki hubungan satu sama lain dan diucapkan berdasarkan irama atau rima verbal tertentu.
- Biasanya ditemukan pada episode manik dan skizofrenia.
· Isi pikir
Beberapa kelainan isi pikir:
o Kompulsi
Perilaku atau tindakan mental berulang dari seseorang yang merasa terdorong untuk menghasilkan atau mencegah sesuatu terjadi di kemudian hari, walaupun harapan efek tersebut tidak realistik.
o Obsesi
Gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan
mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan.
o Fobia
Ketakutan yang persisten dan irasional disertai oleh keinginan kuat untuk menghindari stimulus tersebut.
o Ansietas
Kekhawatiran, ketakutan, ketegangan atau kegelisahan yang mungkin terfokus (fobia) atau tidak (ketakutan akan sesuatu yang tidak jelas).
o Feelings of Unreality
Suatu perasaan bahwa hal-hal dalam lingkungan tersebut aneh, tidak nyata atau jauh.
o Depersonalisasi
Suatu perasaan di mana seseorang merasa dirinya berbeda, berubah atau tidak nyata, atau kehilangan identitas diri atau merasa terlepat pikirannya dari tubuhnya.
o Delusi
Keyakinan palsu, didasarkan kepada kesimpulan yang salah tentang eksternal, tidak sejalan dengan intelegensi pasien dan latar belakang kultural, yang tidak dapat dikorelasi dengan suatu alasan.
Kompulsi, obsesi, fobia dan ansietas biasanya berhubungan dengan gangguan neurotik. Sedangkan delusi, depersonalisasi dan feelings of unreality sering berhubungan dengan gangguan psikotik.
· Persepsi
Berikut merupakan gangguan persepsi:
o Ilusi
Kesalahan interpretasi dari stimulus eksternal yang nyata. Ilusi dapat terjadi akibat reaksi berduka cita, pada keadaan delirium, gangguan stres pasca trauma dan skizofrenia.
o Halusinasi
Persepsi sensori subjektif terhadap stimulus yang tidak nyata. Pasien mungkin mengenali atau tidak bahwa pengalaman tersebut tidak nyata.
Dapat berupa halusinasi auditori (pendengaran), visual (penglihatan), olfaktori (penghidu), gustatori (pengecapan) atau somatik. Halusinasi dapat terjadi pada keadaan delirium, dimensia (jarang), gangguan stres pasca trauma, skizofrenia dan alkoholisme.
· Tilikan (insight) dan kemampuan menilai realitas (judgement)
Pasien dengan gangguan psikotik sering tidak menyadari penyakitnya. Beberapa gangguan neurologis mungkin dapat disertai oleh penyangkalan (denial). Kemampuan menilai realitas dapat menurun atau buruk pada keadaan delirium, dimensia, retardasi mental dan keadaan psikotik. Kemampuan menilai realitas juga dapat dipengaruhi oleh keadaan ansietas, gangguan mood, tingkat intelegensi, pendidikan, sosioekonomi, dan nilai budaya.
Derajat Tilikan adalah sebagai berikut:
o Tilikan derajat 1: pasien menyangkal
total terhadap sakitnya
o Tilikan derajat 2: pasien menyadari dirinya sakit, tetapi bersamaan ia juga menyangkal ia sakit
o Tilikan derajat 3: pasien menyadari dirinya sakit dan mengatakan penyebab sakitnya adalah hal di luar dirinya (faktor eksternal)
o Tilikan derajat 4: pasien menyadari dirinya sakit dan membutuhkan bantuan, tetapi tidak memahami penyebab sakitnya.
o Tilikan derajat 5: pasien menyadari dirinya sakit, penyebab sakit dari dalam dirinya dan membutuhkan bantuan, tetapi mempunyai motivasi untuk melakukan usaha pengobatan/
perbaikan.
o Tilikan derajat 6: pasien menyadari penuh bahwa dirinya sakit, penyebab sakit dari dalam dirinya dan mempunyai motivasi penuh untuk melakukan usaha pengobatan dan perbaikan.
Fungsi kognitif
Lihat penilaian fungsi luhur.
Seorang perempuan, 20 tahun, datang dengan ke rumah sakit dengan keluhan marah-marah, berteriak-teriak di rumah dan mengancam ibu dan kakak kurang lebih 6 jam sebelum dibawa ke rumah sakit. Pada pemeriksaan status mental didapatkan:
psikomotor berjalan mondar-mandir, mood disforik, afek terbatas, perilaku halusinatorik, asosiasi longgar, waham kejar, reality testing ability terganggu, dan insight derajat 1. Pada kasus ini perlu dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur di atas!
CONTOH KASUS
REFERENSI
Kaplan and Sadock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry 8ed. 2009.
LS Bickley. & PG Szilagyi. Bates’ Guide to Physical Examination and History Taking, 10th Edition.
Lippincott Williams & Wilkins. China. 2009.
556-565, 595, 599.