a. Sapalah pasien atau keluarganya dengan ramah dan perkenalkan diri anda serta tanyakan keadaannya
b. Berikan informasi umum kepada pasien atau keluarganya tentang indikasi/tujuan dan cara penentuan
status gizi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) dengan cara pengukuran berat badan dan tinggi badan
c. Jelaskan tentang kemungkinan hasil penentuan status gizi yang akan diperoleh
d. Lakukan cuci tangan rutin 2) Persiapan alat
a. Untuk pengukuran berat badan (digital) - Cek kelayakan pakai pada
weighing scale digital (tidak ada kerusakan pada alat) serta cek angka pada jendela baca memperlihatkan angka 0 dengan menekan tombol on.
- Kalibrasi alat dengan meletakkan besi seberat 5 kg.
Jika jendela baca menunjuk ke angka 5, maka alat dapat digunakan. Akan tetapi, jika jendela baca tidak menunjuk ke angka 5, maka alat tidak dapat digunakan. (Kalibrasi dilakukan saat maintenance, bukan di saat akan memeriksa pasien) b. Untuk pengukuran berat badan
(nondigital)
- Letakkan timbangan/weighing scale nondigital di tempat yang datar
- Pastikan posisi bandul pada angka nol dan jarum dalam keadaan seimbang
Gambar 39. Timbangan/weighing scale nondigital c. Untuk pengukuran tinggi badan
- Stadiometer
à Cek alat dengan tiang alat tegak lurus terhadap dinding
à Cek jendela baca dapat digeser naik ataupun turun serta angka terlihat dengan jelas
- Microtoise
à Tarik pita pengukur microtoise sehingga angka 0 tampak menyentuh garis merah di jendela baca, dengan panjang sekitar 200 cm
= 2 meter. Posisi tegak lurus lantai dengan dinding ukur rata
à Pasang pengait
microtoise pada dinding. Kembalikan
pita pengukur sehingga alat siap untuk dipakai 3) Persiapan pasien
a. Untuk pengukuran berat badan
- Pakai pakaian seminimal mungkin (jaket, kain sarung dilepaskan). Jika perlu mengganti baju dengan baju yang telah disediakan untuk pengukuran
- Buka alas kaki (sepatu atau sandal)
- Keluarkan benda-benda berat yang akan mempengaruhi hasil pengukuran (kunci, telepon seluler, dompet, ikat pinggang) - Dilakukan sebelum pasien
mendapatkan makanan utama dan kandung kemih dalam keadaan kosong
b. Untuk pengukuran tinggi badan
- Pakai pakaian seminimal mungkin sehingga postur tubuh dapat terlihat dengan jelas (jaket atau kain sarung dilepaskan).
Jika perlu mengganti pakaian dengan pakaian yang telah disediakan untuk pengukuran - Lepaskan alas kaki (sandal/
sepatu) serta aksesoris kepala (jepitan rambut, topi, ikat rambut, jilbab yang tebal sebaiknya diganti dengan jilbab yang tipis)
4) Pelaksanaan penentuan status gizi pasien
a. Untuk pengukuran berat badan (digital) - Nyalakan weighing scale
dengan menekan tombol on maka akan muncul angka 0.00 pada jendela baca
- Minta pasien tersebut naik ke alat ukur dalam posisi berdiri tanpa dibantu oleh siapapun - Minta pasien berdiri menghadap
lurus ke depan (kepala tidak menunduk), berdiri tegak, rileks dan tenang
- Bacalah angka yang muncul pada jendela baca alat
- Catat angka tersebut pada lembar pemeriksaan status gizi orang dewasa untuk BB dengan ketelitian 0.1 kg
- Minta pasien untuk turun setelah hasil pengukuran dicatat
b. Untuk pengukuran berat badan (nondigital)
- Minta pasien tersebut naik ke alat ukur dalam posisi berdiri tanpa dibantu oleh siapapun - Minta pasien berdiri menghadap
lurus ke depan (kepala tidak menunduk), posisi kaki pasien tepat di tengah alat ukur, berdiri tegak (tidak menumpu pada satu kaki), rileks dan tenang - Baca dengan teliti angka atau
garis yang menunjukkan angka di jendela baca dan catat berat badan pada status pasien
- Catat angka tersebut pada lembar pemeriksaan status gizi pasien orang dewasa untuk BB dengan ketelitian 0.1 kg
- Minta pasien untuk turun setelah hasil pengukuran dicatat
- Lakukan pengukuran sebanyak 2 kali
c. Untuk pengukuran tinggi badan
- Minta pasien berdiri tegak dengan tangan dalam posisi tergantung bebas di samping tubuh dan kedua kaki dirapatkan di depan tiang pengukur / dinding ukur tepat di bawah microtoise
- Minta pasien memandang lurus ke depan sehingga membentuk posisi kepala Frankfurt Plane (garis imaginasi dari bagian inferior orbita horisontal terhadap meatus akustikus eksterna bagian dalam)
- Minta pasien untuk menempelkan kepala bagian belakang, bahu bagian belakang, bokong, betis dan kedua tumit pada tiang pengukur/dinding. Pada pasien gemuk cukup tiga bagian saja yaitu bahu bagian belakang (punggung), bokong dan betis
- Turunkan alat geser hingga menyentuh bagian atas kepala dan rambut pasien. Dalam keadaan ini bagian belakang alat geser harus tetap menempel pada dinding
- Minta pasien inspirasi maksimum pada saat diukur untuk meluruskan tulang belakang
- Bacalah angka yang ditunjukkan oleh jendela baca ke arah angka yang lebih besar (ke bawah).
Pembacaan dilakukan tepat di depan angka (skala) pada garis merah, sejajar dengan mata pemeriksa. Apabila pengukur lebih rendah dari yang diukur, pengukur harus berdiri di atas kursi/bangku agar hasil pembacaannya benar.
Pencatatan dilakukan dengan ketelitian hingga 0,1 cm, misal:
157,3 cm
- Lakukan pengukuran 2 kali 5) Penentuan status gizi
a. Indeks massa tubuh (IMT)
- Hitung IMT pasien dengan menggunakan rumus :
IMT =
) (
) (
m
2an Tinggi Bad
kg
n
Berat Bada
- Ambil tabel klasifikasi status gizi pada orang dewasa
- Masukkan nilai IMT pasien ke tabel tersebut
- Tentukan status gizi (status gizi:
normal, kurus, kegemukan) pasien tersebut
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan nafsu makan menurun sejak 1 bulan yang lalu. Pasien sebelumnya berpostur agak gempal. Tiga bulan terakhir pasien batuk berulang dengan demam tidak terlalu tinggi yang hilang timbul. Pasien ingin mengetahui bagaimana keadaan status gizinya saat ini.
1. Lakukanlah pengukuran berat badan dan tinggi badan pada pasien.
2. Tentukanlah status gizi berdasarkan IMT.
CONTOH KASUS
REFERENSI
Elia M, Olle Ljungqvist, Rebecca J Strattan, Susan A Lanham, 2013. Clinical Nutrition. Second Edition. Willey- Blackwell.
Seorang melakukan medical consent terlebih dahulu kemudian melakukan persiapan alat dan persiapan pasien.
Menghitung IMT pasien dengan menggunakan rumus:
IMT =
) (
) (
m2
an Tinggi Bad
kg n Berat Bada
IMT = 2 63 , 1
5 , 48
= 18,25 = 18,3 kg/m2
Kemudian mengambil tabel klasifikasi status gizi pada orang dewasa, lalu masukkan nilai IMT pasien ke tabel tersebut yang didapatkan sebesar 18,3 kg/m2. Status gizi (status gizi kurus, normal, kegemukan) pada pasien tersebut ditentukan à status gizi: kurus