Strategi dan kebijakan bisnis merupakan keputusan yang disusun oleh Direksi. Di tahun 2020, kami tetap menjalankan strategi dan kebijakan Bank yakni 5 Pilar Strategi CIMB Niaga. Dalam perumusannya, Direksi berperan dalam menuangkan ide dan formulasi yang dibutuhkan Bank sebagai kunci utama dalam meraih pertumbuhan usaha.
Untuk memastikan implementasi strategi dan kebijakan Bank terlaksana dengan baik, Direksi memberikan penjabaran yang diperlukan sebagaimana yang tertuang dalam RBB 2020 agar strategi dan kebijakan tersebut lebih mudah diaplikasikan.
maupun internal guna mencapai sasaran bisnis dan tujuan Bank. Lima Pilar Strategi CIMB Niaga menjadi semakin relevan dalam kondisi yang menantang ini sehingga kami secara konsisten mengimplementasikannya. Lima Pilar tersebut adalah: 1) fokus pada keahlian utama, 2) peningkatan CASA, 3) disiplin dalam pengelolaan biaya, 4) penjagaan modal dan keseimbangan budaya risiko, dan 5) pemanfaatan teknologi informasi.
1. Fokus Pada Keahlian Utama
CIMB Niaga memiliki fokus mengembangkan pangsa pasar pada segmen yang menjadi kekuatan utama dan target pasar yang sudah dikenal secara baik. Segmen konsumer dan UKM menjadi fokus utama pertumbuhan kami, tidak saja karena kedua segmen tersebut merupakan kekuatan utama Bank, melainkan kami melihat prospek pertumbuhan ke depan yang besar pada kedua segmen tersebut.
Di sisi lain segmen Perbankan Konsumer dan UKM memberikan potensi imbal hasil terhadap aset tertimbang menurut risiko (RAROC) yang relatif lebih menarik dibandingkan segmen lainnya.
Selama tahun 2020, Perbankan Konsumer berhasil membukukan pertumbuhan kredit yang positif di tengah pelemahan ekonomi nasional akibat pandemi.
Perbankan Konsumer tumbuh 1,69% menjadi Rp55,2 triliun dibandingkan Rp54,3 triliun pada tahun sebelumnya. Kredit KPR dan KPM tumbuh masing- masing sebesar 5,92% dan 4,44% menjadi motor pertumbuhan segmen konsumer. Hal ini membuat kami berhasil meningkatkan pangsa pasar KPR dari dari 6,4% pada tahun 2019 menjadi 6,6% pada tahun 2020.
Kami menilai segmen UKM memiliki prospek yang kuat dimasa mendatang. Meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan kredit sebesar -5,75%
pada tahun 2020 sebagai dampak langsung pandemi COVID-19, kami yakin segmen UKM merupakan salah satu segmen yang berpotensi pulih lebih awal sejalan dengan harapan pemulihan ekonomi nasional. Melalui kolaborasi dengan unit bisnis lain dengan program referral dan cross seling serta pemanfaatan teknologi digital, kami berupaya memberikan layanan dan pendampingan kepada nasabah UKM sehingga dapat kembali bangkit dan bertumbuh lebih cepat.
menjadi sebesar Rp31,9 triliun, perbankan Syariah tetap membukukan pertumbuhan Laba Sebelum Pajak sebesar 17,56%. Penerapkan Dual Banking Leverage Model (DBLM) digabungkan dengan inisiatif Syariah First telah menghasilkan kinerja yang baik bagi Bank.
2. Peningkatan CASA
Kami percaya bahwa biaya dana (cost of fund) yang rendah dan berkelanjutan akan memberikan competitive advantage untuk CIMB Niaga sehingga dapat mendorong pertumbuhan aset yang berkualitas secara berkelanjutan. Upaya peningkatan porsi pendanaan murah CASA telah dan akan terus dilakukan untuk menurunkan cost of fund. Upaya ini telah memberikan hasil yang sangat baik dari tahun ke tahun dan berlanjut di tahun 2020 dimana rasio CASA naik menjadi 59,62% dibandingkan 55,35%
pada tahun 2019.
Berbagai inisiatif dan program dilakukan secara terintegrasi baik segmen konsumer maupun business banking. Penawaran produk bundling dan layanan seperti payroll, cash management dan layanan transaction banking lainnya merupakan upaya untuk mengoptimalisasi hubungan dengan nasabah di berbagai segmen. Di sisi lain, penggunaan data analytics dan kemampuan digital terus diimplementasikan untuk melayani target nasabah dengan produk-produk yang sesuai. Upaya-upaya perbaikan proses dan customer experience pun terus dilakukan guna meningkatkan jumlah nasabah serta menjaga kesetiaan nasabah.
3. Disiplin dalam Pengelolaan Biaya
Budaya efisiensi yang menjadi motor dalam mencapai operasional Bank yang tidak hanya efisien namun juga memiliki produktivitas yang tinggi terus dijalankan secara konsisten. Dalam kondisi pertumbuhan indutri yang melambat, Bank tidak berhenti melakukan investasi baik di bidang teknologi informasi, kemampuan digital dan robotika untuk mengotomatisasi proses bisnis dan tugas-tugas bervolume tinggi dan berulang. Diharapkan karyawan dapat menjalankan aktivitas yang lebih memberikan
pelayanan nasabah secara online. Semua inisiatif kami tersebut menghasilkan pengurangan Cost to Income Ratio dari 49,07% menjadi 48,95%, meskipun terjadi penurunan pendapatan akibat dampak pandemi.
4. Penjagaan Modal dan Keseimbangan Budaya Risiko Sebagai Bank swasta terbesar kedua di Indonesia
dari sisi aset, CIMB Niaga terus berkomitmen menjaga kecukupan modal. Pada tahun 2020, kami membukukan Kecukupan Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 21,92%, jauh di atas batas minimal peraturan yang berlaku.
CIMB Niaga menerapkan Enterprise Wide Risk Management (ERM) sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan bisnis dan pengambilan keputusan sehingga dapat membangun keseimbangan budaya “Risiko dan Kepatuhan” di semua unit bisnis. Risk awareness juga dilakukan dengan memperkuat peran Unit Pengendalian Risiko (Risk Control Unit/RCU) dan quality assurance di setiap fungsi di dalam organisasi.
Pemanfaatan teknologi mutakhir seperti machine learning dalam manajemen risiko yang berbasis kepada data, terus dilakukan untuk membantu Bank mengelola risiko. Pada saat yang sama, upaya menanamkan budaya risiko yang melekat pada setiap insan CIMB Niaga di seluruh level operasional bank juga terus dilakukan.
Rasio NPL industri perbankan Indonesia mengalami kenaikan sebagai dampak pandemi, tidak terkecuali CIMB Niaga dimana NPL kami mengalami kenaikan menjadi 3,62% dibandingkan 2,79% pada tahun sebelumnya. Kami selalu memberikan prioritas kepada kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian secara ketat untuk memastikan tingkat modal yang baik dan biaya pencadangan yang memadai dalam mengantisipasi tantangan perekonomian ke depan.
5. Pemanfaatan Teknologi Informasi
Komitmen Bank dalam berinvestasi di bidang
menggunakan data analytics untuk membantu bisnis kami mendapatkan keunggulan kompetitif.
Perubahan kebiasaan nasabah dalam bertransaksi telah mendorong peningkatan transaksi melalui kanal-kanal digital. Meskipun kami telah memiliki fitur-fitur digital canggih dan termutakhir, kami terus mengembangkan fitur-fitur baru dan kemampuan layanan secara berkelanjutan baik untuk segmen ritel maupun non-ritel dengan tujuan untuk meningkatkan customer experience.
Berbagai inisiatif yang telah dilakukan jauh sebelum pandemi COVID-19 oleh tim TI bersama-sama dengan Digital Center of Excellence (DCOE) seperti OCTO Clicks, API (Application Programming Interface) gateway, sales force tools, kolaborasi dengan fintech untuk aktivitas pembiayaan, pembukaan akun online dengan sekuritas dan fintech, OCR (Optical Character Recognition), biometrik dan chatbot terus disempurnakan. Hal ini didukung oleh peningkatan sistem dan infrastruktur TI untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang dinamis dan pertumbuhan dimasa yang akan datang.
PENCAPAIAN KINERJA 2020 DAN PERBANDINGANNYA DENGAN TARGET
Di tengah situasi yang menantang ini, hingga akhir periode 2020 kinerja CIMB Niaga tetap terjaga, meskipun daya beli dan konsumsi masyarakat mengalami cukup tekanan. Oleh karena itu, kami senantisa melakukan penyaluran kredit secara selektif dan hati-hati pada setiap segmen perbankan. Secara umum, CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebesar Rp174,8 triliun, turun 10,03% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp194,2 triliun. Namun demikian, posisi kredit perbankan konsumer CIMB Niaga berhasil tumbuh 1,69% menjadi Rp55,2 triliun dari tahun lalu sebesar Rp54,3 triliun.
Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit KPR dan KPM.
Dari sisi pendanaan, sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan porsi pendanaan murah, rasio pendanaan murah (rasio CASA) naik signifikan menjadi 59,62% dibandingkan tahun sebelumnya di 55,35% yang utamanya didorong oleh Pertumbuhan CASA sebesar 14,28% menjadi Rp123,7 triliun. Strategi kami dalam meningkatkan rasio CASA diharapkan akan menurunkan cost of fund secara berkelanjutan. Total dana pihak
Melalui berbagai upaya berkelanjutan, kami berhasil meningkatkan efisiensi operasional Bank yang ditandai dengan menurunnya rasio Cost to Income (CIR) dari 49,07%
menjadi 48,95%. Tingkat likuiditas Bank tetap terjaga dengan baik yang tercermin dari rasio LCR terjaga di level 235,17%. Sementara, laba bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp2,0 triliun yang merefleksikan laba bersih per saham (Earning per Share/EPS) sebesar Rp80,72.
Keberhasilan CIMB Niaga lainnya adalah kami berhasil memperoleh sejumlah penghargaan dan sertifikasi baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Dalam situasi pandemi COVID-19, kami bersyukur telah dinobatkan sebagai the Most Helpful Banks During COVID-19 in Indonesia dan sekaligus sebagai 10th Most Helpful Banks During COVID-19 in Asia Pasific melalui survei kepada nasabah perbankan yang dilakukan pada The BankQuality Consumer Survey and Rankings 2020 oleh The Asian Banker. Hal ini menunjukkan komitmen CIMB Niaga dalam mendukung dan bersama-sama nasabah melalui pandemi dengan baik.
Kami juga terpilih sebagai salah satu perusahaan publik di Indonesia yang masuk Kategori “ASEAN Asset Class” dalam penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Pada tahun 2020 CIMB Niaga memperoleh 38 penghargaan dan sertifikasi yang rinciannya dapat dilihat pada bab Penghargaan dan Sertifikasi dalam pembahasan Ikhtisar Data Keuangan dan Operasional.
KENDALA YANG DIHADAPI DAN ANTISIPASI YANG DILAKUKAN
Pandemi COVID-19 yang menyebabkan krisis multidimensional berskala global, di mana kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini tentu menjadi tantangan terbesar bagi CIMB Niaga di tahun 2020. Secara umum, industri perbankan mengalami dampak penurunan pertumbuhan kredit dan laba usaha akibat meningkatnya pencadangan risiko kredit. Oleh sebab itu, kami terus berupaya menjaga tingkat likuiditas, kualitas aset, manajemen biaya, serta sistem pengendalian dan manajemen risiko yang baik di tengah situasi sulit ini. Tidak kalah pentingnya adalah upaya untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan karyawan, mendukung keberlangsungan usaha serta pemenuhan kebutuhan finansial nasabah, serta memberikan dukungan terhadap pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional.
Namun demikian, dalam setiap tantangan tentu ada peluang yang dapat dikejar. Sebagai yang terdepan
berinovasi menyediakan layanan dan pengalaman terbaik kepada para nasabahnya melalui kekuatan layanan digital banking CIMB Niaga. Seiring dengan perubahan perilaku nasabah dalam bertransaksi, kami juga terus melengkapi fitur-fitur layanan digital melalui aplikasi OCTO clicks, OCTO mobile, BizChannel@CIMB maupun layanan digital lainnya, yang semuanya mampu memberikan manfaat bagi para pengguna layanan digital Bank di tengah pandemi yang terjadi.
Selain itu, kami juga berupaya mengakselerasi penggunaan perangkat digital dan data analytic pada berbagai proses bisnis internal, misalnya untuk mendukung proses penjualan, penerapan manajemen risiko, pengambilan keputusan, maupun proses operasional lainnya dalam rangka efisiensi biaya.
ANALISIS KINERJA UTAMA LAINNYA
Aktivitas Utama serta Jenis Produk dan Jasa yang Ditawarkan
CIMB Niaga menjalankan kegiatan usaha dalam layanan perbankan yang menghimpun dan menyediakan dana masyarakat dengan memberikan suku bunga terbaik. Adapun produk dan jasa yang kami tawarkan, termasuk penyaluran kredit kepada debitur usaha kecil, dan menengah, dapat dilihat pada bab Profil Perusahaan dalam pembahasan Produk dan Layanan CIMB Niaga.
Tingkat Suku Bunga Penghimpunan dan Penyediaan Dana
Pada tahun 2020, tingkat suku bunga penghimpunan dan penyediaan dana untuk mata uang Rupiah yang dimiliki CIMB Niaga sebagai berikut:
Uraian
Suku Bunga Dasar Kredit Berdasarkan Segmentasi Kredit Suku Bunga Penghimpunan Dana Mata Uang
Rupiah
Kredit Kredit Konsumsi
Korporasi Ritel KPR Non KPR
2020
Maret 9,40% 10,10% 9,55% 9,95% 4,45%
Juni 9,40% 10,05% 9,50% 9,95% 4,11%
September 9,40% 9,95% 9,50% 9,95% 3,86%
Desember 9,40% 9,95% 9,50% 9,95% 3,62%
Struktur Organisasi
Dalam rangka memastikan keberlangsungan kepemimpinan pada organisasi dan proses bisnis Bank, khususnya untuk posisi-posisi kritikal di organisasi, Bank secara terstuktur dan terintegrasi melakukan proses identifikasi suksesor serta proses pengembangan bagi para suksesor. Kami juga senantiasa melakukan kajian terhadap organisasi dalam rangka meningkatkan efektivitas serta efisiensi, untuk memastikan kelangsungan organisasi yang berkelanjutan di masa yang akan datang.
Jaringan Kerja dan Mitra Usaha
CIMB Niaga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra usaha baik di dalam maupun luar negeri yang bertujuan untuk peningkatan ketahanan, daya saing, dan efisiensi Bank dalam mencapai target yang telah ditetapkan dalam RBB.
Berbagai bentuk kemitraan yang dilakukan Bank guna menyediakan layanan produk keuangan dan berbagai pilihan akses bertransaksi terbaik kepada nasabah hingga akhir tahun 2020 diantaranya kerja sama produk bancassurance dengan memanfaatkan jaringan dan nasabah Bank sebagai target pasar serta bentuk kerja sama lainnya yang dilakukan Bank dalam rangka memperluas bisnis serta meningkatkan kinerja Bank secara berkelanjutan.
Kepemilikan Direksi, Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham dalam kelompok Usaha Bank Kepemilikan saham (langsung dan tidak langsung) anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menjabat dan/atau diangkat pada tahun 2020 dalam kelompok usaha Bank, baik di CIMB Niaga maupun CIMB Group, adalah sesuai dengan yang diinformasikan pada Bab Profil Perusahaan di Laporan Tahunan ini. Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Bank tidak mempunyai kepemilikan saham dalam Entitas Anak.
Perubahan-Perubahan Penting yang terjadi pada Bank dan Kelompok Usaha Bank
Sepanjang tahun 2020, dapat kami sampaikan bahwa tidak ada perubahan-perubahan penting yang terjadi pada Bank ataupun Kelompok Usaha Bank.