BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Metapedadidaktik
Implementasi desain didaktis dilaksanakan di SMP Negeri 17 Depok.
Desain didaktis ini diaplikasikan pada siswa kelas IX-6 dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Desain didaktis ini dirancang untuk empat kali pertemuan (4 × 60 menit).
Sebelum mengimplementasikan desain didaktis ini, terlebih dahulu peneliti membuat prediksi berbagai respon siswa yang mungkin muncul beserta antisipasi didaktis yang dapat dilakukan. Setelah mengimplementasikan desain didaktis ini, diketahui bahwa sebagian besar respon siswa sesuai dengan prediksi yang telah dibuat sebelumnya. Penjelasan mengenai implementasi desain didaktis pada masing-masing kegiatan dijabarkan sebagai berikut:
1. Implementasi Desain Didaktis Kegiatan Pertama dan Kedua
Implementasi desain didaktis kegiatan pertama dan kedua dilaksanakan pada hari Rabu di jam pelajaran kedua. Pada pertemuan pertama, yaitu dilakukan pembahasan materi mengenai unsur-unsur tabung, luas permukaan tabung, dan volume tabung. Lima unsur tabung yang dibahas adalah tinggi tabung (𝑡), sisi alas dan sisi tutup dengan bentuk lingkaran, jari-jari lingkaran alas (𝑟) dan jari-jari lingkaran atas (𝑟), diameter lingkaran alas dan diameter lingkaran atas dan selimut tabung.
Sebelum memulai kegiatan inti, yaitu pembahasan materi, peneliti
106 Ibid
terlebih dahulu menarik perhatian siswa dengan mengajak siswa melakukan permainan sederhana dilanjutkan apersepsi dengan meminta siswa untuk memperhatikan benda-benda di ruang kelas atau di sekitar siswa yang berbentuk tabung. Kemudian peneliti mengelompokkan siswa secara heterogen, dimana masing-masing kelompok terdiri dari empat sampai lima orang siswa. Selanjutnya, peneliti membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 yang telah di desain sebelumnya kepada masing-masing kelompok, dan menjelaskan cara pengerjaannya, serta mempersilakan perwakilan kelompok untuk bertanya ketika mengalami kesulitan dalam mengerjakan LKS 1.
Pada LKS 1 ini, materi unsur-unsur tabung didesain dengan melakukan tugas proyek. Hal ini bertujuan supaya siswa memahami secara konkrit mengenai unsur-unsur tabung dan keterkaitannya dengan luas permukaan tabung, serta volume tabung tersebut.
Gambar 4. 34
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Konsep Unsur dan Luas Permukaan Tabung
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa luas permukaan tabung dapat ditentukan dengan cara mengetahui terlebih
85
dahulu unsur-unsur tabung. Pada hasil tes kesulitan belajar siswa, peneliti menemukan siswa yang mengalami kesulitan dengan hanya memahami bahwa luas selimut tabung adalah luas permukaan tabung, padahal luas permukaan tabung adalah luas selimut tabung dijumlahkan dengan luas alas tabung dan luas tutup tabung. Kemudian peneliti memuat prediksi respon siswa dengan hal yang sama, yaitu siswa akan kesulitan memahami bahwa luas permukaan tabung adalah jumlah luas selimut tabung dan luas alas tabung dan luas tutup tabung. Antisipasi yang dirancang, yaitu peneliti memberikan gambaran berbeda mengenai luas selimut tabung dan luas permukaan tabung. Ketika siswa mengerjakan LKS 1, respon tersebut terjadi, sehingga peneliti memberikan antisipasi.
Gambar 4. 35
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Konsep Volume Tabung Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa volume tabung dapat ditentukan dengan cara kembali mengingat rumus prisma yang sebelumnya pernah diajarkan oleh peneliti pada materi bangun ruang sisi datar. Pada konsep ini, siswa dapat mengerjakan dengan baik, sehingga tidak terdapat kesulitan. Namun, dalam pembelajarannya, siswa membutuhkan pengulangan pertanyaan dan waktu untuk kembali mengingat materi sebelumnya.
2. Implementasi Desain Didaktis Kegiatan Ketiga dan Keempat
Implementasi desain didaktis kegiatan ketiga dan keempat
dilaksanakan pada hari Kamis di jam pelajaran ketiga. Pada pertemuan kedua, yaitu dilakukan pembahasan materi mengenai unsur-unsur kerucut, luas permukaan kerucut, dan volume kerucut. Tujuh unsur kerucut yang dibahas adalah memiliki sisi alas berbentuk lingkaran, garis pelukis yang menghubungkan titik puncak dengan rusuk lengkung, selimut kerucut, diameter bidang alas (𝑑), jari-jari bidang alas (𝑟), tinggi kerucut (𝑡) atau jarak dari titik puncak ke pusat bidang alas.
Pada LKS 2 ini, materi unsur-unsur kerucut didesain dengan melakukan tugas proyek. Hal ini bertujuan supaya siswa memahami secara konkrit mengenai unsur-unsur kerucut dan keterkaitannya dengan luas permukaan kerucut tersebut.
Gambar 4. 36
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Konsep Unsur dan Luas Permukaan Kerucut
87
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa luas permukaan kerucut dapat ditentukan dengan cara mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur kerucut. Pada hasil tes kesulitan belajar siswa, peneliti menemukan siswa yang mengalami kesulitan dengan hanya memahami bahwa luas selimut kerucut adalah luas permukaan kerucut, padahal luas permukaan kerucut adalah luas selimut kerucut dijumlahkan dengan luas alas kerucut yang berbentuk lingkaran. Kemudian peneliti memuat prediksi respon siswa dengan hal yang sama, yaitu siswa akan kesulitan memahami bahwa luas permukaan kerucut adalah jumlah luas selimut kerucut dan luas lingkaran. Antisipasi yang dirancang, yaitu peneliti memberikan gambaran berbeda mengenai luas selimut kerucut dan luas permukaan kerucut. Ketika siswa mengerjakan LKS 2, respon tersebut terjadi, sehingga peneliti memberikan antisipasi.
Gambar 4. 37
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Volume Kerucut
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa volume kerucut dapat ditentukan dengan cara kembali mengingat rumus limas yang sebelumnya pernah diajarkan oleh peneliti pada materi bangun ruang sisi datar. Pada konsep ini, siswa dapat mengerjakan dengan baik, sehingga tidak terdapat kesulitan. Namun, dalam pembelajarannya, siswa membutuhkan pengulangan pertanyaan dan waktu untuk kembali mengingat materi sebelumnya.
3. Implementasi Desain Didaktis Kegiatan Kelima dan Keenam
Implementasi desain didaktis kegiatan kelima dan keenam dilaksanakan pada hari Rabu di jam pelajaran kedua. Pada pertemuan ketiga, yaitu dilakukan pembahasan materi mengenai unsur-unsur bola, luas permukaan bola, dan volume bola. Tiga unsur bola yang dibahas adalah diameter bola (d), jari-jari bola (r), dan selimut bola.
Pada LKS 3 ini, materi unsur-unsur bola didesain dengan melakukan tugas proyek. Hal ini bertujuan supaya siswa memahami secara konkrit mengenai unsur-unsur bola dan keterkaitannya dengan luas permukaan bola tersebut.
Gambar 4. 38
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Luas Permukaan Bola Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa luas permukaan bola dapat ditentukan dengan cara mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur bola dan kaitannya dengan luas bangun datar persegi panjang.
Pada hasil tes kesulitan belajar siswa, peneliti menemukan siswa yang mengalami kesulitan membedakan luas permukaan setengah bola pejal dan setengah bola berongga. Kemudian peneliti membuat prediksi respon siswa dengan hal yang sama, yaitu siswa akan kesulitan membedakan luas permukaan setengah bola pejal dan setengah bola berongga. Antisipasi yang dirancang, yaitu peneliti memberikan tambahan keterangan bahwa luas permukaan setengah bola pejal tidak sama dengan setengah luas
89
permukaan bola. Ketika siswa mengerjakan LKS 3, respon tersebut terjadi, sehingga peneliti memberikan antisipasi.
Gambar 4. 39
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Konsep Volume Bola Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa volume bola dapat ditentukan dengan cara membuktikan bahwa volume setengah bola sama dengan volume kerucut, dengan syarat jari-jari bola sama dengan jari-jari kerucut, dan tinggi kerucut sama dengan dua kali jari-jari bola.
Pada konsep ini, siswa dapat mengerjakan dengan baik, sehingga tidak terdapat kesulitan.
4. Implementasi Desain Didaktis Kegiatan Ketujuh
Implementasi desain didaktis kegiatan ketujuh dilaksanakan pada hari kamis di jam pelajaran ketiga. Pada pertemuan keempat, yaitu dilakukan pembahasan materi mengenai luas permukaan gabungan dan volume gabungan.
Pada LKS 4 ini, materi luas permukaan gabungan didesain dengan melakukan tanya jawab. Hal ini dikarenakan siswa telah memahami materi luas permukaan dan volume dari tabung, kerucut, dan bola. Sebelum peneliti memberikan LKS 4, peneliti mengulang materi sebelumnya untuk mengingatkan dan menyegarkan kembali konsep luas permukaan dan volume dari tabung, kerucut, dan bola.
Gambar 4. 40
Mengingat Kembali Materi yang Telah Dipelajari
91
Gambar 4. 41
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Konsep Luas Permukaan Gabungan Bangun Ruang Sisi Lengkung
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa luas permukaan gabungan dapat ditentukan setelah siswa memahami ilustrasi dari benda gabungan yang dimaksud sehingga dapat dengan tepat menghitung luas permukaan gabungannya. Pada hasil tes kesulitan belajar siswa, peneliti menemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam membuat ilustrasi visual dari benda gabungan yang diberikan, sehingga tidak dapat merepresentasikan secara simbolik. Kemudian peneliti membuat prediksi respon siswa dengan hal yang sama, yaitu siswa kesulitan membuat ilustrasi visual dari benda gabungan yang diberikan.
Antisipasi yang dirancang, yaitu peneliti memberikan keterangan dengan jelas pada soal yang akan diberikan kepada siswa mengenai bentuk bangun gabungan yang dimaksud. Ketika siswa mengerjakan LKS 4, respon tersebut terjadi, sehingga peneliti memberikan antisipasi.
Gambar 4. 42
Hasil Lembar Kerja Siswa untuk Konsep Volume Gabungan Bangun Ruang Sisi Lengkung
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa volume gabungan dapat ditentukan dengan cara kembali mengingat rumus volume dari tabung, kerucut, dan bola. Pada konsep ini, siswa dapat mengerjakan dengan baik, sehingga tidak terdapat kesulitan. Namun, dalam pembelajarannya, siswa membutuhkan pengulangan pertanyaan dan waktu untuk kembali mengingat materi sebelumnya.