• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Menurut Creswell para peneliti kualitatif merupakan instrumen kunci dalam penelitian, data dikumpulkan sendiri oleh peneliti melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan para partisipan.74 Peneliti sebagai human instrument berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpuln atas temuannya.75

Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen pendukung dalam pengumpulan data penelitian seperti instrumen tes dan instrumen non-tes.

1. Instrumen Tes

Instrumen tes dalam penelitian ini adalah tes kemampuan representasi siswa yang terdiri dari 7 butir soal uraian pada pokok bahasan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung. Instrumen tes ini disusun berdasarkan

73 Masrukhin, Op.cit., h.111

74 Creswell and Creswell, Loc.cit.

75 Hardani, Helmina Andriani, dkk., Metode Penelitian: Kualitatif & Kuantitatif (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group, 2020). h.117

indikator kemampuan representasi sebagai berikut: membuat representasi visual dari sebuah masalah matematik, menggunakan representasi visual dalam menyelesaikan masalah, membuat representasi simbolik dalam pemodelan matematika untuk menyelesaikan masalah, dan menuliskan interpretasi dari suatu representasi.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk learning obstacle siswa yang berkaitan dengan kemampuan representasi siswa dalam pembelajaran mengenai konsep luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung. Hasil tes kemampuan representasi siswa menjadi patokan dalam menyusun desain didaktis. Dalam menyusun desain didaktis, peneliti mengaitkan desain pembelajaran dengan teori Van Hiele dan Teori Bruner. Hal ini sebagai landasan mengetahui fenomena dan karakteristik belajar siswa.

Kisi-kisi tes kemampuan representasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3. 1 berikut:

Tabel 3. 1

Kisi-Kisi Tes kemampuan representasi Indikator Kemampuan

Representasi

Indikator Soal Bangun Ruang Sisi Lengkung

Butir Soal Membuat representasi

visual dari sebuah masalah matematik.

Membuat representasi visual dari sebuah masalah matematik yang berhubungan dengan tabung.

1a Membuat representasi visual dari sebuah masalah matematik yang berhubungan dengan kerucut.

2a Menggunakan

representasi visual dalam menyelesaikan masalah.

Menggunakan representasi visual dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan luas permukaan tabung.

1b Menggunakan representasi visual dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan volume kerucut.

2b Membuat representasi

simbolik dalam

pemodelan matematika untuk menyelesaikan masalah.

Membuat model matematika untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan luas permukaan bola.

3 Membuat model matematika untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan volume gabungan.

4

33

Menuliskan interpretasi dari suatu representasi

Menuliskan interpretasi dari suatu masalah yang berkaitan dengan luas permukaan bangun ruang sisi lengkung 5

Pemberian skor tes kemampuan representasi siswa pada penelitian ini mengadaptasi Mertler, berkisar 0 sampai 4.76 Pedoman pemberian skor dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3. 2 berikut:

Tabel 3. 2

Pedoman Penskoran Tes kemampuan representasi Indikator

Kemampuan Representasi

Respon Siswa Terhadap Soal Skor Membuat

representasi visual dari sebuah masalah matematik.

Menggunakan informasi dengan tepat untuk membuat representasi visual dan jawaban yang diberikan benar.

4 Menggunakan informasi dengan tepat untuk membuat representasi visual, tetapi jawaban yang diberikan salah.

3 Menyatakan informasi untuk membuat representasi visual dengan benar tetapi tidak memberikan representasi visual

2 Menyatakan informasi untuk membuat representasi visual tetapi informasi yang dinyatakan salah.

1

Tidak menjawab pertanyaan. 0

Menggunakan representasi visual dalam

menyelesaikan masalah.

Menggunakan representasi visual dengan tepat untuk menyelesaikan masalah dan jawaban yang diberikan benar.

4 Menggunakan representasi visual dengan tepat untuk menyelesaikan masalah, tetapi jawaban yang diberikan salah.

3 Menggunakan representasi visual untuk mempresentasikan informasi dalam soal dengan benar tetapi tidak dapat menerapkan representasi visual untuk menyelesaikan masalah.

2 Tidak menggunakan representasi visual untuk mempresentasikan informasi dalam soal. 1

Tidak menjawab pertanyaan. 0

76 Craig A. Mertler, β€œDesigning Scoring Rubrics for Your Classroom,” Practical Assessment, Research and Evaluation 7, no. 25 (2001): 1–8, https://doi.org/10.7275/gcy8-0w24.

p.5-6

Membuat representasi

simbolik dalam pemodelan

matematika untuk menyelesaikan masalah

Membuat representasi simbolik dalam pemodelan matematika dengan benar, dapat menerapkan representasi simbolik dalam model matematika yang dibuat untuk menyelesaikan masalah, dan jawaban yang diberikan benar.

4

Membuat representasi simbolik dalam pemodelan matematika dengan benar, dapat menerapkan representasi simbolik dalam model matematika yang dibuat untuk menyelesaikan masalah, tetapi jawaban yang diberikan salah.

3

Membuat representasi simbolik dalam pemodelan matematika menggunakan simbol dengan benar, tetapi tidak dapat menerapkan representasi simbolik dalam model matematika yang dibuat untuk menyelesaikan masalah.

2

Menggunakan simbol untuk

mempresentasikan informasi dalam soal kurang tepat dan pemodelan matematika yang dibuat salah.

1

Tidak menjawab pertanyaan. 0

Menuliskan

interpretasi dari suatu representasi

Menggunakan informasi dengan tepat untuk membuat prediksi dan jawaban yang diberikan benar

4 Menggunakan informasi dengan tepat untuk membuat prediksi, tetapi jawaban yang diberikan salah.

3 Mengidentifikasi informasi untuk membuat prediksi dengan benar tetapi tidak memberikan jawaban.

2 Mengidentifikasi informasi untuk membuat prediksi tetapi informasi yang digunakan salah.

1

Tidak menjawab pertanyaan. 0

Instrumen tes kemampuan representasi siswa diujicobakan dahulu sebelum digunakan. Uji coba instrumen pada penelitian ini adalah Uji Validitas Isi.

35

Validitas isi adalah ketepatan suatu tes dari isi tes tersebut.77 Pengujian validitas isi dalam penelitian ini menggunakan metode Content Validity Rasio (CVR). Rumus CVR yang digunakan adalah sebagai berikut:78

𝐢𝑉𝑅 = π‘›π‘’βˆ’π‘ 2 𝑁

2 Keterangan:

CVR : Content Validity Rasio

𝑛𝑒 : Jumlah penilai yang menyatakan butir soal esensial N : Jumlah penilai

Penilaian instrumen dengan metode CVR dilakukan pada tiap item soal.

Jika nilai CVR tidak memenuhi signifikansi statistik yang ditentukan dari tabel nilai minimum CVR yang disajikan Lawshe, maka item soal tersebut tidak valid dan akan dihilangkan atau diganti dengan soal lain. Nilai minimal CVR untuk jumlah penilai 8 orang adalah 0,75.79

Instrumen tes kemampuan representasi ini divalidasi oleh tiga orang dosen pendidikan matematika dan lima orang guru matematika. Hasil uji CVR tes kemampuan representasi dapat dilihat pada tabel 3. 3 dibawah ini:

Tabel 3. 3

Hasil Uji Validitas Isi Tes Representasi Siswa Indikator Kemampuan

Representasi

Butir Soal

E TE TR N Nilai CVR

Minimal Skor

Ket.

Membuat representasi visual dari sebuah masalah matematik.

1a 8 0 0 8 1 0,75 Valid 2a 8 0 0 8 1 0,75 Valid Menggunakan

representasi visual dalam menyelesaikan masalah.

1b 7 1 0 8 0,75 0,75 Valid 2b 7 1 0 8 0,75 0,75 Valid 3 8 0 0 8 1 0,75 Valid

77 Siyoto and Sodik, Op.cit. h.85

78 C. H. Lawshe, β€œA Quantitative Approach to Content Validity,” Personnel Psychology, Inc. 28 (1975): 563–75. p.567

79 Ibid. p.568

Membuat representasi

simbolik dalam

pemodelan matematika untuk menyelesaikan masalah.

4 7 1 0 8 0,75 0,75 Valid

Menuliskan interpretasi dari suatu representasi

5 7 1 0 8 0,75 0,75 Valid

Tabel menunjukkan bahwa setiap butir soal valid. Hal ini dikarenakan setiap butir soal mencapai nilai minimal CVR yang ditetapkan oleh Lawshe. Namun demikian, perbaikan sesuai saran para validator dilakukan agar makin baik Instrumen tes kemampuan representasi dalam penelitian ini.

2. Instrumen Non-Tes

Instrumen non-tes dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara learning obstacle berkaitan dengan masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran konsep luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung, Sedangkan pedoman observasi seputar kegiatan belajar mengajar dan learning obstacle yang mungkin terjadi menjadi panduan dalam proses pengamatan respon siswa terhadap desain didaktis yang diimplementasikan.

Hasil dari observasi ini berguna ketika mengembangkan desain didaktis revisi. Sementara itu untuk dokumentasi peneliti menggunakan foto dan video kegiatan penelitian, hasil wawancara peneliti dengan siswa, dan hasil tes kemampuan representasi siswa untuk melengkapi informasi sehingga mendapatkan data yang komprehensif.

Dokumen terkait