BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
3. Analisis Penelitian
Bagaimana persepsi Mahasiswa Terhadap Al-Qur’an Digital dalam Pendidikan Agama Islam? Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, selanjutnya penulis melakukan analisis terhadap hasil penelitian dalam bentuk deskriptif analisis yaitu, dengan cara menggambarkan data
yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Untuk menganalisis hasil penelitian penulis perlu menginterpresentasikan sebuah kesan, pendapat, atau pandangan sesuatu dari hasil wawancara penulis dengan beberapa informan yang telah penulis laksanakan, yaitu: Bagaimana Persepsi mahasiswa terhadap Al-Qur’an digital dalam pendidikan agama Islam.
Persepsi adalah sebagai suatu proses pengenalan atau identifikasi sesuatu dengan menggunakan panca indera. Persepsi sendiri adalah sebuah istilah yang sudah sangat familiar didengar dalam percakapan sehari-hari. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata persepsi berarti tanggapan (penerimaan) secara langsung dari sesuatu, serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.96 Menurut Walgito persepsi merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris, kemudian diorganisasikan dan diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera itu, dan proses ini disebut persepsi.97
Sedangkan pendidikan agama Islam Menurut Abdul Majid dan Dian Andayani dalam buku Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi bahwa Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan pesertadidik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan
96 Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: PT.Gramedia PustakaUtama, 2008), h.106
97 Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, h.54
persatuan bangsa. Dalam hal ini, pendidikan agama Islam merupakan suatu aktivitas yang disengaja untuk membimbing manusia dalam memahami dan menghayati ajaran agama Islam serta dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain.
Menurut Azizy yang dikutip oleh Abdul Majid dan Dian Andayani mengemukakan bahwa esensi pendidikan yaitu adanya proses transfer nilai, pengetahuan, dan ketrampilan dari generasi tua kepada generasi muda agar generasi muda mampu hidup. Oleh karena itu ketika kita menyebut pendidikan agama Islam, maka akan mencakup dua hal (a) mendidik siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam; (b) mendidik siswa-siswi untuk mempelajari materi ajaran Islam subjek berupa pengetahuan tentang ajaran Islam.98
Adapun hasil temuan yang penulis temukan di lapangan, bahwa ada tiga unsur pada persepsi mahasiswa terhadap Al-Qur’an digital dalam pendidikan agama Islam, sebagai berikut:
1. Penyerapan Terhadap Al-Qur’an Digital dalam Pendidikan Agama Islam.
Rangsang atau objek yang diserap dan diterima oleh panca indera, baik penglihatan, pendengaran, perabaan, pencium, dan pengecap secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.99 Dalam konteks penelitian ini, penyerapan terhadap Al-Qur’an Digital dalam pendidikan agama Islam adalah penggunaan aplikasi Al-Qur’an
98 Elihami & Abdullah Syahid, Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami, Jurnal Edumaspul, 2 (1), 2018, h.84
99 BimoWalgito, Pengantar Psikologi Umum, h. 55
Digital untuk melakukan pembelajaran di kelas dapat disesuaikan dengan fitur-fitur yang ada dalam aplikasi tersebut.
Selain mempermudah aplikasi Al-Qur’an Digital juga menjadi sebuah tempat atau wadah untuk pembelajaran pendidikan Agama Islam, yang di dukung oleh fitur kajian sirah Nabawiyah, hukum Tajwid, Tafsir, artikel-artikel yang mengkaji tentang Islam, dan masih banyak lagi fitur-fitur lainya yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam. Al-Qur’an Digital digunakan oleh mahasiswa sebagai bahan rujukan dalam proses perkuliahan terutama dalam bidang Agama Islam.
2. Pengertian atau Pemahaman Terhadap Al-Qur’an Digital dalam Pendidikan Agama Islam.
Pemahaman adalah suatu gambaran atau kesan yang ada di dalam otak kemudian gambaran tersebut di organisir dan digolongkan, dibandingkan, serta diinterpretasi sehingga terbentuk pengertian dan pemahaman.100 Dalam konteks ini pengert ian atau pemahaman terhadap Al-Qur’an Digital dalam pendidikan Agama Islam adalah dengan berkembangnya teknologi, Al-Qur’an mulai menyesuaikan agar pemahaman tentang nilai-nilai pendidikan Agama Islam tetap terjaga. Selain itu menimbulkan efek yang besar terhadap peradaban Islam dan memberikan kemudahan bagi penggunanya.
Pengguna Al-Qur’an Digital menyesuaikan fungsi dan manfaat untuk melakukan proses pembelajaran Agama Islam. Sehingga
100 BimoWalgito, Pengantar Psikologi Umum, h.55
pemahaman tersebut berubah menjadi sebuah jalan dalam menerapkan suatu nilai yang terkandung didalam-Nya, yakni menerapkan yang ada pada Al-Qur’an Digital terhadap diri kita dalam membentuk moral yang sesuai dengan Pendidikan Agama Islam.
Dalam pendidikan agama Islam kita belajar tentang aqidah dan akhlak yang mengatakan bahwa tuhan itu satu yaitu Allah SWT.
Dalam konteks tersebut kita bisa menggunakan Al-Qur’an digital sebagai alat pencarian ayat yang menjelaskan bahwa tuhan itu satu beserta tafsirnya.
3. Penilaian atau Evaluasi Terhadap Al-Qur’an Digital dalam Pendidikan Agama Islam.
Penilaian adalah sesuatu yang terbentuk dari pemahaman individu yang membandingkan antara yang satu dengan yang lain sehingga memperoleh kriteria yang dimiliki secara subjektif, serta hasil akhir dari penyerapan dan pemahaman.101
Dalam konteks ini penilaian atau evaluasi terhadap Al-Qur’an Digital dalam pendidikan Agama Islam adalah penilaian yang dimilikinya terhadap pendidikan agama Islam sanggatlah positif, dengan banyak sekali kelebihan yang dimiliki oleh Al-Qur’an digital, baik itu secara kasat mata atau tidak. Keunggulan yang sangat dirasakan dari penggunaan Al-Qur’an digital yakni memudahkan penggunanya untuk melakukan pembelajaran dan hafalan secara praktis serta menghemat beban dan tempat.
101 BimoWalgito, Pengantar Psikologi Umum, h.55
Kekurangan dari Al-Qur’an digital ialah tidak bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang karena Al-Qur’an digital menggunakan media hanphone, ketika kita menggunakannya terlalu lama maka akan merusak kesehatan mata dan ada beberapa dari mereka yang tidak bisa fokus serta terlalu lama melihat layar smartphone. Sedangkan harapan dengan adanya Al-Qur’an digital terhadap pendidikan agama Islam dibidang dunia teknologi yaitu memberitahu bahwasannya Islam saat ini dalam dunia pendidikan sudah mengalami perkembangan dan kemajuan serta dapat memotivasi para ilmuan-ilmuan muda Islam lainnya untuk mengembangkan dan menjaga agama Islam agar bisa maju seperti dinasti Abasyiah pada masa lalu.
78 PENUTUP A. KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan hasil penelitian yang penulis lakukan mengenai persepsi mahasiswa terhadap Al-Qur’an digital dalam pendidikan agama Islam, dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga indikator penting yang menimbulkan persepsi seseorang terhadap sebuah objek, yakni;
penyerapan terhadap rangsangan atau objek dari luar individu. Dimana dalam hal ini Al-Qur’an digital yang menjadi objeknya, sehingga timbullah penyerapan rangsangan dari penggunaan aplikasi Al-Qur’an digital.
Mahasiswa menggunakan Al-Qur’an digital karena sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam aplikasi Al-Qur’an digital terdapat fitur-fitur islami yang sangat bermanfaat bagi mereka, seperti tampilan Al-Qur’an digital yang menyerupai mushaf Al-Qur’an pojok yang digunakan saat mereka menghafal, selain itu fitur murotal yang bisa diputar kapan saja, fitur petunjuk arah kiblat yang bisa mereka gunakan ketika ingin Shalat pada saat lagi bepergian, dan masih banyak lainnya.
Hal penting selanjutnya yaitu pengertian dan pemahaman terhadap Al-Qur’an digital. Yang mana adanya faktor external yang mengakibatkan seseorang dapat memahami nilai-nilai Islam melalui Al-Qur’an digital. Dalam hal ini mahasiswa paham terhadap manfaat dari penggunaan Al-Qur’an digital. Pada saat ini aplikasi Al-Qur’an digital harus dimiliki oleh setiap muslim karena fitur-fiturnya sesuai dengan kebutuhan sebagai seorang
muslim. Banyak sekali manfaat dari Al-Qur’an digital seperti memberi pemahaman ilmu tajwid, berzikir, dan lainnya.
Selanjutnya penilaian dan evaluasi terhadap Al-Qur’an digital memiliki banyak sekali keunggulannya bagi pengguna, diantaranya mudah dibawa pada saat bepergian selain itu mengingat kita ketika datangnya waktu Shalat dan bisa digunakan saat wanita sedang haid. Al-Qur’an digital juga memiliki kekurangan yaitu tidak bisa digunakan terlalu lama karena dapat menyebabkan kerusakan pada mata dan kurang khusyuk’ dalam membaca Al- Qur’an digital. Harapan kedepannya Al-Qur’an digital selalu mengembangkan fitur-fitur dan mudah digunakan bagi seorang muslim.
B. SARAN
Saran penulis yang dapat utarakan, terutama ditujukan untuk pengembang Al-Qur’an digital, agar dapat meningkatkan fiturnya, sesuai dengan keinginannya yang hendak dicapai. Seperti aplikasi yang mengembang banyak fitur tetapi ayat Al-Qur’an nya buram dan tidak jelas sehingga membuat mata pembaca sakit, untuk apa, lebih baik fitur sedikit tapi dapat membaca Al-Qur’an dengan jelas.
Sementara untuk insan akademis, dapat memperkaya bahasanya seputar topik penggunaan Al-Qur’an digital, agar kemudian memperkaya rujukan masyarakat tentang bagaimana baiknya ketika dihadapkan pada Al- Qur’an digital apakah memposisikannya sebagai mushaf atau menganggapnya hanya sebagai aplikasi saja.
80
Al-Kahil, Abdud Daim. 2010. Easy Metode Mudah Menghafal Al-Qur’an. Etoz Publishing
Aminudin. 2005. Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Ammar, Abu & Abu Fatiah Al-Adnani. 2018. Negeri-Negeri Penghafal Al- Qur’an. Solo: Al-Wafi.
Anwar, Khairul & Mushaddad. 2014. Status Al-Qur’an digital Dari Perspektif Fiqh. Vol. 9 No 10.
Arsyad, Azhar. 2009 Media Pembelajara. Jakarta: PT raja Grafindo Persada.
Bahasa, Pusat. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Elihami & Abdullah Syahid. 2018. Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami. Jurnal Edumaspul, 2 (1).
Hidayat, Syarif. 2016. Al-Qur’an Digital (Ragam Pembahasan dan Masa Depan).
Jurnal Studi Islam. Vol.1 No.1.
Irwanto. 2002. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Kholik, Abd. 2013. Legalitas Riwayat Asbab Al-Nuzul Telaah Historis Konteks Turunnya Ayat Al-Qur’an. Jurnal Teologia. Vol.24 No.1.
Khon, Abdul Majid. 2013. Praktikum Qira’at: Keanehan Bacaan Al-Qur’an Qira’at Ashim dari Hafash. Jakarta: Amzah.
Maesaroh,Siti. 2013. Peranan Metode Pembelajaran Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kependidikan. Vol. 1.
Malcolm Hardy, Steve Heyes. 1988. Pengantar Psikoogi. Jakarta: Erlangga.
Masduki,Yusron. Sejarah Turunnya Al-Qur’an Penuh Fenomenal (Muatan Nilai- nilai Psikologi Dalam Pendidikan). Medina-Te. Vol.16. No.1.
Moleong, Lexy. J . 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
nilai Psikologi Dalam Pendidikan). Medina-Te, Vol.16, No.1, Juni 2017.
h.40
Rahman, Abdul. Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Islam - Tinjauan Epistemologi Dan Isi – Materi. Jurnal Eksis. Vol.8 No.1.
Rahmayani, Tati. 2018. Pergeseran Otoritas Agama dalam Pembelajaran Al- Qur’an. Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Vol.3, No.2.
RI, Kementrian Agama. 2014. Al-QuAl-Qur’anran Dan Terjemahnya. Jakarta:
Yayasan Penterjemah Al-Qur’an.
Ridwan. Fungsi Al-Qur’an dan Pentingnya membaca Al-Qur’an, diakses dari https://ridwan202.wordpress.com/2009/03/06/fungsi-al-qur’an-dan- pentingnya-membaca-al-qur’an/. pada tanggal 30 November 2019.
Shihab, Quraish. 2008. Sejarah dan Ulum Al-Qur’an. Jakarta: Pusataka Firdaus.
Shihab,Quraish. 1994. Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan.
Siddieqy, Habsi. 1966. Ash Tafsir Al Bayan. Bandung: PT Al-Ma’arif.
Sugiono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Suprayogo, Imam dan Thobroni. Metodologi Penelitian Sosial dan Agam.
Usman, Husaini. 2009. Metodologi Penelitian Sosial Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahyudidn & M.Saifullah. 2013. Ulum Al-Qur’an, Sejarah dan Perkembangannya. Jurnal Sosial Humaniora. Vol.6 No.1
Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.