• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Al-Qur’an Digital

Dalam dokumen AL-QUR’AN DIGITAL (Halaman 37-42)

BAB II LANDASAN TEORI

C. Al-Qur’an Digital

1. Perkembangan Al-Qur’an Digital

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam, dan juga merupakan pedoman hidup bagi setiap manusia. Al-Qur’an bukan sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, bahkan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Dengan demikian, untuk

24 Abdud Daim Al-Kahil, Easy Metode Mudah Menghafal Al-Qur’an, (Etoz Publishing, 2010) h. 126.

dapat memahami ajaran Islam secara sempurna, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami Al-Qur’an.

Al-Qur’an, sebagaimana diketahui, diturunkan dalam bahasa Arab, baik lafal maupun uslubnya. Namun demikian, tidaklah berarti bahwa semua orang Arab, atau orang yang mahir dalam bahasa Arab, dapat memahami Al-Qur’an secara rinci. Bahkan menurut Ahmad Amin para Sahabat sendiri tidak sanggup memahami kandungan Al-Qur’an dengan hanya sekedar mendengarkannya dari Rasulullah saw, karena menurut beliau, memahami Al-Qur’an tidak cukup dengan menguasai bahasa Arab saja.25

Al-Qur’an yang diturunkan selama lebih dari dua puluh tahun secara berangsur-angsur merupakan jawaban langsung terhadap problematika yang muncul saat itu. Sebagai kitab petunjuk bagi umat manusia Al-Qur’an hanya memberikan prinsip-prinsip dasar dan umum, sehingga Al-Qur’an mampu menjawab problem yang muncul pada masa pewahyuan. Peristiwa-peristiwa yang melatar belakangi pewahyuan tersebut dapat dijadikan pedoman untuk menemukan prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Namun demikian setiap mufassir tidak harus mencari sebab turun setiap ayat, karena tidak semua ayat Al-Qur’an diturunkan karena timbulnya suatu peristiwa dan kejadian sebagaimana dijelaskan di atas.26

25 Wahyudidn & M.Saifullah, Ulum Al-Qur’an, Sejarah dan Perkembangannya, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 6 No. 1, 2013, h.20

26 Abd. Kholik, Legalitas Riwayat Asbab Al-Nuzul Telaah Historis Konteks Turunnya Ayat Al-Qur’an, Jurnal Teologia, Vol.24 No.1, 2013, h.22-23

Al-Qur’an al-Karim ditulis sepenuhnya pada zaman Rasullah.SAW. Penulisan pada zaman Rasulullah ini meliputi 30 juz namun ia tidak dikumpul dalam satu mushaf seperti Al- Qur’an pada saat ini. Kedudukan surah-surah pada ketika saat itu tidak tersusun begitu juga urutan ayat-ayatnya. Bukti jelas yang menunjukkan bahwa Al- Qur’an ditulis sepenuhnya pada zaman Rasulullah ialah setiap kali wahyu diturunkan Rasulullah akan memanggil penulis wahyu supaya mereka mencatat wahyu tersebut.

Pengumpulan Al-Qur’an yang pertama berlaku pada zaman Abu Bakar al-Siddiq r.a dengan sebab ramai para sahabat yang menghafaz Al- Qur’an menemui syahid dalam peperangan Yamamah dan peperangan menentang golongan yang ingkar mengeluarkan zakat. Abu bakar r.a telah mengambil langkah ini dalam mengumpulkan Al-Qur’an karena menerima pandangan Umar r.a dan beliau telah melantik dua orang yang bertanggung jawab mengumpulkan dan melulis Al-Qur’an yaitu Zaid ibn Thabit r.a dan Umar Ibn Khattab r.a.27

Dunia telah menyaksikan peredaran zaman dan sistem kehidupan manusia telah berubah dari masa ke masa dengan penemuan teknologi demi teknologi. Mereka telah menggunakan teknologi ini untuk memudahkan urusan harian dan pergerakan mereka semangkin pantas.

Contoh tegnologi yang mengalami perubahan ialah seperti penulisan.

Dahulu penulisan dilakukan pada pelepah tamar, belulang, kepingan tulang, dll. Namun penemuan teknologi telah menyaksikan proses

27 Khairul Anwar & Mushaddad, Status Al-Qur’an digital Dari Perspektif Fiqh, Vol.

9 No 10, 2014, h.295-296

membentukkan kertas dan berkembang dan manusia telah menciptakan kemputer dan smartphon.28

Jika pada era Sebelum 1980-an media diandalkan terutama pada media cetak dan analog seperti koran, bioskop, televisi, dan radio,CD seperti yang dilakukan oleh AA Gym dalam dakwah Islam,pada era sekarang muncul apa yang disebut “New Media”. New Media yang dimaksudkan adalah digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20.29

Ada tiga transformasi dalam media Islam yang berhubungan dengan perkembangan Al-Qur’an. Pertama, pada pertengahan abad ke delapan, kaum Muslim pertama mengenal kertas dari peradaban Cina.

Pada masa itu, banyak pengetahuan Islam yang dituangkan dalam sebuah kertas sehingga dapat diakses. Kedua, saat masyarakat Muslim mulai mengenal adanya percetakan. Mulai saat inilah banyak Al-Qur’an dicetak untuk disebarluaskan. Ketiga, pada era digitalisasi pada saat dewasa ini banyak Al-Qur’an dicetak secara digital baik dalam bentuk CD, aplikasi dalam komputer dan smartphone.30

Al-Qur’an digital sebenarnya muncul dari semangat zaman yang terus ingin maju dan maju ke arah perubahan yang semakin memudahkan urusan manusia. Perkembangan zaman yang semakin maju didorong dengan majunya teknologi di dalam segala bidang tentunya akan

28 Khairul Anwar & Mushaddad, Status Al-Qur’an digital Dari Perspektif Fiqh,...

h.297

29 Tati Rahmayani, Pergeseran Otoritas Agama dalam Pembelajaran Al-Qur,an, Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Vol.3, No.2, 2018, h.191

30 Tati Rahmayani, Pergeseran Otoritas Agama dalam Pembelajaran Al-Qur,an, ....

h.192

memberikan gambaran bahwa Al-Qur’an digital di masa mendatang juga akan terus berkembang, baik dari segi ragam, kualitas dan kuantitasnya.

Kemajuan Al-Qur’an digital di masa datang tentunya akan sangat erat kaitannya dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.31

Pada era globalisasi saat ini dimana kemajuan teknologi sangat pesat, hampir semua orang mempunyai apa yang disebut smartphone.

Kemanapun seorang pergi maka ia takkan lupa membawa handphone bersamanya. Dengan smartphone dan internet, ia dapat mencari dan mendapatkan segala sesuatu dengan mudah. Hampir semua yang dibutuhkan tersedia disana. Al-Qur’anjuga saat ini dapat diakses di internet. Dengan membuka internet dan mencari aplikasi Al-Qur’an, akan ditemukan aplikasi Al-Qur’an untuk smartphone. Aplikasi di smartphone tidak hanya menampilkan ayat Al-Qur’an 30 juz namun juga terdapat terjemah dan qira‟at para imam.32

Selain untuk aplikasi yang murni aplikasi Al-Qur’an digital, terdapat pula aplikasi Al-Qur‟an yang ada di microsoft word. Bagi para mahasiswa, peneliti ataupun seseorang yang menginginkan untuk mengetik Al-Qur’an, hal tersebut akan sangat memudahkannya. Aplikasi Al-Qur’an in Word pun dilengkapi dengan terjemahan. Namun, Al- Qur’an dalam MS Word hanya untuk keperluan penulisan, tidak dapat mucul secara keseluruhan. 33

31 Syarif Hidayat, Al-Qur’an Digital (Ragam Pembahasan dan Masa Depan), Jurnal Studi Islam, Vol.1 No.1, 2016, h.2

32 Tati Rahmayani, Pergeseran Otoritas Agama dalam Pembelajaran Al-Qur,an,..

h.199

33 Tati Rahmayani, Pergeseran Otoritas Agama dalam Pembelajaran Al-Qur,an, Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Vol.3, No.2, 2018, h.199

Terdapat pula Al-Qur’an bagi orang yang sedang menghafal Al- Qur’an yang sering disebut dengan Al-Qur’an Bahriyah. Salah satu Al- Qur’an yang biasanya digunakan untuk menghafalkan Al-Qur’an adalah Al-Qur’an pojok. Al-Qur’an pojok adalah Al-Qur’an yang pada setiap akhir dari halaman terdapat akhir ayat. Salah satu contoh Al-Qur’an pojok adalah Al-Qur’an Kudus.

Dengan adanya cetakan Al-Qur’an dalam berbagai macam dan bentuk seperti AlQur’an yang dilengkapi tajwid, terjemahan dan asbabul wurud, kini orang yang ingin belajar Al-Qur’an tidak lagi harus pergi kepada seorang guru atau kiyai. Terlepas dari berbagai macam cetakan Al-Qur’an yang ada, terdapat pula metode pembelajaran Al-Qur’an secara online dan manual.34

Dalam dokumen AL-QUR’AN DIGITAL (Halaman 37-42)

Dokumen terkait