• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan agama Islam

Dalam dokumen AL-QUR’AN DIGITAL (Halaman 46-50)

BAB II LANDASAN TEORI

D. Pendidikan agama Islam

d. Hukum Menjual Al-Qur’an Digital.

Dalam konteks ini, ada dua hukum dalam memperjual beli Al-Qur’an, yaitu:

1) Menjual kepada orang Islam.

Dalam fatwah Al-Lajnah Al-Dimah menyatakan bahwa hukum menjual kepada orang Islam adalah harus, karena ia merupakan satu usaha untuk menyebar kebaikan dan tolong- menolong. Selain itu juga sebagai jalan memudahkan dan membantu orang Islam yang ingin menghafal atau membaca Al- Qur’an.42

2) Menjual kepada orang kafir.

Hukum menjual Al-Qur’an terhadap orang bukan Islam adalah haram. Ini disebkan karena mereka berhadas, begitu pula dalam konteks Al-Qur’an digital itu seperti halnya hukum memberi hadiah kepada orang non muslim.

luas efisiensi pendidikan berkaitan dengan profesionalisme dan manajemen pendidikan yang di dalamnya mengandung disiplin, kesetiaan dan etos kerja.43

Pendidikan sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia; aspek rohaniah, dan jasmaniah, juga harus berlangsung secara bertahap. Sebab tidak ada satupun makhluk ciptaan Allah yang secara langsung tercipta dengan sempurna tanpa melalui suatu proses. Demikian pula yang diharapkan oleh pendidikan agama Islam . Muhaimin berpendapat bahwa pendidikan agama Islam bermakna upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya agar menjadi pandangan dan sikap hidup seseorang.44

Adapun definisi pendidikan agama Islam menurut pendapat beberapa pakar adalah sebagai berikut: 45

1. Menurut Abdul Majid dan Dian Andayani dalam buku Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi bahwa Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. Dalam hal ini, pendidikan agama Islam merupakan suatu aktivitas yang disengaja untuk

43 Siti Maesaroh, Peranan Metode Pembelajaran Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam, Jurnal Kependidikan, Vol. 1 No. 2013, h.151

44 Abdul Rahman, Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Islam - Tinjauan Epistemologi Dan Isi – Materi, Jurnal Eksis, Vol.8 No.1, Mar 2012, h. 2055

45 Elihami & Abdullah Syahid, Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami, Jurnal Edumaspul, 2 (1), 2018, h.84-85

membimbing manusia dalam memahami dan menghayati ajaran agama Islam serta dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain.

2. Menurut Zakiyah Daradjat bahwa pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Di sini, pendidikan agama Islam tidak hanya bertugas menyiapkan peserta didik dalam rangka memahami dan menghayati ajaran Islam namun sekaligus menjadikan Islam sebagai pedoman hidup.46

3. Menurut Azizy bahwa esensi pendidikan yaitu adanya proses transfer nilai, pengetahuan, dan ketrampilan dari generasi tua kepada generasi muda agar generasi muda mampu hidup. Oleh karena itu ketika kita menyebut pendidikan agama Islam, maka akan mencakup dua hal (a) mendidik siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai- nilai atau akhlak Islam; (b) mendidik siswa-siswi untuk mempelajari materi ajaran Islam subjek berupa pengetahuan tentang ajaran Islam.47

4. Menurut Ahmad Supardi bahwa pendidikan agama Islam merupakan pendidikan yang berdasarkan Islam atau tuntunan agama Islam dalam membina dan membentuk pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, cinta kasih sayang pada orang tuanya dan sesama hidupnya dan

46 Elihami, Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami, h.84

47 Elihami, Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami,, h.84

juga kepada tanah airnya sebagai karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam hal ini pendidikan Islam adalah suatu bimbingan yang dilakukan untuk membentuk pribadi muslim yang cinta kepada tanah air dan sesama hidup.48

Jadi pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan guru dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

48 Elihami, Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami,, h.85

38

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.49 Penelitian yang dimaksudkan adalah untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Penelitian ini menghasilkan data dalam bentuk deskriptif berupa katakata dalam bentuk lisan dan tertulis dari orang-orang dan perilaku mereka yang diamati. Jadi, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yakni penulis menganalisis dan menggambarkan secara objektif dan akurat tentang kegiatan, peristiwa, dan keadaan penelitian.50 Dalam hal ini penulis berusaha mendiskripsikan tentang kegunaan Al-Qur’an Digital Bagi Mahasantri Ma’had Al- Jami’ah IAIN Bengkulu.

B. Lokasi Penelitian

Peneliti dalam penelitian ini memilih Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa Ma’had Al- Jami’ah merupakan lembaga Pusat tahfizh Al-Qur’an yang mana mahasantrinya sangat dekat dengan Al-Qur’an, maka dari itu peneliti yakin bahwa persepsi dari mahasantri lebih logis dan real.

49Bactiar, Menyakinkan Validitas Data Melalui Tiangulasi pada Penelitian Kualitatif, Jurnal Teknologi Pendididkan, Vol. 10, No.1, 2010, h. 50

50 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial Edisi Kedua (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h.130.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara atau metode yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian yang terdiri dari:

1. Observasi,

Cara pengambilan data dengan mengamati dan mendengar dalam rangka memahami, mencari jawab, mencari bukti terhadap fenomena sosial selama beberapa waktu tanpa mempengaruhi fenomena yang di observasi dengan mencatat, merekam dan memotret fenomena tersebut guna penemuan data analisis.51 Observasi dilakukan dengan maksud melihat fenomena yang berkaitan dengan Al-Qur’an Digital Bagi Mahasantri Ma’had Al- Jami’ah IAIN Bengkulu.

2. Wawancara

Percakapan dengan maksud tertentu.52 Suatu proses untuk memperoleh keterangan tentang penelitian dengan cara tanya-jawab, sambil bertatap muka antara peneliti dengan informan tentang penelitian.

3. Dokumentasi

Suatu cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam dokumen, yakni catatan peristiwa yang telah berlalu baik berupa tulisan maupun gambar yang digunakan sebagai pelengkap penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian.53

51 Imam Suprayogo dan Thobroni, Metodologi Penelitian Sosial dan Agama, h. 167.

52 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif edisi revisi, h. 186.

53 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung:

Alfabeta, 2009), h. 240.

D. Instrumen Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto, instrument penelitian merupakan alat dalam mengumpulkan data.54 Instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri, yakni peneliti yang berperan sebagai perencana, pelaksana, menganalisis, menafsirkan data hingga pelaporan hasil penelitian.

Dalam penelitian ini diperlukan data Primer dan data sekunder. Yang dimaksud data primer adalah data yang diperoleh dari sumber yang asli atau orang yang menjadi informan dari penelitian, yang menjadi data primer dalam penelitian ini adalah mahasiswa ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu.

Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh selain dari sumber asli, seperti orang lain atau berbagai media seperti jurnal, laporan penelitian, makalah, dan publikasi lainnya.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Jadi teknik analisis data adalah metode yang digunakan dalam menganalis data-data penelitian yang telah dikumpulkan.

54Suharsimi Arikunto, Prosedur Peneliti Suatu PendekatanPraktek (Jakarta:Rineka Cipta, 2006), h.68

Adapun metode yang peneliti gunakan dalam teknik analisis data dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles dan Huberman yakni analisis data dilakukan saat pengumpulan data berlangsung dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu.55

1. Reduksi Data

Reduksi data yaitu merangkum dan memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting dan mencari tema yang dianggap penting dan relevan dengan kegunaan Aplikasi Al-Qur’an Digital Bagi Mahasantri.

2. Display atau Penyajian Data

Display yaitu penyajian data dalam bentuk uraian singkat, bagan dan sejenisnya yang merupakan lanjutan setelah data direduksi dan melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah untuk dipahami.

3. Verifikasi dan kesimpulan

Verifikasi adalah penarikan kesimpulan yakni setelah data dipolakan, difokuskan dan disusun secara sistematik dalam bentuk naratif, maka melalui metode induksi, data tersebut disimpulkan. Sehingga makna data dapat ditemukan dalam bentuk tafsiran dan argumentasi. Kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Kesimpulan yang diambil apabila masih terdapat kekurangan akan ditambahkan.

55 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, h. 246.

42

HASIL PENELITIAN A. Fakta Temuan Penelitian.

1. Sejarah Ma’had IAIN Bengkulu.

Ma’had Al-Jami’ah adalah lembaga pendidikan internal IAIN Bengkulu yang program pendidikannya menitikberatkan pada keilmuan Al-Qur’an, yaitu di segi lafzan, ma’nan wa ‘amalan. Sesuai dengan fungsi Al-Qur’an terhadap orang-orang yang bertaqwa. Ma’had Al- Jami’ah sebagai institusi pendidikan dan pengajaran ingin membentuk dan menjadikan manusia yang muttaqin (bertaqwa) melalui Al-Qur’an.

Islam memandang bahwa mahasiswa merupakan komunitas yang terhormat dan terpuji karena ia merupakan komunitas yang menjadi cikal bakal lahirnya ilmuwan (‘ulama) yang diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan penjelasan pada masyarakat dengan pengetahuannya itu.

Pesantren Mahasiswa IAIN Bengkulu yang kemudian lebih dikenal Ma’had a -Jami’ah memang belum begitu lazim dikenal oleh masyarakat luas, bahkan warga kampus sendiri masih ambigu dengan kata yang lebih familier dengan Ma’had Al-Jami’ah, dapat dimaklumi karena secara nasional memang belum semua Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) menerapkan sistem ini, walaupun sudah ada peraturan kementerian dan dirjen perguruan tinggi.

Seiring waktu, dengan komitmen dan konsistensi serta tekad yang tidak pernah lekang oleh terpaan badai, secara perlahan Ma’had Al-

Jami’ah mulai menampakkan konsistensinya dan dapat mempengaruhi perubahan peta politik internal kampus serta ikut mempengaruhi suasana perkuliahan mahasiswa di kampus, di sisi lain munculnya berbagai citra positif yang berimplementasi langsung terhadap mahasiswa setiap fakultas dan jurusan. Hal ini terlihat dari kiprah para mahasantri yang dapat ikut bersaing dalam berbagai Even yang diadakan pihak internal maupun eksternal kampus, walaupun secara formal mereka tidak tampil mengatas namakan ma’had, tapi terlihat dari mayoritas utusan fakultas secara tidak langsung notabene adalah mahasantri, pengurus ma’had maupun alumni ma’had.

Lahirnya Ma'had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu diharapkan dapat mewujudkan sebagai pusat pemantapan iman dan Taqwa, peningkatan akhlak mulia dan amal Shalih, pengembangan ilmu keislaman dan yang terpenting lagi merupakan pusta kajian ilmu-ilmu Al-Qur’an. Terciptanya central Islamic civitalizen terbentuknya lntelektual muslim yang komunikatif, terampil, kreatif dan inovatif.

IAIN Bengkulu senantiasa berbenah diri dan terus berinovasi, mengupdate serta meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa.

Langkah tersebut dilakukan dengan meluncurkan program Ma’had Al- Jami’ah bagi mahasiswa dan mahasiswi (selanjutnya disebut mahasantri) untuk dididik dan dibina pembentukan karakter, mental, spritual, keilmuan dan pemahaman para peserta dalam menghadapi kondisi sosial kemasyarakatan.

Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu secara resmi lahir pada Tahun 2010 berdasarkan Surat Keputusan Ketua STAIN Bengkulu Nomor 0587 Tahun 2010 tertanggal 3 Agustus 2010 dengan menetapkan Drs. M. Syakroni, M.Ag. dan Ismail Jalili, MA., sebagai Mudir dan Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah STAIN Bengkulu yang pertama, kemudian pada tahun 2012 berdasarkan Surat Keputusan Ketua STAIN Bengkulu Nomor 0294 Tahun 2012 tertanggal 15 Maret 2012 menetapkan Ismail Jalili, MA., sebagai Mudir Ma’had Al-Jami’ah STAIN Bengkulu periode kedua, dan pada tahun 2013 berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Bengkulu Nomor 0486 Tahun 2013 tertanggal 24 April 2013 menetapkan Drs. H. M. Nasron HK., M.Pd.I., sebagai Direktur Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu periode pertama sejak alih status STAIN Bengkulu menjadi IAIN Bengkulu pada Tahun 2013 hingga sekarang.

2. Visi, Misi dan Tujuan.

a) Visi

Mewujudkan Ma’had Al-Jami’ah sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman, Tahfizh Al-Qur’an dengan berbasis pembinaan Akhlak Al-Karimah.

b) Misi

1) Melaksanakan pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an dan ilmu terkait secara intensif

2) Melaksanakan pendidikan dan pengajaran Bahasa Arab dan Inggris secara intensif

3) Melaksanakan pendidikan dan pengamalan ajaran-ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dan pendalaman spiritual keagamaan.

c) Tujuan

1) Mewujudkan lulusan mahasantri yang mampu menghafal Al- Qur’an dan menguasai ilmu terkait secara utuh.

2) Mewujudkan lulusan mahasantri yang menguasai Bahasa Arab dan Inggris secara baik.

3) Mewujudkan lulusan mahasantri yang mampu mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki kedalaman spiritual keagamaan.

3. Letak Geografis Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu.

Ma’had Al-Jami’ah putri IAIN Bengkulu, Terletak di Jl. Raden Fatah tepatnya di dalam area IAIN Bengkulu. Jika dari gedung DPRD Provinsi Bengkulu, lurus menuju Jl. Kapuas Raya, setelah itu lurus menuju Jl. Sungai Rupat. Kemudian belok kiri menuju Jl. RE.

Martadinata, kemudian lurus ke Jl. Raden Fatah, kemudian belok ke kanan memasuki pintu gerbang IAIN Bengkulu, kemudian lurus sekitar 120 m dan belok ke kiri. Kemudian lurus sekitar 360 m dan ma’had Al- jami’ah putri IAIN bengkulu berada di sebelah kiri jalan.

Jika dari arah Betungan, lurus melintasi Jl. Depati Payung Negara, sekitar 5,6 Km belok kanan menuju jl. Telaga Dewa. Terus lurus sekitar 1,5 Km kemudian belok kanan ke jl. Raden Fatah, kemudian masuk ke pintu gerbang IAIN Bengkulu. Sekitar 120 m dan belok ke kiri.

Kemudian lurus sekitar 360 m dan ma’had Al-jami’ah putri IAIN bengkulu berada di sebelah kiri jalan.

Sedangkan dari arah pasar tradisional Panorama kota Bengkulu, lurus dari jl. Salak Raya menuju jl. Kedondong, kemudian lurus menuju jl. Hibrida. Sekitar 3 Km, belok kiri menuju jl. Raden Fatah, kemudian lurus, sekitar 450 m belok ke kanan menuju pintu gerbang IAIN Bengkulu, Sekitar 120 m dan belok ke kiri. Kemudian lurus sekitar 360 m dan ma’had Al-jami’ah putri IAIN bengkulu berada di sebelah kiri jalan.

Jika dari arah pom bensin Air Sebakul, lurus melintasi jl. Raden Fatah, kemudian sekitar 3,4 Km belok kiri memasuki pintu gerbang IAIN Bengkulu. Sekitar 120 m dan belok ke kiri. Kemudian lurus sekitar 360 m dan ma’had Al-jami’ah putri IAIN bengkulu berada di sebelah kiri jalan.

4. Program dan Kegiatan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu.

a) Pengembangan Al-Qur’an

Pengembangan dan pendalaman ilmu Al-Qur’an di Ma’had Al-Jami’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu berlangsung dengan proses pembelajaran yang diawali dari bin- nazhar, memastikan bahwa mahasantri sudah bisa membaca dengan baik, benar dan lancar (tahsin).

Tahfizh Al-Qur’an adalah program unggulan di Ma’had Al- Jami’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, karena semua mahasantrinya diwajibkan untuk menghafal Al-Qur’an dan

menyetorkan hafalannya kepada Ustadz/ustadzah ma’had yang sudah dipercayakan untuk membimbing mahasantri dalam menghafalkan Al-Qur’an.

b) Pengembangan Bahasa.

Bidang pengembangan bahasa asing (arab, inggris), di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu pada pembelajaran formalnya ter jadwalkan sebanyak 3 (tiga) kali dalam setiap minggunya.

Pendalaman kebahasaan tersebut dilaksanakan dengan jadwal; untuk bahasa inggris (Grammar and Conversation) dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 06.00 s.d 07.40 WIB. Bahasa Arab (Muhadatsah) dilaksanakan setiap hari Jum’at pukul 06.00 s.d 07.40 WIB. Dan Pendalaman ilmu Nahwu dan Sharaf dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 15.50.00 s.d 17.30 WIB.

c) Pengembangan Kesenian dan Muhadarah.

Bidang kesenian dan bahasa di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu tidak bisa lepas dari peran serta kegiatan muhadharah sebagai media dalam pelaksanaannya. Mahasantri ma’had saat ini di bidang seni telah mendalami seni rebana, marawis, drama, serta nasyid. Pengembangan seni dan bahasa mahasantri ma’had juga selalu ditampilkan pada program Muhadharah yang dilaksanakan setiap hari kamis (malam jum’at) mulai ba’da Shalat isya. Dalam muhadharah tersebut beberapa yang ditampilkan adalah Pidato bahasa Arab, Inggris dan Indonesia, pentas seni Rebana dan Nasyid, seni Drama, Pantomim dan lain-lain.

d) Pengembangan Ibadah.

Bidang pengembangan dan pengawasan ibadah harian (mahdhah) mahasantri setiap harinya dikontrol oleh pengasuh

ma’had dan dibantu oleh Musyarif dan Musyrifah ma’had selama 24 jam. Shalat berjamaah lima waktu adalah kegiatan yang wajib dan mutlak diikuti oleh semua mahasantri. Pengawasan sholat berjamaah dilakukan dengan mengabsen semua mahasantri setelah selesai shalat. Untuk shalat dhuhur dan asar, mahasantri mendapatkan toleransi karena pada waktu-waktu tersebut masih banyak mahasantri yang masih mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus.

Peningkatan ibadah lainnya yang cukup membanggakan adalah bahwa setiap ba’da shalat maghrib dan subuh semua mahasantri memiliki rutinitas tadarus Al-Qur’an di mushalla ma’had.

Satu kali tadarus membaca 3 halaman, setiap harinya membaca Al- Qur’an sebanyak 6 halaman, dan setiap 4 bulan Alhamdulillah melalui rutinitas ini khataman Al-Qur’an berhasil dilaksanakan.

e) Olahraga

Bidang olah raga, Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu memiliki beberapa fasilitas olah raga yang biasanya dimanfaatkan oleh mahasantri pada hari Sabtu atau ahad pagi. Fasilitas penunjang olah raga yang dimiliki oleh ma’had adalah lapangan bulu tangkis, lapangan voli, lapangan sepak bola, dan tenis meja. Kegiatan olah raga di ma’had juga dilengkapi dengan jadwal senam pagi setiap hari ahad pagi, pada hari yang sama biasanya pengasuh ma’had juga ada

yang berolah raga tenis lapangan di lapangan tenis milik IAIN Bengkulu.

5. Kepengurusan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu.

Adapun keadaan pengurus di ma’had Al-Jami’an Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, sebagai berikut:

Tabel 4. 1

Kepengurusan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu

No Nama Jabatan

1 H. Sirajuddin Pelindung 2 • H. Zulkarnain

• Moh. Dahlan

• H.Zulkarnain Dali

Pembina 3 H. M. Nasron Mudir/Direktur 4 Anwar Junadi Sekretaris 5 • Muhammad Jordy

• Muhammad Yusuf Staf bidang ibadah dan spiritual 6 Syahidin Staf bidang Ta’lim

7 Iwan Ramadhan Sitorus Staf bidang bahasa dan adm.

Umum

8 Kurniawan Staf bidang Al-Qur’an dan humas

9 Esti Wahyu Kurniyawati

Staf bidang santri dan adm.

Keuangan

6. Struktur Pengurus Ma’had Al-Jami’an IAIN Bengkulu.

Berikut ini adalah struktur Ma’had Al-Jami’ah Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.

Tabel 4. 2

Struktur Pengurus Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu

REKTOR

Prof. Dr. H. Sirajudin. M.,

M.Ag. MH

DIREKTUR MA’HAD

Dr. H. M. Nasron. HK.,

M.Pd.I.

SEKRETARIS

Anwar Junaidi, SE., M.Si.

STAF BID.

IBADAH DAN SPIRITUAL

STAF BID.

SANTRI DAN ADM.

KEUANGA N

STAF BID.

AL-QUR’AN DAN HUMAS

STAF BID.

BAHASA DAN ADM.

UMUM

STAF BID.

TA’LIM

1. Muhamm

ad Jordy, S.Ag.

Esti Wahyu Kurniawati,

M.Pd.

Kurniawan, M.Pd.

Dr. Iwan Ramadhan

Sitorus, MHI

H.

Syahidin, LC., MA.Hum

.

2. Muhamm

ad Yusuf

MUSYRIF/MUSYRIFAH

MAHASANTRI

B. Hasil Penelitian 1. Profil Informan.

Untuk mengetahui mahasiswa terhadap Al-Qur’an Digital di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu, maka peneliti mengajukan beberapa pertanyaan kepada informan. Maka dapat diperolah jawaban-jawaban terhadap masalah yang penulis teliti, yaitu bagaimana persepsi mahasiswa terhadap Al-Qur’an Digital.

Tabel 4. 3 Profil informan

No Nama Prodi/ Jurusan Semester Umur

1. Mira Ardita IQT/ Ushuludin VII 22

2. Yetri Agrisa KPI/ Dakwah VII 21

3. Siti Nurjanah Perbankan Syariah VII 21 4. Siti Khusnul Khatimah IQT/ Ushuludin VII 21

5. Winarni PBA/ Tarbiyah VII 21

2. Persepsi Mahasiswa Terhadap Al-Qur’an Digital.

Berikut ini adalah data dari hasil penelitian penulis di Ma’had Al- Jami’ah IAIN Bengkulu, terkait dengan hasil wawancara dan observasi dengan Mira Ardita selaku santri mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah, Yetri Agrisa selaku santri mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah, Siti Nurjanah selaku santri mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah, Siti Khusnul Khatimah selaku santri mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah, Winarni selaku santri mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah.

a. Penyerapan terhadap Al-Qur’an digital.

1) Penggunaan Al-Qur’an Digital

Dari hasil wawancara dari 5 Mahasantri Ma’had Al- Jami’ah IAIN Bengkulu yang diwawancarai menjelaskan bahwa mereka semua menggunakan Al-Qur’an Digital, dan dua di antaranya menjawabnya, seperti yang di sampaikan oleh Siti Khusnul Khotimah, selaku santri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu menyatakan bahwa :

“Saya menggunakan Al-Qur’an digital yang ada di smartphone, saya sering menggunakan Al-Qur’an Digital ketika saya dalam perjalanan atau bepergian, selain itu saya menggunakan Al-Qur’an Digital ketika di kelas pada saat saya tidak membawa Al-Qur’an.56

Pernyataan senada pun dinyatakan oleh Mira Ardita, selaku santri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu menyatakan bahwa :

56 Siti Khusnul Khatimah, (Mahasantri Ma’had Al- Jami’ah IAIN Bengkulu), Wawancara 09 Oktober 2020.

Dalam dokumen AL-QUR’AN DIGITAL (Halaman 46-50)

Dokumen terkait