• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Penerapan Studi Kelayakan Bisnis Pada

BAB III: PEMBAHASAN

A. Analisis Penerapan Studi Kelayakan Bisnis Pada

BAB III

Tujuan dari aspek hukum adalah untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan dan keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki.

Penelitian keabsahan dokumen dapat dilakukan sesuai dengan lembaga yang mengeluarkan dan mengesahkan dokumen yang bersangkutan.

Penelitian ini sangat penting mengingat sebelum usaha tersebut dijalankan, maka segala prosedur yang berkaitan dengan izin-izin atau berbagai persayaratan harus terlebih dahulu sudah terpenuhi. Bagi badan usaha yang akan dijalankan juga perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek hukum seperti badan hukum perusahaan yang dipilih seperti apakah perseroan terbatas (PT), Firma, Koperasi atau yayasan.87

Berdasarkan hasil penelitian didapat analisis terkait penerapan studi kelayakan bisnis dalam aspek hukum di koperasi Tani Syariah Bina Usaha. Adapun koperasi ini sudah memiliki badan usaha yang menaunginya yaitu Dinas Koprasi dan UMKM. Adapun izin usaha pada koperasi ini sudah ada sejak tahun 1999 untuk bentuk konvensionalnya dan pada tahun 2014 koperasi ini sudah bertransisi menjadi koperasi syariah yang sudah memiliki hak izin juga.

Namun meski sudah bertransisi dan sudah diakui namun dari pernyataan pengurus surat izin usaha koperasi Tani Syariah Bina Usaha masih dipegang oleh Dinas Koperasi dan UMKM.

87ibid., hlm. 24

2. Apek pasar dan pemasaran

Dalam kaitan dengan studi kelayakan suatu usaha, aspek pasar dan pemasaran merupakan salah satu aspek yang paling penting. Hal ini disebabkan aspek pasar dan pemasaran sangat menentukan hidup matinya suatu perusahaan. Apabila aspek pasar dan pemasaran tidak diteliti secara benar seperti bagaimana prospeknya di masa yang akan datang, bukan mustahil tujuan perusahaan tidak akan pernah tercapai dan bahkan kehidupan perusahaan akan terancam.88

Begitu pentingnya peranan pemasaran dalam menentukan kelanjutan usaha suatu perusahaan, sehingga banyak diantara perusahaan dalam manajemennya menempatkan posisi pemaran paling depan.

Seorang pemasar harus selalu tahu lebih dahulu pasar yang akan dimasukinya.89

Setelah para pemasar memperoleh data kondisi pasar yang akan dimasuki, maka pemasar akan melakukan peramalan berapa permintaan yang ada sekarang dan dimasa yang akan datang serta berapa besar pasar yang harus direbut. Apabila sudah diketahui peluang pasar dan besarnya permintaan barulah akan diperoduksi sesuai dengan permintaan yang telah diramalkan.90

Dalam aspek pasar dan pemasaran peneliti menemukan data terkait hal tersebut di koperasi Tani Syariah Bina Usaha seperti, promosi yang

88Dedi Perwana & Nurdin Hidayat, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016), hlm. 69-70.

89Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta : Kencana, 2012),hlm. 40.

90Ibid., hlm. 41.

dilakukan pengurus untuk menarik anggota dan calon anggota adalah dengan meminimalkan harga dari setiap usaha yang dijalankan oleh koperasi. Dari sini peneliti menangkap masih kurangnya bentuk promosi yang dilakukan oleh pengurus sehingga produk hanya tersebar disekitar koperasi saja lain dengan jika pengurus menjalankan berbagai macam bentuk promosi yang akan bisa membuat segala bentuk produk yang dikeluarkan oleh koperasi lebih diketahui oleh khalayak banyak.

3. Aspek keuangan

Aspek keuangan tidak tidak dapat dipisahkan dari sumber-sumber pendanaan. Pendanaan bisnis dapat diperoleh dari berbagai sumber baik yang bersumber dari modal pinjaman atau keduanya. Pemilik perusahaan biasanya menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pemilik usaha.91

Dalam membuat estimasi pendapatan yang akan diproleh di masa yang akan datang dan informasi yang ada sebelumnya. Begitu juga dengan estimasi biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama priode tertentu, termasuk jenis-jenis biaya yang akan dikeluarkan perlu diperinci serinci mungkin. Semua ini tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang diakhirnya akan dituangkan dalam aliran kas (cast flow) perusahaan selama periode usaha.92

91Dedi Perwana & Nurdin Hidayat, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016), hlm. 125-126.

92Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis...,hlm. 89.

Dari penelitian yang penulis dapatkan bahwa koperasi Tani Syariah Bina Usaha mendapatkan modal dari pendiri koperasi dan anggota-anggota koperasi. Adapun biaya-biaya yang dikeluarkan oleh koperasi yaitu biaya pengadaan SIUP, fasilitas-fasilitas lain serta peralatan dan segala macam kebutuhan koperasi.

Dari sini penulis bisa melihat kesiapan yang dilakukan oleh pengurus dalam membangun aspek keuangan koperasi.

4. Aspek teknis/operasi

Penilaian kelayakan terhadap aspek teknis menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi suatu bisnis. Kajian aspek teknis mencakup analisis kesiapan perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan menilai ketepatan lokasi, luas produksi dan layout serta kesiagaan mesin-mesin yang akan digunakan.93

Ada tiga tahap yang harus diperhatkan dalam penentuan lokasi, yaitu melihat kemungkina daerrah mana yang akan dijadikan sebagai lokasi usaha dengan mempertimbangkan ketentuan pemerintah, jenis proses produksi/jasa ini akan menentukan spesifikasi usaha yang akan berhubungan dengan SDM, memerhatikan pengalaman dari usaha orang lain atau pengalaman sendiri dengan didasari pada jenis barang yang dihasilkan dan proses produksinya karena keduanya akan berpengaruh pada sarana angkutan , pasar, listrik, air, telepon, dan faktor lain yang dianggap penting. Adapun hal terakhir yang harus diperhatikan adalah

93Dedi Perwana & Nurdin Hidayat, Studi Kelayakan Bisnis..., hlm. 49.

mempertimbangkan dan menilai dampak sosial ataupun dukungan dari masyarakat di sekitar lokasi.94

Di koperasi Tani Bina Usaha lokasi yang diguanakan adalah daerah asal dari pendiri koperasi tersebut yaitu Dusun Montong Bila, Desa Pendem, Janapria. Adapun hasil peneltian tentang aspek teknis/

operasi yaitu tata letak dari Koperasi Tani Syariah Bina Usaha yang tidak terlalu teratur sehingga nasabah/ anggota yang mengantri capat bosan.

Lokasi yang dipilih untuk tempat berdirinya Koperasi Tani Syariah Bina Usaha juga tidak terlalu ramai.

5. Aspek manajemen/organisasi

Aspek manajemen dan organisasi merupakan aspek yang cukup penting dianalisis untuk kelayakan suatu usaha. Karena walaupun suatu usaha telah dinyatakan layak utnuk dilaksanakan tanpa disukung dengan manajemen dan organisasi yang baik, bukan tidak mungkin akan mengalami kegagalan.95

Studi kelayakan juga perlu menganalisis kesiapan perusahaan terutama dengan manajemen SDM mulai dari pengadaan sampai pada penempatannya di jabatan tertentu. 96 Tujuan perusahaan akan lebih mudah tercapai jika memenuhi kaidah-kaidah atau tahapan dalam proses

94Jumingan, Studi Kelayakan Bisnis: Teori & Pembuatan Proposal Kelayakan, (Jakarta:

Bumi Aksara, 2014), hlm. 124-125.

95Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis..., hlm. 168.

96Dedi Perwana & Nurdin Hidayat, Studi Kelayakan Bisnis..., hlm. 184.

manajemen. Proses manajemen atau kaidah ini akan tergambar dari masing-masing fungsi yang ada dalam manajemen.97

Masing-masing fungsi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, akan tetapi harus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena kaitan antara satu fungsi dan fungsi lainya sangat erat. Apabila salah satu fungsi tidak dapat dijalankan secara baik, maka jangan diharapkan tujuan perusahaan dapat tercapai.98

Dilihat dari struktur organisasi yang dibuat oleh pengurus Koperasi Tani Syariah Bina Usaha persiapan Aspek Manajemen/

orgaisasinya peneliti melihat sudah diatur dengan matang.

6. Aspek ekonomi dan sosial

Setiap aktivitas bisnis tentunya akan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif dan negatif ini dapat dirasakan oleh berbagai pihak, baik pihak pengusaha itu sendiri, pemerintah ataupun masyarakat luas. Bagi masyarakat adanya aktivitas bisnis memberikan manfaat ekonomis berupa peluang untuk meningkatkan pendapatannya.99

Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi adalah akan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatannya.

Adapun bagi pemerintah dampak positif yang diperoleh adalah dari aspek ekonomi memberikan pemasukan berupa pendapatan baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.100

97Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis..., hlm. 168.

98Ibid., hlm. 168.

99Dedi Perwana & Nurdin Hidayat, Studi Kelayakan Bisnis..., hlm. 211.

100Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis..., hlm. 200.

Jadi, dalam aspek ekonomi dan sosial yang perlu ditelaah apakah jika usaha atau proyek dijalankan akan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial kepada berbagai pihak atau sebaliknya. Oleh karena itu, aspek ekonomi dan sosial ini perlu dipertimbangkan, karena dampak yang akan ditimbulkan nantinya sangat luas apabila salah melakuka penilaian.101

Dari hasil peneliti mengenai aspek ekonomi dan sosial dampak yang didapatkan oleh masyarakat yaitu masyarakat terbantu dengan adanya Koperasi Tani Syariah Bina Usaha, keuangan terjaga dengan menabung dan masyarakat yang menjadi anggota dari Koperasi Tani Syariah Bina Usaha bisa mengajukan permohonan pembiayaan kepada koperasi. Disini penulis melihat Koperasi Tani Syariah Bina Usaha sudah mampu untuk memberikan dampak yang positif untuk masyarakat setempat.

B. Analisis Penerapan Studi Kelayakan Bisnis dalam Meminimalisir Resiko

Dokumen terkait