Apakah kesenian itu sekadar kegiatan waktu senggang bagi orang kaya? Karena
kebudayaan kita cenderung kepada ilmu pengetahuan dan teknologi, mungkin kita akan mengambil kesimpulan demikian. Tetapi sejarah dengan jelas menyatakan tidaklah demikian keadaannya. Kebanyakan dari apa yang kita hargai tentang bangsa lain kita peroleh dengan mempelajari musik, lukisan, kerajinan tangan, arsitektur, dan literatur mereka. Seni dan budaya merupakan jendela ke dalam jiwa manusia dan juga
merupakan tanda bahwa kita diciptakan di dalam gambar dan rupa Allah yang kreatif.
Dengan alasan-alasan itu saja anak-anak kita perlu mengembangkan sikap menghargai kesenian agar dapat menjadi manusia yang serasi dan utuh.
Walaupun penting bagi anak Anda untuk bersikap terbuka terhadap gaya dan media lain di luar segala hal yang menarik bagi Anda pribadi, Anda tidak perlu menjadi seorang ahli untuk dapat menolong anak Anda mempelajari dan menyukai kesenian.
Resep yang paling manjur ialah dengan teratur membuka mata anak Anda pada
kesenian dan membiarkan ia mempunyai pengalaman langsung dengan kesenian. dan dalam proses ini keluarga Anda akan mengalami banyak kesukaan dan kegembiraan tambahan. Untuk maksud tersebut pertimbangkanlah gagasan-gagasan yang berikut ini.
1. Telitilah sumber-sumber seni-budaya yang ada di daerah Anda. Banyak golongan masyarakat yang mempunyai kelompok-kelompok pertunjukan lokal dalam bentuk seni drama, tarian, orkes, balai kesenian, museum, dan mungkin suatu perkumpulan kesenian atau suatu festival tahunan. Sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan gereja merupakan alamat yang jitu. Tarifnya biasanya juga lebih murah daripada pertandingan olahraga, bahkan sering kali gratis.
2. Sebagai keluarga, kunjungilah pameran atau pertunjukan sebulan atau dua bulan sekali. Atau secara bergilir, ajaklah seorang anak Anda untuk menonton acara tertentu, ajaklah seorang demi seorang, jangan sekaligus secara berombongan, supaya hal itu dapat menjadi pengalaman khusus yang istimewa bagi diri anak yang Anda ajak itu. Usahakanlah untuk melanjutkan kegiatan itu dengan percakapan tentang apa yang Anda dengar dan lihat. Ajukanlah pertanyaan- pertanyaan tentang apa yang paling digemari oleh setiap anggota keluarga dan mengapa, dan sesudah itu ungkapkanlah pandangan Anda sendiri. Jika suatu karya musik tertentu sedang populer, Anda mungkin ingin membeli rekamannya untuk hadiah ulang tahun atau Natal. Mungkin Anda dapat memperoleh
reproduksi dari lukisan yang disenangi dan membingkainya untuk kemudian dipajang, atau Anda juga dapat menempelkan reproduksi lukisan itu pada buku yang menceritakan pelukis gambar itu.
3. Hubungilah lembaga kesenian setempat atau perkumpulan para seniman setempat untuk memperoleh keterangan tentang seniman yang masih aktif di wilayah Anda. Kunjungilah para ahli musik, pelukis, pembatik, atau pemahat patung dalam studio mereka pada waktu mereka sedang berlatih atau berkarya.
Kebanyakan dari mereka akan senang untuk menyambut dan berbagi
pengalaman dengan seorang anak yang menaruh perhatian pada seni, dan Anda
e-BinaAnak 2007
122
pun akan menikmati pengalaman itu. Sebagai akibat kunjungan Anda itu, mungkin anak Anda sudah akan mulai mempunyai perhatian dan bakat pada suatu bidang khusus! Sesungguhnya, jika anak itu terbuka pada dunia seni, sejak dini ia sudah dapat mengetahui bidang mana yang paling digemarinya.
Untuk memperoleh pengalaman dalam hal seni, cobalah hal yang berikut ini.
1. Doronglah anak yang belum bersekolah untuk bereksperimen dengan
menyediakan baginya bahan-bahan baku, seperti alat-alat musik sederhana atau cat air dengan kuas-kuas yang besar. Berilah pujian terhadap "karya-karya besar" anak itu dan tempelkanlah lukisan-lukisan itu pada papan pengumuman keluarga, taruh di bawah lembaran kaca alas daun meja, atau laminasilah untuk dijadikan alas, semacam taplak kecil.
Hamparkan lembaran plastik di atas meja atau di bawah pohon di luar dan biarkan anak Anda membuat eksperimen dengan tanah liat. Kalau di sekitar Anda ada tempat pembakaran tembikar, pakailah tanah liat dan minta tolong agar hasil-hasil anak Anda yang terbaik dapat diproses menjadi keramik yang dapat dipajang di rak buku.
2. Doronglah anak-anak yang lebih besar untuk menggunakan dan
mengembangkan kemahiran mereka untuk mengamati dan melukis. Perhatikan bersama-sama karya pahatan, patung air mancur, dan lukisan dinding di pusat- pusat perbelanjaan dan taman-taman. Biarkan anak Anda membuat sketsa dari karya-karya seni itu sementara Anda berbelanja. Jika anak Anda merasa dirinya bukan seorang seniman, carilah buku-buku yang dapat mengajarkan Anda bagaimana caranya menggambar. Atau Anda juga dapat mencari guru
menggambar yang dapat memberikan pelajaran menggambar kepada beberapa orang anak sekaligus sehingga Anda tidak perlu membayar uang les yang terlalu mahal. Mungkin Anda sendiri juga akan merasa tertarik dan ikut belajar
menggambar.
3. Doronglah anak Anda untuk mengambil mata pelajaran seni lukis, musik, dan penulisan kreatif di sekolah, dan agar ikut serta dalam kegiatan seni sastra, seni teater, seni musik, atau kegiatan ekstra kurikuler lainnya.
4. Pilihlah suatu mata pelajaran seni lukis atau belajarlah memainkan sebuah alat musik bersama-sama dengan anak Anda. Siapa yang tidak akan tergetar hatinya bila mendapat dukungan dan dorongan yang semacam ini dari orang tuanya?
Hubungan akrab yang terjalin tak ternilai harganya.
5. Jadikan rumah Anda suatu studio yang menghargai karya seni. Seringlah
membaca bersama-sama dari bacaan klasik: puisi, sandiwara, cerita-cerita, dan dengan anak-anak yang lebih besar, novel. Hiasilah rumah Anda dengan
gambar-gambar karya lukis agung dan tiruan miniatur dari karya pemahat terkenal yang harganya tidak mahal. Belilah beberapa rekaman musik klasik untuk didengar bersama-sama. Mintalah nasihat pada para pustakawan, guru seni lukis, dan guru seni musik di sekolah tentang bidang-bidang tersebut.
Mungkin rekaman-rekaman dan bahkan lukisan-lukisan reproduksi yang telah dibingkai dapat dipinjam dari perpustakaan. Carilah bahan-bahan klasik, dasar- dasar kesenian, musik, dan literatur untuk dipelajari bersama. Milikilah buku-buku
e-BinaAnak 2007
123
yang baik (terutama yang berisi gambar-gambar reproduksi berwarna) untuk dapat dijelajahi sewaktu-waktu di rumah.
6. Perhatikan daftar acara televisi, apakah ada acara sandiwara, konser, dan tontonan-tontonan bermutu lainnya. Tontonlah acara-acara itu bersama-sama, sesudah itu sediakan cukup waktu untuk mengadakan "pojok kritik" mengenai apa yang Anda sekeluarga tonton.
7. Jalankan suatu dana keluarga di mana setiap orang berkontribusi untuk
pembelian suatu karya seni orisinal setahun sekali, misalnya sebuah karya tulis, pahat, atau hiasan seni lainnya. Proyek ini akan melestarikan apresiasi seni di dalam seluruh keluarga.
8. Seperti halnya dengan setiap nilai-nilai lainnya, kita harus menjadi teladan dari pesan yang kita sampaikan jika kita menginginkan pesan kita didengar.
Usahakanlah agar komitmen Anda sendiri terhadap nilai-nilai kesenian telah mantap sebelum Anda melibatkan anak Anda. Atau akuilah bahwa hal ini merupakan minat atau pokok perhatian yang baru bagi Anda, dengan demikian Anda dapat belajar bersama-sama.
Pesan ini sama-sama gamblangnya: dalam keluarga ini kami ingin menjadi manusia seutuhnya yang menikmati dan menghargai segala kemampuan yang dikaruniakan oleh Allah kepada kami masing-masing, termasuk karunia-karunia seni. di rumah kami, apresiasi seni itu sama sekali bukan pemborosan waktu.
Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku: 40 Cara Mengarahkan Anak Penulis : Paul Lewis
Penerbit : Kalam Hidup, Bandung 1997 Halaman : 199 -- 203
Warnet Pena: PEPAK: Kegiatan-Kegiatan Paskah
Situs PEPAK menyediakan topik Perayaan Hari Raya Kristen, termasuk di dalamnya bahan-bahan seputar Paskah. Minggu ini kami akan berikan tautan ke bahan-bahan seputar kegiatan-kegiatan Paskah yang dapat dilakukan di sekolah minggu Anda.
1. Kegiatan Paskah
==> http://pepak.sabda.org/pustaka/050746/
2. Aneka Kegiatan Paskah
==> http://pepak.sabda.org/pustaka/040439/
3. Kuis Paskah
==> http://pepak.sabda.org/pustaka/010056/
4. Merencanakan Paskah Sekolah Minggu
==> http://pepak.sabda.org/pustaka/000015/
5. Terimalah Salam Paskah Dariku
==> http://pepak.sabda.org/pustaka/020060/
Oleh: Redaksi
e-BinaAnak 2007
124
Mutiara Guru
―
Kegiatan seni dapat membawa anak mengekspresikandiri, emosi, dan talentanya. Terlebih lagi untuk melihat keajaiban kasih Tuhan.
‖
Dari Anda Untuk Anda
Dari: Linda A. <lience(at)xxxx>
>Dear redaksi,
>Punya bahan-bahan paskah tidak? Saya butuh kegiatan apa saja yang
>bisa dilakukan selama bulan April mendatang sehubungan dengan
>paskah. Saya baru saja mendaftar jadi tidak punya keterangan edisi-
>edisi yang lalu.
>Terima kasih buat bina anak yang sudah dikirimkan.
>Linda Redaksi:
Dear Linda,
Untuk mendapatkan kegiatan-kegiatan Paskah yang dapat dilakukan di sekolah
minggu, silakan lihat Warnet Pena edisi kali ini. Tautan-tautan tersebut akan membawa Anda ke sejumlah halaman yang dapat membantu Anda dalam memperpersiapkan Paskah sekolah minggu.
Untuk melihat arsip e-BinaAnak, silakan Anda kunjungi halaman berikut.
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Selamat bergabung, kiranya mendapatkan banyak berkat dan pelayanan Anda dapat lebih berkenan lagi kepada-Nya.
e-BinaAnak 2007
125
e-BinaAnak 322/Maret/2007: Kegiatan Alam
Salam dari Redaksi
Kegiatan Alam
Alam ciptaan Tuhan menyimpan begitu banyak potensi dan juga kekayaan yang terpendam. Melaluinya, kita mendapatkan berbagai pelajaran berharga dalam hidup dan berbagai hal untuk kelangsungan hidup di dunia ini. Membawa anak lebih dekat lagi kepada alam dapat membuka mata mereka akan hal-hal luar biasa yang ada di alam ini, terlebih lagi kebesaran Dia yang telah menciptakannya. Melalui alam pula anak dapat dibawa untuk memanfaatkan apa yang ada dalam alam, untuk belajar atau membuat banyak hal yang bermanfaat bagi hidup mereka. Dengan demikian, kita dapat menggali potensi anak lebih dalam lagi.
Sekolah minggu bisa menjadi sekolah alam bagi anak-anak. Masukkanlah unsur-unsur alam dalam setiap kegiatan di sekolah minggu dan anak akan melihat betapa luar biasanya Allah melalui alam ciptaan-Nya. Edisi kali ini mengajak kita untuk melihat mengapa kegiatan alam penting dilakukan di sekolah minggu, termasuk ide-ide tentang bagaimana kita dapat melakukannya di sekolah minggu.
Selamat belajar melalui alam!
Redaksi,
Davida Welni Dana
―
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidakdapat kita lihat.
‖
— (Ibrani 11:3)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Ibrani+11:3 >
e-BinaAnak 2007
126
Artikel: Kegiatan-Kegiatan Alam: Ilmu Pengetahuan di Sekolah Minggu?
Dalam suratnya untuk jemaat di Roma, Paulus menulis, "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak
kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan" (Roma 1:20). Ketika guru
mengesampingkan alam dan ilmu pengetahuan dari pelayanan gereja untuk anak-anak, mereka mengabaikan sumber pengajaran yang mempunyai dampak besar. Tuhan sendiri menggunakan alam sebagai alat untuk mengajar. Bunga bakung, burung pipit, bahkan biji sesawi adalah alat bantu visual yang dipakai-Nya.
Para pelajar mungkin berpikir bahwa pelajaran tentang iman itu diperoleh melalui gereja atau sekolah minggu; pelajaran tentang dunia ada di sekolah, dan keduanya sama sekali tidak berkaitan. Ketika anak-anak bisa mempelajari Sang Pencipta dan ciptaan- Nya di tempat yang sama, mereka bisa mendapatkan pandangan Kristen yang benar.
Bagi anak-anak yang diajar di sekolah Kristen, dimasukkannya kebenaran Alkitab ke dalam kurikulum dapat menjadi pengalaman sehari-sehari yang berharga bagi mereka, tapi untuk kebanyakan anak, isi Alkitab harus datang dari orang tua, guru-guru sekolah minggu, atau acara-acara khusus lainnya.
Seorang guru yang ingin membawa alam ke dalam ruangan kelas tidak perlu menjadi ilmuwan. Mereka yang berhasil menanamkan rasa takjub pada murid-murid adalah mereka yang juga kagum akan ciptaan Tuhan dan memberikan ketakjuban mereka sendiri hanya dengan membagikan rasa takjub itu. Dalam semua pembelajaran,
penemuan kebenaran mempunyai dampak lebih banyak daripada yang hanya diberikan oleh seorang guru yang bertindak sebagai sumber eksklusif pengetahuan. Jawaban guru terhadap semua pertanyaan yang berkaitan dengan dunia ciptaan Tuhan haruslah,
"Ayo kita cari tahu bersama-sama!"
Pelajaran dari Kejadian yang mengungkapkan tema penciptaan memberi banyak kesempatan untuk membagikan berbagai penemuan tumbuh-tumbuhan dan hewan- hewan. Kelas yang berpusat pada alam bisa saja mengadakan kegiatan yang secara langsung menyentuh daun-daunan, tempurung, fosil, biji-bijian, dan binatang hidup (yang diawasi) secara berkala. Kaca pembesar dan mikroskop bisa meningkatkan kemauan dan kemampuan para murid untuk menyelidiki sesuatu. Buku dan majalah bisa mendorong mereka untuk menyelidiki sesuatu dengan lebih lagi. Sekali lagi kita berkata bahwa kapan pun panca indera yang terlibat dalam proses belajar lebih dari satu, maka pengetahuan akan meningkat. Bandingkan dampak yang muncul hanya dari mendengar bahwa Tuhan membuat "binatang melata" (Mazmur 148:10) dibandingkan dengan melihat dan menyentuh tikus hidup!
Tidak semua pelajaran bisa disisipi kegiatan alam. dan sangat baik untuk
menghilangkan kegiatan yang tidak mendukung dan tidak memperkuat tema utama dari kurikulum. Namun demikian, ada banyak sekali kebenaran tentang Tuhan yang bisa
e-BinaAnak 2007
127
dipelajari dari penyelidikan atas ciptaan-ciptaan-Nya dan selain itu juga ada banyak tema yang harus diperkuat oleh kegiatan-kegiatan tambahan.
Penyajian alam yang paling baik adalah secara dekat dan langsung, akan tetapi film dan buku yang dipinjam dari perpustakaan bisa pula menjadi pembangun kesadaran para murid yang efektif. Penelitian lapangan yang diadakan pada hari apa pun bisa meningkatkan pemahaman para murid dan membangun hubungan antara guru dan murid. Perjalanan ke taman, pusat alam, museum, planetarium, atau kebun binatang benar-benar bisa memperkaya pengalaman hari Minggu. Bahkan jalan-jalan di sekitar kompleks gereja atau rumah dengan panduan guru bisa menjadi kegiatan belajar yang sangat menyenangkan. Pengalaman sederhana dari mengamati perubahan cuaca melalui jendela kelas bisa meningkatkan rasa penghargaan terhadap kuasa Tuhan. Ada banyak guru yang bisa memberikan, setidaknya satu pelajaran dengan pergi ke jendela dan melihat pelangi yang baru pertama kali dilihat oleh sang anak atau kepingan salju yang turun pada musim itu. di luar negeri, guru-guru yang berpengalaman
menggunakan kepingan salju sebagai "waktu untuk mengajar". Anak-anak boleh meninggalkan pelajaran untuk sesaat, lalu guru-guru itu membariskan para murid di sekitar jendela dan menjelaskan bahwa Bapa mereka yang di surga "menurunkan salju seperti bulu domba" (Mazmur 147:16).
Karena anak kecil hanya belajar secara literal dan konkrit, sebaiknya guru tidak menggunakan simbol apa pun juga. Anda bisa menunjukkan bagaimana induk ayam merawat anak-anaknya, kemudian bandingkanlah dengan Tuhan yang ingin
memelihara kita; namun, menggunakan cangkang telur, putih, dan kuning telurnya untuk mengajarkan sifat Allah yang Tritunggal hanya akan mendatangkan masalah.
(Salah seorang guru yang menggunakan telur untuk menjelaskan masalah itu dibuat bingung dengan kuning telur yang berganda dan harus menjelaskan banyak hal.) Kesadaran untuk mengajarkan kuasa Allah dengan belajar dari alam berarti melibatkan beragam gaya belajar anak-anak. Metodenya melibatkan seni, drama, menulis, musik, dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak penelitian. Anak-anak yang tidak bicara dengan bahasa yang guru mereka gunakan, yang lemah fisik dan mental, atau yang mempunyai keterbatasan dalam belajar bisa menanggapi alam sesuai tingkat
pemahaman mereka sendiri. Kebun binatang, museum, perpustakaan, atau universitas setempat mungkin mempunyai koleksi bahan-bahan yang bisa dipinjam. Lembaga- lembaga seperti itu mungkin juga menyediakan lokakarya untuk guru-guru yang berminat mengajar secara lebih lagi tentang alam dan bagaimana mengajarkannya kepada anak-anak.
Saat kesadaran akan masalah polusi dunia berkembang, banyak pelatihan Kristen menyertakan pembelajaran alam dan perlindungan alam dalam program pendidikan luar ruangan mereka. Pelayanan anak yang memasukkan pelatihan atau retret harus memanfaatkan kesempatan itu untuk mendidik anak-anak.
Para guru harus terlebih dulu menemukan lagi rasa takjub mereka akan kuasa dan kemuliaan Sang Pencipta. Dengan demikian, mereka bisa memercikkan ketakjuban
e-BinaAnak 2007
128
yang serupa di dalam pikiran murid-murid mereka dengan memberikan kesempatan untuk melihat pekerjaan Tuhan di dunia-Nya. (t/Dian)
Bahan diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : The Complete Handbook for Children's Ministry:
How to Reach and Teach the Next Generation From Birth to Age 12
Judul artikel asli: Nature Activities: Science in Sunday School?
Penulis : Dr. Robert J. Choun and Dr. Michael S. Lawson Penerbit : Thomas Nelson Publishers, Nashville 1993 Halaman : 222 -- 224
e-BinaAnak 2007
129