Menyemangati anak-anak agar menjadi pembaca dapat dilakukan dengan melihat, membaca, dan menikmati buku bersama-sama mereka. Jika anak-anak menyaksikan buku sebagai sumber kesenangan, hiburan, dan informasi, mereka akan mempunyai dorongan yang kuat untuk belajar membaca.
Ketika melihat buku, rasa senang akan muncul tidak hanya dari melihat gambar-gambar dan mendengarkan cerita. Perhatian individual yang Anda berikan kepadanya,
kedekatan jasmaniah, perasaan hangat dan aman, semuanya akan menyumbangkan perasaannya mengenai buku. Sebaliknya, jangan pernah memaksakan buku pada anak-anak karena mereka akan memilih melakukan sesuatu yang lain.
Sikap orang tua terhadap buku.
Sikap seorang anak terhadap buku juga akan dikondisikan oleh apa yang ia saksikan dari sikap orang tuanya terhadap buku itu. Jika ia melihat orang tuanya sendiri suka membaca buku dan mengacu buku untuk mencari informasi, ia akan cenderung menganggap buku sebagai sesuatu yang dapat dinikmati dan berguna.
Belajar mengenai buku-buku dan kata-kata.
Seorang anak yang terbiasa menggunakan buku akan menyerap banyak informasi yang diperlukan sebelum ia belajar membaca. Ia akan memahami, misalnya, bahwa Anda selalu mulai dari depan dan bergerak ke belakang, dan bahwa Anda menangani tiap halaman dari atas ke bawah, dan tiap baris dari kiri ke kanan; bahwa gambar-gambar dapat membantu memahami kata-kata; bahwa kata-kata dipisahkan oleh spasi kosong;
bahwa suatu cerita mempunyai awal, bagian tengah dan akhir dan sering mengikuti pola.
'MANFAAT LAIN
Menggunakan buku bersama seorang anak juga merupakan cara yang sangat bagus untuk membantu mengembangkan daya pemahaman dan bicara, mendengarkan dan berkonsentrasi, serta pengamatannya; semuanya ini penting dalam proses belajar membaca.
Ada banyak manfaat lain dari buku. Buku membentuk suatu ikatan di antara orang- orang yang bersama-sama menikmati buku. Buku juga dapat merangsang daya khayal dan mendorong pengembangan emosional karena anak itu mulai menghargai
bagaimana perasaan orang lain. Selain itu, buku juga memperluas pengetahuan akan dunia dengan memperkenalkan kepadanya situasi-situasi baru dan memperdalam pemahamannya akan hal-hal yang telah dialaminya.
Kapan memulai?
e-BinaAnak 2007
40
Bayi kecil dapat menikmati gerakan halaman-halaman yang dibuka, bunyi kertas, dan bunyi suara Anda ketika berbicara atau membaca. Pada awalnya, mereka melihat gambar semata-mata sebagai warna-warna, bentuk, dan pola. Lambat laun bentuk- bentuk itu menjadi dikenal dan dapat dikenali dan mereka mulai menghubungkan bunyi- bunyi spesifik dengan setiap bentuk. Kemudian mereka belajar membuka halaman- halaman sendiri, menunjuk ke benda-benda (dalam buku) yang dikenalinya, menamai benda-benda itu. Mereka akan segera berbicara mengenai gambar-gambar yang dilihatnya dan kemudian mengikuti deretan gambar sepanjang sebuah buku dan mendengarkan kata-kata yang mengiringi gambar-gambar itu.
Memandangi buku sendiri.
Menikmati buku secara bersama-sama merupakan suatu bagian yang penting dari pengalaman dini, tetapi buku-buku dapat dinikmati bila dilihat sendiri dari usia dini.
Berilah semangat kepada anak sejak awal untuk melihat sendiri buku-buku. Ia akan mulai semata-mata dengan memainkannya, namun sejenak kemudian dengan senang hati ia akan memandangi gambar-gambarnya. Ini mungkin akan terjadi bila ia
menyaksikan orang-orang di sekitarnya memandangi buku-buku.
Seberapa sering?
Gunakan buku bersama putra Anda sesering ia menginginkan dan sedapatnya Anda menyisihkan waktu. Dengan bayi, terutama dengan anak yang baru belajar berjalan, hal terbaik untuk dilakukan adalah melihat-lihat buku sebentar, tetapi sering sepanjang hari.
Kemudian Anda dapat memperpanjang pertemuan tetapi mengurangi seringnya.
Secara bertahap Anda dapat memperkenalkan waktu-waktu khusus dalam sehari untuk memandangi buku bersama-sama. Paling tidak usahakan selalu ada satu pertemuan buku dalam sehari. Jika Anda memilih suatu waktu yang khusus, hal ini akan segera menjadi kebiasaan. Meskipun demikian ingatlah, jika anak Anda terlalu capai, atau semata-mata sedang tidak berselera terhadap buku, jangan bersikeras.
Tempat menyimpan buku.
Carilah tempat yang khusus bagi anak-anak untuk menyimpan buku-buku mereka. Ada orang yang menyimpan beberapa dalam kamar yang berlainan sehingga selalu ada kumpulan yang mudah diraih. Rak rendah yang dapat diraih anak dengan mudah, atau kotak dihias khusus yang ditaruh di dekat tempat yang nyaman untuk duduk akan mendorong anak-anak kebiasaan memandangi buku sendiri.
Usahakan agar tidak terlalu berhati-hati dengan buku, tetapi ajarilah anak-anak untuk tidak menyobek atau mencoret-coret buku itu. Anda dapat memberi sampul plastik buku-buku favorit agar lebih awet.
Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku: Panduan Orang Tua Usborne: Membantu Putra Anda Belajar Membaca
e-BinaAnak 2007
41 Penulis : Betty Root
Penerbit : Periplus, Jakarta 2003 Halaman : 8 -- 9
Karya Anda: Mengembangkan Minat Baca Pada Anak
oleh: Tut Wuri Handayani
Banyak orang mengatakan bahwa minat baca orang Indonesia sangat rendah
dibandingkan dari negara-negara lain, bahkan diantara negara- negara di Asia. Hal ini tidak mengherankan karena sejak kecil kita tidak dididik orang tua kita untuk mencintai buku. Kalau sama-sama diberi uang saku maka anak Indonesia biasanya akan
memakainya untuk membeli makanan jajanan. Itu sebabnya uang saku lebih sering dikenal dengan sebutan "uang jajan", karena memang tujuannya untuk membeli makanan. Jarang anak dididik untuk menggunakan uang sakunya untuk sesuatu yang lain, misalnya untuk menyewa buku atau membeli alat tulis atau buku. Hal-hal tersebut dianggap otomatis tugas orang tua untuk menyediakannya. Anak tidak diajar dari kecil untuk bertanggung jawab terhadap kebutuhannya sendiri.
Para ahli meneliti bahwa cinta buku (minat baca) biasanya lahir dari rumah. Jika orang tuanya, atau orang dewasa yang tinggal serumah, cinta buku dan senang membaca maka hampir bisa dipastikan anak juga akan gampang tertular. Jika orang tua senang membaca, maka dengan mudah buku-buku akan dijumpai di berbagai tempat di rumah.
Anak menjadi terbiasa melihat buku dan jika tidak ada yang dikerjakan maka anak yang sudah bisa membaca (mulai umur 5) akan lari ke buku sebagai tempat untuk menghibur diri.
Anak kecil biasanya mulai memperhatikan buku hanya dengan melihat gambar- gambarnya saja. Jika ia sudah puas atau bosan, maka ia akan mulai membaca kata- katanya, khususnya dari hal-hal yang menarik perhatiannya atau yang memancing rasa ingin tahunya. Sebagai pemula, anak sebenarnya tidak perlu memiliki buku yang
banyak. Cukup beberapa buku yang disukainya saja. Buku-buku tersebut biasanya akan dibacanya berulang-ulang, bahkan sampai hafal detail gambar dan isinya. di sini peran orang dewasa cukup besar untuk mengembangkan minat baca anak-anak.
Sering-seringlah tunjukkan ketertarikan Anda terhadap ketertarikannya pada buku yang dibacanya. Tanyakan siapa tokoh ceritanya, atau bagaimana akhir ceritanya. Tunjukkan buku lain yang membahas tentang hal yang sama untuk menambah informasi yang sudah didapatnya. Anak akan merasa mendapat angin kalau orang tuanya ikut memberi perhatian terhadap buku yang dibacanya. Inilah kunci untuk menolong anak memiliki kebiasaan membaca.
Anak saya Jesica, pertama kali tertarik membaca isi buku (bukan hanya melihat gambarnya saja) adalah ketika ia sudah mulai bisa membaca sendiri sebelum umur 5 tahun. Buku yang menarik perhatiannya adalah buku Ensiklopedia Mini tentang mumi.
Entah kenapa dia sangat penasaran kalau melihat gambar mumi. Dengan usahanya sendiri ia mencoba mengerti kata-kata yang menjelaskan tentang gambar mumi
e-BinaAnak 2007
42
tersebut. Memang belum fasih membaca, namun jelas dia mengenali maksud kata-kata yang dilihat di buku tersebut karena dengan serius dia berkata, "Mommy, kalau besar nanti Jesica pengin jadi archeolog". Seaneh apa pun kedengarannya, jangan sekali-kali menertawakan keinginan anak kalau Anda tidak ingin memadamkan semangatnya membaca. Jesica sekarang sudah berumur 7 tahun dan selama 4 bulan terakhir ia telah membaca 6 buku seri Narnia dan saat ini ia sedang membaca seri terakhirnya, hampir selesai ....
Bahan diambil dari:
Nama situs : SABDA Space Penulis : Tut Wuri Handayani
URL artikel: http://www.sabdaspace.org/mengembangkan_minat_baca_pada_anak
Warnet Pena: e-Artikel: Anak
==>http://artikel.sabda.org/?q=anak
Sehubungan dengan baca-membaca, ada sebuah situs yang amat baik untuk Anda kunjungi, yaitu situs e-Artikel. di dalamnya ada berbagai macam artikel yang dapat Anda baca untuk menambah wawasan dan memperkaya pemikiran Anda. Sebuah kolom khusus, kolom "Anak" disediakan bagi para pelayan anak yang ingin membaca hal-hal seputar pelayanan tersebut. Saat ini baru ada 13 artikel seputar pelayanan yang dapat Anda nikmati. Oleh karena itu situs e-Artikel membuka kesempatan bagi Anda yang ingin membagikan ide, gagasan, atau bahan seputar pelayanan anak untuk dipasang di situs ini. Mau membaca dan ikut aktif di dalamnya? Segera saja masuk ke situs ini.
Oleh: Redaksi
Mutiara Guru
―
Membaca amat berguna dan bagus untuk anak.Dan orang tua pun tahu manfaat membaca untuk mendorong anak-anak membuka buku-buku agar lebih mengenal wawasan.
‖
Dari Redaksi Untuk Anda
BERGABUNG DENGAN e-BUKU
Untuk mewujudkan anak yang gemar membaca buku memang diperlukan teladan dari Anda, para pelayan anak. Namun, apabila Anda sulit menemukan informasi buku-buku Kristen bermutu untuk dibaca, e-Buku akan hadir bagi Anda. Silakan mendaftarkan diri menjadi pelanggan e-Buku dengan mengirimkan e-mail kosong ke <subscribe-i-kan- buku(at)hub.xc.org>. Jika Anda dan teman Anda ingin didaftarkan, silakan kirim surat kepada redaksi e-Buku di alamat <staf-buku(at)sabda.org>. Maka, setiap bulannya
e-BinaAnak 2007
43
Anda akan menerima edisi e-Buku yang berisi resensi-resensi, artikel, dan informasi seputar buku Kristen. Untuk arsip edisi-edisi yang sudah pernah diterbitkan, silakan simak di alamat http://www.sabda.org/publikasi/e-buku/arsip/. Atau kunjungi situs GUBUK Online di http://gubuk.sabda.org. Jadi tunggu apa lagi? Anda ingin memberi teladan dalam hal membaca? Selamat bergabung.
e-BinaAnak 2007
44
e-BinaAnak 314/Januari/2007: Musik
Salam dari Redaksi
Musik
Salam kasih,
Musik merupakan salah satu hal yang berpengaruh pada kehidupan manusia, mulai dari bayi hingga seseorang menjadi dewasa. Dengan musik, suasana bisa menjadi lebih hidup. Selain itu, musik juga bisa menjadi sarana hiburan. Lebih dari sekadar alat untuk menghibur, musik ternyata memiliki segudang manfaat positif. Berbagai penelitian diadakan untuk mengetahui pengaruh musik pada manusia, khususnya pada anak- anak. Dalam Alkitab pun musik memegang peranan penting.
Apa yang Alkitab katakan tentang musik? Dalam salah satu artikel minggu ini bersama- sama kita dapat menambah wawasan kita mengenai hal tersebut. Setelah itu, kita juga dapat melihat pengaruh musik pada anak di artikel berikutnya. Sangat penting
membawa anak mengenal musik-musik yang baik karena saat ini musik-musik yang tidak mendidik pun kian banyak beredar. Harapan kami edisi kali ini dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan musik berdampak positif bagi anak-anak yang Anda layani.
Terpujilah Tuhan!
Redaksi e-BinaAnak Davida Welni Dana
―
Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab perbuatan-Nya mulia;baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai
penduduk Sion, sebab yang Mahakudus, Allah Israel agung di tengah-tengahmu!
‖
—(Yesaya 12:5,6)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yesaya+12:5,6 >
e-BinaAnak 2007
45
Artikel: Musik Dalam Alkitab
Tuhan Allah sangat menyukai musik. Dengan keagungan-Nya Ia menciptakan burung- burung indah yang berkicauan dengan suara merdu. Dalam kitab Wahyu kita membaca bahwa Dia yang berada di surga dikelilingi oleh musik. Pada setiap acara kebaktian di Bait Allah, musik memegang peranan yang sangat penting. Kitab 2 Tawarikh 5:12-14 memperlihatkan betapa kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Allah ketika umat-Nya mengumandangkan puji-pujian.
Musik
Musik mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap setiap makhluk hidup. Musik bisa memengaruhi pikiran dan hati manusia. Tanpa disadari, musik sangat
memengaruhi suasana hati seseorang. Karena itulah, musik sangat ditekankan dalam pembuatan reklame; menggunakan musik pada suatu reklame akan merangsang keinginan pembeli untuk membelanjakan uangnya. Musik juga memegang peranan penting dalam dunia perfilman. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana menonton sebuah film hiburan yang tidak memakai musik sama sekali. Musik menolong
seseorang dalam mengatasi suasana tegang di ruang tunggu dokter gigi; musik juga memberikan suasana yang menyenangkan di dalam sebuah restoran atau dalam sebuah super market. Tidak berhenti di situ saja, musik merupakan sebuah alat pengantara, musik sebagai sebuah pembawa berita. Kabar atau cara berpikir orang yang menciptakan musik disampaikan kepada pendengar melalui musik tersebut. Anda juga harus berhati-hati dalam memilih dan mendengarkan musik. Musik, yang
diciptakan oleh seseorang atau sekelompok musikus yang kecanduan obat bius atau yang kerasukan setan, bisa sangat mengotori kehidupan penggemar musik jenis itu.
Sebagai contoh ekstrim, kita tentunya pernah membaca atau mendengar salah satu kelompok musik terkenal di Eropa dan di seluruh dunia, KISS (1979), yang merupakan singkatan resmi dari KNIGHTS IN SATAN'S SERVICE, dalam bahasa Indonesia berarti:
"Hulubalang-Hulubalang Setan". Atau "Hamba-Hamba dalam Pelayanan bagi Setan".
Berita yang mereka kumandangkan ialah penghancuran, penyalahgunaan seks, pemberontakan, revolusi, dan sebagainya. Walaupun mereka bisa menciptakan musik yang hebat, sering kali konser musik mereka diwarnai dengan pesta-pora seks,
kemabukan, histeria, dan perusakan total di dalam gedung.
Sebaliknya, musik yang diciptakan oleh orang-orang kudus Allah, musik yang sengaja dibuat demi kehormatan Allah, akan mengangkat jiwa kita untuk mendekat kepada-Nya.
Hal ini juga tergantung pada jenis musik tertentu. Setiap jenis musik bisa diamati, apakah musik jenis tertentu digunakan untuk menghancurkan manusia atau
mengangkat jiwa manusia mendekat kepada Allah. Ingatlah akan cerita Raja Saul yang menderita tekanan jiwa. Pada saat Daud datang memainkan kecapi, Raja Saul kembali menjadi lega dan tenang.
Musik dan Agama
e-BinaAnak 2007
46
Setiap kebudayaan memiliki musiknya sendiri. Melalui peralatan komunikasi modern kita diperkenalkan dengan musik dari berbagai kultur yang sering kali jauh berbeda dengan musik kita sendiri. Misalnya, musik dari Jepang, musik tiup dari Pegunungan Andes, atau tam-tam dart Afrika Tengah. Setiap agama memperkenalkan jenis musiknya sendiri.
Dari berbagai penelitian ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan agama menyuguhkan musiknya dalam nada minor. Hampir setiap kali mereka menggunakan pertukaran nada atau irama yang menuntun pada ekstase. Siapa saja yang terbawa hanyut dalam arus ekstase, ia menemukan pintu masuk ke dalam dunia roh, dunia para dewa. Bandingkan dengan Jaran Kepang di Jawa atau tarian Cakalele di Ambon dan Minahasa atau tarian tertentu di Bali yang semuanya diiringi oleh bunyi-bunyian musik tertentu. Semuanya membuat seseorang mengalami sesuatu yang lain daripada kehidupan dunia normal.
Dengan kata lain, ia dipimpin oleh musik tersebut untuk mencapai suatu dunia lain, dunia ekstase.
Dalam suatu konser musik pop, orang juga bisa dibuat menjadi histeris, biasanya dikenal dengan istilah kehilangan diri, atau tidak bisa menguasai dirinya lagi, sering kali diikuti dengan kemasukan roh. Hal ini terjadi melalui ritme yang dimainkan oleh
kelompok pemusik tertentu. Hanya pada agama Yahudi dan Kristen, kita bisa
menjumpai musik yang memberikan ketenangan batin serta sukacita. Kita menjumpai contoh musik seperti ini dalam Perjanjian Lama, tentang bagaimana hubungan manusia dengan Allah begitu menggebu-gebu dinyatakan dalam puji-pujian untuk kemuliaan Allah. Mereka memuji Allah bukan hanya karena sukacita, tetapi juga ketika berada di jurang ketakutan atau tekanan. Pada saat seperti ini, pujian itu selalu berakhir dengan kalimat, "Tetapi hanya Engkau, oh Tuhan, yang Mahakuasa. Kepada-Mu sajalah kuserahkan diriku."
Kitab Mazmur memberikan banyak sekali contoh tentang hal-hal seperti ini. Khususnya kalau kita membaca kejadian apa yang tersirat dalam sebuah mazmur ketika pujian tersebut dibuat.
Puji-Pujian Dalam Alkitab
Mazmur dan nyanyian pujian bagi kemuliaan Allah muncul berkali-kali di sepanjang isi Alkitab. Nabi Musa menyanyikan pujian bagi Allah setelah mereka menyeberangi Laut Teberau. Pada saat itu juga Miryam mengambil rebana lalu menari yang kemudian diikuti oleh semua perempuan Israel (Keluaran 15:1-21). Debora dan Barak pun
menyanyikan pujian yang diakhiri dengan, "Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya" (Hakim-Hakim 5:31).
Kita mengenal tembang indah Hana dalam 1 Samuel 2. Dari Daud kita mengenal banyak mazmur dan pujian. Daud merupakan "Raja Agung" yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Allah. Penyebab utamanya antara lain ialah bahwa di usia mudanya ia sudah mengenal lagu pujian dan mazmur bagi Tuhan. Ratapan Yeremia tidak semuanya menggambarkan kesedihan atau kepahitan, meskipun kitab tersebut
e-BinaAnak 2007
47
ditulis pada masa kesesakan Israel. Misalnya, Ratapan 3:22-25, yang berbunyi: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
Dalam Perjanjian Baru kita juga membaca nyanyian pujian Maria serta mazmur Zakharia. Lalu, tahukah Anda berapa banyak lagu pujian yang tercatat dalam kitab Wahyu? Rasul Paulus mengajar orang Kristen yang masih muda agar bersikap sebagaimana mereka semestinya. Ia menulis kepada jemaat di Efesus, "dan berkata- katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati" (Efesus 5:19).
Inilah yang menjadi dasar terpenting bagi kita untuk bernyanyi bersama anak-anak dalam ibadah.
Bernyanyi
Jikalau musik saja bisa begitu menyentuh jiwa, apalagi kata-kata yang menceritakan tentang Tuhan yang berjalan bersama dengan musik. Musik berfungsi sebagai corong yang mengalirkan firman Tuhan ke dalam hati manusia. Maka dari itu, pemilihan kata pada suatu pujian adalah sangat penting. Kata-kata yang disarikan secara tepat akan sangat menyentuh perasaan dan jiwa setiap orang. Hasil yang lebih besar lagi ialah bila sebuah lagu pujian DINYANYIKAN SENDIRI. Apa yang dipujikan dari hati dan mulut seseorang, itulah yang akan memberkatinya.
Ada banyak anak yang sehabis bermain di pinggir jalan langsung datang berbakti dalam persekutuan kita. di luar persekutuan ini mereka tidak pernah mendengar segala
sesuatu yang lazim bagi kita. Pengertian di dalam kata-kata seperti "cinta kasih", "hidup kekal", "dosa", "surga", "pengampunan", "gembala", dan juga nama Yesus, tidak dikenal atau dipergunakan secara salah. Jika anak-anak memujikan kata-kata seperti yang dimaksudkan di atas, sebenarnya mereka meletakkan kata-kata tersebut dalam mulut mereka. Mereka mendengar bahwa mereka juga mengucapkan kata-kata tersebut. Hal tersebut jauh lebih berhasil daripada hanya mendengar orang lain menyanyikannya. Hal ini akan menolong serta mengarahkan mereka untuk mengucapkan, berdoa, dan
bersaksi.
Bernyanyi merupakan bagian dari waktu persekutuan kita, di mana anak-anak
mengambil bagian secara aktif di dalamnya. Bernyanyi bersama akan memupuk rasa persekutuan yang erat di antara mereka. Bernyanyi bersama merupakan suatu kegiatan persekutuan yang mendorong agar semua orang terlibat di dalamnya. Bila ada seorang anggota baru, maka dengan menyanyi bersama kita menyambutnya dalam
persekutuan, dan ia mengambil bagian dalam kelompok itu. Persekutuan merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam kehidupan kristen kita. dan bernyanyi bersama akan membuka jalan bagi kita untuk masuk dalam persekutuan tersebut.
e-BinaAnak 2007
48 Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Pentunjuk untuk Pengasuh Sekolah Minggu:
Anak dan Dunia
Judul artikel: Pujian dan Pemimpin Pujian
Penyusun : Tim Penulis dan Redaksi Yayasan Pekerjaan Pelayanan Anak Timotius
Penerbit : Foundation Child and World, Netherlands Halaman : 60 -- 61
e-BinaAnak 2007
49