• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Industri, Perdagangan dan Potensi Pariwisata

Dalam dokumen BAHUGA dalam tradisi Lampung (Halaman 58-62)

Peta 2. Peta Wilayah Marga sebelum tahun 1952

C. Marga Buay Bahuga dalam Wilayah Administratif 1. Aspek Geografis dan Administrasi

4. Aspek Industri, Perdagangan dan Potensi Pariwisata

Data tersebut sebenarnya dapat menjadi peluang bagi program pemberdayaan masyarakat memproduksi pupuk organik sendiri dengan modal penguatan kelembagaan. Hal ini tentunya butuh dukungan berbagai stakeholder agar petani dapat menekan biaya pertanian untuk pupuk dan pada akhirnya mendorong pembangunan Kabupaten Way Kanan.

Jenis budidaya ikan dilakukan pada media kolam dan sungai/muara. Sementara media tambak tidak ada di Kabupaten Way Kanan. Bila dilihat dari produksi tahun 2017 yaitu sebesar 1.498,54 ton, potensi perikanan Way Kanan bisa dikatakan lebih kurang dari tahun sebelumnya.

Sumber daya kehutanan Kabupaten Way Kanan terdiri dari hutan lindung dan hutan produksi. Hampir seluruh hutan berada di wilayah register, kecuali satu hutan produksi Giham Tahmi.

Beberapa Register yang ada di Kabupaten Way Kanan adalah 1) Register 24 Bukit Punggur berbatasan dengan Kecamatan Kasui, Banjit dan Rebang Tangkas; 2) Register 41 Bukit Saka berbatasan dengan Kecamatan Way Tuba; 3) Register 42 Rebang Tangkas berbatasan dengan Kecamatan Belambangan Umpu, Negeri Agung, dan Bumi Agung; 4) Register 44 Sungai Muara Dua berbatasan dengan Kecamatan Negara Batin dan Pakuan Ratu; 5) Register 46 Way Hanakau berbatasan dengan Kecamatan Pakuan Ratu, Negara Batin, dan Negeri Besar.

Data tersebut sebenarnya dapat menjadi peluang bagi program pemberdayaan masyarakat memproduksi pupuk organik sendiri dengan modal penguatan kelembagaan. Hal ini tentunya butuh dukungan berbagai stakeholder agar petani dapat menekan biaya pertanian untuk pupuk dan pada akhirnya mendorong pembangunan Kabupaten Way Kanan.

Jenis budidaya ikan dilakukan pada media kolam dan sungai/muara. Sementara media tambak tidak ada di Kabupaten Way Kanan. Bila dilihat dari produksi tahun 2017 yaitu sebesar 1.498,54 ton, potensi perikanan Way Kanan bisa dikatakan lebih kurang dari tahun sebelumnya.

Sumber daya kehutanan Kabupaten Way Kanan terdiri dari hutan lindung dan hutan produksi. Hampir seluruh hutan berada di wilayah register, kecuali satu hutan produksi Giham Tahmi.

Beberapa Register yang ada di Kabupaten Way Kanan adalah 1) Register 24 Bukit Punggur berbatasan dengan Kecamatan Kasui, Banjit dan Rebang Tangkas; 2) Register 41 Bukit Saka berbatasan dengan Kecamatan Way Tuba; 3) Register 42 Rebang Tangkas berbatasan dengan Kecamatan Belambangan Umpu, Negeri Agung, dan Bumi Agung; 4) Register 44 Sungai Muara Dua berbatasan dengan Kecamatan Negara Batin dan Pakuan Ratu; 5) Register 46 Way Hanakau berbatasan dengan Kecamatan Pakuan Ratu, Negara Batin, dan Negeri Besar.

4. Aspek Industri, Perdagangan dan Potensi Pariwisata

Industri yang ada di Kabupaten Way Kanan diantaranya adalah industri makanan ( aneka keripik, aneka kerupuk, makanan ringan lainnya, dodol, tahu dan tempe); industri pengolahan (kopi bubuk, gula aren, gula kelapa, jenis olahan kayu); industri kerajinan tangan (jenis sulaman, anyaman dan ukir); industri bahan bagunan (bata, genteng dan batako) dan industri perbengkelan. Saat ini semua desa telah dialiri listrik, namun masih ada sekitar 29.747 KK yang belum dialiri listrik.

Industri rumah tangga dapat berkembang jika di dukung dengan adanya aliran listrik yang memadai, sehingga usaha rumahan dapat meningkatkan pendapat dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Way Kanan.

Koperasi sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat turut andil menciptakan kesejahteraan rakyat. Masyarakat yang pada umumnya bekerja sebagai petani mengandalkan koperasi unit desa ataupun koperasi kelompok tani sebagai pendukung kelancaran usaha. Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi, yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Jumlah koperasi tahun 2017 mengalami penurunan yang drastis 48,74% menjadi 366 jenis koperasi. Masyarakat Kabupaten Way Kanan memenuhi kebutuhan sembako yang mayoritas dibeli dari pasar desa dan kios, karena keterbatasan pasar pemerintah yang sampai tahun 2015 jumlahnya hanya 4 (BPS 2018). Jenis pedagang terdiri dari pedagang besar, pedagang menengah dan pedagang kecil turut menghidupkan perekonomian di Kabupaten Way Kanan.

Akomodasi di Kabupaten Way Kanan belum terlalu banyak, sampai tahun 2017 baru ada 6 buah hotel yaitu Hotel Melati (Non- Bintang) yang berada di Kecamatan Belambangan Umpu dan Kecamatan Baradatu. Akomodasi juga menjadi pertimbangan bagi para wisatawan dari luar daerah karena mengingat jarak Kota Bandar Lampung menuju Kabupaten Way Kanan cukup jauh sehingga akomodasi penginapan menjadi hal yang krusial.

Pariwisata Kabupaten Way Kanan mengalami kemajuan, beberapa spot wisata menjadi incaran wisatawan untuk datang terutama melihat keindahan air terjun. Kabupaten Way Kanan disebut sebagai Negeri 1001 air terjun (terutama bagi mereka yang telah datang menikmati air terjun di Kabupaten Way Kanan). Jumlah wisatawan akan lebih ramai disaat musim mudik lebaran dibandingkan hari biasanya. Beberapa spot air terjun yang sering di eksplor diantaranya adalah seperti Air Terjun Putri Malu, Gangsa, Kereta, Cangkah Kidau, Anggal, Kinciran, Semarang, Pinang Indah

dan masih banyak lagi air terjun dengan ciri khas dan kelebihannya masing-masing. Selain air terjun di Kabupaten Way Kanan tepatnya di Kampung Wisata Gunung Batin merupakan kampung yang sangat tua dan eksotik. Kampung Wisata ini menjadi Juara 2 Kampung Adat Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia Award pada tahun 2018.

Gambar 3. Curup Gangsa, Kasui, Kabupaten Way Kanan (sumber: IG @infowaykanan)

Air Terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan Sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalui beberapa desa di Kasui, seperti Tanjungkurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya. Objek wisata ini diresmikan sebagai proyek riset pembangkit listrik tenaga mikro hidro oleh Gubernur Lampung Oemarsono pada 15 Maret 1999 (www.lampost.co).

dan masih banyak lagi air terjun dengan ciri khas dan kelebihannya masing-masing. Selain air terjun di Kabupaten Way Kanan tepatnya di Kampung Wisata Gunung Batin merupakan kampung yang sangat tua dan eksotik. Kampung Wisata ini menjadi Juara 2 Kampung Adat Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia Award pada tahun 2018.

Gambar 3. Curup Gangsa, Kasui, Kabupaten Way Kanan (sumber: IG @infowaykanan)

Air Terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan Sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalui beberapa desa di Kasui, seperti Tanjungkurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya. Objek wisata ini diresmikan sebagai proyek riset pembangkit listrik tenaga mikro hidro oleh Gubernur Lampung Oemarsono pada 15 Maret 1999 (www.lampost.co).

Gambar 4. Air Terjun Lebah, Lokasi: Bonglai, Banjit, Way Kanan (sumber: IG @infowaykanan)

Keindahan air terjun yang ada di Way Kanan sebagai bukti bahwa sumberdaya alam disekitarnya masih terjaga kelestariannya.

Oleh sebab itu agar keindahan air terjun yang merupakan kebanggaan bumi petani Kabupaten Way Kanan harus terus dijaga dengan tidak merusak sumberdaya alam pendukungnya seperti keutuhan hutan / pohon-pohon besar yang berada di hulu air terjun. Konsep wisata yang memungkinkan untuk diterapkan adalah ecoedutourism yang mencakup aspek lingkungan dan pendidikan.

Gambar 3 Kampung Wisata Gunung Batin, Belambangan Umpu (sumber: IG @infowaykanan)

Rumah adat ini diberi nama Bandun, rumah ini dibangun sejak tahun 1741 masehi. Rumah adat ini sudah berusia ratusan tahun tetapi masih tetap terlihat berdiri kokoh di Desa Gedung Batin, Kecamatan Belambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan. Struktur kayu pada rumah Bandun adalah menggunakan kayu Tampang Kelabau yang menjadi salah satu kayu terkuat dengan struktur seperti beton.

5. Karakteristik Wilayah Kecamatan Bahuga

Dalam dokumen BAHUGA dalam tradisi Lampung (Halaman 58-62)