Peta 2. Peta Wilayah Marga sebelum tahun 1952
C. Marga Buay Bahuga dalam Wilayah Administratif 1. Aspek Geografis dan Administrasi
3. Aspek Pertanian
Lahan pertanian di Kabupaten Way Kanan terdiri dari lahan basah dan lahan kering, dari segi jumlah lahan kering lebih luas (369.189 Ha) dibandingkan lahan basah (22.974 Ha). Lahan kering digunakan sebagai pemukiman, hutan negara, kebun, ladang/huma,
juga hutan rakyat, tanah yang tidak dusahakan, padang rumput, perkebunan dan penggunaan lainnya. Kabupaten Way Kanan memiliki potensi di bidang pertanian. Komoditas unggulan tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Way Kanan adalah padi dan jagung. Padi dan jagung di tanam dalam jumlah besar namun juga ada sebagian masyarakat menanam sebatas subsisten. Padi ditanam pada lahan basah yaitu sawah dan ditanam pada lahan kering yaitu huma. Produktivitas sawah jauh lebih tinggi dan ditanam 3 kali dalam setahun sedangkan huma ditanam hanya 1 kali musim dalam setahun. Selain padi dan jagung, tanaman pangan yang dtanam masyarakat adalah kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar.
Produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Way Kanan relatif rendah. Kabupaten Way Kanan sendiri masih mengandalkan produk hortikultura kiriman dari kabupaten lain, seperti Lampung Barat dan Lampung Timur. Beberapa jenis sayuran yang ditanam di Kabupaten Way Kanan adalah kacang panjang, cabe besar, cabe rawit, paprika, jamur, tomat, terung, buncis, ketimun, labu siam, kangkung dan bayam. Sementara jenis buah-buahan di dominasi dengan buah tahunan atau semusim yaitu alpukat, belimbing, duku, durian, jambu biji, jambu air, jeruk siam, manga, manggis, nangka, cempedak, nenas, pepaya, pisang, rambutan, salak, sawo, markisa, sirsak, sukun, melinjo, petai, jengkol, dan semangka.
Tanaman biofarmaka atau lebih dikenal sebagai apotik hidup biasanya ditanam dipekarangan rumah maupun di lahan huma dalam jumlah sedikit untuk kebutuhan sendiri. Jenis apotek hidup yang mudah dijumpai adalah jahe, lengkuas, kencur dan kunyit karena biasnaya sebagai bumbu wajib dapur untuk memasak pindang.
Namun jenis apotik hidup lainnya juga ditanam di pekarangan rumah ataupun kebun seperti lempuyang, temulawak, temuireng, dan temu kunci.
Perkebunan rakyat yang banyak dijumpai adalah karet, kelapa, kelapa sawit, kopi, lada, kakao, tebu dan cengkeh. Karet masih menjadi primadona tanaman perkebunan di Way Kanan. Di tahun 2017, produksi karet mencapai 93.421 ton dengan luas area tanam
juga hutan rakyat, tanah yang tidak dusahakan, padang rumput, perkebunan dan penggunaan lainnya. Kabupaten Way Kanan memiliki potensi di bidang pertanian. Komoditas unggulan tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Way Kanan adalah padi dan jagung. Padi dan jagung di tanam dalam jumlah besar namun juga ada sebagian masyarakat menanam sebatas subsisten. Padi ditanam pada lahan basah yaitu sawah dan ditanam pada lahan kering yaitu huma. Produktivitas sawah jauh lebih tinggi dan ditanam 3 kali dalam setahun sedangkan huma ditanam hanya 1 kali musim dalam setahun. Selain padi dan jagung, tanaman pangan yang dtanam masyarakat adalah kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar.
Produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Way Kanan relatif rendah. Kabupaten Way Kanan sendiri masih mengandalkan produk hortikultura kiriman dari kabupaten lain, seperti Lampung Barat dan Lampung Timur. Beberapa jenis sayuran yang ditanam di Kabupaten Way Kanan adalah kacang panjang, cabe besar, cabe rawit, paprika, jamur, tomat, terung, buncis, ketimun, labu siam, kangkung dan bayam. Sementara jenis buah-buahan di dominasi dengan buah tahunan atau semusim yaitu alpukat, belimbing, duku, durian, jambu biji, jambu air, jeruk siam, manga, manggis, nangka, cempedak, nenas, pepaya, pisang, rambutan, salak, sawo, markisa, sirsak, sukun, melinjo, petai, jengkol, dan semangka.
Tanaman biofarmaka atau lebih dikenal sebagai apotik hidup biasanya ditanam dipekarangan rumah maupun di lahan huma dalam jumlah sedikit untuk kebutuhan sendiri. Jenis apotek hidup yang mudah dijumpai adalah jahe, lengkuas, kencur dan kunyit karena biasnaya sebagai bumbu wajib dapur untuk memasak pindang.
Namun jenis apotik hidup lainnya juga ditanam di pekarangan rumah ataupun kebun seperti lempuyang, temulawak, temuireng, dan temu kunci.
Perkebunan rakyat yang banyak dijumpai adalah karet, kelapa, kelapa sawit, kopi, lada, kakao, tebu dan cengkeh. Karet masih menjadi primadona tanaman perkebunan di Way Kanan. Di tahun 2017, produksi karet mencapai 93.421 ton dengan luas area tanam
44.465 Ha. Jenis tanaman perkebunan ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Way Kanan. Luas tanaman karet terletak di kecamatan Way Tuba dan Kecamatan Pakuan Ratu.
Perkebunan cengkeh hanya ada di Kecamatan Banjit, Baradatu, Gunung Labuhan, Kasui, dan Rebang Tangkas. Tanaman Lada hanya dapat kita jumpai di Kecamatan Banjit, Baradatu, Gunung Labuhan, Kasui, Rebang Tangkas, Belambangan Umpu, Way Tuba dan Negeri Agung. Tanaman kopi paling banyak berada di Kecamatan Banjit dan Kecamatan Kasui. Perkebunan Tebu hanya dapat kita jumpai di Kecamatan Belambangan Umpu, Way Tuba, Negeri Agung, Bahuga, Bumi Agung, Pakuan Ratu, Negara Batin dan Negeri Besar. Pakuan Ratu dan Negara Batin menjadi wilayah yang paling luas perkebunan tebu karena lokasi pabrik gula berada di Kecamatan Pakuan Ratu perbatasan dengan Kecamatan Negara Batin.
Jenis ternak yang ada di Kabupaten Way Kanan adalah sapi potong, kerbau, kambing, domba dan babi. Produksi ternak di Kabupaten Way Kanan didominasi oleh kambing dan sapi potong.
Selain dua komoditas tersebut, Way Kanan menjadi pemasok babi dengan target penjualan untuk pasar di luar Kabupaten (Tangerang dan Sumatra Selatan). Usaha ternak sapi masyarakat juga di dukung dengan adanya inseminasi untuk mempercepat kembang biak dan mendapatkan kualitas ternak yang baik. Seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Way Kanan sudah memiliki Akseptor namun kebutuhan inseminasi terbanak pada tahun 2017 berada di Kecamatan Banjit, Baradatu, Pakuan Ratu, dan Negara Batin. Jenis unggas yang ada di Kabupaten Way Kanan adalah ayam pedaging, ayam petelor, ayam buras dan itik. Ayam buras adalah jenis unggas yang paling banyak dikembangbiakkan dan memproduksi telur.
Untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, biasanya dalam skala kecil rumah tangga masyarakat juga memlihara ayam dan itik untuk konsumsi sendiri.
Petani di Kabupaten Way Kanan masih sangat bergantung pada pupuk kimia bersubsidi untuk menunjang produksi pertanian.
Pada tahun 2017 total penggunaan pupuk bersubsidi berjumlah 31.451 ton.
Data tersebut sebenarnya dapat menjadi peluang bagi program pemberdayaan masyarakat memproduksi pupuk organik sendiri dengan modal penguatan kelembagaan. Hal ini tentunya butuh dukungan berbagai stakeholder agar petani dapat menekan biaya pertanian untuk pupuk dan pada akhirnya mendorong pembangunan Kabupaten Way Kanan.
Jenis budidaya ikan dilakukan pada media kolam dan sungai/muara. Sementara media tambak tidak ada di Kabupaten Way Kanan. Bila dilihat dari produksi tahun 2017 yaitu sebesar 1.498,54 ton, potensi perikanan Way Kanan bisa dikatakan lebih kurang dari tahun sebelumnya.
Sumber daya kehutanan Kabupaten Way Kanan terdiri dari hutan lindung dan hutan produksi. Hampir seluruh hutan berada di wilayah register, kecuali satu hutan produksi Giham Tahmi.
Beberapa Register yang ada di Kabupaten Way Kanan adalah 1) Register 24 Bukit Punggur berbatasan dengan Kecamatan Kasui, Banjit dan Rebang Tangkas; 2) Register 41 Bukit Saka berbatasan dengan Kecamatan Way Tuba; 3) Register 42 Rebang Tangkas berbatasan dengan Kecamatan Belambangan Umpu, Negeri Agung, dan Bumi Agung; 4) Register 44 Sungai Muara Dua berbatasan dengan Kecamatan Negara Batin dan Pakuan Ratu; 5) Register 46 Way Hanakau berbatasan dengan Kecamatan Pakuan Ratu, Negara Batin, dan Negeri Besar.