• Tidak ada hasil yang ditemukan

Banyaknya tugas atau urusan pemerintahan yang memang harus dilaksanakan secara ilmiah jika ingin berhasil

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 90-127)

HUBUNGAN IIMU PEMERINTAHAN DENGAN ILMU HUKUM

4. Banyaknya tugas atau urusan pemerintahan yang memang harus dilaksanakan secara ilmiah jika ingin berhasil

5. Negara kita "berbobot" pemerintahan, banyak atau

kebanyakan penyelenggaraan urusan l/ang menyangkut hajat

hidup

rakyat banyak diselenggarakan oleh pemerintah.

Dialektika Ilmu Pemerintahan 76

cukup

menarik hati ucapan Gladden

di

dalam bukunya yang berjudul

The Essenti.als of Administration, halaman 30:

*Public

administratiory on its otun part has to do onfit with the adrninistratine actiuitins oif gouanmmt and quasigounnmmt bodizs. As an attiuiE, thtrefore, it is but oru aspect of

the whole art of gouunmmt. It refucts the peculinr charactzristirs ofgouunmmt ictiplE, and uarizs, not onl2 uith the dffumt fipes of gounnmmt organilati.on but ako

atn iu

extunt to whirh gouunmmt mters into the whole actiuiEt oif the communiEt".

Adapula sarjana administrasi negara yang secara pasti memberi perumusan tentang administrasi negara, tetapi secara tidak sadar perumusannya itu tidak lain daripada perumusan pemerintahan dalam arti luas.

Ilmu

pemerintahan menjadi ilmu langka yang memerlukan pelestarian.

Sebenarnya, pelestarian bisa berlangsung tanpa usaha

ilmu

pemerintahan sendiri, sehingga pengembangan

ilmu

pemerintahan hanyamemerlukan dorongan tambahan. Dewasa ini, ilmu pemerintahan seperti berada pada kubu terakhir, yaitu dalam wadah Institut

Ilmu

Pemerintahan berikut ApDN-nya, dalam arti yang paling sempit pula yaitu sebagai ilmu terapan dalam bidang Departemen Dalam Negeri.

Eksistensi ilmu pemerintahan sebenarnya merupakan hal yang logis dan perkembangannya yang pesat adalah suatu keharusan, karena dewasa

ini

kiranya tidak bisa masuk akal bila pemerintahan dilaksanakan tidak secara

ilmiah,

karena

makin

kompleksnya kebutuhan manusia yang menuntut pelayanan lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Berhubung dengan keadaan dan nasib yang menimpa ilmu pemerintaha' seperti dikemukahan

di

atas, bahasan

ini

mencoba

turut

menggalakkan perkembangan dan penerapan ilmu pemerintahan di bidang pendidikan tinggi maupun dalam pelaksanaan pemerintahan. Bahasan ini ditutup dengan harapan semoga para alumni IIP menjadi pendukung dan pendekar ilmu pemerintahan.

llnu

Pemerintahan

Suatu studi tentang ilmu pemerintahan wajar kiranyajika dimulai dengan pertanyaan yang tampaknya paling mudah, tetapi jawabannya paling sulit ialah: 'Apakah pemerintahan?" Dahulu,

jika

ada pertanyaandemikian cukup dijawab dengan satu perumusan yang menarik tentang pemerintahan, tetapi sekarang tidaklah demikian, lebihJebih lagi karena yang dimaksud dengan pemerintahan itu merupakan suatu ilmu pengetahuan, ilmu terapan maupun ilmu yang murni.

Hubungan Ilmu Pemerintahan dengan Ilmu Hukum 77

Pada abad ke-20, berkembang

ilmu

pemerintahan, yang mengajarkan bagaimana dinas umum harus diselenggarakan agar kepentingan dan kebutuhan rakyat dapat dipenuhi sebaik-bzLiknya dengan daya guna dan hasil guna yang tertinggi.

Ilmu

pemerintahan :ttau ajaran pemerintahan berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial lainnya yang ntengandung unsur pengurusan dan peraturan kepentingan rakyat, seperti

ilmu politik, ilmu

negara,

ilmu hukum, ilmu

administrasi, ilmu ekonomi, darr sebagainya. Ilmu pemerintahan mempelajari

"pemerintah" dalam arti seluasJuasnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa semua ilmu pengetahuan, yang sebagian atau seluruhnya berkaitan dengan penentuan kebij aksanaan dan p,enyelengg araan pemerintahan, pada akhirnya

t.r-rluru

di ilmu pemerintahan. Konsekuensinya ialah bahwa semua eksekutif (pemerintah) harus menjadi seorang spesialis pemerintahan, tak ada bedanya d..rgun dokter ahli penyakit dala,m atau internist. Tetapi, bidang penyakit dalam mencakup sub-bidang jantung;, paru-paru, lambung, dan lain-lain sehingga di bidang penyakit dalam dokt,:r tersebut merupakan seorang dokter umum.

Demikian pula, seorang spesialis pemerintahan dilihat dari segi pemerintahan yang beraneka ragam dan warna-warni itu, merupakan seorang generalis, yaitu pejabat yang mengetahui dan p,:ngerti tentang ilmu lain yang berkaitan dengan pemerintahan. Memang kedengarannya janggal ada seorang spesialis yang generalis, tetapi kenyataan menrang demikian.

Goresan pada batu-batu diLberbagai kuil di Mesir dan bata di Babylonia, adalah fakta yang jelas tentang telah adanya negara sejak

+

4000 tahun SM.

Demikian pula berikutnya, sep,:rti zaman Ramses

I, II,

dan

III

di Mesir yang membuat kuil dan piramida, Confusius di Cina kuno, di Romawi, Yunani dan sebagainya, terdapat bukti sejarah tentang adanya negara-negara besar' Ada negara berarti ada pemerintah dan pemerintahan. Pemerintah besar dan kuat menunjukkan betapa hebatnya seni memerintah. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ilmu pemerintahan atau lebih tepat seni pemerintahan telah berkembang sejak beribu-ribu tahun Sebelurn Masehi. Latar belakang sejarah di"claitn" pula

oleh ilmu-ilmu lain, seperti ilmu politik, hukum, administrasi, dan sebagainya, hal mana mudah dipahami karena segala kekuasaan pada satu tangan, yaitu biasarrya raja, rajayang absolut. Segala kegiatan perilaku hukum, politik, administrasi negara atau pemerintahan bera.sal dan bersumber dari serta berpusatpadataja' Banyak pula karya yang tidak langsung mengenai ilmu pemerintahan sudah bisa dijumpai sejak + 400 tahun Sebelum Masehi, seperti Politein karya Plato, Politica karya Aristoteles, dan karya X,enophon tentang cara peningkatan pendapatan negara. Meloncat ke abad 13 terdapat bt;1rrt Regimme Principum karya Thomas Aquinas, abad ke-15 buku Tinn Ljtius stsunan Niccolo Machiaralli, abad ke-16 Dialektika llmu Pemerintahan

buku Grotius berjudul fure Belli ac Pacis, ada IzaiathankaryaThomas Hobbes.

Pada abad

ke-l7,John

Locke menampilkan teorinya tentang pembedaan kekuasaan pemerintahan, yang dibahas dalam bukunya Two Tieatises on Cfuit Gouernmmt, yang kemudian dikembangkan menjadi teori yang dikenal sebagai Trias politica oleh Montesquieu pada abad ke-lB, yang dibahas dalam bukunya Espit dts Inis. Pada abad yang sama', terdapat karyaJeanJacques Rousseau berjudul Contract Socind disusul oleh tulisan L.P wan de Spiegel langsung tentang ilmu pemerintahan berjudul Regeerkunde, yang berarti ilmu memerintah atau ilmu pemerintahan.

Apakah ilmu pemerintahan merupakan ilmu pengetahuan? Ada baiknya jika jawaban atas pertanyaan tersebut didahului oleh pertanyaan: apayang

dapat disebut ilmu pengetahuan? Istilah ilmu pengetahuan diturunkan dari kata "pengetahuan", yang berarti hal mengetahui sesuatu atau segala apa yang diketahui.Jika ada sekelompok pengetahuan yang berkaitan satu sama lain dan tersusun rapi, maka kelompok pengetahuan tersebut merupakan satu

"ilmu pengetahuan". Tetapi lukisan ilmu pengetahuan tadi dipandang terlalu sederhana untuk disebut sebagai suatu rumusan. Sehubungan dengan hal

di

atas, berikut

ini

disajikan beberapa rumusan yang disusun oleh para ahli.

Perumusan mereka tentu saja tidak sama, ada yang syaratnya "berat" ada pula yang "ringan" untuk dipenuhi agar studi yang bersangkutan bisa digolongkan sebagai suatu ilmu pengetahuan.

Kamus Webster menerangkan:

A branth of study cmmnzd with obsautilm and clnsificatian offatts (suatu cabang studi yang bersangkutan dengan observasi dan klasifikasi fakta-fakta).

Arry branch of systnnatiaed knowbdge considered as a futd of sndl (tiap cabang pengetahuan yang disistematisasikan yang dipandang sebagai suatu bidang

studi).1

Rumusan lainnya ialah:

The sum

of

coodinated knowledge relati.ae to a determined subject (keseluruhan pengetahuan yang dikoordinasi dan berkaitan dengan subjek tertentu).2 Pasteur mengemukakan runusan sebagai berikut.

I{rwwlzdge,gainrdfu't gtsternntit obsautia expnimmt; mdreasoning@engetahuan, yang diperoleh dengan observasi sistematis, percobaan dan pertimbangan ukul).,

Webster's Students Dictionary, Merrian-Webster, C & C, Meriam Compmy

contemporary Prlitical Science: ASuroey of Method, Reseach md reaching (pris), uNESCo, 1950, hal.4

Dikutip dari George, Simpson, Man In Society: Preface to Sociology and the Social Sciences, Doubleday

& Co, Garden City, New York, 1955, hal. 6

Hubungan Ilmu Pemerintahan dengan llmu Hukum

Perumusan

Bertrand

Rusr;el sebenarnya sama dengan perumusan- perumusan di atas. Perumusann';ta:

Science, as the name implics, is prbnarilt knowledge; b1,t conuention it is knowledge

of

certain kind, namell, wich seeks gmeral laws connecting a number of particularfacts (ilmu pengetahuan, sebagaimana terkandung dalam namanya, terutama adalah pengetahuan, yang mencari

hukum

yang menghubungkan sejumlah fakta tertentu).4

Gladden menganggap ilmu pengetahuan sama dengan keterampilan, tetapi keterampilan ini diperoleh melalui pelatihan dan studi. Rumusan Gladden:

A scinnce is concerned with trained skill and presupposes knowledge acquired fut stud2 (suatu ilmu pengetahuan adalah keterampilan yang terlatih da.n praduga yang diperoleh dengan studi).s

Maclver memberi perumusan yang paling singkat dan sederhana, sebagai berikut.

There is an irnportant bod2 of systematic knowledge about... This bodlt ttf knowledge

may propert2 be named a science. We do not talu sides with the purists zaho dury the titte

of

"science" to any knowledgt that does not presmt us uith eternal lauts or that cannot be expressed in quantitatizte terms (ada suatu kelompok pengetahuan yang disistematisasikan tentang .... Kelompok pengetahuan

ini

secara tepat dapat disebut ilmu pengetahuan.

Kita

tidak sependapat dengan orang puris, yang menolak sebutan

"ilmu

pengetahuan" bagi setiap pengetahuan yang tidak da;pat menyajikan kepada

kita

hukum yang abadi atau yang tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif).('

Dengan kata "ilmu pengetahuan" orang menu njrtkan, patnrna, pengetahuan itu sendiri;pengetahuan seseorallg tentang sesuatu. Kata tersebut menunjukkan keadaan seseorang yang mengetahn. Kedua. kata "ilrnu pengetahuan" tersebut menunjukkan keseluruhan yang diketahui, dan akhirnya, pengertian terakhir dapat dibatasi sampaipada satukesatuanpengetahuanyangberhubungan satu samalain, yang disusun menurut azas-azas tertentu. Pada penyusunan tersebut ditetapkan sistem-sistem tertentu yang meng;andung azas yang telah diterima secara umum, dan telah diolah sampai pada suatu tingkat kesempurnaan yang titggr. Dengan demikian, "ilmu pengetahuan" diartikan sebagai satu namajenis untuk sejumlah bagian yang berdiri sendiri tentrmg apa yang dikenal oleh manusia. Tiap ilmu pengetahuan meliputi satu bidang yang luas, yang dikaitkan satu seLma lain dalam a Friedman, The Principles of Scientific Recearch, 1950

5 EJ.Gladden,TheEssentialsofPlDlicadministration,AStaplesPublication,Longon,l99Thal.

6 R. M. Maclver, The Web of Govemment, The \4acMillm, New York, 1959'

Dialektika Ilmu Pemerintahan

hubungan sistematis tertentu. oleh karena itu, ilmu pengetahuan dapat dipelajari dan dilukiskan serta disampaikan kepada orang lain.7

Dari

rumusan-rumusan

di

atas, jelas kiranya bahwa ilmu pemerintahan mampu memenuhi syarat-syarat ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pemerintahan dengan lega bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan. Ilmu pemerintahan terdiri atas sekelompok pengetahuan yang sejenis berkaitan satu sama

lain

dan tersusun secara rapi, teratur dan sistematis. Ilmu pemerintahan lebih cenderung merupakan

ilmu

pengetahuan yang diterapkan atau "toegepaste wetenschap',

daripada ilmu pengetahuan yang murni. Jika Maclver mengatakan: *when ue speak oif a scimce Ef gouernment we are not raising doubts concerning thefeasibiliy)

0f

Political Sciznce",8 ia mengakui adanya ilmu pemerintahan sebagai suatu ilmu pengetahuan. Lebih-lebih lagi van Poelje, yang memberi judul pada bukunya:

" Bestuurskunde" atau Ilmu Pemerintahan.e

Dari segi lain, tampak sebagai suatu hal logis bahwa ilmu pemerintahan itu ada.

Kemajuan zarnan, keadaan danpemerintahan dewasainikiranyatidaklayakuntuk dilalsanahan secara tidak ilrniah ,hanyadilandaskan pada perasaan, pengalaman ataupun bakat. Tidak mungkin pemerintahan tidak ilmiah dapat mencapai sukses yang maksimal, tidak mungkin pemerintahan tidak ilmiah dilaksanakan dengan cepat dan tepat oleh siapa punjuga dengan daya guna dan hasil guna yang setinggi mungkin, karena kebutuhan dan kepentingan masyarakat sudah terlampau rumit untuk dilayani hanya dengan pemerintahan tidak ilmiah.

setelah

ada keyakinan bahwa

ilmu pemerintahan

merupakan

ilmu

pengetahuan, maka masalah berikutnya ialah apakah yang dirnaksud dengan ilmu pemerintahan

itu

sendiri? Apakah ilmu pemerintahan merupakan ilmu mengenai bagaimana seharusnya rakyat diperintah atau tentang bagaimana rakyat bisa diperintah? Jawaban atas pertanyaan terakhir diharapkan dapat memberi rumusan tentang

ilmu

pemerintahan. Pertanyaan

renang

apa yang dimaksud dengan ilmu pemerintahan biasanya dijawab dengan suatu perumusan. Tetapi sebagaimanahalnya dengan

ilmu

pengetahuan sosial lainnya, perumusan ilmu pemerintahan belum memperoleh kesepakatan semua pihak atau sebagian terbesar para sarjana yang bersangkutan. Sebenarnya, keberlainan, bahkan bertentangan pendapat

di

dalam

ilmu

pengetahuan merupakan suatu hal yang lumrah.Justru pertentangan pendapat itulah yang mengembangkan

ilmu

pengetahuan. Perbedaan pendapat termaksud tidak

G A. vm Poelje, Algemene Inleiding tot de Bestuurskunde, Alphen aan de Rhijn, N. Smson N.v, 1953, hal. 2 Maclver, R.M., Iie Web of Governmenr, The Macmillm Company, New york,1959,ha1.7

Vm Poelje, op. clr

Hubungan Ilmu Pemerintahan dengan Ilmu Hukum

lain disebabkan oleh perbedaarr suatu pandangan orang yang melukiskan ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Kadang-kadang waktu dan tempat turut mempengaruhi, sehingga nrempertajam perbedaan, bahkan bisa sampai menimbulkan adanya paham baru'

Perlu mendapat perhatian bahwa definisi tidak merupakan syarat untuk eksistensi suatu ilmu pengetahuan.

Ilmu-ilmu

sosial yang sudah lebih lama berdiri sendiri pun belum memj.liki definisi yang mantap yang diterima oleh semua pihak, misalnya ilmu politik, ilmu negara, ilmu administrasi publik, dan sebuguinyu. Mengenai

ilmu

hukum, dikatakan oleh Immanuel

Kant,

"Noch

suchen die furistm nach eine Defuition Zu ihrun Begriffe uon Recht" (sampai sekarang para

ahli

hukum masih mencari pelumusan tentang pengertian hukum).ro Demikian pula mengenai

ilmu

politik, sebagaimana dikatakan oleh

Miriam

Budiardjo, "setiap kali para ahli berkumpul, maka sukar bagi mereka untuk mencapai persetujuan mengenai pendefinisian ilmu hukum"' I I

Hal yang menarik dari belbagai perumusan mengenai ilmu pengetahuan yang sama ialah bahwa perumutian tersebut saling bertumpang tindih, bahkan pada hakikatnya adalah sama. Kadang-kadang perumusan beberapa

ilmu

pe.rgetahrran tampak sama. D,:mikian pula mengenai

ilmu

pemerintahan,

i.nrriri.ryu

bisa berbentuk definisi ilmu politik, ilmu negara, ilmu administrasi publik. Berikut ini disajikan perumusan menurut beberapa ahli"

1.

Van Poelje memberi perumrrsan sebagai berikut'

De beshmrslza ak lza uan hzt oualrcidshnndzbn (ajaranpemerintahan sebagai ajaran tentang perbuatan pemerintahan), dan pemmusan lainnya: De beshrurskunde leert hoe men de openbare dienst het beste inricht en leidt (ilmu pemerintahan menagjarkan bagaimana mengatur dan memimpin dinas-dinas umum sebaik mungkin).12

2.

Perumusan Maclver.

Thue is an important bod2 of s_ystematic knowledge about the conditions under which

ffirent

fiipes of goaernmmt emerge, about the characteristics of the

ffirent

types, about

the relations of the gouernmmt to the goanned in dffirmt historical sitttations, about the modes in uhich gouunment carfy out on theirfunctions according to their kind, and so

fnrth. Thi; bodlt of knoruledge m,t1t propult be named a science (ada suatu kumpulan pengetahuan yang sistematis keadaan negara, tentang keadaan yang

ro DikutipdariVmApeldoorn,L.J,lnleidingtotaleStudiesvanhetNederlandseRecht,N.Y,IJnitgevr:rs-Mmtschappij'W E'

F. Tjeenk Willink, Zwolle, 1952, hal. I

lr Miriam Budimdj o, Dasar-dasar llmu Politik, PT. Gmedia, Jakarta, l9TT' h^ "'

t'? Van Poelje, op.cit

Dialektika Ilmu Pemerintahan

menyebabkan timbulnya berbagai tipe pemerintahan, tentang hubungan antara pemerintah dan yang

diperintah

dalam keadaan sejarah yang berbeda, tentang cara-cara pemerintah melaksanakan fungsinyu

r.r.rui

dengan jenisnya, dan seterusnya. Kumpulan pengetahuan ini secara tepat dapat dinamakan ilmu pengetahuan). 13

Jika perumusan ilmu pemerintahan disusun dari berbagai sudut pandangan, maka sejumlah rumusannya adalah sebagai berikut.

3.

Ilmu Pemerintahan mempelajari gejala-gejala pemerintahan.

4.

Ilmu Pemerinrahan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari pemerintah dalam pelaksanaan tugasnya.

5. Ilmu

Pemerintahan mempelajari, menganalisis, dan mengobservasikan segala perbuatan pemerintah dalam menyelenggarakan fungsinya.

6. Ilmu

Pemerintahan adalah ilmu pengetahuan mengenai pemerintah dan pemerintahan; ilmu ini mempelajari lembagalembaga masyarakat, bentuk dan sistem pemerintahan, kegiatan pemerintah yang bersangkutan dengan peraturan perundang-undangan, menentukan kebijaksanaan

politik

dan mempelajari masalahmasalah pemerintahan serta mempelajari segala perbuatan dan tingkah laku pemerintah.ra

Telah diterangkan bahwa pemerintahan telah

dipelajari

sejak

+

500 tahun sebelum Masehi, bahkan beribu-ribu tahun sebelumnya, sejak raja-raja besar di wilayah Mesir. Demikian pula di India, Cina, bahkan

di

Indonesia, hanya saja di Indonesia baru sejak

*

abad ke-15. Hastrabrata, yang diberikan sebagai wejangan Rama, yang sebenarnya menjadi putera mahkota negara Ngalenaka, kepada adiknya seayah bernama Gunawan yang diangkat menjadi raja Ngalengka menggantikan ayahnya,merupakan salah satu contoh tentang adanya Filsafat Pemerintahan. Cerita wayang demikian biasanya diberikan pada upacara tertentu

diiringi

alunan gamelan dan nyanyian yang merdu, justru pada larut malam. Penontonnya banyak dari kalangan pemerintahan,

sehingga ajaran mengenai pemerintahan dapat lebih baik dipahami.

Jika apa yang dilakukan oleh Plato, dan para filsuf rainnya dan apa yang tercantum di dalam karya mereka dan

juga

apayangdijumpai di India,

cina

dan Indonesia

itu

dipandang sebagai aspek negara, yaitu aspek pemerintah, maka

ilmu

pemerintahan merupakan

ilmu

sosial yang usianya sangat tua, bahkan mungkin yang tertua, sebagai ilmu pengetahuan yang menurunkan ilmu-ilmu lain yang ada kaitannya dengan pemerintahan.

t3 Maclver, op. cit

'o Bayu Surymingmt, Mengenal Ilmu pemerintahm, Aksara Baru, Jak ata, 197 9, hal

Hubungan Ilmu Pemerintahan dengan llmu Hukum 83

Akan tetapi,

jika ilmu

pemr:rintahan dipandag sebagai salah satu ilmu sosial saja, yang harus mempunyai dasaq kerangka dan sasaran serta ruang lingkup yang jelas, maka ilmu pemerintahan tergolong pada ilmu yang relatif muda, bahkan mungkin yang telmuda dan belum memasuki usia dewasa bila dibandingkan dengan ilmu lain, seperti sosiologi, ilmu jiwa, dan sebagainya.

Ada

beberapa

istilah

yang pengertiannya sangat dekat dengan

ilmu

pemerintahan, yaitu sci.ence of gouernmmt yangberarti ilmu untuk memerintah urur, -.rry.lenggarakan pemerintahan

ilmu

untuk memerintah

ini

mungkin yang paling banyak mengandung kadar

"art",

yaittt seni atau j]uga "craft", yaitu

lerajinan,

kecakapan' Istilah lain yang

juga

dekat dengan pengertian

istilah ilmu

pemerintahan, talith " s cienffic gou ernment" atan pemerintahan yang

ilmiah.

Selanjutnya, istila.h "gouernmental sciences", atau dalam bentuk rumpun "gouernmental science", yaitu

ilmu-ilmu

pemerintahan.

[lmu-ilmu ini

masing-masing mengandung sedikit banyak kadar pemerintahan, seperti

ilmu

administrasi pemerintaharl atau administrasi negara,

ilmu

negara dan sebagainya, dengan lain perkataan semua ilmu tersebut mempunyai tumpang tindih dengan ilmu pemerintahan.

S as

aran lhnu

P

ernerintahan

Apakah sasaran atau titik biclik ilmu pemerintahan? Yang dimaksud dengan sasaran dalam naskah ini ialah "subject mattey'', yaitu hal yang menjadi subjek, at2' "focus of interesf'yaitu pusat perhatian, atan "attihtde of mint' , yaitu corak

pikiran,

atau "selectiue interest" , yaitu perhatian terpilih ) atalu "onderwerp"

'

yaitts

pokok hal.

Sebenarnya, sasaran ilmu pe,merintahan sudah bisa ditimba dari perumusan ilmu pemerintahan yang telah rJiajukan di atas, yaitu "pemerintahan" dalam

arti

seluas-luasnya, segala sesuatu tentang pemerintah atau pemerintahan, hal ihwal tentang pemerintah dan pemerintahan' pemerintah dalam keadaan

"diam"

dan dalam keadaan "t)ergerak", secara ringkas segala sesuatu yang memakai bendera atau label peimerintah.

Sasaran ilmu-ilmu sosial pad:r umumnya termasuk ilmu pemerintahan, bersifat selalu berubah-ubah sesuai dengrn keadaan. Memang sifatyang tetap pada gejala sosial ialah sifat yang selalu berubah-ubah. Beberapa ilmu sosial kadang-kadang mempunyai sasaran yang sama. Yang berbeda ialah sudut pandangnYa, misalnya sasaran ilmu pemerintahas deng'an sasaran ilmu negafa, atau dengan sasaran ilmu politik, atau dengan sasaran ilmrr administrasi publik adalah sama, tepatnya

titik

bidik semua ilmu, termasuk berzLda pada bidang tumpang tindih.

Dialektika Ilmu Pemerintahan

Bandingkan sasaran ilmu politik, ilmu negara dan ilmu administrasi publik di bawah ini. Gettel merumuskan sasaran Ilmu Politik sebagai berikut:

It

deak zuith the associntion of human beings thatforms political units, with the organi4tiaru of the,ir gounnmmts, and with the actiaitits of tfuse gouunments in mahing and administering law in carryirg on tntersnte relations. It dstk with those relatians among human beings ruhirh come under sttttu regulations, unth the relatiltru of indiniduak or groups to the stute itseS and with tlu relatinru of states to otlur states.... (ilmu politik mempelajari asosiasi manusia yang membentuk unit-unit politik, organisasi pemerintahannya dan aktivitas pemerintahan

ini

dalam pembuatan dan administrasi hukum dan dalam melaksanakan hubungan antarnesara. Ia menyelidiki hubungan antarmanusia yang diatur oleh peraturan negara, hubungan antarindividu atau kelompok dengan negara sendiri dan hubunsan antarnegara dengan negara lain ...).15 Kranenburd merumuskan ilmu negara sebagai: De algemene staatsleer heefi tot uoonuerp aan onderloek de staat. ,Qj tracht het ontstaary het zue4q de wormen de staat na tE gaan (ilmu negara umum mempunyai sebagai sasaran: negara.

Ilmu

tersebut berusaha mempelajari terbentuknya, hakikat dan bentuk-bentuk negara). 16

Jika dilihat pemmusan di atas dapat dikatakan bahwa yang dijadikan sasaran oleh ilmu negara adalah negara dalam keadaan "diam". Tetapi negara dalam keadaan "bergerak" menjadi sasaran ilmu pemerintahan.

Sasaran ilmu administrasi publik, kiranya dapat dicari dari ungkapan Dimock berikut inr: Lilrc politits adminisnation is thz sh@t of z.uhat people uant through Gouanmmt and hou tfu2 go aboutgettingit. A&ninistration ako anplmsi4es the concretu asputs of tfuruthods aril procedures of Gouerrunmt, consequrntl2

ir

sndl 0f publit adtninisnatinn is as much uith

Goaernrnent does as it with how it is dane (seperti ilrnu politik, ilmu administrasipun merupakan suatu ilmu tentang apa diinginkan oleh ralyat melalui pemerintah dan apa yang dilakukannya untuk mencapai keinginannya. Ilmu administrasi memberi tekanan pada aspek-aspek yang konkret tentang cara dan prosedur pemerintahan, sehingga karenaitu ilmu administrasipublikmempelajari baik apayang dikerjakan oleh pemerintah maupun bagaimana pekerjaan tersebut diselesaikan). I 7

Jelas, kiranya bahwa ketiga sasaran di atas adalah sasaran ilmu pemerintahan

juga.

Demikian rupa, sehingga

ilmu

pengetahuan yang berkembang dan bertinggal landas dari sasaran di atas dapat di "claim" sebagai ilmu politik, ilmu negara, ilmu administrasi publik atau ilmu pemerintahan. Sebagai akhir sub- bagian ini, dapat disimpulkan bahwa sasaran ilmu pemerintahan adalah segala r5 Raymond G. Gettel, Political Science,Cinn Comp., Boston, 1933, hal.3-4

'o George Jelinek,Algemeine Staatslehre, ENSIE, Jilid X,Amsrerdam, 1952, hal. 13

r7 Marshal E. Dimock & Gladys O. Dimock, Public qdministrarloa, Rinehart & Compmy,Inc. New York, 1953, hal. iv

Hubungan Ilmu Pemerintahan dengan Ilmu Hukum 85

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 90-127)