• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU PEMERINTAHAN DAN ILMU POUTfK: SUATU PENGANTAR

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 81-86)

ILMU PEMERINTAHAN DAN

Republiklndonesiapadaawal]<emerdekaannya.Halinidapatdimengerti

karena

kita

masih kekurangan tenaga

terampil di

bidang pemerintahan' Aparatur pemerintahu., yurr! tadinya-diisi oleh para pejabat Belanda harus diganti oleh bangsa IndonesL dalam jumlah yang besar.

Dari

gambaran ini, dalat disimp,rlkan buh*a pembentukan studi ilmu pemerintahan pada mulanya adalah untuk memenuhi kebutr:han sesaat yang sangat mendesak' Tujuan

ini

mempunyai akibat terhadap kurikulum jurusan ilmu pemerintahan' yaitu bahwabanyakdiantaramatakuliahyangditawarkanmengandungunsur-unsur praktis yang diperlukan para pejabat pemerintahan'

Studi ilmu politik yang dipr:rkenalkan belakangan mempunyai

ciri

yang lain. pada waktu

p.-b.rrtit

ur,ryu di

uI,

tidak ada pemikiran bahwa tujuan pendidikan adalah untuk memr3nuhi kebutuhan tenaga pamollg praja yang mendesak.olehkarenaitu,Ulrlapatlebihmudahmengarahkanorientasinya

fada

studi ilmu

politik

yang lebih be_rsifat teoretis tanpa terikat oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan'terr.entu. Model yang dipergunakan adalah model AS (Amerika Serikat) karena st:bagian besar para pendirinya berpendidikan AS. perkembangan siudi ilmu

l,oliiik

di

UI

pada masa-masa selanjutnya juga menunjukkan pengaruh AS yalrg sangat besar'

Dilihatdarikurikulumnya,studiilmupemerintahanberbedadaristudi

ilmu politik. IImu pemerintaharr mempunyai beberapa mata kuliah yang dapat dikategorikur, ,.bugui milik ilmu

ud-irririruri,

juga ada beberapamatakuliah yang ilersifat prakiis yang mernberr,f<11 keterampilan yang diperlukan para calong pamong

p,niu' Ilitu politik

lebih berat pada penguasaan teori-teori ilmiah dan sangat

,.aiu,

mem.berikan mata kuliah yang bersifat praktis dan mengandung keteramPilan'

Namun demikian, ilmu pt:merintahan masih dianggap lebih dekat pada

ilmupolitikdibandingku,'d.',,ganilmuadministrasimaupunilmu-ilmu

sosial lainnya karena Jdunyukemiripan yang sangat besar dalam kurikulum keduanya.Halinidiperkuatolehadanyapandanganbahwailmupemerintahan,

ilmuhubunguni.rte,"asional,danilmupolitikmerupakansuatukesatuan'

Pandangan ini menjadi dasar bagi pembentukan Asosiasi IImu Politik Indonesia (AIPD pada awal 1985 yang ilnggota-anggotanya adalah sarjana-sarjana di bidang ilmu pemerintahan,

il'n" h"b""gan

internasional' dan ilmu

politik'

Di AS sendiri, tidak terdapat perbedaan antara Departrncnt of Gounnmm dengan Deparhnntt of Poliacal Sci.ercedia' hal kurikulum dan fokus studinya' Kedua istilah Ilmu Pemerintahan dan IImu Rrlitik pada hakikatnya tidak mempunyai perbedaan yang prinsipii; perbedaan kedtanya hanya terletak pada nama' Ada universitas Dialektika llmu Pemerintahan

yang sudah terbiasa dengan nama Ilmu pemerintahan dan ada yang terbiasa dengan nama

Ilmu Politik.

Beberapa universitas terkenal, menggunakan isilah Department oif

_Gouernment yang kurikurumnya

tidak

berbeda banyak dengan kurikulum Deparhnent of Political Science dari University

of

Winconsin, umpamanya' Namun dilihat darijumlah, sebagian besar universitas-universitas di AS menggunakan Department of potiticar science sebagai nama fakultas yang mengajarkan ilmu politik.

Dengan demikian, terlihat bahwa ada perbedaan dalam perkembangan

studi ilmu politik

antara Indonesia dan

AS. Ini

adalah suatu

hal

yang wajar. Perbedaan kebutuhan dan situasi antarakedua negara menghasilkan perbedaan-perbedaan tersebut.

Namun demikian, diperkirakan

bahwa pengaruh pendidikan tinggi AS dan Australia akan ,emaki., besar di Indonesia karena semakin banyak tenaga pengajar Indonesia dalam ilmu tersebut yang menuntut ilmu di sana. Bila perkembangan

ini

menunjukkan kecenderungui yang semakin besar maka perbe daan antarastudi

ilmupemerintaha' derrlu'

studi ilmu politik di Indonesi

a

akan semakin kecil sekali.

Dalam sepuluh tahun terakhir

ini, terlihat

adanyapeningkatan dalam jumlah tenaga pengajar ilmu pemerintahan dan ilmu poritii< yang belajar ke AS dan Australia. Perkembangan ini terutama terrihat di UI dan

uGM.

Bagi

uGM,

masa 5-6 tahun terakhir menunjukkan adanyapeningkatan pengiriman tenaga pengajar ke kedua negara

itu

untuk mengeja, geluryurrg tenih tinggi (ph.D).

oleh

karena itu, tidak mengherankan bila dalam bebera[a tahun terakhir

ini UGM

telah memiliki beberapa tenaga pengajar muda yang bergelar ph. D dalam ilmu politik. Hal yang sama juga ierjadi di UI.

Pendidikan lhnu Politik dan llmu Pemerintahan di Institut llmu pemerintahan

IIP

yang

berdiri

semenjak 1967 memberikan penekanan pada

ilmu

pemerintahan secara lebih intensif,

Ilmu

pemerintahan dijabarkan secara lebih lanjut sehingga mencakup kebutuhan yang menyeluruh bagi tugas-tugas aparatur pemerintahan dalam negeri. Hal ini tercermin dari adanya

olrrr,rL' IIP

sebagaimana

diatur

oleh Keputusan

Menteri

Dalam

Negeri No.

242/

DiHat

/

1 97 9. Studi yang.sudah dikembangkan oreh

uGM

ingin dikembangkan lebih lanjut oleh

IIP Di

samping

itu, kJutuhan

renaga tJrampil

di

bidang

pamong praja lebih dirasakan oleh

IIp

sehingga

p.rg!,rru.,

tinggi

ini

rebih banyak digerakkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Keberadaan IIP menimbulkan masarah rebih lanjut bagi hubungan antara ilmu pemerinrahan dan ilmu politik. Di aras terah disingg,rrrl buh*u studi ilmu

Ilmu Pemerintahan dan llmu politik: Suatu pengantar

.-

.

,:. .

69

pemerintahan

di

universitas-universitas mempunyai kecenderungan untuk menjadi sama dengan studi ilmu politik. Bila kecenderungan ini berkelanjutan makaperbedaanantarakeduanyaakansemakinmenipis.Dengandemikian, hubungan ilmu pemerintahan dan ilmu politik di Indonesia akan menjadi mirip di AS. Namun demikian, IIP merryuguhkan pola studi ilmu pemerintahan yang agak lain dari apa yang diadakuo

diucu.

IIP bersifat jauh lebih praktis dan kurikulumnya

dipenuti

oleh be rbagai keterampilan. Mengingat sedemikian banyakjurusanllPyangberartisedemikianbanyakkeahlianyangditawarkan, maka studi ilmu pemerintahan di IIP sukar untuk disamakan dengan studi ilmu pemerintahandiUGM,apalagrdenganstudiilmupolitikdiUl.Penyamaanini

-.-ung

tidak pertu

Lu.."l

tt-tjuz'n pendidikannya yang sedikit berbeda' Namun demikian, studi ilmu

p.-.riritul"un

ai

np

masih dapat dikaitkarr dengan studi ilmu politik, terutamaJurusan l)olitik'

Berdasarkan hal ini, maka r;tudi ilmu pemerintahan dapat dibagi atas dua bagianbesar.Pertamaada|ahyangdilakukanUGMdanbeberapauniversitas lainnya yang memakai pola UCiM, karena universitas-universitas ini tidak lagi menghadapi tantangan seperti' yang dihadapi oleh

UGM

pada masa-masa awalkemerdekaandahulu,ma"L'atujuanmerekatidaklagiterutamamemenuhi

kebutuhanakantenagaterampildikalanganinstansipemerintahandalam

negeri. Oleh karenu

iin,

u*p.L-teoretis dun

il-iuh

dari studi

ini

dapat lebih leluasa dikembangkan. Studi ilmu pemerintahan ini akan menjadi lebih

mirip

dengan studi ilmu Politik di

Ul'

Kedua

adalah pola

studr'

ilmu pemerintahan di IIP dan Akademi

Pemerintahun Dula'm Negeri (APDI\). studi ilmu pemerintahan di sini lebih diarahkan pada pemenrrhun kebutuhan tenaga terampil bagi pemerintahan' oleh karena itu, aspek praltis d.an keterampilan, jauh lebih penting' Dilihat dari kacamata

ini,

keberadaan

IIp

masih dapat dipertahankan karena perguruan ini berusaha untuk memanfaatkan ilmu pemerintahan, ilmu

politik'

dan ilmu administrasi dalam pelalsana:rn tugas aparatur negara'

WalaupunllPberbedadt:nganuniversitasdalammelakukanpendidikan

ilmu

pemerintahan,

namun tli

tidak bisa begitu saja mengabaikan aspek teoretis dan ilmiah dalam studi

ilmu

pemerintahan dan

ilmu politik

karena walau bagaimanapun

juga IIP

adaiah lembaga

pendidikan tinggi

yang

ilmiah'Olehkarenaitu,tidaljahpadatempatnyabilaparaalumnillPtidak

merasa dirinya sebagai ilmuvran. Bila ada kesan

ini

berarti trahwa

IIP

perlu meningkatkur,

**run

ilmiahny

a

agar supaya

ciri

perguruan

tinggi IIP

menjadi lebih kentara'

70

Dialektika llmu Pemerintahan

Peningkatan wawasan ilmiah

IIp

mempunyai akibat terhadap kurikulum: perlu ditambahkan beberapa mata kuliah yang bersifat teoretis dan konsepsional seperti teori-teori

politik,

baik yang empiris maupun yang

normatif

(filsafat Politik).

Di

samping itu, juga perlu dipikirkan penambahan mata kuliah yang berkaitan dengan pembangunan

politik

yang sudah lama berkembang di negara-negara Barat. Teori-teori pembangunan

politik

dihasilkan oleh studi yang mendalam terhadap negara-negara sedang berkembang sehingga sangat relevan dengan Indonesia. studi inijuga merupakan bahan

p..ti-nu"gu.,

yurrg amat penting. Termasuk dalam studi pembangunan politik adalah pastisipasi

politik,

budaya

politik,

peranan partai

politik

dan militer, stabilitas politik, birokrasi politik, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

l.

studi Ilmu Pemerintahan di

UGM

dan beberapa universitas lainnya, pada mulanya, adalah sangat berbeda dengan studi nmu politik. Namun, ada kecenderungan ke arah semakin miripnya kedua bidang studi tersebut.

2.

Faktor penyebab kemiripan

itu

adalah semakin kecilnya desakan untuk memenuhi kebutuhan bagi instansi pemerintahan daram negeri yang

diberikan

kepada

studi{urusan Irmu

pemerintahan

di

universitas- universitas tersebut.

Di

samping itu, jumrah tenaga pengajar yang telah menyelesaikan

studi di AS

dan

Australia

semakin

beru,

yang dapat membawa akibat bagi perombakan kurikulum Ilmu pemerintahan.

3.

Studi ilmu pemerintahan di

IIp

menampilkan pola yang berbeda dengan

UGM

dan universitas-universitas lainnya karena studi

illu

pemerintahan

di IIP

adalah lebih luas (yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintahan dalam negeri). Namun demikian, pola

IIp

dan APDN ini adalah cukup penting karena perguruan tinggi tersebut pada hakikatnya menerapkan

ilmu

pemerintahan,

ilmu politik,

dan

ilmu

administrasi dalam tugas-tugas pemerintahan sehari-hari.

oleh

karena itu, studi ilmu pemerintahan

di IIP

dan

ApDN

tidak perlu dipersamakan dengan studi ilmu politik, walaupun ada unsur-unsur yang sama antara keduanya.

4-

walaupun

IIP

merupakan pendidikan kedinasan, namun tidaklah berarti bahwa wawasan ilmiah

IIp

dapat diabaikan begitu saja. wawasan ilmiah

ini

perlu diperkuat dengan menambah beberapa mata kuriah penting ke dalam kurikulum yangada. Dengan demikian,

p.ru.ru.,IIp

dalam bidang ilmu pengetahuan dan pemerintahan akan dapat di tingkatkan.

Ilrnu Pemerintahan dan llmu politik: Suatu pengantar

7r

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 81-86)