ILMU PEMERINTAHAN DAN
Republiklndonesiapadaawal]<emerdekaannya.Halinidapatdimengerti
karenakita
masih kekurangan tenagaterampil di
bidang pemerintahan' Aparatur pemerintahu., yurr! tadinya-diisi oleh para pejabat Belanda harus diganti oleh bangsa IndonesL dalam jumlah yang besar.Dari
gambaran ini, dalat disimp,rlkan buh*a pembentukan studi ilmu pemerintahan pada mulanya adalah untuk memenuhi kebutr:han sesaat yang sangat mendesak' Tujuanini
mempunyai akibat terhadap kurikulum jurusan ilmu pemerintahan' yaitu bahwabanyakdiantaramatakuliahyangditawarkanmengandungunsur-unsur praktis yang diperlukan para pejabat pemerintahan'Studi ilmu politik yang dipr:rkenalkan belakangan mempunyai
ciri
yang lain. pada waktup.-b.rrtit
ur,ryu diuI,
tidak ada pemikiran bahwa tujuan pendidikan adalah untuk memr3nuhi kebutuhan tenaga pamollg praja yang mendesak.olehkarenaitu,Ulrlapatlebihmudahmengarahkanorientasinyafada
studi ilmupolitik
yang lebih be_rsifat teoretis tanpa terikat oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan'terr.entu. Model yang dipergunakan adalah model AS (Amerika Serikat) karena st:bagian besar para pendirinya berpendidikan AS. perkembangan siudi ilmul,oliiik
diUI
pada masa-masa selanjutnya juga menunjukkan pengaruh AS yalrg sangat besar'Dilihatdarikurikulumnya,studiilmupemerintahanberbedadaristudi
ilmu politik. IImu pemerintaharr mempunyai beberapa mata kuliah yang dapat dikategorikur, ,.bugui milik ilmuud-irririruri,
juga ada beberapamatakuliah yang ilersifat prakiis yang mernberr,f<11 keterampilan yang diperlukan para calong pamongp,niu' Ilitu politik
lebih berat pada penguasaan teori-teori ilmiah dan sangat,.aiu,
mem.berikan mata kuliah yang bersifat praktis dan mengandung keteramPilan'Namun demikian, ilmu pt:merintahan masih dianggap lebih dekat pada
ilmupolitikdibandingku,'d.',,ganilmuadministrasimaupunilmu-ilmu
sosial lainnya karena Jdunyukemiripan yang sangat besar dalam kurikulum keduanya.Halinidiperkuatolehadanyapandanganbahwailmupemerintahan,
ilmuhubunguni.rte,"asional,danilmupolitikmerupakansuatukesatuan'
Pandangan ini menjadi dasar bagi pembentukan Asosiasi IImu Politik Indonesia (AIPD pada awal 1985 yang ilnggota-anggotanya adalah sarjana-sarjana di bidang ilmu pemerintahan,
il'n" h"b""gan
internasional' dan ilmupolitik'
Di AS sendiri, tidak terdapat perbedaan antara Departrncnt of Gounnmm dengan Deparhnntt of Poliacal Sci.ercedia' hal kurikulum dan fokus studinya' Kedua istilah Ilmu Pemerintahan dan IImu Rrlitik pada hakikatnya tidak mempunyai perbedaan yang prinsipii; perbedaan kedtanya hanya terletak pada nama' Ada universitas Dialektika llmu Pemerintahan
yang sudah terbiasa dengan nama Ilmu pemerintahan dan ada yang terbiasa dengan nama
Ilmu Politik.
Beberapa universitas terkenal, menggunakan isilah Department oif_Gouernment yang kurikurumnya
tidak
berbeda banyak dengan kurikulum Deparhnent of Political Science dari Universityof
Winconsin, umpamanya' Namun dilihat darijumlah, sebagian besar universitas-universitas di AS menggunakan Department of potiticar science sebagai nama fakultas yang mengajarkan ilmu politik.Dengan demikian, terlihat bahwa ada perbedaan dalam perkembangan
studi ilmu politik
antara Indonesia danAS. Ini
adalah suatuhal
yang wajar. Perbedaan kebutuhan dan situasi antarakedua negara menghasilkan perbedaan-perbedaan tersebut.Namun demikian, diperkirakan
bahwa pengaruh pendidikan tinggi AS dan Australia akan ,emaki., besar di Indonesia karena semakin banyak tenaga pengajar Indonesia dalam ilmu tersebut yang menuntut ilmu di sana. Bila perkembanganini
menunjukkan kecenderungui yang semakin besar maka perbe daan antarastudiilmupemerintaha' derrlu'
studi ilmu politik di Indonesi
a
akan semakin kecil sekali.Dalam sepuluh tahun terakhir
ini, terlihat
adanyapeningkatan dalam jumlah tenaga pengajar ilmu pemerintahan dan ilmu poritii< yang belajar ke AS dan Australia. Perkembangan ini terutama terrihat di UI danuGM.
BagiuGM,
masa 5-6 tahun terakhir menunjukkan adanyapeningkatan pengiriman tenaga pengajar ke kedua negara
itu
untuk mengeja, geluryurrg tenih tinggi (ph.D).oleh
karena itu, tidak mengherankan bila dalam bebera[a tahun terakhirini UGM
telah memiliki beberapa tenaga pengajar muda yang bergelar ph. D dalam ilmu politik. Hal yang sama juga ierjadi di UI.Pendidikan lhnu Politik dan llmu Pemerintahan di Institut llmu pemerintahan
IIP
yangberdiri
semenjak 1967 memberikan penekanan padailmu
pemerintahan secara lebih intensif,Ilmu
pemerintahan dijabarkan secara lebih lanjut sehingga mencakup kebutuhan yang menyeluruh bagi tugas-tugas aparatur pemerintahan dalam negeri. Hal ini tercermin dari adanyaolrrr,rL' IIP
sebagaimanadiatur
oleh KeputusanMenteri
DalamNegeri No.
242/DiHat
/
1 97 9. Studi yang.sudah dikembangkan orehuGM
ingin dikembangkan lebih lanjut olehIIP Di
sampingitu, kJutuhan
renaga tJrampildi
bidangpamong praja lebih dirasakan oleh
IIp
sehinggap.rg!,rru.,
tinggiini
rebih banyak digerakkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.Keberadaan IIP menimbulkan masarah rebih lanjut bagi hubungan antara ilmu pemerinrahan dan ilmu politik. Di aras terah disingg,rrrl buh*u studi ilmu
Ilmu Pemerintahan dan llmu politik: Suatu pengantar
.-
.
,:. .69
pemerintahan
di
universitas-universitas mempunyai kecenderungan untuk menjadi sama dengan studi ilmu politik. Bila kecenderungan ini berkelanjutan makaperbedaanantarakeduanyaakansemakinmenipis.Dengandemikian, hubungan ilmu pemerintahan dan ilmu politik di Indonesia akan menjadi mirip di AS. Namun demikian, IIP merryuguhkan pola studi ilmu pemerintahan yang agak lain dari apa yang diadakuodiucu.
IIP bersifat jauh lebih praktis dan kurikulumnyadipenuti
oleh be rbagai keterampilan. Mengingat sedemikian banyakjurusanllPyangberartisedemikianbanyakkeahlianyangditawarkan, maka studi ilmu pemerintahan di IIP sukar untuk disamakan dengan studi ilmu pemerintahandiUGM,apalagrdenganstudiilmupolitikdiUl.Penyamaanini-.-ung
tidak pertuLu.."l
tt-tjuz'n pendidikannya yang sedikit berbeda' Namun demikian, studi ilmup.-.riritul"un
ainp
masih dapat dikaitkarr dengan studi ilmu politik, terutamaJurusan l)olitik'Berdasarkan hal ini, maka r;tudi ilmu pemerintahan dapat dibagi atas dua bagianbesar.Pertamaada|ahyangdilakukanUGMdanbeberapauniversitas lainnya yang memakai pola UCiM, karena universitas-universitas ini tidak lagi menghadapi tantangan seperti' yang dihadapi oleh
UGM
pada masa-masa awalkemerdekaandahulu,ma"L'atujuanmerekatidaklagiterutamamemenuhikebutuhanakantenagaterampildikalanganinstansipemerintahandalam
negeri. Oleh karenuiin,
u*p.L-teoretis dunil-iuh
dari studiini
dapat lebih leluasa dikembangkan. Studi ilmu pemerintahan ini akan menjadi lebihmirip
dengan studi ilmu Politik diUl'
Kedua
adalah pola
studr'ilmu pemerintahan di IIP dan Akademi
Pemerintahun Dula'm Negeri (APDI\). studi ilmu pemerintahan di sini lebih diarahkan pada pemenrrhun kebutuhan tenaga terampil bagi pemerintahan' oleh karena itu, aspek praltis d.an keterampilan, jauh lebih penting' Dilihat dari kacamataini,
keberadaanIIp
masih dapat dipertahankan karena perguruan ini berusaha untuk memanfaatkan ilmu pemerintahan, ilmupolitik'
dan ilmu administrasi dalam pelalsana:rn tugas aparatur negara'WalaupunllPberbedadt:nganuniversitasdalammelakukanpendidikan
ilmu
pemerintahan,namun tli
tidak bisa begitu saja mengabaikan aspek teoretis dan ilmiah dalam studiilmu
pemerintahan danilmu politik
karena walau bagaimanapunjuga IIP
adaiah lembagapendidikan tinggi
yangilmiah'Olehkarenaitu,tidaljahpadatempatnyabilaparaalumnillPtidak
merasa dirinya sebagai ilmuvran. Bila ada kesan
ini
berarti trahwaIIP
perlu meningkatkur,**run
ilmiahnya
agar supayaciri
perguruantinggi IIP
menjadi lebih kentara'
70
Dialektika llmu PemerintahanPeningkatan wawasan ilmiah
IIp
mempunyai akibat terhadap kurikulum: perlu ditambahkan beberapa mata kuliah yang bersifat teoretis dan konsepsional seperti teori-teoripolitik,
baik yang empiris maupun yangnormatif
(filsafat Politik).Di
samping itu, juga perlu dipikirkan penambahan mata kuliah yang berkaitan dengan pembangunanpolitik
yang sudah lama berkembang di negara-negara Barat. Teori-teori pembangunanpolitik
dihasilkan oleh studi yang mendalam terhadap negara-negara sedang berkembang sehingga sangat relevan dengan Indonesia. studi inijuga merupakan bahanp..ti-nu"gu.,
yurrg amat penting. Termasuk dalam studi pembangunan politik adalah pastisipasipolitik,
budayapolitik,
peranan partaipolitik
dan militer, stabilitas politik, birokrasi politik, dan lain sebagainya.Kesimpulan
l.
studi Ilmu Pemerintahan diUGM
dan beberapa universitas lainnya, pada mulanya, adalah sangat berbeda dengan studi nmu politik. Namun, ada kecenderungan ke arah semakin miripnya kedua bidang studi tersebut.2.
Faktor penyebab kemiripanitu
adalah semakin kecilnya desakan untuk memenuhi kebutuhan bagi instansi pemerintahan daram negeri yangdiberikan
kepadastudi{urusan Irmu
pemerintahandi
universitas- universitas tersebut.Di
samping itu, jumrah tenaga pengajar yang telah menyelesaikanstudi di AS
danAustralia
semakinberu,
yang dapat membawa akibat bagi perombakan kurikulum Ilmu pemerintahan.3.
Studi ilmu pemerintahan diIIp
menampilkan pola yang berbeda denganUGM
dan universitas-universitas lainnya karena studiillu
pemerintahandi IIP
adalah lebih luas (yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintahan dalam negeri). Namun demikian, polaIIp
dan APDN ini adalah cukup penting karena perguruan tinggi tersebut pada hakikatnya menerapkanilmu
pemerintahan,ilmu politik,
danilmu
administrasi dalam tugas-tugas pemerintahan sehari-hari.oleh
karena itu, studi ilmu pemerintahandi IIP
danApDN
tidak perlu dipersamakan dengan studi ilmu politik, walaupun ada unsur-unsur yang sama antara keduanya.4-
walaupunIIP
merupakan pendidikan kedinasan, namun tidaklah berarti bahwa wawasan ilmiahIIp
dapat diabaikan begitu saja. wawasan ilmiahini
perlu diperkuat dengan menambah beberapa mata kuriah penting ke dalam kurikulum yangada. Dengan demikian,p.ru.ru.,IIp
dalam bidang ilmu pengetahuan dan pemerintahan akan dapat di tingkatkan.Ilrnu Pemerintahan dan llmu politik: Suatu pengantar
7r