• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurusan Ilmu Sosiatri

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 47-54)

IIMU PEMERINTAHAN

R. Soez*dn Sewiwa*ei

5. Jurusan Ilmu Sosiatri

Dengan bantuan-bantuan ICA Amerika Serikat, kedatangan para

alfi

publit

administrationdi uGM,Jurusan Ilmu Usaha Negara lebih memusatkan diri pada bidang administrasi

pr}tis,

mak'a dalam perkembangannya kemudian dibentuk Jrrrrrrurr

llmu

Administrasi Negara yang menggantikanJurusan

llmu

Usaha

"N.gu,usedangkanJurusanllmuPemerintahan..dihidupkan',kembali.

HubunganyangberhasildiadakanolehDepartemenPdanKpadaakhir

lima puluhun d..tg-tn negara-negara

Anglo

Sakson memungkinkan

UGM

mengirimkan tenaga-tenaiu

p..gaju.

ke Amerika Serikat dan Inggris' Mulailah

p.ni.t.rrguaraan ilmu pofi,ift

dalam

jurusan

pemerintahan memberikan

p.,'gu.,,h,'ya,

sekalipun dominasi aspek legal institusionalnya masih tetap terasa kuat. Dalam

iada itu,

:ietelah pada

tahun

1972, Rockefeller Foundation

datangdilingkungu.,ucudandapatdikirimlagitenaga.tenadapengajar untuk"progr.*

dok,o. maupur:i master degree,di samping menempatkan orang- orungrryu, maka tampak penga'ruh ilmu politik meningkat'

Dari uraian di atas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut'

l.

Semula oleh pemerintahan

Hindia

Belanda telah didirikan pendidikan- pendidikan

dari

berbagai tingkat

untuk

menyiapkan pegawai-pegawai pemerintah

^n;

matakuliah-mata kuliah yang diberikan sangat diwarnai

tl.h

hrrk

r-,

ditambah dengan pengetahuan

praktik'

Akan

tetapi'

mata

kuliahilmupemerintahansendiritidak/belumdikenalpadawaktuitu.

2.

Setelah kita merdeka dan rnendirikan AIP, jurusan ilmu pemerintahannya dilanjutkan pula setelah diintegrasikan dalam universitas Gadjah Mada' Patut kiranYa dicatat bahu'a:

Dialektika llmu Pemerintahan 32

.- I ,.', ..- ' r" .. -: ".'- .:: " .-.'.':"':.'-

a.

ilmu pemerintahan mulai diberikan:

b.

mata

kuliah

tersebut

di

atas kuliah-mata kuliah dari ilmu pemerintahan;

terutama bersama-sama dengan mata hukum merupakan kurikulum iurusan

c.

setelah datang bantuan dari

ICA

(AID) dari Amerika serikat berikut

ahli-ahli

public administrati,n-nya,

mata

kuliah_mata

kuliah

pubtic administratinn mulai mewarnai jurusan pemerintahan, sehingga akhirnya dipandang perlu untuk mengadakan jurusan ilmu administrasi negara, di samping menghidupkan kembali jurusan ilmu pemerintahan yang sementara

ini

namanya menjadi jurusan ilmu usaha negara;

d. akhirnya

setelah dapat

dikirimkan

beberapa tenaga pengajar ke Inggris dan Amerika Serikat untuk program doktor dan masteq maka mulai meningkat pengaruh ilmu politik pada kurikurum jurusan ilmu pemerintahan.

Dalam mata kuliah

ini

secara khusus dibicarakan perkembanganJurusan Pemerintahan Fakultas Sospol (sekarang Fakultas Ilmusosial dan Ilmu politik atau disingkat Fisip) pada Univeritas Gadjah Mada, karena jurusan-jurusan pemerintahan yang ada beberapa universitas, seperti antaralain Universitas Padjadjaran dan universitas Diponegoro boleh dikata mengikuti polanya.

Hal yang demikian ini dapat diterangkan karena para pengajar senior adalah lulusan Fakultas Sospol Universitas Gadjah Madajua.

- Berlainanlah pola

yang

diikuti oleh

fakultas

ilmu-ilmu

sosial pada

universitas Indonesia yang mempunyai jurusan Ilmu poritik yang terdiri atas (a)

Politik dan Pemerintahan Indonesia dan (b)Hubungan Internasional dan studi Kawasan. Menurut Prof,

Miriam

Budiardjo dalam buku nya perkunbangan Ilmu Politik di Indonesi"a (hal.23 dan24):Jurusan Ilmu pemerintahan tidak seluruhnya berbeda dari bidangpemerintahan dan politik, akan tetapi berbeda dalam

titik

berat.

Ilmu

Pemerintahan menggabungkan aspek-urp.k administrasi negara dengan pemerintahan rndonesia (baik nasional

-u,rpr.,

lokal) aan tebilr mementinekan masalah masarah praktis dalam pemerintahan. selanjutnya,

Prof Miriam

Budiardjo (hal 60) mengemukakan sebagai berikut.

"'

Studi tingkat menengah. [Intuk mencapai tryjuan tersebut maka kurikulumjurusan tyyebyt merytediakan sejumlah mata kutiai praktis, seperti proses dan Tiknik

U^yby*

undang- (lndang Paanc angan punb ingunara Tnri pembuann l{epuhu an, Kebiiaksanaan Kzuangan Negam,

prrgo*^onl

Manqinnen proyk

dan program Admini:trasi. Karena diharapkan bahia banltak mahisi:rr.,a akin menjadi pijabat punerintah (terutama pegawai negerr maka kuikurumn;rtajuga menawarkan mata

Perkembangan Konsep Ilmu pemerintahan

twtinh-matakuti Etikn penzrintnhan"

Tni

Ma@unm dan Orgonisasi" Kebfaksonann

Publik Punerintahan Daerah dan Hubungan Pernerintah Pusat dmgan Daerah'

D

antri

mata kutfuhlang ditawarkan olehfurusan llrnu Pernuintahan terdapat han2l enan mata kuliahjurian Ilmu Politik UI. Moto

k

liah-mata kulinh ttrsebut adalah Punnintahan Danah" Tiori Poliiik Perbandingan Politik, Pembangunan Politih

Kekuatan-kekuatan Politik di Indonesia" dan sosiologi Politik.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa sekalipun semenjak pemerintah jajahan Hindia Belanda telah dicirikan pendidikan-pendidikan untuk pegawai

p.*"rirrt

han, baru setelah merdeka pada fakultas-fakultas tertentg s{a di samping padapendidikan kedinasan sepertj Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APD}9, diajarkan Pengantar Ilmu Pemerintahan. Pada perguruan-perguman tinggr yang beisangkutan yang dibentuk hanya jurusan pemerintahan

padl

Fakultas Sospol (sekarang Fisip) seperti pada Unirersitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Universitas oipo.r.goro. Pada universitas Hasanuddin terdapat yang disebut Sub Program Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan, di samping konsentrasi Ilmu politik dan konsentrasi Hubunga.n Internasional. Dalam pada itu, pada fakultas ilmu-ilmu sosial

UI

tidak diberikan Pengantar

Ilmu

Pemerintahan, sekalipun mempunyai SubJurusan Politik dan Pemerintahan Indonesia'

YangmenjadipertanyaankitaialahtidakpantasnyadiadakanFakultas

pemerintahan, seperti

hi.rya

dengan disiplin lainnya,

yaitu

Fakultas

Ilmu Hukum,

Fakultas Ekonomi, Fakultas sastra, Fakultas Pertanian, dan lain- lainnya. Maka sungguh tegaslah pendirian Departemen Dalam Negeri dengan memberikan nama

ilnstitut

Ilnru Pemerintahan" kepada pendidikan lanjutan bagiAkademiPemerintahanttalamNegeriyangmenyiapkantenaga.tenaga

ahli

dalam bidang pemerintahan. Sehubungan dengan

itu,

kiranya cukup beralasan apabila kiia bersam. di forum

ini

mencoba menggali lebih dalam lagi pengertian, dan ruang

lingkup ilmu

pemerintahan'

juga

mengingat

p.l*.-Uu"gan

ilmu pada umumnya dan ilmu sosial pada khususnya'

Hidupbermasyarakatm,engandungartiantaralainbahwamanusia'

anggota*uryurukutmasing-masingselalusedangberusahauntukmemenuhi dui-rrr.-p.rtahankan

hidupnyr

Kenyataan menunjukkan bahwa dalam usaha tersebut, dalam interal<si antarasesamanya akhirnya ada pihak yang menentukan penyelesaiannya, baik pihak

itu

peorangan maupun sudah tumbuh menjadi kelompok,sedanganb.rrtrkpt"ytlesaiannyaadabermacam-macaln'Terjadilah hubungan antara pihak yang m'3nentukan/yang memberi

pedld

dengan pihak

yang Jtentukan, yang

-.*.i,lru

dan melalsanakan perintahnya (thn gounneQ- Dengan kata lain, terr,Ljrrdlah 6ubungan arfiara"gouerrnf'dengan "tlu goun,et''

,".:. -..:..:': :,".'" ..-1.i.i,

i.:rx;r.i,,

,'.;,.'.',.. ".."..:"."

.

"..1, -

Dialektika llmu Pemerintahan

Maka ilmu pemerintahan adalah ilmu yang mempelajari gejala penentuan, perintah yang terjadi pada masyarakat dalam usaha memenuhi kepentingan dan kebutuhannya. Gejala tersebut

memperlihatkan

adanyapihak yang memerintah (goaernor) dan pihak yang diperintah @ouerned), denganberbagai- hubungan yang disebut hubungan pemerintah an @ouernmmt).

Atas dasar konstruksi pemikiran tersebut, maka hubungan timbal balik atau interaksi yang terjadi antaraanggota rumah tangga, interaksi antaraanggota setiap kelompok masyarakat lainnya, memang dapat diartikan

,.bugui

hul yang menimbulkan pemerintah an (goaernmenl).

untuk

membedakan pengertia., tersebut dengan

pengertian

yang seben arnya dimaksud maka

Maclver

dalam web

of

Gouernment menamakan gouanmmt dalam rumah tangga dalam kelompok-kelompok masyarakat priuate gouernmentkarena kepentingan yang hendak dicukupi terbatas pada kelompok itu juga. sehubungan dengan itu, Maclver memperkenalkanisilahpublir gouernmmt atau disingk atgoaanmmtuntuk interaksi yang menyangkut kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Ilmu yang mempelajan hal-hal tersebut terakhir itulah yang dinamakan scimce

qf

gouernmmt yang kiranya dapat terjemahkan dengan ilmu pemerintahan.

Permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditemukan di mana-mana, tidak terbatas pada masyarakat yang telah dinamakan negara ataupun bagian negara yang terorganisasi saja. oleh karena itu, penulis kurang menyetujui batasa' yurrg diberikan oleh Van Poelje mengenat Buhturskund,e,yaitu bahwa ilmu pemerintahan (ajaran pemerintahan) mengajarkan bagaimana men),usun dan membina dengan sebaik-baiknya dinas umum, yang lebih lanjut ditegaskan dengan pernyataan bahwailmupemerintahan mempunyai sebagai rururu., umum dalam arti seluas- luasnya. Keberatan penulis yang terpenting terhadap batasan tersebut ialah bahwa untuk masyarakat-masyarakat yang bukan/belum berbentuk negara tidak ada tempat untuk ilmu pemerintahan: masalah kepentingan dan kebutuhan yang hendak dicukupi, ketertiban dan keamanan yang diperlukan untuk itu, bukan merupakan masalah-masalah yang menjadi komoditi negara-neg ara saja.

Bila kita mencoba menelaah batasan yang diberikan oleh Balu surianingrat

dalam

karangannya Mengenar lrmu pemerintahan maka

dapat

ditemukan pernyataan sebagai berikut.

"llmu pengetahuan pnnerintahan adalah salah satu dari ilmu-ilmu sosi.ol... Sasaran ilmu pemerintahan. .. berupa gejata nsiat2ang ada kaitanrya atau2ang mmgandung

sfat pemerintahan. sasaran ilmu pemeriitaha, *rnr-okup

,igoi

*orom d,an selurult perbuatan dan perilaku pemaintahan atau semua gejala

irat2ang

bersfat pemerintahan".

Perkembangan Konsep Ilmu pemerintahan

Keberatan penulis terhadap bateLsan tersebut ialah:

.

bahwa dalam batasan

itu

ter,dapat kata pemerintahan yang

justru

secara pokok diperlukan batasan pengertiannya lebih dulu;

.

tahwa kata pemerintahan dapat diartikan sebagai suatu yang berhubungan dengan kata pemerintah yang merupakan badan penguasa yang cukup terorganisasi seperti yang terdapat dalam masyarakat-masyarakat yang sudah daPat disebut negara.

Dengan demikian, ada kesam aan antara

definisi

Bayu

Surianingrat

dengan batasan yang diberikan oleh Van Poel

je

yang membatasi objeknya pudu -uryurukut yarrg cukup maju dan dinamakan negara' Maka penulis lebih menyetujui batasan

M.I.re,

yang tidak membatasi objek ilmu pemerintahan pada negara-negara saja'

Sehubungan dengan itu, penulis mencoba membuat batasan yang mudah- mudahan merupakan buttutt dalam usaha menata ilmu pemerintahan. Menurut pendapat penulis, ilmu pemerintahan adalah

ilmu

yang mempelajari gejala p.rrg.rum resmi dalam masyarzLkat, yaitu mempelajari ke giatan-kegiatannya

a.r"-

rangka usaha memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakatnya secara menyeluruh ditinjau dart':,ara-cara (metoda) dan sarana-sarana (institusi) serta faktor-faktor lingkungan, h,aik yang bersifat sosial, fisikal maupun budaya yang mempengaruhilberhasilan dan kegagalan usaha-usaha termaksud.

Dari

batasan tersebut, daltat kiranya dikemukakan hal-hal yang perlu dibahas dalam ilmu pemerintahan'

l.

Tuntutan-tuntutan dan hareLpan-harapan masyarakat, termasuk pendapat- pendapat mengenai kepentingan dan kebutuhan'

2.

Ketertiban dan keamanan.

3.

Hubungan yang timbulantaramasyarakat pada umumnya dalam rangka -eny.lenggarakan kepentingan dan kebutuhan secara menyeluruh'

4.

Erat hubungannya dengan hal tersebut di atas adalah komunikasi' peran serta dan legitimasi.

5.

Pengaruh lingkungan yang bersifat sosial, fisikal dan budaya'

6.

Fungsi pengaturan'

Darihal-halyangcukupblanyakdanberagamitumakapendekatanyang perlu dilakukan henJaknyu c.,k,rp luas. Yang terpenting

di

antaranya ialah pendekatan yang bersifat berikut'

1.

Faktual (sejarah, sosiologis, politis)'

2. Normatif

(legalistik).

,6

"-,' ..'.'.',.-': i. '..":

DialeKika Ilmu Pemerintahan

3.

Etikal.

4.

Keamanan.

5.

Kesejahteraan.

sehubungan dengan uraian di atas mengenai hal-hal yang secara garis besar dicakup oleh ilmu pemerintahan, maka berikut

ini

diajukan suatu kerangka yang sistematis. Ruang lingkup ilmu pemerintahan meliputi berikut ini.

l.

Teori Pemerintahan.

a.

Teori pemerintahan.

b.

Sejarah tentang gagasan-gagasan berpemerintahan.

2.

Lembagalembaga pemerintahan.

a.

Konstitusi.

b.

Pemerintahan nasional/pusat.

c'

Pemerintahan

di

daerah (yang mencakup pemerintahan umum dan pemerintahan daerah).

d.

Kebijakan pemerintah.

e.

Perbandingan pemerintahan.

3.

Hubungan antar pemerintah.

a.

Pemerintahan internasional.

b'

Hubungan antarapemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

4.

Cabang-cabang Ilmu pemerintahan.

a.

Hukum (tata)pemerintahan.

b' Administrasi pemerintahan

(termasuk

manajemen,

organisasi, perencanaannya).

c'

sosiologi pemerintahan (termasuk mental, regitimasi kepartaian, organisasi kemasyarakatan).

d.

Ekonomi pemerintahan.

e.

Sejarahpemerintahan.

f

Psikologipemerintahan (termasukkepemimpinan).

g.

Ekologipemerintahan.

h.

Etika pemerintahan.

i.

Antropologipemerintahan.

j.

Kebudayaanpemerintahan.

k.

Filsafatpemerintahan.

Perkembangan Konsep Ilrnu pemerintahan

Biblio€rafi

Budiarjo,

Miriam

dan Maswadi Rauf, Perkcmbangan Ilrnu Politik di Indonesia' Jakarta: Ghalia Indonesia'

Carter, Gwendolen

M. &

Hers,John

H.

1973' Gouernment and Politics

in

the TwentimthCmturq'NewYorlqWashington,London:PreagenPublishers.

Maclver, Robert

M.

1953. The trveb of Gouunmmf, The

MacMillan

company'

poelje,

cH. van.

1942. Alguneme Inleiding tot de Bestuurskunde Alphm aan dm Rhltn'

N. Samson.

Soeronegoro,Fleryanto...SejarahPerkembanganllmuPolitikdiUGM',,

Makalah untuk Pertemuan Sarjana/ahli Ilmu Politik Indonesia diJakarta,

l2-13

Desember l9B4'

Surianingrat,Bayu.|980'Meng'enalllmuPunuintahan.Jakarta:AksaraBaru.

Dialektika llmu Pemerintahan

PERKEMBANGAN KONSEP

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 47-54)