• Tidak ada hasil yang ditemukan

Segi hukum

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 41-45)

IIMU PEMERINTAHAN

7. Segi hukum

8.

Segi mode, dan lain-lain.

Tinjauan terhadap fenornena dari aneka segi yang berbeda-beda, yang hasilnyadapat salingmelingkupi, salingmenguatkan ataupun salingbertentangan, akan membantu kita memahami arti dan makna fenomena tersebut. Kemampuan menelaah seperti

itu

dimungliinkan, oleh karena

ilmu

pemerintahan ibarat membentuk titik konsentrasi, yang memadukan temuan-temuan dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain. Dalam rangka kepaduan tersebut, pelbagai cara pendekatan dilakukan oleh ilmupemerintah:m, misalnya carapendekatanyuridis-administrati{

cara pendekatan ilmu perilaku, cara pendekatan ekologis, cara pendekatan pembuatan kebialsanaan, carar pendekatan kawasan dan lain-lain.

26

lrliiri:

Diatektika llmu Pemerintahan

llmu-llmu Pemerintahan

struktur pemerintahan dan kemasy arakatanyang semakin kompleks, juga semakin besar dan pentingnya peranan pemerintah, baik

di

negara-n.gu.u sedang berkembang maupun

di

negara-negara maju, menurut keberadaan ilmu pemerintahan yang semakin mantap. Dengan perkataan lain, terciptanya ilmu pemerintahan yang otonom, yans berarti ditinggalkannya paradigma ilmu pemerintahan sebagai bagian dari ilmu politik sebagaimana yang dianut oleh masyarakat ilmiah sekitar tahun lima puluhan.

Dalam hubungan ini, cara pendekatan interdisiplin dipandang

mengandung kelemahan-kelemahan, oleh karena ilmu yang terbentuk masih terdiri atas unsur-unsuryang terpisah-pisah.Jadi, tidak ada landaru'dan dasar_

dasar pengetahuan yang sama, dan oleh karena itulah pelbagai disiplin ilmu tersebut perlu dipertemukan dan dikumpulkan bersama. sifat otonom ilmu pemerintahan menurut perubahan cara pendekatan, yaitu menambahkan suatu

"c,mm,ngroltnt'padasifatinterdisiplin, namun yangmempunyai disiplin sendiri.

Lahirlah apa yang dinamakan pendekatan metadisiprin, yu.rg

-.-persyaratkan

adanya "common grount',landasan dan dasardasar pengetahuan yang sama.

Adapun sumbangan dari disiplin ilmu-ilmu yanglain, yangmempakan hasil spesialisasi dari ilmu-ilmu tersebut yang meneliti gejala-gejala pemerintahan umum, setelah disesuaikan dan diintegrasikan berdasarkan.common grount, dimaksud, disebut ilmu-ilmu pemerintahan.

Ilmu-ilmu

pemerintahan yang penting misalnya adalah ilmu keuangan negara, manajemen pemerintahan, hukum tata negara dan tata pemerintahan, sosiologi pe*.ri.rt.hu.rr, politikologi pemerintah an (b estuurspo litiko togie), dan lainJain.

lfmu Pemerintahan Terapan (Bestuurskundel

selama berabad-abad, studi tentang pemerintahan umum itu memperlihatkan corak

normatif

yang sangat kuat. Namun, secara berangsur-angsur terjadi pemecahan antara ilmu pemerintahan sebagai disiplin empiris dengan iimu pemerintahan terapan sebagai ajarannormatif mengenai pemerintahan umum.

Tujuan

ilmu

pemerintahan terapan terutama adalah

untuk

memperbaiki penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pemerintahan umum.

Ilmu

ini

dapat dibedakan menjadi dua jenis: ilmu pemerintahan terapan yanu ortodoks dan ilmu pemerintahan terapan yang modern. yang pertama lazimnya hanya mampu merumuskan keputusan-keputusan

normatif

dan perintah-perintah berdasarkan pengalaman sendiri, intuisi ataupun hal-hal lain

llmu Pemerintahan, Irmu-ilmu pemerintahan, dan lrmu pemerintahan Terapan

27

yang termasuk lingkup "nninences grises"' Yang kedua, yaitu yang modern' selalu f..rrpuyu melandaskan diri pada fakta_fakta dan pandangan-pandangan yang dinuritt u.r oleh ilmu pemerintahan. Bahkan kadang-kadangilmu pemerintahan terapan

itu

melakukan penelitizLn empiris sendiri, dengan tujuan agar ilmu terapannya dapat dilandaskan pada pengetahuan yang melampaui dunia pengalamannya sendiri yang terbatas'

Pemberian Sifat dan Pengembangan llmu Pemerintahan

Faktor-faktor sejarah, sosial, budaya, lingkungan kehidupan, dan lain- lain, memberikan plrrgu.rrh ya'ng besar kepada susunan dan berfungsinya

pemerintahanumum.Timbu.llahkemudianupayauntukmenjelaskan

pemerintahan

itu dari

lingkungan-lingkungannya yang khusus. Upaya

ini

iebih diperkuat dengan temuan-temuan yang membuktikan bahwa teori-teori atau pendapat-pendapat yang

di

dunia Barat diterima kebenarannya secara otomatis, ternyata

,.l.tr.rh.,yu

atau sebagian mengalami kegagalan pada

waktuditerapkandinegara.negaranon-Barat.Halinimendorongorang

untuk menemukan landasan

teori

yang memungkinkan dapat membantu upaya untuk memperbaiki susurran pemerintahan sehingga sesuai dengan sifat lingkungannya.

Bahkan

di

dalam kerangka budaya Barat sendiri, ternyata berkembang dua sistem pemerintahan yang berbeda. Yang pertama adalah sistem Anglo- Amerika,yangdilandaskanpad'apilihanyangmengutamakanpemberianha}

berpemerintahan mandiri kep.du masyarakat-masyarakat lokal, partisipasi

*urgu

yang seluas-luasnya, p(lmencaran kekuasaan' pertanggungiawaban

sistemadministrasikepadalembagalegislatifdantanggungjawabpara

pejabat dan pegawai pem.ri.rr:ah kepada badan peradilan sipil biasa. Yang kedua adalah sistem Perancis, yang dilandaskan kepada pemusatan kekuasaan eksekutif, dominasi pemerinta.h nasional atas pemerintahan-pemerintahan lokal, profesionalisasi para pegiawai pemerintah beserta pemisahannya secara psikologis dari rakyat biasa, da'n pertanggungiawaban para pegawai tersebut k.pudu p.radilan administratif yang khusus. Rusia dan

cinajuga

mempunyai

,iri..r,

pemerintahan sendiri-sendiri, masing-masing dilandaskan pada kondisi kehidup an

t

aky atny a, masin g-masing memperkemb an gkan bentuk-b entuk danwatakyangkhusus,sebagaitanggapanterhadapkebiasaan-kebiasaandan pilihan-pilihan nasionalnYa.

Demikian pula halnya untuk negara kita, pengembangan ilmu

pemerintahan haruslah terutanra dalam rangka menanggapi tuntutan-tuntutan

Dialektika Ilmu Pemerintahan

penyempurnaan struktur dan fungsi pemerintahan umum yang efisien dan efektif sesuai dengan dasar farsafah pancasila; sesuai d.rrgu., urpirasi-aspirasi dan kondisi kehidupan rakyatkita; sesuai pula dengan tunirtan pembangunan nasional ekonomi yang akselerasinya cepat dari waktu ke waktu.

woodrow

wilson,

guru besar dalam

ilmu

hukum dan

ilmu

ekonomi di Princeton Universiry yangkemudian terpilih menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-28, pada tahun-tahun pertama pertumbuh an

ilmt

public administartion di negara tersebutpernah mengemukakan: "the scimce Ef pubric administration....,;s a birth of our own century almost Ef our own generati.on... It has been dneroped fut French and German prEfessors...

If

we would emplo2 it, we must Americani<e

if,.

_

Salah satu fungsi Institut

nmu

pemerintahan adalah

juga

untuk meng- Indonesiakan ilmu pemerintahan itu, di samping

*"rrg.-iluigkarrrryu

secara

horizontal berdasarkan pokok-pokok pikiran yang telah diuraikan.

Ilmu Pemerintahan. Irmu-Irmu pemerintahan, dan lrmu pemerintahan Terapan

Dalam dokumen ISI.pdf (Halaman 41-45)