• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bimbingan Individu

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

B. Model Bimbingan dan Konseling Islam Pada Anak

2. Bimbingan Individu

50

“kami merasakan adanya orientasi hati kami ketika menghafal Al-Qur’an beserta artinya. Karena setiap arti dari Al-Qur’an yang kami baca dan hafal memiliki kisah- kisah yang bagus”

Penerima bimbingan berinisial ZAA juga mengungkapkan,

“saya kurang bisa menghafal Al-Qur’an karena pengaruh Gadjet, dan juga tidak adanya bimbingan atau disuruh dari orang tua. Akan tetapi saya merasa lebih tenang ketika membaca dan menghafal Al-Qur’an”.59

Dari hasil wawancara di atas peneliti dapat simpulkan bahwa dengan adanya kegiatan ini anak-anak bisa menjadikan bekal ketika mereka selesai rehabilitas dan dapat mendekatkan diri karena mereka juga tahu apa arti dari surat-surat pendek yang mereka sudah hafal dan di Muroja’ahkan ketika mereka sudah di asrama, dan dengan murojaah itu anak-anak bisa menjadikan kegiatan di Musholla. Namun diikuti dengan bimbingan dan dukungan orang tua agar setiap timbul rasa malas anak, orang tua bisa memberikan motivasi dan semangat.

Adapun dari hasil observasi saat melakukan wawancara dengan anak penerima bimbingan anak terlihat kurang menyukai bimbingan ini terlihat dari gerakan yang seperti memanyunkan bibirnya saat disuruh menghafal.

Jadi bimbingan menghafal Qur’an ini peneliti rasa kurang disukai oleh anak-anak korban di lembaga perlindungan anak Lombok Utara.

51

bersih dari najis (kotoran) sedangkan kebersihan dan kesucian rohani antara lain harus terbebas dari hadast saat akan melakukan suatu ibadah.60 Hal ini sebagaimana dalam Al-Qur’an surah al- Baqarah ayat 222 sebagai berikut:61

َ َ طَتُ م

لْا ُّب ِحُيَو َنيِباَّوَّتلا ُّب ِحُي َهَّللا َّن

ََنيِرِِّه

Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Dalam Agama Islam, sebelum kita melakukan suatu ibadah kita dianjurkan untuk melakukan wudhu terlebih dahulu. Ada banyak hikmah yang terkandung dalam berwudhu di antaranya mendidik manusia agar terbiasa hidup bersih terutama saat akan menghadap Allah SWT (beribadah), menjaga diri dari timbulnya penyakit, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memelihara manusia dan mendidik untuk berakhlak mulia karena kebiasaan hidup bersih akan menjauhkan kita dari perilaku kotor.62 Hal inilah yang kemudian menjadi tujuan untuk terapkan dalam bimbingan konseling pada anak di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.

Mereka yang belum bisa berwudhu diajarkan tata cara berwudhu yang benar sebelum akan melakukan ibadah. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan anak-anak tata cara yang baik dan benar adalah pertama harus suci dari hadats terlebih dahulu dengan melakukan wudhu. Mereka diajarkan mulai dari niat wudhu, membasuh muka, kedua tangan, mengusap sebagian kepala, dan sela-sela telinga (yang merupakan kesunahan dalam wudhu) hingga membasuh kaki sampai mata kaki. Semuanya diajarkan dan diterapkan pada anak-anak agar mereka terbiasa untuk melakukannya. Ibu Tien Amalia, S.Pd selaku pembina memberikan

60Suparta, Kurikulum 2004 Fiqih Madrasah Aliyah, (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 2004), hal.4.

61 Al-Qur’an Al-Karim Surah Al-Baqarah [2]: 222.

62 Suparta, Kurikulum, hal. 5.

52

keterangan terkait tuntunan berwudhu dalam bimbingan konseling ini sebagai berikut:63

“Tuntunan berwudhu awalnya adalah sebuah bimbingan yang diberikan kepada anak-anak. Akan tetapi setelah berlanjut, hal tersebut dijadikan sebagai sebuah kebiasaan.

Sehingga sebelum menunaikan sholat, mengaji atau beribadah anak-anak dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Kami mengupayakan anak-anak selepas trauma ini mereka lebih kuat keimanannya, lebih rajin ibadahnya dan dapat beribadah dengan baik dan benar. Meski banyak kendala yang kami hadapi terutama bagi anak-anak yang masih awam, tetapi hal itu bukan menjadi kendala yang berat kami terus berupaya untuk membantu anak-anak dapat berkembang dan tumbuh dengan pribadi yang baik.

Awalnya tuntunan berwudhu ini adalah bimbingan yang diajarkan bersamaan dengan tuntunan sholat. Saat itu dilakukan secara bersama-sama di mushola, tetapi sekarang anak-anak sudah ada yang bisa mengerjakannya sendiri.”

Sedangkan bimbingan individu yang lain adalah bimbingan tuntutan sholat diajarkan kepada anak-anak korban yang tinggal di LPA Lombok Utara dalam bimbingan wudhu dilakukan secara bimbingan individu gerakan dalam sholat yang benar, sesuai dengan bacaan-bacaan di dalam sholat dan arti dari bacaan tersebut. Dalam proses bimbingan sholat dimana anak diajarkan secara langsung dan langsung praktek sambil mengarahkan anak- anak dan dicontohkan di depan anak-anak langsung. Kegiatan bimbingan tuntunan sholat untuk mengajar kan arti sholat sebenarnya beserta bacaan nya dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kegiatan ini anak-anak di bimbing untuk sholat individu dulu lalu diarahkan saat anak mulai dalam gerakan sholat di musholla. Ibu Devi Aulia, S.Pd (Pembina). Wawancara, Tanggal 2 Maret 2022. Tujuan dari bimbingan sholat agar anak-anak

63 Tien Amalia (pembina), Wawancara, Tanggal 2 Maret 2022.

53

korban mengerti dan mengetahui bahwa siapapun yang beragama Islam harus menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam dan betapa pentingnya harus mendirikan sholat dengan baik dan benar dan arti bacaan dalam sholat. Untuk menambah informasi lebih banyak tentang gerakan sholat peneliti kembali melakukan wawancara kepada Ibu Devi Aulia, S.Pd:

“Tujuan diterapkannya gerakan tuntutan sholatserta bacaan yang baik dan benar karena sebelumnya anak-anakmasih salah dalam melakukan gerakan dalam sholat dan bacaan nya, juga masih kadang keliru, oleh sebab itu pembina memberikan bimbingan secara perlahan dan rutin pada anak-anak. Kami juga menekankan agar anak memahami kenapa ada gerakan sujud, ruku’, dan lain-lain.”64

Melalui bimbingan gerakan tuntutan sholat ini anak-anak tahu bagaimana gerakan sholat, arti bacaan sholat,esensi artisholatdan manfaat nya bagi kehidupan umat Islam yang merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap lima waktu sehari semalam. Adapun hasil wawancara peneliti dengan salah satu anak penerima manfaat berinisial BQU mengungkapkan:

“Saya jarang melakukan kegiatan sholat karena saya malas dan enggan “65

Adapun penerima manfaat berinisial SR juga mengatakan,

“saya mengetahui gerakan dan bacaan sholat dari kecil ketika belajar ngaji. Namun ketika saya mengikuti kegiatan bimbingan di LPA Lombok Utara ini, saya memahami sedikit demi sedikit makna yang terkandung setiap gerakan dan bacaan”66

Adapun hasil observasi ketika bimbingan tuntutan sholat ini salah seorang anak seperti merasa terpaksa dengan memencakkan

64 Tien Amalia(Pembina), Wawancara, Tanggal 2 Maret 2022

65ARB (korban), Wawancara,Tanggal 3 Maret 2022.

66SR (korban), Wawancara,Tanggal 3 Maret 2022.

54

kaki nya ketika disuruh berwudhu dan sholat dan konselor pun seperti nya kurang mendalami pribadi anak sehingga anak seperti malas.

Salah satu hal penting dalam agama Islam adalah shalat, karena Sholat adalah tiang agama, cara yang di gunakan oleh pengasuh memberikan tuntunan sholat adalah biasanya dengan rutin mengabsen. Kegiatan shalat individu pada setiap waktunya dan di ajarkan tata caranya sebagai berikut:

1. Tata cara berwudhu

2. Bacaan-bacaan dalam sholat 3. Gerak-gerakan dalam sholat

Bimbingan tuntunan sholat berjamaah yang diberikan oleh Lembaga Anak Lombok Utara biasanya digabung juga dengan bimbingan pengajian yang sangat erat kaitannya dengan ibadah karena ibadah adalah bentuk hubungan yang dilakukan manusia dengan penciptanya. Dengan kata lain supaya anak penerima manfaat menjadikan Sholat sebagai mediator untuk mengatasi segala permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan psikis, karena sholat merupakan.

Dokumen terkait