PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Salah satu lembaga sosial masyarakat yang cukup proaktif dalam menangani korban pelecehan seksual terhadap anak adalah Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan pada bagian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Model bimbingan dan konseling Islami pada anak korban kekerasan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara”.
Rumusan Masalah
Bimbingan dan konseling Islami terhadap perasaan remaja korban pelecehan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara. Model Bimbingan dan Konseling Islami pada Anak Korban Pelecehan Seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Dimana peneliti akan mengkaji “Model Bimbingan dan Konseling Islam Bagi Korban Pelecehan Seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok”.
Telaah Pustaka
Ketiga, Ayu Dastari dalam tesisnya yang berjudul “Penerapan Layanan Konseling Individu untuk Membantu Anak Korban Kekerasan Seksual di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pekanbaru”. 10Ayu Dastari, “Pelaksanaan Layanan Konseling Individu untuk Membantu Anak Korban Kekerasan Seksual di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pekanbaru”, (Disertasi, FDKI, UIN Sultan Syarif Kasim RIAU, 2017), hal . .
Kerangka Teori
- Bimbingan dan Konseling Islam
- Anak
- Pelecehan Seksual
Anak-anak korban pelecehan seksual diberikan kegiatan berupa keterampilan menggambar Islami berupa lukisan kaligrafi dan berbagai kerajinan tangan dengan Asmaul Husna di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara. Faktor penghambat dan pendukung bimbingan dan konseling Islami pada anak korban pelecehan seksual di LPA Lombok Islam untuk anak korban pelecehan seksual di LPA Lombok Utara. Analisis Model Bimbingan dan Konseling Islami pada Anak Korban Pelecehan Seksual di Lembaga Perlindungan Anak Korban Pelecehan Seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.
Banyak pembinaan yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara kepada anak korban pelecehan seksual dalam bentuk bimbingan agama. Dari hasil analisis yang disampaikan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai macam bimbingan yang diberikan kepada anak korban pelecehan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara. Analisis Faktor Penghambat dan Pendukung Bimbingan dan Konseling Islami Anak Korban Pelecehan Seksual di LPA Konseling Islami Anak Korban Pelecehan Seksual di LPA Lombok Utara.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti diperoleh bahwa faktor yang mempengaruhi proses konseling Islami pada anak korban pelecehan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara diantaranya adalah komunikasi. Namun dalam konseling Islami yang dilakukan di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara terhadap anak korban pelecehan seksual, komunikasi justru menjadi salah satu faktor penghambat proses bimbingan konseling. Model bimbingan dan konseling Islami pada anak korban pelecehan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara meliputi bimbingan agama yang dilaksanakan dalam bentuk bimbingan kelompok berupa pengajian di tempat rehabilitasi sementara dan bimbingan di panti rehabilitasi sementara. hafalan surat pendek dan artinya.
Metodelogi Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Sumber dan Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Uji Keabsahan Data
- Sistematika Pembahasan
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Dasar dan Kelembagaan Pembentukan
Sejarah Singkat Lahirnya LPA Lombok Utara, Keputusan Bupati tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Pelayanan Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Lombok Utara, yang bertujuan untuk melaksanakan LPA Lombok Utara. ketentuan Ayat 20 (3) Keputusan Menteri Dalam Negeri hal No. 12 Tahun 2017 tentang Penyusunan Pedoman dan Klasifikasi Cabang Pelayanan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah serta sesuai dengan surat rekomendasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tanggal 30 September 2021 tentang Rekomendasi Pembentukan UPTD Lembaga Perlindungan Anak (LPA) ), Peraturan Bupati tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak di Lingkungan Kementerian Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dengan Keputusan Bupati ini dibuatlah UPTD kelas LPA. Secara geografis, Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara terletak di tengah-tengah Kecamatan Tanjung yang merupakan daerah pedesaan dan jauh dari akses perkantoran. Bupati Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat Keputusan Bupati Lombok Utara nomor 2814 09.2/Dinsos PP&PA/2020 tentang Pembentukan dan Penetapan Pengurus Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Utara untuk masa jabatan satu tahun. Bupati Lombok Utara.
Subbagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala LPA Lombok Utara. Yang pertama adalah Ibu Nurhayati, S.Pd, 33 tahun, sudah lebih dari 2 tahun menjadi konselor di LPA Lombok Utara. Sedangkan konselor selanjutnya adalah Ny. Tien Amalia, S.Pd, 29 tahun, bersama Ny. Nurhayati, S.Pd, selaku konselor di LPA Lombok Utara sejak tahun 2020 hingga saat ini mendampingi anak korban pelecehan seksual untuk memberikan bimbingan dan konseling.
Berdasarkan tabel di atas, data kasus korban pencabulan di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara dapat dilihat berupa kasus sedang hamil 7 bulan, mengalami penyakit herpes dan sodomi serta pencabulan sehingga korban mau untuk bunuh diri. . Karena penganiayaan tersebut menyebabkan kehamilan, demi keselamatan korban dan bayi yang dikandungnya, orang tua korban akhirnya mengirimkan anaknya ke Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara untuk direhabilitasi.50. Pemerkosaan tersebut dilakukan oleh pamannya berinisial RU yang berusia 40 tahun, dilaporkan pelaku mengalami gangguan jiwa sehingga untuk meringankan dan/atau menyembuhkan anaknya, orang tua korban menerima anak tersebut di utara. . Lembaga Perlindungan Anak Lombok.
Model Bimbingan dan Konseling Islam Pada Anak
- Bimbingan Kelompok
- Bimbingan Individu
- Bimbingan Keterampilan
Bimbingan agama Islam merupakan model bimbingan yang digunakan untuk membimbing anak-anak di LPA Lombok Utara. Berdasarkan hasil wawancara di atas, kami selaku pengawas memberikan kegiatan bimbingan keagamaan yang bertujuan untuk membantu anak korban agar secara bertahap belajar menerapkan ilmu agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil wawancara di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa dengan kegiatan ini anak-anak dapat menyepakati kapan mereka akan selesai rehabilitasinya dan mereka dapat menjadi lebih dekat, karena mereka juga mengetahui arti dari surat-surat pendek yang mereka hafal dan ingat ketika mereka selesai. .di asrama pelajar, dan dengan murojaah ini anak-anak dapat melakukan aktivitas di musala.
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa dengan kegiatan ini anak-anak dapat mengingat kapan mereka telah selesai rehabilitasi dan dapat lebih mendekatkan diri karena mereka juga mengetahui arti dari surat-surat pendek yang telah mereka hafal dan hafal. ketika mereka selesai. ..di asrama, dan dengan murojaah ini anak-anak bisa beraktivitas di musala. Sehingga peneliti meyakini bimbingan menghafal Al-Quran ini tidak merugikan korban anak di lembaga perlindungan anak Lombok Utara. Hal ini juga sebagai upaya mengenalkan pada anak tata cara yang baik dan benar, yaitu harus bersuci terlebih dahulu hadatsnya dengan berwudhu.
Kami mengupayakan agar anak-anak pasca trauma ini semakin kuat imannya, semakin rajin beribadah dan mampu beribadah dengan baik dan benar. Kalau dulu dilakukan bersama-sama di musala, tapi sekarang anak-anak bisa melakukannya sendiri.” Dalam kegiatan ini anak-anak diinstruksikan untuk berdoa terlebih dahulu secara individu kemudian memimpin ketika anak-anak memulai gerakan shalat di musala.
Faktor Penghambat dan Pendukung Bimbingan dan
“Inilah cara kami memperkenalkan ajaran Asmaul Husna melalui seni, kami berharap mereka memahami dan mengaplikasikan kandungan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari kelak” 67. Faktor Penghambat dan Pendukung Bimbingan dan Konseling Islami Anak Korban Seksual pelecehan di LPA Lombok. Hal tersebut juga diperkuat dengan hasil wawancara dengan salah satu korban pelecehan seksual bernama ESL masing-masing.
Maka dari hasil wawancara yang saya lakukan dengan 8 narasumber yaitu Tien Amalia, S.Pd, Nurhayati, S.Pd, Devi Aulia, S.Pd, ESL, ARB, BQU, SR dan ZAA, terlihat bahwa Faktor penghambatnya adalah komunikasi sedangkan dukungannya adalah motivasi yang terus menerus yang dilakukan oleh dosen pembimbing dalam hal ini konselor atau orang tua korban.
PEMBAHASAN
Analisis Model Bimbingan dan Konseling Islam
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 57 sebagai berikut: 74. Al-Qur'an tidak hanya memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan manusia satu sama lain (hablumminallah wa hablumminanas) serta manusia. dan lingkungan alam. Bimbingan keagamaan yang diberikan meliputi tilawah yang berisi tuntunan ruhani, tuntunan shalat, dan bacaan Al-Qur'an.
Tetapi saya sedaya upaya untuk dapat belajar agama.77 Kenyataan Lembaga Pelindung Kanak-Kanak Lombok Utara ini memang sesuai dengan salah satu fungsi al-Quran, dijelaskan dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:78. Dalam memberikan bimbingan agama, ia juga dibungkus dalam bentuk bimbingan kelompok seperti tadarusan, di mana dibentuk khalayak Al-Quran bagi mereka yang boleh membaca al-Quran dengan lancar, dan mengajar berzikir bersama-sama. Mereka yang telah menguasai bacaan al-Quran diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi kepada kanak-kanak lain yang tidak boleh membaca dengan lancar.
Terlepas dari berbagai pedoman yang ditawarkan, pedoman agama menjadi hal utama yang digunakan dalam konseling ini. Bimbingan keagamaan ini lebih khusus karena diharapkan dapat membentuk karakter positif pada anak. Selain untuk memantapkan keimanan mereka di masa depan, bimbingan agama yang diberikan diharapkan juga dapat menguatkan kepribadian mereka sehingga membuat mereka merasa jauh lebih tenang dan baik.
Analisis Faktor Penghambat dan Pendukung
Analisis Faktor Penghambat dan Pendukung Bimbingan dan Konseling Islami pada Anak Korban Pelecehan Seksual di LPA. Hal inilah yang dibutuhkan seorang penerjemah agar proses bimbingan dapat efektif dan optimal. Sedangkan faktor pendukung dalam proses pembinaan Islam terhadap anak korban pelecehan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara adalah faktor motivasi yang diberikan oleh para ahli di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.
Menjamin motivasi yang terus-menerus agar anak mau mengikuti bimbingan dan konseling, karena dengan memberikan motivasi kepada anak maka bimbingan konseling lebih efektif dan optimal. Membantu anak korban kekerasan seksual di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pekanbaru” (tesis master, FDKI, UIN Sultan Syarif Kasim RIAU, 2014). Detik News, "KPAI Catat Kasus Kekerasan Seksual Tahun 2021", di https://news.detik.com/berita/d-5912314/kpai-data-case-.
Hapipah, “Model Penolong Anak Korban Pelecehan Seksual (Studi Kasus pada Lembaga Perlindungan Anak (LPPA) NTB”), Skripsi FDIK, IAIN Mataram, 2018. Huwaidah, “Pedoman Konseling Kelompok Korban Pelecehan Seksual Anak dari suatu Perspektif Islam (Kadus Kadus di Yayasan Pemulihan)": Tesis FDIK, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling di P2TP2A Bagi Anak Korban KDRT. Penyelenggaraan Layanan Konseling di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Bagi Anak Korban KDRT”, majalah ilmiah bimbingan dan konseling pelajar, vol. .
PENUTUP
Kesimpulan
Bimbingan individu berupa bimbingan wudhu dan bimbingan sholat yang baik dan benar, bimbingan keterampilan berupa menggambar dan mewarnai masjid atau kaligrafi untuk menunjang pengembangan diri dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang muncul. Faktor pendukung proses bimbingan Islam pada anak korban pelecehan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara adalah motivasi. Sebab, latar belakang daerah anak-anak berbeda-beda dan masih ada sebagian anak yang masih minim kemampuan berbahasa Indonesia. Sehingga diperlukan seorang penerjemah agar mereka dapat lebih memahami apa yang disampaikan oleh dosen pembimbing.
Saran