• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Sejarah singkat lahirnya LPA Lombok Utara peraturan Bupati tentang pembentukan unit pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan dan anak pada dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten Lombok Utara bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (3) peraturan Menteri dalam Negeri nomor 12 tahun 2017 tentang pedoman pembentukan dan klasifikasi Cabang Dinas dan unit pelaksana teknis daerah dan sesuai surat rekomendasi dari pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat tanggal 30 September 2021 perihal rekomendasi pembentukan UPTD Lembaga Perlindungan Anak (LPA), maka perlu menetapkan peraturan Bupati tentang pembentukan Unit Pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan dan anak Pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan peraturan Bupati ini dibentuk UPTD LPA kelas A pada dinas sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Lombok Utara.44

Geografis Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara letak geografis terletak di tengah kecamatan Tanjung yang merupakan wilayah pedesaan dan jauh dari akses perkantoran batas wilayahnya adalah :

Sebelah timur berbatasan dengan JalanRaya Tanak Song Desa Jenggala Kecamatan Tanjung. Sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Akses Persawahan jauh di dalam permukiman rumah warga.

Selanjutnya sebelah utara berbatasan dengan Masjid Al Ikhlas Tanak Song. Dan terakhir sebelah selatan berbatasan dengan Kolam Renang Anak dan Wahana Bermain Desa Jenggala.

Melihat letak geografis tempat pembangunan nya yang sangat strategis sehingga sangat cocok digunakan untuk mengembangkan proses bimbingan terhadap anak-anak yang mengalami berbagai kasus

44Observasi Tanggal 5 Februari 2022, dilingkunganLPPA Lombok Utara.

34

untuk direhabilitasi nantinya karena jauh dari keramaian sehingga bisa lebih menenangkan,dimana juga ada akses untuk merelaksasi fikiran karena ada akses sawah hijau, jika saat proses bimbingan ibadah berdekatan juga dengan masjid dan jika proses bimbingan bermain bisa menggunakan kolam renang dan wahana bermain anak sehingga proses bimbingan bisa lebih maksimal nantinya.45

1. Dasar Hukum dan Kelembagaan Pembentukan Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.

Bupati Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor 2814 09.2/Dinsos PP&PA/2020 Tentang Pembentukan Dan Penetapan Pengurus Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Utara Periode Tahun 2020- 2025 Bupati Lombok Utara.

Bagan Struktur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Utara.46

Susunan organisasi UPTD LPA terdiri atas:

a) Kepala UPTD LPA

b) Sub Bagian Tata Usaha; dan c) Konselor.

45Observasi Tanggal 5 Februari 2022, dilingkungan LPPA LPPA Lombok Utara.

46ProfilLPPA Lombok Utara, tahun 2019

35

1.1 Bagan Struktur Organisasi Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Utara

Struktur organisasi UPTD LPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Iampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini47. Sebagaimana Tugas dan Fungsi yaitu:

a. Kepala LPA Lombok Utara

Mempunyai tugas melaksanakan sebagian teknis dinas di bidang layanan perlindungan perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus dan masalah Iainnya.

Kepala LPA dipimpin oleh seorang Kepala LPA yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas.

Kepala LPA mempunyai tugas memimpin, dan mengendalikan LPA dalam menyelenggarakan layanan perlindungan bagi

47Profil LPPA Lombok Utara, tahun 2019

KEPALA Bagiarti, SH

KONSELOR Nurhayati, S.Pd, Tien Amalia, S.Pd,

Devi Aulia, S.Pd.

SUB BAGIAN TATA USAHA Agus Rahadi, SH

Iwan Dahlan Kirniatun Hairul Anam

36

perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus, dan masalah Iainnya.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala LPA menyelenggarakan fungsi :

1) Perumusan kebijakan teknis layanan perlindungan perempuan dan anak yang mengalamimasalah kekerasan, diskriminasi dan masalah Iainnya yang memerlukan perlindungan dan koordinasi tingkat Daerah kabupaten.

2) Penyelenggaraan layanan dan pengoordinasian pengaduan masyarakat

3) Penyelenggaraan layanan dan pengoordinasian penjangkauan korban

4) Penyelenggaraan layanan dan pengoordinasian pengelolaan kasus

5) Penyelenggaraan layanan dan pengoordinasian penampungan sementara

6) Penyelenggaraan layanan dan pengoordinasian mediasi;

7) Penyelenggaraan layanan dan pengoordinasian pendampingan korban

8) Penyelenggaraan layanan rujukan lanjutan bagi perempuan korban kekerasan yang memerlukan koordinasi tingkat daerah Provinsi dan lintas daerah Kabupaten/Kota

9) Penyelenggaraan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat daerah; dan

10) Pelaksanaan pengelolaan administrasi dan ketatausahaan di lingkup LPA.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat Kepala LPA mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

1) Menyiapkan penyusunan Rencana Kerja, Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan penyusunan perjanjian kinerja dengan

37

berpedoman pada Renstra, Renja, DPA dan DLPPA dilingkup LPA

2) Membagi tugas sesuai dengan kompetensi jabatan bawahan dalam rangka penyiapan bahan dibidang pelayanan perlindungan perempuan dan anak agar pelaksanaan tugas berjalan lancar dan optimal

3) Merumuskan kebijakan teknis layanan perlindungan perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi dan masalah Iainnya yang memerlukan perlindungan dan koordinasi tingkat Daerah Kabupaten 4) Menyelenggarakan layanan dan pengoordinasian pengaduan

masyarakat

5) Menyelenggarakan layanan dan pengoordinasian penjangkauan korban

6) Menyelenggarakan layanan dan pengoordinasian pengelolaan kasus

7) Menyelenggarakan layanan dan pengoordinasian penampungan sementara

8) Menyelenggarakan layanan dan pengoordinasian mediasi 9) Menyelenggarakan layanan dan pengoordinasian

pendampingan korban

10) Menyelenggarakan layanan rujukan lanjutan bagi perempuan korban kekerasan yang memerlukan koordinasi tingkat daerah Provinsi dan lintas daerah Kabupaten/Kota

11) Menyelenggarakan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat daerah

12) Melaksanakan pengelolaan administrasi dan ketatausahaan di lingkup LPA

13) Melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program dan kegiatan

38

14) Membimbing dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam rangka pelaksanaan tugas agar terarah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

15) Mengontrol, mengoreksi dan mengevaluasi setiap kegiatan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan dengan baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan 16) Melaksanakan tugas kedinasan Iain berdasarkan penugasan

pimpinan baik secara lisan maupun tertulis agar pelaksanaan tugas terlaksana dengan baik.

b. Sub Bagian Tata Usaha

Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala LPA Lombok Utara. Kepala Sub Tata Usaha mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan urusan umum, urusan kepegawaian, urusan keuangan, dan urusan perencanaan dan evaluasi. Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud pada ayat (2), Kepala Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

1) Rumusan kebijakan teknis ketatausahaan

2) Pelaksanaan pengelolaan persuratan, kearsipan, perlengkapan, keamanan, kebersihan, dokumentasi dan informasi;

3) Penyiapan penyusunan perencanaan kebutuhan, pengembangan dan pembinaan pegawai

4) Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian;

5) Pelaksanaan anggaran, perbendaharaan, pembukuan, dan pelaporan keuangan;

6) Pengoordinasian evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja LPA; dan Evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Sub Bagian Tata Usaha.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Subbagian Tata Usaha mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

39

1) Menyiapkan rumusan Rencana Strategi, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kerja Angaran (Renia/RKA) serta Penyusunan Perjanjian Kinerja di lingkup UPTD LPA dengan berpedoman pada Renstra, Renja, DPA dan DLPPA dilingkup UPTD LPA

2) Membagitugas sesuai dengan kompetensi jabatan bawahan dalam rangka penyiapkan bahan dibidang penata usahaan agar pelaksanaan tugas berjalan lancar dan optimal

3) Menyiapkan rumusan kebijakan teknis ketata usahaan;

4) Pelaksanaan pengelolaan persuratan, kearsipan, perlengkapan, keamanan, kebersihan, dokumentasi dan informasi

5) Menyiapkan penyusunan perencanaan kebutuhan, pengembangan dan pembinaan pegawai

6) Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian;

7) Melaksanakan anggaran, perbendaharaan, pembukuan, dan pelaporan keuangan

8) Mengoordinasikan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja UPTD LPA

9) Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan kerja Sub Bagian Tata Usaha

10) Membimbing dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam rangka pelaksanaan tugas agar terarah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

11) Mengontrol, mengoreksi dan mengevaluasi setiap kegiatan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan dengan baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan; dan

12) Melaksanakan tugas kedinasan Iain berdasarkan penugasan pimpinan baik secara lisan maupun tertulis agar pelaksanaan tugas terlaksana dengan baik.

40

Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas UPTD LPA sesuai dengan bidang keahliannya.

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi atas berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan sifat dan keahliannya. Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala LPA. Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional tersebut diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.48

c. Data Konselor dan Korban Pelecehan Seksual 1) Datadan Pengalaman Konselor

Konselor merupakan orang yang memiliki pengetahuan dan kewenangan untuk melakukan konseling pada individu atau kelompok dalam mengatasi masalah yang dihadapi konseli, guna konseli bisa memilih atas hidupnya sesuai resiko yang sudah di ambilnya guna mencapai kehidupan yang sejahtera dan menjadi manusia yang lebih baik. tugas utama konselor dalam membantuk konseli yang mempunyai masalah serta tingkah laku trauma yang dialami konseli yang menjadikan konseli menarik diri dari lingkungan sekitar.

Sehingga memerlukan bantuan oleh peneliti sebagai konseli guna konseli mampu hidup selaras sesuai dengan masa perkembangan dan potensi yang dimilikinya. Adapun deskripsi data konselor pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Yang pertama adalah Ibu Nurhayati, S.Pd berumur 33 tahun, beliau sudah menjadi Konselor di LPA Lombok Utara selama lebih dari 2 tahun. Pendidikan beliau adalah S1 Jurusan Bimbingan dan Konseling di IKIP Mataram tahun 2009 dan sering menangani kasus kekerasan seksual pada

48Profil LPPALPPA Lombok Utara, tahun 2019

41

anak. Pengalama beliau pernah menjadi Ketua Club Baca Perempuan Lombok Utara, Sebagai Konselor Desa Sokong, Desa Jenggala, dan menangani kasus secara sukarela.

Sedangkan konselor selanjutnya Ibu Tien Amalia, S.Pd berumur 29 tahun, bersama dengan Ibu Nurhayati, S.Pd, sebagai Konselor di LPA Lombok Utara pada tahun 2020 sampai dengan sekarang mendampingi anak-anak korban pelecehan seksual untuk diberikan bimbingan dan konseling.

Pendidikan belia adalah S1 Jurusan Bimbingan dan Konseling di IKIP Mataram 2012. Beliau pernah menjadi konselor di Dinas Sosial Kecamatan Tanjung Lombok Utara.

Dan Ibu Devi Aulia, S.Pd berusia 27 tahun, menjadi konselor di LPA Lombok Utara Tahun 2021. Pendidikan beliau adalah Jurusan Bimbingan dan Konseling di IKIP Mataram tahun 2014. Beliau sudah beberapa kali menangani kasus korban pelecehan seksual atau secara sukarela.

Dari ketiga konselor di atas, melakukan bimbingan dan konseling pada anak korban pelecehan seksual baik secara umum atau bimbingan ke agamaan.

42

2) KronologisSingkat Korban Pelecehan Seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.

1.1 Data Kasus Pelecehan Seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.49 No Inisial

Nama Umur Alamat Keterangan

1 ESL 12thn Desa Gondang, Kec. Gangga.

Kasus Pesetubuhan hamil 7 bulan

2 ARB 15 thn

Desa Pemenang Timur, Kec.

Pemenang

Kasus persetubuhan dan mengalami herves di kelamin sehingga terjadi pembengkakan.

3 BQU 12 thn Desa Rempek,

Kec. Gangga Kasus persetubuhan 4 SR 15 thn

Desa Gumantar, Kec. Kayangan

Kasus sodomi

5 ZAA 8 thn

Desa Mumbul Sari, Kec.

Bayan

Kasus pencabulan dan percobaan bunuh diri

Berdasarkan Tabel di atas, data kasus korban pelecehan seksual di Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara dapat dilihat yang berbentuk kasus hamil 7 bulan, mengalami penyakit herves, dan sodomi serta pencabulan sehingga korban ingin melakukan percobaan bunuh diri.

Kasus pertama korban berinisial ESL berusia 12 tahun, menjadi korban pelecehan seksual atau yang lebih tepatnya pemerkosaan yang dilakukan oleh tetangganya yang berinisial MS berusia 39 tahun. Karena tengah hamil tujuh bulan.

49Data Kasus korban pelecehan seksual Lombok Utara tahun 2021

43

Karena pelecehan yang dilakukan menyebabkan kehamilan, demi kebaikan korban dan calon bayi yang ada dalam kandungan akhirnya orang tua korban memasukkan anaknya ke Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara untuk direhabilitasi.50

Sementara kasus ke dua yang bernama inisial ARB berumur 15 tahun, menjadi korban pelecehan seksual sampai anak mengalami penyakit herves sehingga kelamin korban membengkak. Pemerkosaan yang dilakukan oleh pamannya yang berinisal RU yang berusia 40 tahun, dilaporkan pelaku memiliki gangguan jiwa, oleh karena itu untuk mengurangi dan atau menyembuhkan anaknya, orang tua korban memasukkan anak ke Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.

Sedangkan kasus ketiga yang bernama inisial BQU berumur 12 tahun menjadi korban pelecehan seksual korban tidak hamil yang dilakukan oleh kakak tirinya yang berinisial LAT berumur 22 tahun yang tinggal satu rumah dengan korban sehingga berkali-kali mengalami pelecehan seksual.

Oleh karena itu korban dimasukkan ke Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.

Pada kasus keempat yang berinisial SR berusia 15 tahun mengalami kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh temennya berinisial AA berusia 15 tahun karna melihat video porno dalam video sehingga memicu tumbuhnya perilaku seks menyimpang.

Dan kasus terkahir, anak yang berinisial ZAA berusia 8 tahun mengalami pencabulan sehingga mencoba untuk bunuh diri dengan cara membenturkan kepalanya ke tembok.

50Hasil observasi tanggal 3 maret 2022, dilingkungan PPA LPA Lombok Utara

44

B. Model Bimbingan dan konseling Islam pada Anak Korban

Dokumen terkait