• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bimbingan Karir

Dalam dokumen implementasi pendekatan mauidzah hasanah (Halaman 31-36)

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

2. Bimbingan Karir

Bimo walgito mengemukakan bahwa bimbingan adalah tuntunan, bantuan ataupun pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan kesulitan dalam kehidupannya, agar suapaya indivdu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahateraan hidupnya.18Berdasarkan pernyatan di atas dapat simpulkan bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada indivdiu dari seseorang ahli untu mengatasi kesulitan kesulitan dalam kehidupannya.

3) Kisah kisah

Secara epistimologi lafazh qashash merupakan jamak dari kata qishab, lafaz ini merupakan bentuk masdar dari kata qassa ya qussu dari lafaz qashash dapat diklasifikasikan kedalam 2 makna 1. Qashash berarti menceritkan 2. lafaz qashash mengandung arti menelusuri / mengikuti jejak. Makna qashash dalam sebagaian besar ayat ayat berartikan kisah atau cerita.19

Berdasarkan definisi di atas tentang kisah kisah dapat simpulkan kisah kisah adalah cerita tentang sebuah kejadian

18 Zainal Aqib, Ikhtisar Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Bandung: Yrama Widya, 2012), hlm 28.

19 M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), hlm 292.

16

dalam kehidupan seseoraang agar dapat membantu menajamkan potensi potensi yang dimilki seseorang.

4) Kabar gembira ( tabsyir)

Kabar gembira dalam pengertian istilah dakwah adalah penyampaian dakwah yang berisi kabar yang mengemberikan bagi orang orang yang mengikuti dakwah. Tujuan tabsyir (kabar gembira)

a) Menguatkan atau memperkokoh keimanan b) Memberikan harapan

c) Menumbuhkan semangat untuk beramal d) Menghilangkan sifat ragu ragu.20

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ا اريِذَن َو ا اريِشَب ِ قَحْلاِب َكٰنْلَس ْرَأ ٓاَّنِإ ۖۖ

َلَّ َو َئْسُت ِمي ِحَجْلا ِب ٰحْصَأ ْنَع ُل

innaaa arsalnaaka bil-haqqi basyiirow wa naziirow wa laa tus-alu 'an ash-haabil-jahiim

Artinya : "Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. (QS.

Al-Baqarah 2: Ayat 11)

Berdasarkan definisi di atas tentang kabar gembira dapat simpulkan kabar gembira adalah penyampaikan sesuatu yang sipat mengembirakan bagi orang-orang dengan tujuan memberikan harapan, menumbuhkan semnagat dan menghilangkan rasa ragu ragu dalam mengambil keputusan.

5) Wasiat ( pesan pesan positif) motivasi

Secara etimologi kata wasiat berasal dari kata bahasa arab yaitu dari kata washa washiya wasbiatan yang artinya pesan penting berhubungan dengan suatu hal. Pendapat lain

20 M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), 256-259.

17

mengatakan kata wasiat terambil dari kata washa washiayyatan yang berarti berpesan kepada seseorang yang bermuatan pesan moral.21Berdasarkan berapa definisi di atas maka wasiat dapat dibagi dau katagori, 1. Wasiat orang masih hidup yaitu berupa ucapan, pelajaran arahan kepada orang masih hidup tentang suatu hal, 2. Wasiat orang telah meninggal kepada orang yang masih hidup berupa ucapan atau berupa harta benda atau warisan.22

Berdasarkan definisi di atas dapat simpulkan wasiat dalam yaitu pesan pesan atau amanah kepada seseorang untuk melakukan tindakan tindakan untuk menenuhi kebutuhan.

2. Bimbingan karir

a. Pengertian bimbingan karir

Bimbingan karir adalah suatu proses dimana pelajar diberi arah dan bimbingan untuk kehidupannya masa depan yang akan datang. Bimbingan karir juga merupakan suatu cara untuk menumbuhkan keinginan seseorang untuk memilki karir yang akan dipilih sendiri. Bimbingan karier merupakan metode pembelajaran yang mengacu pada pemahaman jenjang karier di masa depan. Dengan adanya bimbingan karier manusia dapat mengetahui apa rencana yang akan mereka capai untuk kesejahteraan mereka. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka setiap manusia harus dapat memahami apa materi bimbingan karier. Oleh sebab itu langkah selanjutnya agar proses dapat dengan mudah dicapai manusia harus menentukan waktu, teknik, dan sistem pembelajaran Bimbingan Karier23

Menurut Winkel Bimbingan Karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam

21M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), hlm 274.

22M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), hlm 273.

23 Widarto, Bimbingan Karier dan Tips Berkarier, (Yogyakarta: LeotikaPrio, 2015), hlm 8.

18

menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.24

Berdasarkan beberapa pendapatan di atas dapat simpulkan bimbingan karir adalah bimbingan atau arahan yang diberikan untuk menumbuhkan dan mempersiapkan diri untuk memiliki karir yang akan di pilih untuk kehidupan masa depan.

b. Aspek-aspek layanan bimbingan karir

Aspek aspek layanan bimbingan karir sebagai berikut:

1) Pengenalan terhadap dunia perkerjaan dan usaha untuk memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup 2) Pengenalan dan pemantapkan pemahaman diri berkenaan

dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan.

3) Pengembangan dan pemantapan informasi tentang kondisi tuntunan dunia kerja, jenis jenis pekerjaan tertentu, serta latihan kerja sesuai dengan pilihan karir.

4) Pemantapan cita cita karir sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan serta pemantapan sikap positif dan objektif terhadap pilihan karir.25

c. Faktor-faktor mempengaruhi perlunya layanan bimbingan karir 1) Kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi yang terjadi, membuat pola hidup masyarakat dan dunia pekerjaan mengalami perubahan yang terjadi secara besar-besaran. Dengan memanfaatkan teknologi baru yang dihasilkan, memungkinkan terjadinya

24 W.S. Winkel, Konseling Karir sekolah, (Jakarta: Gramedia, 2005), hlm, 114.

25 Samsul Munir Amin, Drs. M.A.Bimbingan dan Konseling Islam, ( Jakarta:

AMZAH, 2015), hlm 63.

19

peningkatan kinerja dan berbagai kegiatan dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat sehingga akan meningkatkan produktivitas.

2) Pergeseran struktur ekonomi

Pergeseran struktur ekonomi membuat banyak pelajar putus sekolah, dikarenakan tidak punya biaya. Banyaknya pelajar yang terlantar merupakan salah satu faktor dari adanya pergeseran ekonomi. Dengan terjadinya pergeseran struktur ekonomi tidak semestinya keadaan pendidikan menjadi terganggu, yang berdampak besar pada perkembangan karier seseorang tersebut.

3) Pergeseran peran wanita

Saat ini peran wanita telah bergeser dari peran tradisional menjadi modern. Peran wanita dalam kehidupan tradisional adalah untuk mengurus anak dan rumah tangga, kini wanita memiliki peran sosial dimana wanita dapat berkarier dalam berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, bidang sosial, bidang politik, dan lain-lainnya.

4) Kurangnya kemampuan diri pelajar.

Banyaknya tindakan yang mencerminkan bahwa pelajar itu kurang mampu, misalnya dengan banyaknya pelajar yang melakukan pelanggaran di sekolah yaitu mencontek jawaban dari soal-soal yang diberikan oleh pengajar baik guru atau dosen pengajar. Banyaknya tingkat kriminal yang dilakukan oleh pelajar baik itu pelajar putra atau pelajar putri, dilihat dari tingkah laku sehari-hari, seperti pelajar yang selalu bergaya mengikuti mode, berarti pelajar itu sudah menunjukkan bahwa dirinya kurang mampu untuk tampil, dengan demikian pelajar harus lebih banyak diberi bimbingan.

5) Pengangguran

Banyaknya terjadi pengangguran akibat banyak dari masyarakat tidak mampu mengikuti perubahan dari jaman,

20

berarti orang tesebut ketika di sekolah atau di kuliah sering bermain- 18 Bimbingan Karier dan Tips Berkarier main, sehingga ketika lulus dari sekolah atau kuliah pelajar tidak mempunyai bekal yang cukup untuk mauk kedunia kerja. 26

Dalam dokumen implementasi pendekatan mauidzah hasanah (Halaman 31-36)

Dokumen terkait