• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi Penelitian

Dalam dokumen implementasi pendekatan mauidzah hasanah (Halaman 41-49)

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMA Negeri 1 pringgasela kecamatan pringgasela Lombok timur NTB merupakan lokasi yang baik dan strategis bagi penulis untuk melakukan penelitian karena lokasi tersebut tidak jatuh dari tempat tinggal peneliti dan permasalahan ini belum pernah ada yang teliti.

Penelitian akan dilaksanakan pada februari sampai maret.

Alasannya peneliti memilih lokasi ini karena berdekat dengan tempat tinggal peneliti agar lebih mudah melakukan penelitian.

4. Sumber Data

a. Sumber data primer

Menurut S. Nasution data primer adalah data yang dapat diperoleh lansung dari lapangan atau tempat penelitian.

35A Rifki Amin, “Kehadiran Peneliti pada Tesis”, dalam

https://www.banjirembun.com/2014/01/contoh-kehadiran-peneliti-pada-tesis.html, diakses tanggal 27 januari 2022, pukul 12.30.

26

Sedangkan menurut Lofland bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan.36 Kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi lansung tentang bagaimana implementasi pendakatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela sumber utama dalam ini adalah kelapa sekolah, guru bimbingan konseling, dan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela.

b. Sumber data sekunder

Data sekunder adalah data-data yang didapat dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya yang terdiri dari surat-surat pribadi, buku harian, notula rapat perkumpulan, sampai dokumen-dokumen resmi dari berbagai instansi pemerintah Data sekunder juga dapat berupa majalah, buletin, publikasi dari berbagai organisasi, lampiran-lampiran dari badan-badan resmi seperti kementrian-kementrian, hasil-hasil studi, tesis, hasil survey, studi histories, dan sebagainya.37Sumber data dalam penelitian adalah subjekd dari mana memperoleh data dalam penelitian ini mengunakan sumber data, yaitu:

1) Place yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan atau situasi sekolah:

a) Keadaan sekolah b) tatanan ruang sekolah c) bangunan sekolah

2) Paper, yaitu sumber data yang menyajikan tanda tanda berupa huruf, angka, gambar, atau pun simbol-simbol lainnya. Dalam hal ini peneliti ingin memperoleh data

36Safnydawaty, “ sumber data” , dalam https://raharja.ac.id/2020/11/08/data- primer, diakses tanggal 27 januari 2022, pukul 12.45.

37Safnydawaty, “ sumber data” , dalam https://raharja.ac.id/2020/11/08/data- primer. Diakses 27 januari 2022, pukul 12.45.

27

berupa sejarah berdirinya sekolah, keadaan sekolah, keadaan guru, siswa, sarana prasarana, struktur organisasi.

5. Teknik pengumpulan data

Dalam melakukan penelitian, ada beberapa metode yang digunakan dalam mengumpulkan data. Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, peneliti menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data yaitu:38

a. Observasi

Menurut Arikunto observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan penelitian secara teliti, serta pencatatan secara sistematis.39 Sedangkan menurut Nasution observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan dua, yaitu fakta mengenai kenyataan yang diperoleh dari hasil observasi.40 Observasi dapat dilakukan dengan cara pattisipatif maupun non partisipatif, dan observasi experimental yaitu observasi dilakukan dengan situasi buatan.41

Diantara berbagai jenis observasi di atas penelitian ini mengunakan observasi bersifat non partisipatif dengan kata lain peneliti hanya sebagai pengamat objek tanpa ikut terlibat dalam kegiatan secara langsung. Sasaran observasi dalam penelitian ini yaitu guru BK, siswa, keadaan sekolah yang berlangsung selama 2 minggu. Adapun data-data yang dikumpulkan melalui observasi yaitu letak geografis lokasi penelitian, keadaan sarana prasarana, bagaimana implementasi pendekatan mauidazah hasanah dan faktor penghambat, pendukung dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela.

b. Wawancara

38 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (Jakarta:

Rineka cipta, 2013), hlm, 136.

39 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm 143.

40 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung:

Alfabeta, 2011), hlm, 266.

41 Anas Sudjono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), hlm 76.

28

Menurut Setyadin wawancara adalah percakapan yang diarahkan pada suatu masalah dan merupakan proses Tanya jawab lisan diaman dua orang atau lebih berhadapan secara fisik. Sedangkan menurut Kerlinger adalah situasi peran antar pribadi berhadapan muka, ketika seseorang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk memperoleh jawaban relevan dengan masalah penelitian, seseorang yang di wawancarai, atau informan.42

Dalam penelitian ini peneliti mengunakan metode wawancara terstruktur, dengan mengunakan pedoman wawancara untuk mendapatkan data dan informasi tentang sejarah berdirinya sekolah, bagaimana implementasi pendakatan mauidazah hasanah, dan factor penghambat dan pendukung dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela subyek utama wawancara dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru BK dan, siswa kelas XII.

c. Catatan lapangan

menurut bogdan dan biklen catatan lapangan adalah tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian.43Menurut Wiliams catatan lapangan harus memperhatikan berapa hal yaitu pengambilan catatan lapangan yang dilakukan secara teratur, yaitu didengarkan, dilihatnya, dipikiranya, dirasakanya, dipelajarinya, dan berbagai hal lainnya.44

Dalam penelitian ini peneliti mencataat tentang apa yang didengar, dirasakan, pelajari, dan dipikiran tentang bagaimana implementasi pendekatan mauidzah hasanah dan faktor

42 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik, (Jakarta:

Bumi Aksara, 2014), hlm 160.

43 Exy J Moleong. Prof., Dr., M.A. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung:

Penerbit PT Remaja Rosakarya, 2019), Edisi revisi, hlm, 208.

44 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm 185.

29

penghambat, pendukung layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa XII SMA Negeri 1 Pringgasela.

d. Dokumentasi

Menurut gottsehalk proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber jenis sumber apapun, baik itu yang bersipat tulisan, lisan, gambaran, dan arkeologis. Data ini dikumpulkan melalui berbagai sumber data yang tertulis, baik yang berhubungan dengan masalah kondisi obyektif, maupun silsilah pendukung lainnya.45

Dalam penelitian ini peneliti mendokumentasikan segala hal yang dapat dijadikan sebagai data atau informasi, baik itu dalam bentuk foto atau dokumen, dan catatan kejadian- kejadian yang diamati. Dalam penelitian ini peneliti mendokumentasi keadaan guru bk, siswa, sarana prasarana sekolah dan data-data berupa gambar, dokumen kegiatan penelitian tentang bagaimana implementasi pendekatan mauidzah hasanah dan faktor penghambat dan pendukung dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa XII SMA Negeri 1 Pringgasela.

6. Teknik analisis data

Menurut Bogdan dan Biklen, analisis data kualitatif adalah upaya yang dilkukan dengan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah milahmya menajdi satuan yang dapat dikelola, menintesiskannya, mencari dan menenukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa pdapat diceritakan kepada orang lain.46

Dipihak lain, analisis data kualitatif menurut seiddel prosesnya berjalan sebagaia berikut:

a. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.

b. Mengumpulkan, memilah, mengklasifikasikan, mensintesikan, membuat iktisar, dan membuat indeknya.

45 Djama’an Satori dan Aan Komariah, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung:

Alfabeta, 2009), hlm, 237.

46 Exy J Moleong. Prof., Dr., M.A.Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung:

Penerbit PT Remaja Rosakarya, 2019 ), Edisi revisi, hlm, 248.

30

c. Berpikir, dengan jalan membuat agar katagori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan hubungan, dan membuat temuan temuan umum.

Selanajutnya menurut Janice McDrury tahapan analisis data kualitatif adalah sebagai berikut:

a. Membaca/ mempelajari data, menandai kata kata kunci dan gagasan yang ada dalam data.

b. Mempelajari kata kata kunci itu, berupaya menemukan tema tema yang berasal dari data.

c. Menuliskan model yang ditemukan d. Koding yang telah dilakukan47

Berdasarkan berapa teori di atas tentang teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada 5 teknik anlisis data yang digunakan peneliti sebagai berikut:

a. Reduksi data

mengindetifikasikan satuan. Pada mulanya dindetifikasikan adanya satuan yaitu bagian bagian terkecil yang ditemukan dalam data yang memilki makna bila dikaitkan dengan fokus masalah yang diteliti, sesudah satuan diperoleh, langkah berikutanya adalah membuat koding. Membuat koding berarti memberikan kode pada setiap satuan, supaya tetap dapat ditelusuri datanya. Berasal dari mana sumbernya.

b. Katagorisasi

Menyusun katagori atau katagorisasi adalah upaya memilah milah setiap satuan data kedalam bagian bagian yang memilki kesamaan. Setiap katagori diberikan nama atau label agar mudah di kelompokkan menjadi satu bagaian utuh data.

c. Sintesisasi

Mensintessiskan berarti mencari kaitan antara satu katagori dengan katagori lainya. Dan memberikan nama pada setiap katagori yang peneliti lakukan.

d. Menyusun Analisis

47 Exy J Moleong. Prof., Dr., M.A. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung:

Penerbit PT Remaja Rosakarya), Edisi revisi, hlm, 248.

31

Yaitu peneliti menyusun jawaban-jawaban dari rosponden untuk memahamai secara lebih mendalam tentang analisis data data ditemukan yang sifat dugaan sementara dari penelitian yang peneliti lakukan

e. Setalah data dianggap sudah cukup, dan sampai pada titik jenuh, kemudian telah memperoleh kesesuian data dengan apa yang diteliti, maka kegiatan selanjutnya yanag dilakukan peneliti adalah menyusun laporan akhir dan membuat kesimpulan

7. Teknik keabsahan data

Untuk mempeoleh data yang valid diperlukan teknik pemeriksaan supaya diperoleh temuan temuan dan data data yang valid dan informasi sudah dapatkan digunakan teknik sebagai berikut.

a. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemerikasaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu lain. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembandingan terhadap data itu. Teknik triangulasi ini paling banyak ialah pemerikasaan sumber lainnya.

Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber data dengan berbagai cara dan waktu. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.

b. Membandingkan apa hasil wawaancara dan dokumentasi c. Membandingkan pendapat berbagai pendapat informan.48 Dari pendapat di atas dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan peneliti yaitu membandingkan hasil pengamatan dan hasil wawancara dan memandingkan berbagai pendapat informan untuk mendapatkan data yang valid.

48 Exy J Moleong. Prof., Dr., M.A. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung:

Penerbit PT Remaja Rosakarya 2019), Edisi revisi. hlm, 331.

32 H. SISTEMATIKA PEMABAHASAN

Judul

Kata Pengantar BAB I Pendahuluan

Pada BAB I merupakan bab pendahuluan ynag terdiri dari focus penelitian, latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup dan setting penelitian, tujuan dan manfaaat penelitian, telah pustaka, kerangka teori, metodelogi penelitian dan sistematika penelitian.

BAB II Paparan Data dan Temuan

Pada BAB II membahas tentang paparan dat dan temuan yang membahas tentang gambaran umun SMA Negeri 1 Pringgasela, sejarah berdirinya gamabaran singkat tentang bagaimana implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela, dan factor penghambat dan pendukung implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela.

BAB III Pembahasan

Pada BAB III membahas bagaimana implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela, dan factor penghambat dan pendukung implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela.

BAB IV Penutup

Pada BAB IV ini terdiri dari penutupan yaitu kesimpulan, saran saran daftar pustak, dokumentasi dan lampiran lampiran lainya.

33 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum SMA Negeri 1 Pringgasela 1. Profil SMA Negeri 1 Pringgasela

a. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 PRINGGASELA NPSN / NSS : 50202410 / 301230316055

Jenjang Pendidikan : SMA Status Sekolah : Negeri

b. Lokasi Sekolah

Alamat : Jalan H. Mayor Ahmad Siddiq, BA Desa/Kelurahan : Pringgasela

Kode pos : 83665

Kecamatan : Pringgasela

Kabupaten/Kota : Lombok Timur Lintang/Bujur : -8.5552 / 116.4804

c. Data Pelengkap Sekolah

Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah SK Izin Operasional : 188.45/2498/PDK/2002 Tgl SK Izin Operasional : 2 Desember 2002

SK Akreditasi : 1347/BAN-SM/SK/2021 Tgl SK Akreditasi : 8 Desember 2021

Luas Tanah : 1229,2 m2

Status Tanah : Milik Pemerintah Daerah

34 d. Kontak Sekolah

Nomor Telepon : 0376-2926354

Email : [email protected]

e. Data Periodik

Daya Listrik : 11.000 Watt Akses Internet : 40 MBPS

Akreditasi : A

Sumber Listrik : PLN f. Jumlah Rombongan Belajar Kelas X : 7 Rombongan Belajar Kelas XI : 7 Rombongan Belajar Kelas XII : 7 Rombongan Belajar g. Jumlah Rombongan Belajar

Kelas X : 7 Rombongan Belajar Kelas XI : 7 Rombongan Belajar Kelas XII : 7 Rombongan Belajar h. Jumlah ruang kelas : 16 ruangan i. Banyak guru

1) ASN : 20 orang L : 11 orang P : 9 orang

2) NON ASN : 26 orang

L : 14 orang

P : 12 orang

Total : 46 orang

2. Sejarah Singkat SMA Negeri 1 Pringgasela

Secara history SMA Negeri 1 Pringgsela berdiri pada tanggal 02 desember 2002 dengan luas tahan 13. 800 mm di kecamatan pringgasela, kabupaten Lombok timur, NTB. Pada masa berdirinya SMA ini tela memiliki dasar dasar pendidikan TERWUJUDNYA MANUSIA BERIMAN, BERTAQWA, CERDAS, TRAMPIL dan PRESTASI. Pada

35

masa perkembangannya SMA ini terus mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas, hal ini menyebabkan berhasil mendapat akreditas yang tinggi yaitu A pada tanggal 08 desember 2021 yang visi misi sebagai berikut:

VISI :

TERWUJUDNYA MANUSIA BERIMAN, BERTAQWA, CERDAS, TRAMPIL dan PRESTASI

MISI :

a. Meningkatkan Pemahaman dan aplikasi ilmu agama baik melalui pemgkajian pada kegiatan Imtaq dan pembiasaan-pembiasaan beribadah kepada Allah SWT;

b. Meningkatkan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien;

c. Meningkatkan mutu pendidikan melalui bimbingan belajar yang lebih konferensif baik pada jam pelajaran ataupun di luar jam pelajaran;

d. Meningkatkan prestasi siswa melalui lomba-lomba ilmu pengetahuan dan teknologi baik yang berskala Provinsi, Nasional dan Internasional seperti IMO, IPHO, IBO, ICHO dan KIR serta lomba-lomba ekstrakurikuler.49

3. Keaadan Guru

Tabel 1.1

Data Guru SMA Negeri 1 Pringgsela Tabel 1.2

Data Guru BK

NO NAMA / NIP

TEMPAT TANGGAL

LAHIR

L/P PERGURUAN

TINGGI

JURUSAN / PRODI

1 EKA PUTRA AGUS WIRAWAN, S.Pd

Pancor,

L

UNIVERSITAS HAMZANWADI SELONG

S1 Bimbingan dan Konseling

14 Maret

1992

2 TINA MARIANA, S. Jurit P UNIVERSITAS S1 Bimbingan dan

49 Dokumentasi Profil Sekolah SMA Negeri 1 Pringgasela, diambil pada tanggal 16

februari 2022.

36

Pd

20-04-1990 HAMZANWADI

SELONG

Konseling 3 AHMAD RIADI, S.Pd. Pringgasela,

L

UNIVERSITAS HAMZANWADI SELONG

S1 Bimbingan dan Konseling

19671231 199802 1 029 31

Desember 1967 4. Keadaan Siswa Kelas XII

Tabel 1.3 Data Siswa Kelas XII

No Kelas Jurusan L P Jumlah 1

XII

IPA-1 6 24 30

2 IPA-2 8 23 31

3 IPA-3 8 20 28

4 IPS-1 13 14 27

5 IPS-2 13 15 28

6 IPS-3 13 16 29

7 IPS-4 16 9 25

Total 7 7 77 121 198

B. Paparan Data dan Temuan Hasil Penelitian

Data yang peneliti sajikan ini adalah yang merupakan hasil observasi dan wawancara dengan guru BK dan 9 orang siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Pringgasela, data ini adalah data inti yang disajikan oleh peneliti sebagai responden narasumber dalam implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir kelas XII.

Adapun data lebih jelasnya mengenai hasil wawanacara dan hasil observasi yang peneliti sudah laksanakan sebagai berikut:

1. Implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pringgasela.

Saat ini di SMA Negeri 1 Pringgasela berdasarkan hasil wawancara peneliti

bahwa penerapan pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanan kelas XII mengunakan layanan bimbingan klasikal.

37

“biasanya di disini mengunakan bimbingan klasikal, disini kita dikasih 1 jam pelajaran, jadi dijam itu kita kasih materi meteri karir khusus di kelas 12 tentang universitas universitas yang mana membuka jurusan jurusan yang sesuai dengan minat bakat siswa, mereka kita lebih kasih pilihan aja, nanti mereka yang milih sendiri.50

Berdasarkan pernyataan di atas, melalui hasil observasi dan hasil wawancara peneliti membuktikan bahwa pak eka selaku guru BK yang menangani siswa kelas XII mengunakan layanan bimbingan klasikal dalam proses bimbingan siswa kelas XII. Dalam layanan ini guru BK dikasih 1 jam mata pelajaran untuk melakukan layanan bimbingan klasikal. Khsususnya kelas XII materi materi yang diberikan adalah pengenalan karir, pengenalan univeritas- univeritas, dan pemahaman karir siswa.

“Sebenernya disini, bukan terlalu kenasihat disini kita lebih ke memberikan gambaran aja gimana kehidupan kedepan tentang pekerjaan, atau perkejaan yang ada sekarang, jadi mereka bisa berpikir lebih luaslah tentang apa kemampuanya, jadi meraka bisa memilih yang mana potensinya, diri pribadi mereka yang menentukan mereka sendiri.51

Berdasarkan pernyataan di atas, melalui hasil wawancara peneliti dengan guru BK membuktikan bahwa implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam bentuk nasihat yaitu sekolah ini mengunakan layanan bimbingan kalsikal untuk memberikan nasihat layanan ini lebih ke memberikan gamabaran gambaran kepada siswa kelas XII tentang karir siswa nanti, agar siswa mengetahui kemampuanan, potensi, bakat, minta siswa.

palingan kita kasih, kisah kisah orang yang sukses berhasil di Indonesia, klok kisah kisah islami kami masih belum, biasanya kita pakek, kisah kisah alumi alumi tentu dekat

50 Eka Putra, Wawancara 1, SMA Negeri 1 Pringgasela, 14 ferbuari 2022. B11- 17.

51 Eka Putra, Wawancara 1, SMA Negeri 1 Pringgasela, 14 ferbuari 2022. B5- 12.

38

dengan mereka, atau bisa kisah bapak ibu guru yang sudah berhasil dari kehidupan yang sama dengan mereka, jadi kisah yang nyata yang ada dikehidupan mereka, karena klok kita ambil contoh yang jauh mereka belum mampu mengambarkanya, mereka akan bisa nangkep kalok itu nyata dengan kehidupan sehari hari mereka, ohh…ini… loo.. saya kenal orangnya, lebih kesana aja sih.52

Berdasarkan pernyataan di atas melalui hasil wawancara peneliti dengan guru BK, implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir dalam bentuk kisah kisah, guru BK mengunakan kisah kisah orang-orang yang sukses di Indonesia, kisah kisah alumi almui terdekat siswa, kisah kisah bapak ibu guru yang sudah berhasil dari kehidupan yang sama dengan siswa kelas XII, dengan mengunakan kisah kisah tersebut siswa kelas XII lebih mudah memahami kemana arah karir sesuai dengan pengalaman kisah-kisah yang telah disampaikan oleh guru BK.

melalui layanan bimbingan klasikal ini kami memberikan informasi tentang perencanaan karir siswa, kita bekerja sama dengan universitas universitas untuk melakukan sosialisasi di kelas XII, jadi nanti siswa tinggal milih mau masuk kemana yang sesuai dengan minat dan bakatnya.53

Berdasarkan pernyataan di atas melalui wawancara peneliti dengan guru BK, membuktikan Implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam perencanaan karir siswa dalam bentuk kabar gembira, guru BK mengunakan layanan bimbingan klasikal untuk memberikan informasi informasi tentang perencanan karir siswa kelas XII, dan guru BK juga berkerja sama dengan universitas- universitas untuk melakukan sosialisasi di kelas XII. Telah itu nanti siswa tinggal memilih kemana arah karir yang cocok untuk siswa itu sendiri.

52 Eka Putra, Wawancara 1, SMA Negeri 1 Pringgasela, 14 ferbuari 2022. B40- 49.

53 Eka Putra, Wawancara 1, SMA Negeri 1 Pringgasela, 14 ferbuari 2022. B58-

61.

39

“Pertama kita kasih, biasanya disini kita kasih motivasi soalnya anak-anak disini kurang motivasinya karena masalah ekonomi, masalah keluarga, paling utama itu untuk melanjutkan pendidikan, tapi disini kita lebih menekan pada ngasih motivasi kepada siswa bahwa nasib itu, dari saya pribadi ya untuk mengasih motivasi, nasib manusia itu kita ngk tau, rejeki, jodoh, maut adalah rahasia allah, jadi bisa saya kasih motivasi kayak kasih contoh lagi tentang alumi alumi terdahulu yang bisa S1 sampai S2 sampai contoh pribadi saya, itu aja sih.54

Berdasarkan pernyataan di atas melalui hasil wawancara peneliti dengan guru BK, membuktikan implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir dalam bentuk wasiat/ pesan-pesan postif (motivasi). Guru memberikan motivasi contohnya yaitu bahwa nasib manusia itu kita tidak tau, rezeki, jodoh maut adalah rahasia Allah SWT kita hanya bisa bedoa dan berusaha semaksimal mungkin setelah biar Allah SWT yang mengatur gimana baiknya, dan disana siswa dikasih gambaran motivasi dengan mengunakan contoh alumi-alumi terdahulu yang bisa sampai S1 dan S2 untuk memotivasi siswa agar semangat untuk melanjutkan karirnya nanti.

klok masalah itu, kita catat dulu siswa siapa, trs kenapa sampai masih ragu ragu, jadikan di sini kita dari kelas 10 sampai 12 kita data anak kita tau anak, setidaknya anak, lebih condong kemana ambil konseling individu.”55

Berdasarkan pernyataan di atas melalui wawancara peneliti dengan guru BK, membuktikan bahwa implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir kepada siswa kelas XII yang masih ragu ragu dalam mengambil keputusan karir, disana guru BK mendata siswa yang masih ragu ragu dalam mengambil keputusan, setalah

54 Eka Putra, Wawancara 1, SMA Negeri 1 Pringgasela, 14 ferbuari 2022. B40- 49.

55 Eka Putra, Wawancara 1, SMA Negeri 1 Pringgasela, 14 ferbuari 2022. B87-

91.

40

itu guru BK memberikan layanan konseling individu untuk memb antu siswa menemukan kemampuan terbaiknya.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir kelas XII di SMA Negeri 1 Pringgasela, guru BK mengunakan layanan bimbingan klasikal, dengan materi pengenal karir, pemahaman diri, pemahaman karir, dan bekerjasama dengan uinversitas untuk melakukan sosisalisasi pengenal kampus.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK Implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir kelas XII di SMA Negeri 1 Pringgasela membuktikan bahwa sebagai berikut:

a. Nasihat

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK memberikan nasihat kepada siswa kelas XII lebih ke memberikan gambaran- gambaran mengenai karir yang cocok untuk siswa kelas XII yang sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat yang siswa miliki.

b. Bimbingan

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK membimbing siswa kelas XII dengan mengunakan layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, dan bimbingan indivdiu untuk membantu siswa dalam perencanaan karir kelas XII.

c. Kisah-kisah

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK membimbing siswa kelas XII dengan mengunakan kisah-kisah orang sukses di Indonesia, kisah-kisah alumi alumi terdeket siswa, kisah- kisah bapak ibu guru, untuk memberikan siswa kelas XII gambaran tentang karir siswa kedepamya.

d. Kabar gembira

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK membimbing kelas XII dengan memberikan informasi gembira melalui layanan bimbingan klasikal, bekerjasama dengan universitas

Dalam dokumen implementasi pendekatan mauidzah hasanah (Halaman 41-49)

Dokumen terkait