• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Implementasi Pendekatan Mauidzah hasanah dalam Layanan Bimbingan Karir pada Perencanaan Karir kelas XII di SMA Negeri 1 Pringgasela

Dunia pendidikan kita saat ini dihadapkan pada kendala yaitu banyaknya lulusan sekolah yang tidak terserap oleh lapangan kerja yang ada. Hal tersebut terjadi sebabkan oleh banyak hal, seperti jumlah lapangan kerja yang tidak sebanding dengan banyaknya jumlah lulusan tenaga kerja, kemampuan para pencari kerja yang kurang memadai, kurangnya kemampuan para pencari kerja dalam mencari pekerjaan, dan lain lainya.88

Sebagai langkah antisipasi untuk mempersiapkan para siswa yang akan terjun ke dalam dunia kerja, maka diperlukan adanya layanan bimbingan karir. siswa membutuhkan layanan bimbingan karir, khususnya dalam membantu siswa untuk memahami informasi jenis- jenis pendidikan lanjut yang tepat sesusai dengan kemampuan, minat dan bakat siswa. Untuk membantu siswa memahami potensi pekerjaan yang cocok untuk siswa masuki. Untuk membimbing dan mengembangkan sikap, keterampilan yang diperlukan dalam dunia kerja nanti setelah lulus sekolah.89 Tentunya layanan bimbingan karir dilakukan dengan cara-cara yang baik dan mudah pahami oleh siswa yang sering disebut dengan istilah pendekatan muaidzah hasanah.

Dalam hal ini maka implementasi pendakatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir kelas XII di SMA Negeri 1 Pringgasela sebagai berikut:

1. Layanan bimbingan klasikal

Bimbingan klasikal merupakan layanan yang diberikan kepada semua di dalam kelas, hal ini menunjukan bahwa proses bimbingan sudah disusun secara baik dan siap untuk diberikan kepada siswa secara terjadwal, kegiatan ini berisikan informasi yang sudah diberikan oleh seseorang pembimbing kepada siswa secara kontak langsung guna

88 Widarto, Bimbingan Karier dan Tips Berkarier, (Yogyakarta: LeotikaPrio, 2015), hlm 9.

89 Ibid, hlm 9.

54

membantu pertumbuhan anak dalam menentukan dan menagarahkan kehidupannya. Tujuan layanan bimbingan klasikal yaitu membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkemabangan secara optimal yaitu meliputi pendidikan, pribadi, sosial dan karir.90 Dengan mengunakan pendekatan ceramah, diskusi kelompok, curah pendapat dan, tanya jawab metode ini termasuk dalam pendekatan mauidzah hasanah.

Mauidzah hasanah adalah suatu ajakan dengan memberikan nasihat, bimbingan, pendidikan dan peringatan kepada orang lain dengan mengunakan bahasa yang baik dan lemah lembut yang dapat mengugat hati seseorang sehingga mau menerima nasihat, bimbingan, pendidikan, dan peringatan agar dapat memotivasi seseorang terhadap perkembanganyadalam bentuk nasihat, bimbingan, kisah-kisah, kabar gembira dan wasiat (pesan-pesan positif)

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK menyatakan bahwa implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir kelas XII di implementasikan melalui layanan bimbingan klasikal, bimbingan klasikal adalah layanan bantuan bagi siswa melalui kegiatan klasikal yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensi secara optimal.91Layanan bimbingan klasikal tersebut bertujuan untuk membantu siswa-siswi kelas XII untuk memahami tahap-tahap perkembangan karir, minat, bakat dan kemampaun siswa. Layanan bimbingan klasikal ini dilaksanakan dengan mengunakan metode ceramah, curah pendapat, dan diskusi, metode ini termasuk dalam pendekatan mauidzah hasanah yiatu berupa kata-kata atau ucapan dalam bentuk kebaikan untuk memberikan siswa nasihat, bimbingan, kisah-kisah, kabar gembira dan wasiat (pesan- pesan positif.

90Tarmizi, Bimbingan Konseling Islam, (Medan: Perdana Punlishing, 2018), hlm 103.

91 Ainur Rosidah, Layanan Bimbingan untuk Meningkatankan Konsep Diri Siswa Underachiver. Jurnal Fokus Konseling, Vol. 3. Nomor,2017, hlm 158. Diakses 22 ferbuari 2022.

55

Adapun contoh materi layanan bimbingan klasikal yang berikan guru BK yaitu, kemampuan meraih sukses dimasa depan, kemampuan menentukan rencana karir dan cita cita, kemampuan untuk hidup hemat, dan kemampuan tentang cara menentukan rencana karir setelah lulus. Dalam layanan bimbingan klasikal ini mengunakan metode ceramah, curah pendapat, dan diskusi metode ini termasuk dalam pendekatan mauidzah hasanah.

Mauidzah hasanah dalam bimbingan konseling merupakan teknik yang bersifat lahir yang dapat dilihat, didengar atau rasakan oleh siswa, yaitu dalam bentuk nasihat, bimbingan, kisah-kisah, kabar gembira dan wasiat (pesan-pesan positif). Teknik ini dapat dilakukan konselor pada pelaksanaan bimbingan baik yang bersifat individu ataupun kelompok.

Maksudnya dalam bimbingan ini lebih banyak mengunakan lisan, yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa dengan baik, jujur dan benar. Agar konselor bisa mendapatkan jawaban- jawaban dan pertanyaan-pertanyaan yang jujur dan terbuka dari siswa, maka kalimat-kalimat yang dilontarkan konselor harus berupa kata kata yang muda dipahami, sopan dan tidak menyinggung atau melukai hati dan perasaan siswa. Demikian pula ketika memberikan nasihat, bimbingan, kisah-kisah, kabar gembira, dan wasiat (pesan-pesan postif hendaknya dilakukan dengan kalimat yang indah, bersahabat, menenangkan dan menyenangkan.92

a. Nasihat

Nasihat adalah bantuan yang diberikan kepada siswa yang berhubungan dengan yang baik-baik. Sedang menurut kamus Indonesia balai pustaka nasihat adalah memberikan pentunjuk kepada jalan yang benar. Nasihat juga dapat diartikan sebagai teguran, ajaran, pelajaran, dan anjuran. Nasihat dalam layanan bimbingan konseling yang berikan konselor atau pembimbing melalui tutur kata atau ucapan yang jujur, halus, baik dan penuh dengan motivasi kepada seseorang yang dibimbing.

Dalam memberikan nasihat ada berapa langkah-langkah yang harus di perhatikan konselor atau pembimbing dalam pemberian

92Syahabuddin Najih, Mauidzah hasanah dalam Al quran dan Impelementasinya dalam Bimbingan Konseling Islam, Vol 36, Nomor 1, Januari-juni 2016, hlm 153.

56

nasihat yaitu, dalam memberikan nasihat dilakukan dengan perasaan cinta, kasih sayang dan penuh kelembutan agar mampu merubah kehidupan siswa, dalam memberikan nasihat harus mengunakan bahasa yang halus dan baik dan terakhir dalam memberikan nasihat konselor harus menyesuaikan tempat, waktu dan meteri dan kondisi.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII dalam bentuk nasihat, nasihat adalah memerintah, melarang, menganjurkan yang dibaringi dengan motivasi dan ancaman. Pengertian nasihat dalam kamus Indonesia balai pustaka adalah memberikan petunjuk kepada jalan yang benar.93di SMA Negeri 1 Pringgasela guru BK memberikan nasihat kepada siswa kelas XII lebih ke memberikan gambaran-gambaran mengenai karir yang cocok untuk siswa kelas XII yang sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat yang siswa miliki, dengan kata lain dalam proses pemberian nasihat yang dilakukan oleh guru BK ini termasuk pengajaran, arahan, anjuran yaitu arti lain dari kata nasihat dan, proses pemberian nasihat dilakukan oleh guru BK mengunakan bahasa yang baik, perasaan kasih, sayang dan penuh kelembutan untuk merubah kehidupan siswa di masa depan nanti yang sudah sesuai dengan definisi dari nasihat. Dalam pemberian nasihat adapun contoh- contoh materi yang berikan yaitu membantu siswa mengindentifikasi hubungan antara potensi, minat, bakat, kemampuan yang sesuai dengan program studi siswa.

b. Bimbingan

Bimbingan adalah tuntunan, bantuan ataupun pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan dalam kehidupannya, agar indivdu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahateraan hidupnya.94 Sedangkan menurut Achmad Badawi bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan oleh pembimbing terhadap individu yang mengalami problem, agar si terbimbing mempunyai kemampaun untuk memecahkan problem sendiri tujuan

93 M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), hlm 242.

94 Zainal Aqib, Ikhtisar Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Bandung: Yrama Widya, 2012), hlm 28.

57

dari bimbinagan yaitu membantu individu mencapai hasil yang diinginkan dan menyelesaikan masalah individu.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK menyatakan bahwa implementasi pendekatan mauidzah hasanah dalam layanan bimbingan karir pada perencanaan karir siswa kelas XII melalui layanan bimbingan klasikal, setelah layanan bimbingan klasikal telah dilaksanakan jika timbul masalah pada siswa maka akan dilanjutkan dengan layanan bimbingan kelompok, bimbingan kelompok adalah suatu layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa secara bersama-sama atau kelompok untuk mencegah timbulnya masalah dan mengembangkan pontesi siswa untuk kuat dan mandiri dalam mengambil keputusan dalam stituasi kelompok. Dalam pelaksanaan bimbingan kelompok dibagi tiga yaitu kelompok kecil (2-6 orang), kelompok sedang (7-12 orang) dan kelompok besar (13-20 orang),95 bimbingan kelompok ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kenyataan lingkungan, meraih kesuksesan masa depan, pengembangan diri, karir dan cita-cita siswa.

Dalam layanan bimbingan kelompok di SMA Negeri 1 Pringgasela, guru BK mengunakan metode ceramah dan diskusi, yaitu dilakukan dengan cara mengajak siswa-siswi untuk bersama-sama mengemukakan pendapat tentang sesuatu hal, membicarakan topik- topik penting tentang karir, mengembangkan nilai-nilai, dan langkah- langkah bersama untuk menangani permasalahan yang dibahas dalam kelompok.96Berdasarkan dokumentasi program tahun bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Pringgasela bahwa materi-meteri yang diberikan guru BK dalam layanan bimbingan kelompok yaitu pemahaman tentang syarat masuk perguruan tinggi, mengindentifikasi hubungan bakat, minat, potensi, dan kemampuan sesuai dengan program studi dalam membantu perencanaan karir siswa kelas XII.

Jika layanan bimbingan kelompok belum menemukan jawab atau belum bisa terselesaikan masalah siswa, maka guru BK akan melakukan layanan bimbingan individu, layanan bimbingan individu

95 Achmad Juntika Nurihsan, Bimbingan Konseling dalam Berbagai Latar Belakang Kehidupan,( Bandung: Refika Aditama 2014), hlm 23.

96Tarmizi, Bimbingan Konseling Islam, (Medan: Perdana Punlishing, 2018), hlm 92.

58

adalah bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. Tujuannya untuk membantu siswa kelas XII agar memiliki pemahaman tentang diri, lingkungan, mampu merumuskan tujuan, perencanaan karir, dan mengolah perkembangan diri dan karir.97 Dalam layanan bimbingan individu mengunakan metode ceramah yaitu termasuk dalam pendekatan mauidzah hasanah berdasarkan data program tahun bimbingan konseling di SMA Negeri 1 pringgasela bahwa guru BK memberikan Meteri-materinya yaitu mampu untuk hidup hemat, mampu melanjutkan studi meskipun ekonomi keluarga tidak mendukung, menentukan rencana karir dan cita cita, pilihan karir sesuai dengan kepribadaian, menjadi remaja kreatif dan memilih profesi dengan cara SMART.

c. Kisah-kisah

Kisah-kisah Secara epistimologi lafazh qashash merupakan jamak dari kata qishab, lafaz ini merupakan bentuk masdar dari kata qassa ya qussu dari lafaz qashash dapat diklasifikasikan kedalam 2 makna 1.

Qashash berarti menceritkan 2. ; lafaz qashash mengandung arti menelusuri / mengikuti jejak. Makna qashash dalam sebagaian besar ayat ayat berartikan kisah atau cerita.98 Kisah juga dapat diartikan cerita, sedangkan menurut peneliti kisah-kisah adalah cerita tentang sebuah kejadian dalam kehidupan seseoraang agar dapat membantu menajamkan potensi potensi yang dimilki seseorang. Kisah atau cerita adalah menyamapaian suatu hal atau peristiwa kepada siswa dengan mengunakan lisan dan yang lain-lainya mendengarkan sehingga seseorang pendengar paham dengan kisah yang diceritakan. Adapun tujuan pemberian kisah-kisah yaitu untuk melatih daya tangkap, membantu mengembangkan pengetahuan siswa, dan membantu perkembangan karir siswa.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK menyatakan bahwa dalam layanan bimbingan klasikal dengan mengunakan kisah-kisah, kisah-kisah adalah layanan bantuan yang

97 Tarmizi, Bimbingan Konseling Islam, (Medan: Perdana Punlishing, 2018), hlm 111.

98 M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), hlm 292.

59

diberikan kepada siswa dengan mengunakan kisah-kisah sebagai bahan pertimbangan atau contoh yang baik untuk siswa ikuti. Di SMA Negeri 1 Pringgasela guru BK mengangkat kisah-kisah orang sukses di Indonesia, kisah-kisah alumi alumi terdeket siswa, dan kisah-kisah nyata yang berada dikehidupan siswa dengan mengunakan kisah-kisah ini siswa-siswa lebih mudah memahami diri, minat, bakat dan kemampaun siswa.

d. Wasiat (pesan-pesan positif)

Secara etimologi kata wasiat berasal dari kata bahasa arab yaitu dari kata washa washiya wasbiatan yang artinya pesan penting berhubungan dengan suatu hal. Menurut Pendapat lain mengatakan kata wasiat terambil dari kata washa washiayyatan yang berarti berpesan kepada seseorang yang bermuatan pesan moral.99 Wasiat menurut pendapat peneliti dalam bimbingan konseling dapat diartikan sebagai pesan-pesan positif dan motivasi dengan tujuan untuk mengerakkan atau menggugah seseorang agar sadar, semangat dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, guru BK memberikan layanan bimbingan klasikal dalam bentuk wasiat (pesan- pesan positif) dengan cara memberikan siswa kelas XII motivasi untuk menumbuhkan semangat dan tidak ragu ragu dalam mengambil keputusan karir setelah lulus sekolah nanti. Karena sebagai besar siswa di SMA Negeri 1 Pringasela masih kurang motivasinya karena masalah ekonomi, keluarga, dan paling utama yaitu masih banyak siswa kebingungan mau melanjutkan sekolah kemana. Contoh motivasi yang diberikan guru BK dalam layanan bimbingan klasikal yaitu bahwa nasib manusia itu kita ngak tau, rejeki, jodoh, maut adalah rahasia Allah, motivasi kisah tentang alumi alumi terdahulu yang bisa S1 sampai S2 dan contoh pribadi guru BK.

e. Kabar gembira

Kabar gembira dalam pengertian istilah dakwah adalah penyampaian dakwah yang berisi kabar yang mengemberikan bagi orang-orang yang mengikuti dakwah. Tujuannya yaitu Menguatkan atau memperkokoh keimanaan, memberikan harapan, menumbuhkan

99M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), hlm 274.

60

semangat untuk beramal, dan menghilangkan sifat ragu ragu.100Sedangkan menurut pendapat peneliti kabar gembira adalah penyampaikan sesuatu yang bersipat mengembirakan bagi orang-orang dengan tujuan memberikan harapan, menumbuhkan semnagat dan menghilangkan rasa ragu ragu dalam mengambil keputusan. Kabar gembira dalam layanan bimbingan diterapkan dalam layanan informasi, layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai siswa.101

Berdasarkan hasil wawancara dengan peneliti dengan guru BK, guru BK memberikan layanan bimbingan klasikal dalam bentuk kabar gembira, melalui layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai siswa.102 Di SMA Negeri 1 pringgsela guru BK memberikan layanan informasi kabar gembira dengan berkerjasama dengan universitas dan instansi tenaga kerja untuk melakukan sosialisasi untuk memudahkan siswa kelas XII memilih kemana arah karirnya nanti setelah lulus sekolah.

2. Langkah-langkah layanan bimbingan klasikal

Langkah-langkah layanan bimbingan klasikal yaitu perencanaan kegaitan layanan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring, penilaian dan tidak lanjut.103 Berdasarkan hasil obeservasi dan data dokumetasi program tahun bimbingan konseling 20201/2022 bahwa di SMA Negeri 1 Pringgasela mengunakan langkah-langkah layanan bimbingan klasikal yaitu sebagai berikut:

100M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2003), hlm 256- 259.

101Eerlina Pertama Sari, Pengembangan Model Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrana untuk Meningkatkan Sikap Prososial, Jurnal Bimbingan Konseling, Vol.2, Nomor 2, 2013, hlm 81. Diakses 22 ferbuari 2022. Pukul 12.00.

102Eerlina Pertama Sari, Pengembangan Model Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrana untuk Meningkatkan Sikap Prososial, Jurnal Bimbingan Konseling, Vol.2, Nomor 2, 2013, hlm 81. Diakses 22 ferbuari 2022. Pukul 16.30

103 Dewi Nur Fatimah, Layanan Bimbingan Klasikal Dalam Meningkatkan Self Control Siswa SMP NEGERI 5 Yogyakarta, Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, vol.14, nomer 1 2017, hlm 28. Diakses 13 maret 2022. Pukul 17.30

61

Tahap awal yaitu, membuat rencana kegiatan layanan bimbingan klasikal Berdasarkan hasil observasi dan dokumetasi program tahuan bimbingan konseling tahun ajaran 2021/2022 di SMA Negeri 1 Pringgasela pelakasanaan bimbingan klasikal ini diawal dengan guru BK memberikan penjelasan, tujuan dan kegunaan layanan bimbingan klasikal. Setalah memberikan penjelasan langkah selanjutnya yaitu guru BK membuat perencanaan kegiatan layanan bimbingan klasikal yang meliputi meteri layanan, tujuan yang ingin dicapai, sasaran layanan bimbingan klasikal.

Tahap kedua pembukaan, yaitu pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan klasikal, guru BK melaksanakan layanan bimbingan klasikal dengan cara masuk kelas sesuai dengan jam yang setalah diberikan, didalam kelas guru BK membuka layanan bimingan klasikal dengan salam dan doa, selanjutnya guru BK membina hubungan baik dengan siswa seperti menanyakan kabar, dan ice breaking, setalah itu guru BK menyampaikan tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai dalam proses layanan bimbingan klasikal, selanjutnya guru BK memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah kegiatan, tugas tanggung jawab siswa dalam layanan bimbingan klasikal, selanjutnya guru BK membuat kesepakatan kontrak layanan bimbingan klasikal, selanjutnya guru BK menjelaskan tentang topic yang akan dibicarakan dan menanyakan kesiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan klasikal.

Tahap ketiga yaitu tahap inti layanan bimbingan klasikal, guru BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi, setelah penayangan slide selanjutnya guru BK membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan mendiskusikan tentang materi yang dibahas dalam slide, setalah membuat kelompok selanjutnya guru BK mangajak siswa untuk brainstrorming atau curah pendapat dan memprestasikan hasil diskusi siswa dengan kelompok masing-masing lalu kelompok lain menanggapi begitu seterusnya secara bergantian.

Tahap keempat yaitu penutupan, siswa membuat kesimpulan tentang materi yang dibahas dan mengungkapan hasil, manfaat kegiatan layanan bimbingan klasikal secara lisan, setala itu guru BK memberikan menguatan kepada siswa dan menutup kegiatan layanan bimbingan klasikal dengan salam dan doa.

62

Tahap akhir, yaitu evaluasi layanan bimbingan klasikal, dalam tahap ini guru BK meengevaluasi hasil program layanan, yaitu guru BK melakukan pengamatan sikap siswa dalam menyampaikan pendapat dan bertanya dan mengamati pemahaman, minat, dan berikan penilaian terhadap layanan bimbingan klasikal yang setalah dilaksanakan, setelah memberikan penilaian guru BK melakukan analisis untuk menemukan masalah atau kebutuhan siswa.

B. Faktor Penghamat dan Pendukung Perencanan Karir Siswa Kelas XII dalam Layanan Bimbingan dengan Mengunakan Pendekatan Mauidzah hasanah di SMA Negeri 1 Pringgasela.

Perencanaan karir adalah sesuatu yang menyangkut masa depan dalam jangka panjang yang harus direncanakan kemana seorang ingin melangkah dan apa yang ingin dicapai. Menurut frank person perencanaan karir adalah suatu cara untuk membantu siswa dalam memilih suatu bidang yang sesuai dengan potensi mereka, sehingga dapat cukup berhasil dibidang pekerjaan. Perencanaan karir perlu disiapkan sebelum siswa terjun secara langsung dalam dunia karir.

Perencanaan karir didasarkan atas potensi yang dimiliki siswa sehingga tidak ada pertentangan antara karir yang dipilih dengan potensi yang ada pada diri siswa.104Dalam perencanaan karir siswa tentunya ada faktor- faktor yang mempengaruhi perlu perencananan karir siswa ada dua factor yaitu faktor internal dan external, faktor internal yaitu, taraf intelegensi, bakat, minat, kepribadian, pengatahuan dan keadaan jasmani. Sedangkan faktor external yaitu status sosial ekonomi, pretasi akademik siswa, pendidikan sekolah, lingkungan siswa.

Dalam perencanaan siswa XII di SMA Negeri 1 Pringgsela tentunya banyak mengalami hambatan baik dari guru pembimibing dan siswa itu sendiri. Maka Faktor Penghambat perencananaan karir siswa kelas XII dalam layanan bimbingan karir dengan mengunakan pendekatan mauidzah hasanah Berdasarkan hasil wawancara peneliti

104 Twi Tandar Atmaja, Upaya Meningkatkan Perencanaan karir Siswa Melalui Bimbingan Karir dengan Pengunaan Media Modul, Journal Management System, Vol. 3, No, 2, 201, hlm 62.

63

dengan guru BK dan 9 siswa kelas XII membuktikan bahwa yang manjadi factor penghamabat yaitu sebagai berikut:

1. Keadaan guru BK

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK yang manjadi faktor Penghambat perencanaan karir siswa kelas XII pada layanan bimbingan karir dengan mengunakan pendekatan mauidzah hasanah yaitu, guru BK mengatakan bahwa ketiga guru BK di SMA Negeri 1 Pringgasela tidak memilki latar belakang pendidikan yang lebih keislami, guru BK di SMA Negeri 1 pringgasela lebih mengunakan pendekatan-pendekatan barat seperti layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok dan bimbingan indivdiu.

2. Keadaan siswa kelas XII

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK dan 9 siswa kelas XII membuktikan bahwa yang menjadi Faktor Penghambat perencanaan karir siswa kelas XII pada layanan bimbingan karir dengan mengunakan pendekatan mauidzah hasanah yaitu masih ada sebagian siswa yang belum mengetahui kema mpuan, minat dan bakatnya, masih ada sebagaian siswa kelas XII yang masih ragu ragu dalam mengambil keputusan kemana arah karir untuk kedepannya dan status ekonomi keluarga siswa yaitu banyak siswa yang mengeluhkan perekonomian dalam membuat keputusan karir yang akan dipilih membuat siswa kelas XII menjadi ragu ragu dalam mengambil keputusan karir kedepannya.

Dalam perencanaan karir siswa kelas selain faktor penghambat tentunya ada faktor pendukung baik itu dari pembimbing ataupun siswa kelas XII sendiri, factor pendukung perencanaan karir siswa kelas XII pada layanan bimbngan karir dengan mengunakan pendekatan mauidzah hasanah. Berdasarkan hasil wawanacara dengan guru BK dan 9 siswa kelas XII membuktikan bahwa yang menjadi factor pendukung yaitu sebagai berikut:

1. Keadaan guru BK

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru BK, membuktikan bahwa guru BK di sekolah SMA Negeri 1 Pringgasela pertama diberikan 1 jam mata pelajaran dan sudah masuk dalam kelas dan memberikan layanan bimbingan klasikal dengan materi-materi

64

yang diberikan guru BK kepada siswa kelas XII yaitu tentang mengenai pengenalan karir, pengembangan karir, pemahaman kondisi, dan pemahaman kemampuan diri. Kedua guru BK sudah menjalani kerjasama dengan instansi penguruan tinggi dan instansi tenaga kerja untuk melakukan sosialisasi melalui layanan informasi berbasis sosialisasi dengan cara tersebut siswa kelas XII mendapatkan siswa gambaran-gamabaran tentang pemilihan karir yang cocok untuk siswa sesuai dengan minat bakat, dan kemampuan siswa nanti setelah lulus sekolah. Ketiga guru BK sudah mempersiapkan karir siswa kelas XII melalui seleksi LMPTKIN. Bahwa guru BK di SMAN 1 pringgasela sudah mempersiapakan siswa kelas XII yang memiliki prestasi untuk mengikuti seleksi LMPTKIN. Tujuannya untuk membantu siswa kelas XII yang memiliki kesulitan dalam ekonomi keluarga untuk lanjutkan studi dengan cara gratis.

2. Keadaan siswa

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan 9 siswa kelas XII yang menjadi faktor dukung perencanaan karir kelas XII yaitu harapan dan dukungan orang tua yang membuat siswa kelas XII semangat dan tidak ragu ragu dalam mengambil keputusan karirnya nanti setelah lulus.

Dalam dokumen implementasi pendekatan mauidzah hasanah (Halaman 69-81)

Dokumen terkait