• Tidak ada hasil yang ditemukan

VISCOMETER, DENSITOMETER, DAN CENTRIFUGE

C. Centrifuge

Centrifuge dapat diartikan sebagai mesin putar dengan dengan gaya putar yang tinggi dimana terdiri dari rangkaian sistem elektrik dan mekanik (Kahar, 2022). Dengan putarannya yang tinggi memaksakan partikel yang lebih besar dapat berkumpul di bagian bawah sekeliling tabung sampel centrifuge. Pemisahan yang terjadi adalah antara filtrat dan substrad (Sonmez et al., 2021).

Centrifuge beroperasi berdasarkan prinsip sedimentasi, di mana kecepatan berputarnya menyebabkan zat yang lebih padat mengendap bagian bawah tabung centrifuge. Sedangkan zat yang kurang padat cenderung berada pada bagian tengah dan atas tabung. Semakin meningkatnya putaran motor, maka semakin besar gaya centrifuge yang dihasilkan begitupun sebaliknya. Centrifuge dapat dirancang alternatifnya, misalnya dirancang untuk keperluan uji diagnostic COVID-19 yang memiliki tingkat sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi (Setyadi et al., 2021; Sonmez et al., 2021).

Macam-macam centrifuge:

1) General Purpose Centrifuge

77

Gambar 6.5. General Purpose Centrifuge (Lim, 2019)

Model ini biasanya berbentuk meja (dapat ditempatkan pada meja) dan berfungsi untuk memisahkan sampel urin, serum, dan Fluida lainnya dari bahan padat yang tidak dapat larut. Kecepatan Centrifuge ini berkisar antara 0-3000 rpm, dan memiliki daya tampung sampel antara 5 mL hingga 100 mL.

2) Micro Centrifuge/microfuge mempunyai fungsi memutar tabung mikro khusus dengan kecepatan tinggi. Volume mikrotube berkisar antara 0,5 hingga 2,0 mL.

Gambar 6.6. Microcentrifuge (Lim, 2019)

3) Centrifuge mikrohematokrit adalah jenis dari mikro Centrifuge yang dapat menampung sampel kapiler untuk mengukur banyaknya sel hematokrit. Alat ini dilengkapi dengan sistem pendingin sehingga sampel tetap dingin selama Centrifugasi berjalan.

78

Gambar 6.7. Centrifuge mikrohematokrit (Lim, 2019) Bagian - Bagian Alat Centrifuge mikrohematokrit:

1) Motor: Tingginya Kecepatan berputar dapat menghasilkan gaya Centrifuge yang tinggi pula.

2) Kontrol kecepatan: untuk mengendalikan kecepatan motor agar sesuai dengan kebutuhan.

3) Timer: berfungsi untuk mengetahui vberapa lama alat bekerja.

4) Break sistem: pengereman motor bertujuan untuk menahan laju putaran motor untuk segera dihentikan.

1. Langkah Kerja Centrifuge (Panjaitan et al., 2021)

1) Menyiapkan larutan sampel yang akan dimurnikan atau dipisahkan.

2) Hubungkan ke arus listrik.

3) Nyalakan centrifuge

4) Tekan tombol Buka untuk memasukkan larutan ke dalam tabung centrifuge. Larutan yang ditambahkan pada setiap tabung harus berukuran sama.

5) Masukkan masing-masing tabung ke dalam centrifuge.

Untuk menempatkan tabung kaca berisi larutan yang akan dimurnikan, tabung harus ditempatkan secara

79

diagonal. Namun hal ini tidak perlu dilakukan jika semua lubang centrifuge telah terisi penuh dengan tabung sampel yang akan dibersihkan.

6) Penutup centrifuge ditutup.

7) Seting waktu dan kecepatan putaran yang dibutuhkan.

8) Tekan tombol ON untuk mulai.

9) Setelah proses sentrifugasi selesai, tekan tombol buka dan keluarkan semua larutan dari tabung denghan cara menariknya secara bergantian ke arah yang berlawanan.

2. Cara Perawatan Centrifuge

1) Periksa perlengkapan dan perlengkapan centrifuge 2) Bersihkan seluruh bagian alat

3) Bersihkan tabung pecah, tumpahan darah, serum dan lakukan sterilisasi sewaktu-waktu

4) Lumasi bagian yang bergerak 5) Kencangkan baut centrifuge

6) Periksa pengoperasian dan kondisi bagian instrumen 7) Melakukan kalibrasi dan pemeriksaan kecepatan pada

centrifuge

8) Mengganti sikat karbon jika motor tidak berputar 9) Melaksanakan pemeriksaan unjuk kerja dan aspek

keselamatan kerja

10) Melakukan penyetelan/penyesuaian (Lim, 2019)

80

DAFTAR PUSTAKA

Husaini, A. J. Al. (2018). Buku Manual Densitometer.

Kahar, F. (2022). Buku Ajar Instrumen Dasar. Eureka Media Aksara.

https://repository.penerbiteureka.com/media/publications/4 39234-buku-ajar-instrumen-dasar-a71add8c.pdf

Lim, P. (2019). Standard Operating Procedure ( SOP ) Standard Operating Procedure ( SOP ). In Development.

Manurung, L. S., & Sudrajad, H. (2019). Design and Build Up the Stirrer Viscometer. Jurnal Geliga Sains: Jurnal Pendidikan Fisika, 6(2), 98–104.

Panjaitan, B., Harahap, S., Kesya, ), Lumbantobing, N., Romadhon, S., Tinggi, S., Kesehatan, I., & Sudama, B. (2021). Rancang Bangun Pewaktu Centrifuge Dengan Tampilan Seven Segment Berbasis Mikrokontroler At89S51. Jurnal Darma Agung, 29(2), 298–307.

Poling, B. E., & Prausnitz, J. M. (2011).

Sciencedirect_articles_08Jan2016_02-19-13.101. In Solutions (fifth edit). McGraw-Hill.

Regina, O., Sudrajad, H., & Syaflita, D. (2019). Measurement of Viscosity Uses an Alternative Viscometer. Jurnal Geliga Sains:

Jurnal Pendidikan Fisika, 6(2), 127.

https://doi.org/10.31258/jgs.6.2.127-132

Setyadi, P., Wayan, I. S., & Rekayasa Keselamatan Kebakaran, S. J.

(2021). Perancangan Multi Speed Centrifuge Sebagai Alat Pemisah Cairan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada

Masyarakat, 2(1), 22–36.

http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/snppm

Sonmez, C., Gümüs, A., Senes, M., Aykal, G., Taneli, F., Aksungar, F., Avci, E., Coskun, C., Çinaroglu, I., Colak, A., Eker, P., Güçel, F., Hakligor, A., Inal, B. B., Orhan, B., & Yilmaz, C.

(2021). An important source of preanalytical error in medical

81

laboratories: Centrifugation. Turkish Journal of Biochemistry, 46(4), 399.

Sulistiyarso, H. B., R, D. R., Pamungkas, J., & Widiyaningsih, I.

(2021). Standar Operasional Prosedur Peralatan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR). LPPM Universitas Pembangunan Nasional Veteran.

82

BIODATA PENULIS

Zakarias Adrianto Mautuka, ST., M.Si, lahir pada tanggal 27 januari 1984 di Peitoko, Desa Purnama, Kec. Pureman, Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur, dari ayah bernama Origenes Mautuka dan Ibu, Ariance Selfina Waluba. Penulis menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD GMIT Pureman, pada tahun 1990 dan tamat pada tahun 1996. Pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kalabahi - Alor dan tamat pada Tahun 1999. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen 1 Kalabahi - Alor pada Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan tamat pada tahaun 2002. Pada tahun yang sama pula penulis melanjutkan pendidikan di Univ. Nusa Cendana Kupang - NTT, di jurusan Teknik Mesin - Fakultas Sains dan Teknik (FST), dan tamat pada tahun 2008. Pada tahun 2010, penulis mulai merintis profesi sebagai pengajar merangkap tenaga kependidikan di Univ. Tribuana (UNTRIB) Kalabahi – Alor hingga tahun 2013, dan pada tahun 2014, melanjutkan studi Pasca Sarajana di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan tamat pada Tahun 2016. Tahun 2016-2020 menjadi Kepala Penjaminan Mutu dan Tahun 2020- 2025 Sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama di Univ. Tribuana Kalabahi. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail: [email protected]. Dengan No. Hp/WA:

082266000898.

83

BAB 7

Dokumen terkait