BAB 2
A. Kata Ganti Orang Pertama Tunggal一人称 Ichininshou (Saya, Aku)
Kata Ganti Keterangan
私 watashi, watakushi
Watashi adalah kata ganti orang pertama yang umum digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Bisa digunakan dalam keadaan formal ataupun biasa, pada lawan bicara yang sudah kenal akrab maupun tidak. Adapun penggunaan watakushi banyak digunakan pada situasi yang formal, misalnya dalam forum rapat atau digunakan kepada lawan bicara yang lebih dihormati.
僕 boku
Boku umumnya digunakan oleh kaum laki-laki.
Bisa dipakai kepada lawan bicara yang sudah akrab maupun tidak. Lebih terkesan santai, tetapi tetap sopan. Jarang digunakan di forum atau situasi formal.
俺 ore
Ore umumnya digunakan oleh kaum laki-laki.
Dipakai kepada lawan bicara yang sudah akrab.
Terkesan agak kasar dan sangat maskulin. Tidak disarankan dipakai dalam situasi formal.
あたし atashi
Pengucapan informal dari watashi. Dipakai dalam situasi informal dan umumnya dipakai oleh kaum perempuan. Sejak zaman dulu hingga sekarang, para rakugoka (pencerita tradisional Jepang) yang laki-laki pun menyebut
うち uchi
Kata ganti yang umum dipakai kaum perempuan yang berasal dari daerah barat Jepang (Kansai).
自分 jibun
Umumnya dipakai oleh kaum laki-laki yang berlatar belakang dunia olahraga atau militer yang keras dan tegas hubungan senior-junior maupun atasan-bawahan. Tidak disarankan dipakai dalam situasi formal atau pada lawan bicara yang tidak akrab.
わし washi
Washi sering muncul pada karya iksi Jepang, seperti novel, drama, maupun anime. Umumnya digunakan oleh tokoh orang tua (kakek).
Namun, sangat jarang ditemukan orang yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
我 ware
Jarang digunakan dalam percakapan sehari- hari. Sifatnya sangat formal. Biasanya digunakan dalam novel ataupun pidato.
B. Kata Ganti Orang Kedua Tunggal 二人称 Nininshou (Anda, Kamu)
Kata Ganti Keterangan
あなた anata
Kata ganti orang kedua yang umum dipakai.
Bisa dipakai dalam keadaan biasa, jarang dipakai dalam situasi formal. Biasanya dipakai ketika belum tahu nama lawan bicara.
Kalau sudah tahu siapa nama lawan bicara, lebih sopan memanggil namanya dengan menggunakan honoriik. (Mengenai honoriik akan dijelaskan di bagian berikutnya.)
そちら sochira
Umum dipakai dalam situasi biasa ataupun formal. Lebih formal lagi jika ditambah honoriik 〜様 –sama.
お宅 otaku
Umum dipakai dalam percakapan biasa ataupun percakapan bisnis. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan menjadi ‘keluarga Anda’, ‘perusahaan/organisasi Anda’.
君 kimi
Umumnya digunakan oleh kaum laki-laki untuk menyebut lawan bicara yang status atau usianya lebih muda dari pembicara.
Meski jarang, ada juga perempuan yang menyebut lawan bicaranya dengan kimi.
Dipakai dalam situasi informal dengan lawan bicara yang sudah akrab maupun tidak.
お前 omae
Umumnya digunakan kaum laki-laki untuk menyebut lawan bicara yang sepantar atau yang lebih rendah usia ataupun statusnya.
Misalnya ayah kepada anaknya, suami kepada istrinya, kakak kepada adiknya. Terkesan agak kasar dan digunakan dalam situasi informal.
Tidak disarankan digunakan dalam situasi formal.
あんた anta
Pengucapan informal dari anata. Umum dipakai di daerah barat Jepang (Kansai) dan terkesan akrab. Akan tetapi, di daerah timur Jepang (Kanto), anta terkesan agak kasar.
Bisa dipakai oleh laki-laki dan perempuan.
貴様 kisama
Sebenarnya pada zaman dahulu kata ganti ini merupakan ungkapan hormat dan formal yang dipakai kalangan angkatan laut Jepang.
Namun, sekarang berubah menjadi kata ganti yang kurang sopan dan terkesan kasar.
Sering dipakai oleh tokoh yang berkarakter tegas atau kasar dalam drama atau anime.
Perlu diingat, sebaiknya jangan dipakai pada percakapan sehari-hari.
Beberapa contoh kata ganti orang kedua tersebut digunakan ketika pembicara tidak menyebut nama lawan bicara atau belum tahu nama lawan bicara. Dalam percakapan, lebih baik menyebut lawan bicara dengan namanya ditambah honoriik, ataupun dengan pangkat, status maupun profesinya.
C. Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal 三人称 Sanninshou (Dia)
Kata Ganti Keterangan
彼 kare
Dipakai untuk menyebut orang ketiga yang berjenis kelamin laki-laki. Bisa juga berarti ‘pacar laki-laki’. Bisa dipakai pada situasi informal maupun formal.
彼女 kanojo
Dipakai untuk menyebut orang ketiga yang berjenis kelamin perempuan. Bisa juga berarti ‘pacar perempuan’. Bisa dipakai pada situasi informal maupun formal.
こいつ、そいつ
、あいつ koitsu, soitsu,
aitsu
Semuanya berarti ‘dia’, tidak dibatasi pemakaiannya pada jenis kelamin laki- laki atau perempuan. Dipakai pada saat percakapan sehari-hari dengan lawan bicara yang sudah kenal akrab, pada situasi kasual. Bedanya pemakaian “ko”,
“so” dan “a” akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.
この人、その人
、あの人 kono hito, sono
hito, ano hito
Tiga kata ganti ini juga sama dengan yang di atas. Bedanya, tingkat kesopanannya lebih tinggi dan bisa dipakai baik pada lawan bicara yang sudah akrab, ataupun tidak. Tapi perlu diingat, kurang sopan menunjuk orang ketiga ketika orangnya ada di depan kita dengan “kono hito”, lebih baik menggantinya dengan nama atau honoriik, atau dengan kata ganti yang lebih sopan seperti “kono kata”.
この方、その方
、あの方 kono kata, sono
kata, ano kata
Kata ganti versi lebih sopan dari yang telah dijelaskan di atas.
D. Kata Ganti Orang Pertama Jamak 一人称複数代 名詞 (Ichininshou Fukusuu Daimeishi)
Berikut kata ganti orang pertama jamak yang berarti ‘kami, kita’.
私達 watashitachi
僕達、僕ら bokutachi, bokura
俺達、俺ら oretachi, orera
あたし達 atashitachi
うちら uchira
自分達 jibuntachi
わしら washira
我々 wareware
E. Kata Ganti Orang Kedua Jamak 二人称複数代名 詞 (Nininshou Fukusuu Daimeishi)
Berikut kata ganti orang kedua jamak yang berarti ‘kalian’.
あなた達 anatatachi
お宅ら otakura
君達、君ら kimitachi, kimira
お前達、お前ら omaetachi, omaera
あんた達、あんたら antatachi, antara
貴様ら kisamara
F. Kata Ganti Orang Ketiga Jamak 三人称複数代名 詞 (Sanninshou Fukusuu Daimeishi)
彼ら、彼達 karera, karetachi
彼女達、彼女ら kanojotachi, kanojora
こいつ達、そいつ達、
あいつ達 koitsutachi, soitsutachi,
aitsutachi
こいつら、そいつら、
あいつら
koitsura, soitsura, aitsura
この人達、その人達、
あの人達 kono hitotachi, sono hitotachi, ano hitotachi
この方達、その方達、
あの方達
kono katatachi, sono katatachi, ano katatachi
G. Akhiran Honoriik untuk Menyebut Nama atau Gelar敬称 (Keishou)
Gelar
Honoriik Keterangan
さん san
Gelar honoriik yang umum digunakan dalam keadaan biasa maupun semiformal pada orang yang belum kenal akrab, yang lebih tua atau yang lebih tinggi statusnya. Bisa digunakan kepada laki- laki dan perempuan. Kadang juga ditemukan penggunaannya untuk menyebut nama hewan.
Akan tetapi, untuk penyebutan nama hewan menggunakan san menimbulkan kesan kekanak- kanakan. Misalnya, seorang ibu menyebut gajah dengan 象さんzou san ‘tuan gajah’ ketika sedang berbicara dengan anaknya.
様
さま
sama
Gelar honoriik yang bernuansa sopan, biasa digunakan pada situasi formal atau dalam bisnis pelayanan. Misalnya para pelayan toko menyebut お客様okyakusama (hariah: ‘Tuan/Nyonya Tamu’) kepada para pelanggan mereka. 様Sama bisa dipakai secara lisan maupun tulisan. Kadang kita juga bisa menemukan penggunaan kata sama ini di beberapa drama atau anime Jepang. Biasanya digunakan oleh para pelayan ketika memanggil nama tuannya, atau digunakan oleh para perempuan kepada laki-laki yang diidolakan dan
殿
どの
dono
Gelar honoriik yang dipakai dalam situasi formal atau dalam hubungan bisnis dan jabatan dalam pekerjaan. Namun, jarang dipakai secara lisan, umumnya digunakan dalam tulisan, contohnya pada penulisan nama di piagam penghargaan.
君
くん
kun
Umum dipakai ketika memanggil laki-laki yang seusia dengan pembicara atau lebih muda dan yang sudah akrab. Namun, ada kalanya dipakai juga oleh para atasan atau senior untuk memanggil bawahan atau junior perempuannya.
ちゃん chan
Panggilan sayang kepada orang terdekat atau kepada anak-anak. Sering dipakai oleh para remaja putri kepada teman sebaya atau juniornya.
Sangat tidak disarankan memanggil orang yang lebih tua atau yang lebih tinggi statusnya dengan imbuhan chan kalau tidak begitu akrab.
氏
し
shi
Umumnya digunakan sebagai bahasa tulisan.
Sering ditemukan dalam jurnal akademis, dokumen resmi, ataupun berita untuk menyebut nama tokoh-tokoh penting atau orang yang menjadi subjek dalam tulisan tersebut.
先
せんぱい
輩 senpai
Digunakan untuk menyebut orang yang lebih tinggi statusnya atau lebih dulu bergabung dalam suatu organisasi. Misalnya, adik kelas kepada kakak kelasnya, pegawai baru kepada senior pembimbingnya (bukan kepada atasannya), artis yang baru debut kepada artis senior atau veteran, dan lainnya.
先
せんせい
生 sensei
Digunakan untuk memanggil orang yang berilmu dan dihormati. Contohnya, untuk memanggil guru, dokter, pengacara, seniman, komikus, dan lain-lain.
*Akhiran honoriik disertakan setelah menyebut nama terlebih dahulu. Contoh, Yamada san, Suzuki sensei, dan lain-lain.
Setelah kita mengenal sekilas tentang huruf dan kata ganti orang, tentu belum lengkap kalau kita belum mengenal salam dan ungkapan yang dipakai sehari-hari dalam bahasa Jepang. Supaya bisa lebih akrab mengobrol dengan teman orang Jepang, mari kita bahas beberapa salam dan ungkapan sehari-hari. Berikut adalah beberapa salam dan ungkapan yang sering digunakan dalam percakapan bahasa Jepang sehari-hari.
こんにちは konnichiwa
Konnichiwa umumnya digunakan sebagai salam atau kata sapaan kepada teman, kenalan, atau orang yang tidak dikenal sekalipun. Bisa juga dikatakan sebagai “salam basa-basi” yang bisa diartikan ‘Selamat pagi/siang’, ‘Apa kabar?’, ‘Halo’, ‘Mari Pak/
Bu’, dan lain-lain.