• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak dari game PUBG terhadap anggota komunitas

Dalam dokumen Moto dan Persembahan (Halaman 69-73)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Dampak dari game PUBG terhadap anggota komunitas

seperti karna pola interaksi yang baik dan selalu bermain bersama dan di dalam interaksi mereka saling menolong antar sesama bahkan mereka para remaja sampai ke jenjeng yang lebih serius dalam menyimpulkan hal tersebut akhirnya para remaja banyat minat dalam bermain game pubg.

Hal ini menunjukkan bahwa fenomena permainan game online PUBG menyebar di karenakan terjadinya kecenderungan yang muncul di dalam lingkungannya, demi tercapainya kepentingan sosial terhadap suatu gaya hidup serta pengakuan diri dan akhirnya masuk ke dalam pergaulan tersebut. Adapun BY AGGR (Wakil Ketua komunitas) mengatakan bahwa:

“Di Komunitas ini aku sebagai wakil itu kak toh karna teman ku alang ketua komunitas kebetulan juga saya ku suka sekali pubg ku suka main jellek kalo dibilang tiap hari kak. Dan awalnya itu dibentuk ini komunitas untuk mabar sama-sama terus dan bisa juga saling membantu kalo ada masalah, kak tapi ada sebagian dampak yang na timbulkan kak kayak ini saya dulunya rajin ka sekolah tapi setelah ku kenal ini pubg sering ma bolos sekolah sampai di kirimkan terus surat orang tua ku tapi tidak ku sampaikan itu surat kak dan pada akhirntya di DO ka di sekolah tidak bilang-bilang ka tapi lambat laun na tau tongji orang tua ku kak yaaah sering ma cekcok sama orang tua ku jadi salah satu pelarian yaah keluar rumah ketemu sama teman komunitas di sini di pondok main pubg supaya tidak pusing ka.” (Observasi, 15 oktober 2020)

Dari hasil narasumber di atas, di simpulkan bahwa salah satu pelajar yang sangat kecanduan bermain game online pubg sampai akhirnya putus sekolah karena sering bolos sekolah karena kecanduan game online pubg ia bahkan merelakan jam sekolahnya demi sebuah game online yang merusak masa depan pendidikannya. Tidak hanya itu, seseorang yang akan kecanduan pada game online PUBG ini juga akan merusak pergaulannya akibat dunia game.

Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara pada salah satu anggota komunitas war community ongko yang masih berusia 15 tahun dan masih

bersekolah Sekolah Menengah Pertama, adapun hasil wawancara oleh informan yang bernama ABR 15 tahun (anggota komunitas) mengatakan bahwa:

“Bermain game awalnya hanya sekedar mencoba, karna lagi tren ini tapi lama-lama ketagihan juga karna sangat menarik, tapi dulu kak capek banyak sekali tugas dari guru dari ibu guru jadi capek kak pergi ka saja main game pubg tambah lagi mamaku sering marah-marah di rumah mending keluar ka main game banyak teman ku masuk juga di komunitas”.

(observasi, 20 oktober 2020)

Adapun hasil penelitian wawancara diatas di benarkan oleh SRF mengatakan bahwa;

“Dalam bermain game ini awalnya hanya sekedar iseng – iseng mendowload game pubg, akan tetapi di dalam banyak kegeman yang dapat, apa lagi jika kita mendapatkan sebuah masalah baik itu masalah pribadi maupun menyangku masalah keluarga, jika masuk maki rum bermain game semua itu terlupakan begitu saja, disitulah terjadi keasikan dalam bermain game online dalam dunia maya, yang menarik kebaikan dalam game ini adalah mendapatkan rekan baru dari berbagai kalangan”

(wawancara, 20 Oktober 2021)

Dari hasil wawancara yang di lakukan peneliti diatas dapat di simpulkan bahwa seseorang yang sering mengalami bosan dan jenuh yang mereka alami, biasanya seseorang tersebut mengambil pelarian sehingga masalah yang mereka alami sering kali dilupakan sehingga akhirnya berdampak pada diri sendiri mengambil keputusan untuk mengakhiri pendidikan yang masih berjalan, jadi sangatlah tinggi pengaruh game untuk

mengatasi sebuah masalah yang terjadi di kalangan internal mau eksternal, baik mikro maupun makro.

Dampak ini juga terkadang memiliki sifat negatif dan terkadang positif dalam menyikapi, Adapun hasil wawancara dengan msyarakat sekitar untuk memperjelas bagaimana dampak yang di alami oleh salah satu anggota di komunitas tersebut. Adapun pendapat dari Bapak ECA (masyarakat sekitar pondok komunitas) mengatakan bahwa:

“Anak-anak remaja semua kalo lewat di depan rumah mau mi naik di botto (gunung) pergi lagi cari jaringan di atas pi main game yang ku tau itu satu kelompok selalu naik baru kalo naik ki biasa jam-jam sudah magrib sampai tengah malam biasa juga sampai pagi, bukan apanya ada juga anak- anak sekolah di situ kasian na selalu begitu lebih na penting naik di botto (gunung) dari pada belajar na tiap malam kapang begitu, bukan apanya juga kasian ki liat ii kalo terganggu mi sama sekolahnya atau lainna.”

(Observasi, 20 Oktober 2020)

Dari hasil pemaparan salah satu narsumber masyarakat kepada salah satu anggota komunitas yang masih sekolah bahwa ia sering melihat sebagian dari komunitas yang sangat kecanduan pada game pubg ini tiap harinya menuju pondok tempat mereka berkumpul dengan komunitas untuk bermain game.

Dan bahkan hari itu, ia kadang kembali sampai larut malam dan bahkan sampai bermalam di pondoknya tersebut.

Adapun dampak lain dari game pubg juga dapat merusak pola hidup yang terutama pola makan yang tidak teratur dan kesehatan fisik yang terganggu, dan juga sangat berpengaruh pada pola tidur yang tidak teratur

terkadang terjadi pola hidup yang berbeda akibat pengaruh game, malam di jadikan siang dan siang jadikan malam, jadi poses belajar yang terganggu akibat game tersebut. Seperti yang telah di katakana oleh Muh Amri selaku informan yang mengatakan bahwa;

“Game Pubg juga ini sebenarnya kak dapat merusak pola hidup sehari-hari karna dalam game ini jarang maki berinteraksi dengam rekan secara lansung lebih banyak dalam media sosial atau kata lainya dunia maya, game ini juga merusak interaksi karna dalam komunikasi ada yang mengeluarkan kata kotor, seperti anjing, sedangkan anjing itu panggilan nama binatang.

(Wawancara, 20 Oktober 2020)

Dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa dalam menggunakan game Pubg sangat merusak kondisi hidup, dimana dalam menyikapi masalah ini terkadang reamaja tidak memikirkan hal-hal lain merupakan melaksanakan ibadah, dalam pelaksanaan ibadah sudah ada yang melakukan sholatnya tidak teratur dalam melaksanakan sholat, dan dalam berinteraksi yang dilakukan pada para pemain game yang terkadang mengucapkan kalimat kotor muncul yang tidak di sukai oleh beberapa kalangan, akan tetapi kata itu sudah menjadi hal – hal biasa dala kalangan anak remaja di desa ongko kecamatan maiwa kabupaten enrekang dan bahkan di berbagai daerah yang masih dalam lingkup Sulawesi selarn pada khsusunya.

B. Pembahasan

1. Latar belakang anggota komunitas menyukai game PUBG

Game online menjadi tren baru yang banyak diminati para kaum remaja maupun dewasa, hal ini dikarenakan seseorang tidak lagi bermain sendiri-

sendiri melainkan dengan para puluhan pemain game lainnya dari satu tempat ke tempat yang berbeda. Berbagai macam game yang terhubung dengan jaringan internet ternyata lebih banyak di minati dan penggemar yang cukup banyak.

Merambahnya industri game ke berbagai negara di dunia termasuk negara-negara berkembang salah satunya adalah Indonesia. Perkembangan teknologi informasi menyebabkan masuknya budaya-budaya baru dan norma- norma baru yang dapat memberikan pilihan bagi para remaja dan sekitarnya dalam berinteraksi sosial. Terutama pada perkotaan yang mengalami perkembangan lebih cepat di banding perdesaan akibat globasisasi, akan tetapi dengan seiring perkembangan zaman baik mempunyai perbedaan bahkan perkembangannya pun sama di karenakan mereka yang akan di tuntut untuk mengikuti tren Jika tidak mau di katakan kuno atau ketinggalan zaman.

Kehadiran game pubg di tengah-tengah era teknologi yang membawa pengaruh besar terhadap perkembangan bahkan tidak sedikit dari kelompok komunitas ini yang menjadi pecandu game. Dengan waktu yang semestinya mereka gunakan untuk bermain denagan teman sebayanya, atau belajar telah di sita dengan duduk berlama-lama demi untuk bermain game yang bahkan tanpa mereka sadari mengalami penurunan prestasi belajar di sekolah, mengalami masalah kepribadiannya, dan bahkan sampai putus sekolah akibat bolos sekolah demi menghabiskan waktunya dengan bermain game.

Ketergantungan game online yang di alami para pecandu game pubg pada komunitas war community ongko menyebabkan sebagian dari mereka

yang mengalami sifat-sifat yang berhubungan dengan ketidak mampuannya mengontrol emosi. Dalam hal ini, memicu ia untuk berbuat hal yang tidak di inginkan seperti perkelahian, hal ini tentunya sangat mempengaruhi kegiatan sosial yang biasanya di lakukan. Dan banyaknya waktu ya ngdi habiskan di dunia maya menyebabkan kuranya berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Dari sebagian para anggota komunitas, mereka hanya mencoba-coba dan hanya mengikuti tren dan gaya hidup. akan tetapi banyak di antara mereka terutama pada anggota yang masih dalam kategori pelajar yang menyalah gunakan game pubg seperti contohnya bolos pada saat jam sekolah yang lebih mementingkan sebuh game di banding pendidikannya. Apalagi mereka yang sudah kecanduan pada gema pubg akan mengalami kurangnya aktivitas di luar dengan keluarga, bermain dengan teman sekolah dan juga kadang mempunyai perilaku menyimpang.

Sebagian dari pada itu, aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon yang dapat di amati secara langsung maupun secaratidak langsung. Hal ini merupakan salah satu reaksi di sebut rangsangan yang tentu akan menimbulkan perilaku tertentu. Sedikit dari Komunitas game pubg yang sifat dan perilakunya di amati dan di gambarkan orang lain seperti pada sikapnya yang beruba pada pola interaksi pada seseorang,

Hal ini yang berdampak pada seseorang yang mungkin saja tidak sengaja mender akan berdampak seperti anak-anak kecil yang mengikuti perkatan apa yang terlontar dari diri sendiri akan di ikuti oleh anak tersebut dan mengaplikasikannya di luar masyarakat.

2. Dampak dari game PUBG terhadap anggota komunitas

Game online adalah permainan yang di mainankan yang terhubung dengan jaringan internet. Game online yang banyak di mainkan sekarang ini adalah Player Unknown’s BattleGround atau biasa di singkat dengan PUBG yang artinya pemain medan pertempuran yang tidak di ketahui asal usul keberadaan para pemainnya.

Komunitas war community ongko adalah salah satu bentuk komunitas yang memainkan game pubg ini dimana sebagian dari anggota dari komunitas tersebut masi berusia 15 sampai 23 tahun. Komunitas tersebut yang memainkan game pubg mengalami ketagihan yang mengakibatkan kecanduan, hal tersebut dapat mengakibatkan dampak bagi mereka yang kecanduan seperti tiap harinya mereka hanya melakukan perkumpulan-perkumpulan bermain game pubg tanpa memikirkan kegiatan lainnya seperti anak yang masih bersekolah, anggota yang memiliki pekerjaan, tetapi dari itu semua mereka tinggalkan demi sebuah ketagihan game pubg.

Permainan game online menjadi salah satu jenis permainan yang tidak memandang usia dan waktu, semua orang punya kesempatan untuk memainkan permainan tersebut. sejauh saat ini game yang paling banyak di mainkan oleh anak laki-laki adalah satu game yang paling tren seperi pada game PUBG dan tentu saja ada banyak alasan kenapa mereka memili game ini.

Di antaranya meerupakan sarana menghilangkan rasa jenuh bagi kesehariannya dan juga bisa mendapatkan teman walaupun di dunia maya.

Sekain itu, game online pubg juga memiliki pengaruh yang cukup besar bagi orang yang memainkan pubg tersebut, dan salah satunya adalah pada komunitas war community ongko yang sudah terbiasa dengan gadgetnya untuk bermain game. Sebagian dari komunitas tersebut masih pelajar dan masih duduk di nagku sekolah menengah pertama. hal tersebut dapat di ketahui dari banyaknya para remaja yang sering memainkan game pubg dan yang akan menyebabkan ketagihan. Maka dari itu, memainkan game pubg akan berdampak negatif bagi yang memainkan game pubg tersebut contohnya seperti mereka yang putus sekolha di akibatkan sering bolos jam sekolah dan tidak memperhatikan pendidikanny lagi.

Selain itu dampak yang lain juga seperti dampak positif dan negatifnya suatu masalah yang timbul pada permasalahan ini:

a. Dampak positif

1. Mengajarkan cara kerja tim yang merupakan sebuah pembelajaran yang dapat kita pahami akan bagaimana cara yang sebenarnya dalam menggunakan game pubg, yang artinya apa-apa kegunaan tombol yang ada di dalam aplikasi game tersebut.

2. Meningkatkan konsentrasi dalam game pubg perlu kita konsen dalam menghadapi lawan dari arah mana dan menembak lawan sesuai dengan sasarannya.

3. Menambah teman, suatu permain game yang sangat menarik karna di dalam bermain game kita selalu menambahkan teman dari berbagai kalangan, baik dari daerah, maupun dari luar negeri sendiri.

4. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris, dalam hal ini kita sebagai warga masyarakat Indonesia sangat berpeluang untuk dapat berbahasa inggris, dan bahkan dari berbagai kalangan Negara lain yang menggunakan bahasa lain karna dalam permainan buka saja dari kalangan warga Negara Indonesia bahkan melebihi dari Negara Indonesia.

5. Dan membantu dalam bersosialisasi, sangatlah tinggi pengaruh solidaritas yang di dapatkan karna dalam berkomunikasi menimbulkan kekerabatan yang sangat baik.

b. Dampak Negatifnya

1. Munculnya istilah-istilah atau kata-kata yang tak mengenakkan dalam berkomunikasi

2. Perilaku autisme/perilaku yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar 3. Kurangnya aktivitas di luar karna lebih cenderung di dunia maya

4. Menganggu kesehatan, karna mengunakan game dan bertatapan dengan layar yang menjadi pengaruh kerusakan kesehatan yang terjadi.

5. Jadi boros dan juga menimbulkan efek ketagihan 6. Dan kurangnnya berinteraksi secara langsung

Sebagian dari mereka yang belum menyadari bahwa kecanduan bermain game pubg dapat mengakibatkan kurangnnya aktivitas berkumpul denan teman lainnya selain teman komunitas game, dapat di lihat dari mereka yang kecanduan lebih sering menghabiskan waktu berama ponsel mereka di banding berinteraksi dengan teman-teman lainnya secara langsung.

Menurut Auguste Comte “Tipologi Perubahan Sosial” Tahap Positivisme yang saat ini menjadikan ilmu pengetahuan berkembang dan segala sesuatu menjadi lebih rasional, sehingga tercipta dunia yang lebih baik karena orang cenderung berhenti melakukan mencarian sebab mutlak (Tuhan atau Alam) dan lebih berkonsentrasi pada penelitian terhadap dunia sosial dan fisik dalam upayanya menemukan hukum yang mengaturnya (Nursalam dkk, 2016: 174).

Jadi, pada zaman yang sekarang ini pengetahuan mengalami perkembangan dimana teknologi baru yang di ciptakan dan digunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan masalahnya atau hal lainnya, seperti pada handpone atau komputer yang digunakan sebagia orang untuk saling berinteraksi melalui media sosial dan juga dapat digunakan untuk bermain game. Menurut permendikbud kita menggunakan teknologi yang bertambah tahun makin banyak teknologi yang ada.

Menurut pendapat Emile Durkheim dalam” fakta sosial” Paradigma adalah pandangan yang mendasar tentang apa yang menjadi pokok persoalan dalam ilmu pengetahuan (sosial) tertentu. Dengan ungkapan lain dapat di katakan bahwa sebuah paradigma adalah jendela yang dapat di gunakan untuk melihat dunia sosial, paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus di pelajari, persoalan apa yang harus di jawabsertakan yang harus di ikuti dalam menginterpretasikan informasi yang di kumpulkan dalam rangka menjawab persoalan.

Paradigma fakta sosial melihat masyarakat sosial dari sudut pandang makro strukturnya, menurut paradigme ini, kehidupan masyarakat di lihat

sebagai realitas yang berdiri sendiri, lepas dari persoalan individu-individu anggota masyarakat itu suka atau tidak suka. Masyarakat jika di lihat dari struktur sosialnya (dalam bentuk perorganisasiannya)tentu memiliki kesepakatan aturan, hirarki kekuasaan dan sistem peradilan, serangkaian peran sosial, nilai dan norma, dan pranata sosial. Yang secara analisis merupakan fakta yang terpisah dari individu masyarakat akan tetapi dapat mempengaruhi perilaku kesehariannya. Fakta sosial merupakan cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa yang mengendalikan. Fakta sosial menurut Emile Durkheim terdiri atas:

a. Dalam bentuk material yakni sesuatu yang dapat di simak, di tangkap dan di observasi, fakta sosial yang berbentuk material ini adalah bagian dari dunia nyata.

b. Dalam bentuk non material, yaitu sesuatu yang di anggap nyata. Fakta sosial jenis ini merupakan fenomena yang bersifat inter subjektif yang hanya dapat muncul dari dalam kesadaran manusia.

Secara garis besar, fakta sosial terdiri atas dua tipe, masing-masing adalah struktur sosial dan pranata sosial. Fakta sosial terdiri atas: kelompok, kesatuan masyarakat tertentu, sistem sosial, posisi, peranan, nilai-nilai keluarga, dan pememrintah.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Game online (PUBG) adalah salah satu permainan yang banyak di minati banyak orang mulai anak-anak sampai orang dewasa pun, game pubg merupakan game online yang terhubung dengan jaringan internet di mainkan para pemainnya. Komunitas adalah sekelompok orang-orang yang memepunyai tujuan yang sama seperti pada komunita war community ongko yang memiliki anggota sebanyak 16 orang mulai dari pelajar dan ada juga yang bekerja.

War community ongko merupakan komunitas game pubg yang lagi tren di desa tersebut akan tetapi dari para anggotanya masi pelajar bahkan ada yang masih pelajar dengan ini sangat mengganggu aktifitas sekolahnya sehiingga dari para mereka yang akhirnya lebih mementingkan aktivitas game di banding dengan pendidikannya sedangkan pada yang bekerja anak yang bekerja juga kadang lebih lupa pada pekerjaannya. Akibat dari komunitas tersebut yang sangat kecanduan pada game pubg dan akhirnya memiliki beberapa dampak dampak negatif dan positif seperti Selain itu dampak yang lain juga seperti memiliki dampak positif dan negatifnya dimana dampak tersebut.

Selain itu dampak yang lain juga seperti dampak positif dan negatifnya suatu masalah yang timbul pada permasalahan ini:

a. Dampak positif

1. Mengajarkan cara kerja tim yang merupakan sebuah pembelajaran yang dapat kita pahami akan bagaimana cara yang sebenarnya dalam menggunakan game pubg, yang artinya apa-apa kegunaan tombol yang ada di dalam aplikasi game tersebut.

2. Meningkatkan konsentrasi dalam game pubg perlu kita konsen dalam menghadapi lawan dari arah mana dan menembak lawan sesuai dengan sasarannya.

3. Menambah teman, suatu permain game yang sangat menarik karna di dalam bermain game kita selalu menambahkan teman dari berbagai kalangan, baik dari daerah, maupun dari luar negeri sendiri.

4. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris, dalam hal ini kita sebagai warga masyarakat Indonesia sangat berpeluang untuk dapat berbahasa inggris, dan bahkan dari berbagai kalangan Negara lain yang menggunakan bahasa lain karna dalam permainan buka saja dari kalangan warga Negara Indonesia bahkan melebihi dari Negara Indonesia.

5. Dan membantu dalam bersosialisasi, sangatlah tinggi pengaruh solidaritas yang di dapatkan karna dalam berkomunikasi menimbulkan kekerabatan yang sangat baik.

b. Dampak Negatifnya

1. Munculnya istilah-istilah atau kata-kata yang tak mengenakkan dalam berkomunikasi

2. Perilaku autisme/perilaku yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar

3. Kurangnya aktivitas di luar karna lebih cenderung di dunia maya

4. Menganggu kesehatan, karna mengunakan game dan bertatapan dengan layar yang menjadi pengaruh kerusakan kesehatan yang terjadi.

5. Jadi boros dan juga menimbulkan efek ketagihan 6. Dan kurangnnya berinteraksi secara langsung B. Saran

Setelah peneliti melakukan penelitian tentang game online (studi naratif komunitas pubg di desa ongko kecamatan maiwa kabupaten enrekang) ada beberapa saran yang dapat di ajukan antara lain seperti pada

1. Bagi orang tua sangat di butuhkan pengawasan langsung dari orang tua untuk membantu pengawasan anak-anak yang kecanduan game pubg yang mengakibatkan pendidikan menurun dan Orang tua harus memberikan waktu khusus untuk bermain game online dan beri ketegasan pada anak tersebut untuk tidak bermain di luar waktu yang sudah disepakati.

2. Bagi para guru/pengajar menegah atas jalinlah komunikasi informal pada para pelajar agar para pelajar tersebut bias terbuka pada orang lain terlebih pada guru/pengajar dan orang tua mereka, sehingga guru/pengajar bisa memberikan pendidikan pada para pelajar tanpa para pelajar ini merasa dihakimi.

3. Bagi anggota komunitas setiap anggota komunitas yang sudah menjadi pecandu game pubg ini dapat memberikan gambaran atau contoh yang positif yang di berikan oleh game pubg, di mana dari dampak negatif yang dapat merugikan diri seseorang yang sudah menjadi pecandu game PUBG.

DAFTAR PUSTAKA

Adiwikarta, Sudardja. (2016). Sosiologi Pendidikan Analisis Sosiologi Tentang Praksis Pendidikan. Bandung: PT Remaja rosdakarya.

Aditia, Rivan. (2015). Dampak Positif dan Negatif Game Online.Tersedia:

http://www.gudangilmukomputer.com/2015/01/dampak-positif-dan negatif bermain game. Html

Al-Munajjid, Syekh Muhammad. (2016). Bahaya Game. Aqwan Media Profetika, Solo.

Amanda R. A, (2016).Pengaruh Game Online Terhadap Perubahan Perilaku Agresif Remaja di Samarinda. E-Jurnal Komunikasi.

Agus Hermawan, (2009). Hiburan Dunia Maya, Bandung: Pusaka Setia.

Bartle, Richard. (1990). Interactive Multi-User Computer Games. [Online].

Tersedia: http://www.usyd.edu.au/su/social/papers/bartle.txt. Diakses: [15 September 2016].

Choli Mansyur. (1987). Sosiologi Masyarakat Desa dan Kota. Surabaya: Usaha Nasional

Grant, J. E. & Kim, S. W. (2003). Dissociativesymptoms in pathological gambling. Psychopathol, 36, 200–203

Hayati, Rina. (2019). Pengertian Naratif, Macam, Ciri, dan Cara Menulisnya (Online),(https://penelitianilmiah.com/penelitian-naratif/, diakses 6

September 2020).

Hovart, Arthur. (1989). Addiction Game Online. Journal [Online]. Vol. 3 No. 2.

Tersedia: www.scribd.com [4 Agustus 2015]

Hovart, Arthur. T. (1989). Coping with addiction. Journal [Online]. Tersedia:

http://www.cts.com/babtsmrt/co ping/html [14 februari 2016]

Kiell, (1999).Perkembangan dan Kepribadian Anak, Arcan, Jakarta.

Kamus Macmillan, 2009-2011. Diakses pada 6 Mei 2011 dari situs http://www.macmillandictionary.com/dictionary/british/game. [internet]

Lexi Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), h.3.

Dalam dokumen Moto dan Persembahan (Halaman 69-73)