Bab III Struktur Jurnalisme Politik
D. Media Jurnalisme
3. Dampak Negatif Penggunaan Media Elektronik
Media elektronik tentunya juga mempunyai berbagai dampak negatif, seperti berkurangnya waktu untuk melakukan aktivitas lain yang sebenarnya lebih bermanfaat, seperti membaca dan mengerjakan pekerjaan rumah, oleh karena anak terlalu sibuk dengan media elektroniknya (Canadian Paediatric ,Society, 2003).
Menonton televisi terlalu sering dapat membentuk pola pikir yang sederhana dan kurang kritis. Selain itu, anak menjadi lebih malas belajar dan berinteraksi dengan orang lain karena lebih
memilih untuk menghabiskan waktu dengan media elektronik seperti televisi dan komputer. Penggunaan media lain seperti handphone juga membatasi kemampuan anak dalam berkomunikasi tatap muka dan mengekspresikan diri (Sparks, 2002).
Konten dari media elektronik, seperti pornografi yang mu- dah diakses lewat internet dan tayangan televisi yang berbau kekerasan, drama dan konflik dapat mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku dari remaja (Sparks, 2002).Radio awalnya cenderung diremehkan dan perhatian kepada penemuan baru itu hanya terpusat sebagai alat tekonologi transmisi.Radio lebih banyak digunakan oleh militer dan pemerintahan untuk kebutuhan penyampaian informasi dan berita.Radio lebih banyak dimanfaatkan para penguasa untuk tujuan yang berkaitan dengan ideologi dan politik secara umum. Ada beberapa faktor efektivitas radio siaran, disebabkan daya kekuatan yang dimilikinya, yaitu daya langsung, daya tembus, dan daya tarik.
a. Daya Langsung
Tabligh melalui siaran radio, untuk mencapai sasarannya, yakni para pendengar, tidak mengalami proses yang komplek. Setiap materi tabligh tinggal diucapkan di depan corong radio sebanyak yang diinginkan. Pelaksanaannya pun berlangsung dengan mudah dan cepat. Setiap informasi atau berita yang terjadi, saat itu pun dapat disiarkan secara “stop press” (langsung) di tengah-tengah siaran apa saja secara berulang kali. Bahkan, suatu peristiwa dapat diikuti oleh pendengar pada saat peristiwa berlangsung.
b. Daya Tembus
Daya tembus yang dimaksud ialah bahwa siaran radio tidak mengenal jarak dan rintangan.Selain waktu, jarak pun tidak menjadi masalah.Bagaimanapun jauhnya tempat yang dituju, oleh tabligh lewat radio siaran, dapat ditembusnya, selama dalam jangkauan pemancar. Di gunung, di lembah, di padang
pasir, di rawa, di hutan, di pedalaman, di lautan, di pedesaan, apalagi di perkotaan, semua tidak menjadi rintangan bagi radio siaran.
c. Daya Tarik
Faktor selanjutnya yang menjadikan radio tetap hidup dan diminati adalah adanya daya tarik, yaitu sifat tabligh yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya.Tiga unsur tersebut yaitu musik (music), kata-kata (spoken word), dan efek suara (sound effect). (Baca Morissan, 2015).
Peran radio dalam penyampaian pesan mulai diakui pada tahun 1909, ketika informasi yang dikirimkan melalui radio berhasil menyelamatkan seluruh penumpang kapal laut yang mengalami kecelakaan dan tenggelam.Radio menjadi medium yang teruji dalam penyampaian informasi yang cepat dan akurat sehingga kemudian semua orang mulai melirik media ini.Siaran radio dapat dikatakan efektif apabila pendengar terpikat perhatiannya, mengerti, serta tergerak hatinya untuk melakukan kegiatan yang diinginkan penyiar.Oleh karena itu, dalam hal ini penting diadakan penelitian mengenai sifat-sifat pendengar. Misalnya, jam berapa biasanya mereka bangun, sarapan pagi, berangkat kerja, pulang kerja, makan malam, program yang disukai, berita yang biasanya mereka dengarkan, penerangan apa yang mereka perlukan, pendidikan apa yang mereka perlukan, serta sejumlah pertanyaan lain lagi menyangkut pertanyaan untuk mengetahui kebiasaan, kesenangan, dan keinginan pendengar.
Selain itu, ada beberapa sifat pendengar radio siaran yang turut menentukan gaya bahasa, yaitu heterogen, pribadi, aktif, dan selektif. Gaya siaran dalam sebuah radio adalah makanan bagi indera pendengaran atau telinga kita, sehingga berbagai siaran yang dikemasnya perlu disesuaikan dengan hal-hal yang dapat dipahami oleh indera telinga ini. Karena itu, apa yang disajikan untuk dibaca, belum tentu sesuai untuk didengarkan.
Menurut Rakhmat (2002:189) Media komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Televisi adalah salah satu media massa yang merupakan paduan radio (broadcast) dan film (moving picture). Televisi terdiri dari istilah “tele” yang berarti jauh dan “vision” yang berarti penglihatan. Segi “jauh” dihasilkan dengan prinsip radio, sedangkan segi “penglihatan“ oleh gambar. (Effendi, 2000:174).
Televisi merupakan hasil temuan dari riset ilmiah dan teknik, dan berkembang sebagai suatu media hiburan atau berita.Hal tersebut televisi memiliki konsekuensi-konsekuensi yang tak terduka sebelumnya, bukan hanya terhadap media hiburan dan berita lainya dengan meredusir daya hidupnya dan peran pentingnya, namun juga berbagai prosespenting dalam kehidupan keluarga budaya dan sosial (Williams, 2009:4).
Televisi memiliki daya tarik yang sangat kuat melebihi media massa lainnya. Kalau radio memiliki daya tarik yang kuat karena unsur-unsur vokal, musik dan efek suara, maka televisi selain memiliki ketiga unsur-unsur itu juga memiliki unsur visual berupa gambar hidup yang menimbulkan kesan mendalambagi penonton.
Daya tarik ini melebihi bioskop karena dapat dinikmati di rumah dengan santai, aman dan nyaman.Televisi merupakan media yang paling disukai oleh para pemasang iklan.Hal tersebut disebabkan keistimewaan televisi yang mempunyai unsur audio dan visual, sehingga para pengiklan percaya bahwa televisi mampu menambah daya tarik iklan dibanding media lainnya. Televisi juga diyakini sangat berpotensi mengingatkan khalayak terhadap pesan yang disampaikan. Hal ini pula yang menyebabkan nilai belanja iklan di televisi semakin lama semakin meningkat (Kasali, 1992:172).
Televisi saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Banyak orang yang menghabiskan waktunya
lebih lama di depan pesawat televisi dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk ngobrol dengan keluarga atau pasangan mereka. Bagi banyak orang televisi adalah teman, televisi menjadi cermin perilaku masyarakat dan televisi dapat menjadi candu.
(Morrisan, 2004:1).
Selain itu televisi menimbulkan dampak yang kuat bagi pe- mirsanya, selain adanya tekanan pada sekaligus kedua indera yakni penglihatan dan pendengaran.Untuk tujuan komersial, televisi dipandang sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan misinya.Televisi mempunyai kemampuan menjangkau khalayak sasaran yang sangat luas.Jutaan orang menonton televisi secara teratur. Televisi dapat menjangkau khalayak sasaran yang tidak terjangkau oleh media massa lainnya misalnya media cetak dan film.
Televisi mempunyai kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi persepsi khalayak sasaran.
Kebanyakan masyarakat meluangkan waktunya di muka televisi sebagai sumber berita, hiburan dan sarana pendidikan.Berdasarkan teori-teori di atas maka dapat disimpulkan bahwa televisi adalah salah satu media elektronik sebagai alat menyampaikan pesan serta mempunyai daya tarik serta mempunyai kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi khalayak.
Tabel Media Televisi dan Radio
No Nama Media Provinsi Alamat
1 Berita Satu News
Channel Jakarta Beritasatu Plasa Lantai 9, Jl. Jend Gatot Subroto Kav 35-36 2 MNC TV www.
mncgroup.com Jakarta JL. Raya Pejuangan, Kebon Jeruk, Jakarta 11530
3 TV One Jakarta Jl. Rawa Terate II no. 2 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta 13260 4 Trans TV Jakarta Gedung Transmedia Lt.3, Jl. Kapten
P. Tendean Kav.12 14A, RT.02/02, Mampang Prapatan, Jakarta 5 PR Radio Jawa Barat Jl. Braga No. 05 Kel. Braga, Kec
Sumur Bandung
6 SCTV www.sctv.co.id Jakarta SCTV Tower - Senayan City Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta 10270
7 JTV Jawa Timur Kompleks Graha Pena Surabaya Jl.
Ahmad Yani No. 88 Surabaya 8 Balikpapan TV Kalimantan
Timur Jln.Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan
9 ANTV Jakarta Komplek Rasuna Epicentrum Lot 9 Jl. H.R. Rasuna Said, Karet Kuningan Setiabudi, Jakarta Selatan 10 TA Radio Jawa Tengah Jl. Giriwarno RT 01 RW 08, Desa
Giriwarno, Wonogiri, Jawa Tengah 11 TVRI Jakarta Gedung TVRI Lt. Dasar, Jl. Gerbang
Pemuda, Tanah Abang, RT.1/RW.3, Gelora, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta
12 Jek TV www.jektv.co.id Jambi Jl. Kapt. Pattimura No.35 KM.08, Kec. Alam Barajo, Kenali Besar Kota Jambi
13 CNN Indonesia http://
cnnindonesia.com Jakarta Gedung Transmedia Lt.3, Jl. Kapten P. Tendean Kav.12 14A, RT.02/02, Mampang Prapatan, Jakarta 14 Indosiar www.indosiar.
com Jakarta Jl. Damai No. 11 daan Mogot, Jakarta 11510
15 LKBN ANTARA Jakarta Wisma Antara Lt.19 Jl. Merdeka Selatan No. 17 Jakarta Pusat 16 TV 9 Nusantara Jawa Timur Jl. Raya Darmo 96 Surabaya 17 Kompas TV www.
kompas.tv Jakarta Jln.Palmerah Selatan No.1 Kel.
Gelora Kec.Tanah Abang, Jakarta Pusat
18 Metro TV Jakarta Jl Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya - Kebon Jeruk Jakarta 11520
19 SBO TV sbo.co.id Jawa Timur Jl. A. Yani 88 Gedung Graha Pena Lt.
21 Ketintang, Gayungan Surabaya 20 Banten Raya TV Banten Graha Pena Radar Banten Jl. Kolonel
H.TB. Suwandi, Lingkar Selatan, Serang Banten. Telp. 0254-220044 21 Bali TV Bali Jl. Kebo Iwa No. 63 A
22 RCTI www.mncgroup.
com Jakarta Jl. Kebon Sirih No. 21-27 Jakarta Pusat 10340 Indonesia
23 Radio DMS Maluku Jl. A.Y. Patty No. 21 Lantai II 24 Celebes TV Sulawesi
Selatan Jln. Jend.Sudirman No. 5 Makassar – Sulawesi Selatan
25 Trans 7 www.transtv.
co.id Jakarta Jl. Kapten P. Tendean Kav 12-14 A Mampang Prapatan, Jaksel 26 Pronews FM Sumatera
Barat 27 Radio Elshinta www.
elshinta.com Jakarta Jl. Joglo Raya No. 70, Jakarta 11640 28 Radio Suara Surabaya Jawa Timur Jl. Wonokitri Besar 40 C Surabaya
Sumber : Dewan Pers