ditetapkan sebagai tersangka pada Juni lalu, 19 hari jelang waktu pilkada serentak. Selaku Plt Bupati Tulungagung, Maryoto pun melihat hal ini sebagai bentuk kepercayaan masyarakat.
“ Memang kami, dulu pasangan SyahTo yang pada saat itu ada masalah persoalan OTT tapi apapun kami masih sebagai wakil tetep akan memperjuangkan, memberikan satu kepercayaan kepada masyarakat bahwa SyahTo ini progamnya sangat peduli terhadap kepentingan
masyarakat. “
(Maryoto Birowo – Plt Bupati Tulungagung)
Syahri-Maryoto terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Tulungangung. Namun jelang pilkada serentak Juni lalu, sang petahana pun tersangkut operasi tangkap tangan KPK karena dugaan suap sejumlah proyek infrastruktur di Tulungagung.
Review :
Berita yang diangkat dikemas dalam bentuk yang lebih simpel dengan tetap menggunakan kaidah jurnalistik yang jelas. Berita ini lebih bisa dinikmati dan dicerna oleh publik yang mengkonsumsinya.
Selain itu, penyertaan data yang lengkap mengenai siapa saja yang terkena kasus ini juga sangat memberikan nilai informatif kepada publik.
Sempat Menghilang, Akhirnya Bupati Tulungagung Serahkan Diri Ke Kpk ( iNEWS Sore – i NEWS TV, 10 Juni 2018)
Usai ditetapkan sebagai tersangka, bupati Tulungagung, Syahri Mulyo menyerahkan diri. Syahri menyanggah melarikan diri dan mengaku memang sedang tidak ada di lokasi bersangkutan saat dilakukannya OTT.
Dalam kasus Tulungangung, 4 tersangka resmi ditetapakan, salah satunya bupati non-aktif Tulungagung, Syahri Mulyo, diduga sebagai penerima suap yang diberikan oleh Susilo Prabowo, yang merupakan pihak swasta atau kontraktor proyek. Syahri diduga menerima 3x suap dari pembayaran proyek sebesar 2,5 milyar rupiah. Saat kejadian penggeledahan, Syahri Mulyo tidak sedang di tempat, namun sabtu malam dirinya datang ke KPK guna menyerahkan diri. Ke depan, Syahri akan ditahan selama 20 hari sementara di Rutan KPK wilayah Jakarta Timur guna peyelidikan lebih lanjut.
“ Ada operasi OTT itu kan saya posisi tidak ada di tempat, saya kan posisi ketika ada OTT itu saya kebetulan dengan keluarga karena hari raya kebutuhan untuk anak-anak dan di jalan itulah kita ada berita katanya ada OTT, jadi OTT itu kami tidak ada di lokasi. Saya datang atas inisiatif sendiri jadi kita kesini tidak ada kemudian menghilang kan akhirnya kita kesini.
Tapi kalau kemudian waktu itu terulur kita galau itu wajar karena ya memang belum pernah mengalami seperti ini.”
(Syahri Mulyo – Tersangka/ Bupati Tulungagung Non-aktif)
“ Ya pastinya pasti akan datang, karena kita baca gejala-gejala jadi kemudian tadi sore lepas magrib yang bersangkutan datang dan udah diperiksa kemudian kita tahan 20 hari ke depan di jakarta timur, dan seperti apa reaksi diluar, ya KPK seperti yang ada di konferensi pers kalian sudah tahu bahwa kita punyai dua bukti yang cukup untuk kemudian menindaklanjuti kasus ini, kira-kira begitu”
(Saut Situmorang – Pimpinan KPK ) Review :
Berita dengan menyertakan pihak utama yang terkait dengan kasus yang diberitakan menjadi salah satu berita yang mempunyai nilai berita yang baik. Penyertaan narasumber utama menjadi salah satu nilai jurnalistik yang penting.
Selain itu, penempatan momen yang pas dalam proses peliputan juga menjadi salah satu nilai jurnalistik yang menambah nilai berita tersebut. Contoh dalam berita ini, dimana pencantuman narasumber utama dilakukan tepat pada saat penyerahan diri.
Jadi Tersangka, Cabup Tulungagung Tetap Akan Dilantik (Kompas Petang – Kompas Tv, 29 Juni 2019)
Calon bupati Tulungagung yang menjadi tersangka korupsi, Syahri Mulyo berdasarkan hitung cepat KPU memenangkan pemilihan Bupati yang berlangsung pada 27 Juni.
Kemendagri pun menyatakan Syahri tetap akan dilantik meski menyandang status tersangka. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Jakarta siang tadi mengatakan akan tetap melantik calon Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, yang memenangkan pilkada Tulungagung meski berstatus tersangka korupsi.
Tjahjo mengatakan karena aturan perundangan memang menyatakan demikian, Tjahjo juga menjelaskan kasus Syahri belum memiliki kekuatan hukum tetap sehingga tidak ada alasan untuk menolak hasil hitungan KPU jika nanti memang memenangkan Pilkada Tulungagung. Syahri baru akan dicopot dari jabatannya jika terbukti bersalah di pengadilan.
“ Suara rakyat kan suara Tuhan, apapun ini proses pilkada yang memilih masyarakat, soal siapa yang dipilih itu yang dimau masyarakat ya jalan terus. Tetap dilantik, sampai ada kekuatan hukum tetap dia bersalah atau tidak. Kalo dia diputus bersalah ya nanti dicabut kembali “
( Tjahjo Kumolo – Menteri Dalam Negeri )
Sementara itu PDI Perjuangan mengatakan hasil pemilihan bupati di Tuluungagung yang memenangkan pasangan Syahri Mulyo meski berstatus tersangka menunjukkan bahwa dukungan publik terhadap Syahri Mulyo yang merupakan calon petahana masih disukai oleh pemilihnya. Syahri berdasarkan hitung cepat KPU memang masih mengungguli perolehan lawannya dan berhasil meraih suara diatas 50%.
“ Apa yang terjadi di KPK, pada akhirnya rakyat memberikan dukungan kepada kepemimpinan dari pak Ganjar Pranowo, demikian pula di Tulungagung kita bisa melihat ya calonnya ditahan tapi kemudian ternyata rakyat memberikan preferensi artinya rakyat menilai bahwa kepemimpinan yang bersangkutan adalah baik. “ ( Hasto Kristiyanto – Sekjen PDI-P )
Calon petahana di pemilihan bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek infrastruktur di Tulungangung, Jawa Timur. KPK menyatakan Syahri diduga menerima uang proyek peningkatan infrastruktur jalan sebesar 2,5 milyar rupiah. Namun dalam pemilihan bupati 27 Juni lalu, Syahri Mulyo yang berpasangan dengan Maryoto Birowo berdasar hitung cepat meraih 59,73 % suara mengalahkan pasangan Margiono dan Eko Prisdianto yang meraih 40,27 % .
Review :
Berita ini menjadi berita yang informatif, dengan melibatkan pihak yang terkait dalam berita ini, dalam hal ini Mendagri karena proses pelantikan bupati . Mengangkat tema ini tentunya harus memperhatikan narasumber yang akan diminta keterangan.
Selain itu, penggunaan bahasa-bahasa yang menunjukkan keheranan menjadi salah satu yang menarik untuk dicermati. Bahasa seperti ini dapat memicu aspirasi publik yang mengkonsumsi berita agar sama- sama mempunya rasa ingin tahu terhadap kasus ini.