BAB V ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA
A. Analisa Pengeluaran Pariwisata
4. Peranan Pariwisata dan Perekonomian
4.3. Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap PDRB
output terbesar pada industri Jasa Perusahaan, Angkutan Udara, dan Angkutan darat, yakni masing-masing sebesar 76.968,29 miliar rupiah, 49.339,16 miliar rupiah, dan 38.137,58 miliar rupiah. Sedangkan pada tahun 2020, dampak penciptaan output terbesar dirasakan oleh industri Jasa Lainnya, Angkutan Udara, dan Industri Tekstil dan Pakaian Jadi dengan nilai berturut-turut sebesar 53.902,95 miliar rupiah, 36.796,45 miliar rupiah, dan 34.471,29 miliar rupiah.
Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 91 Tahun Kode
I-O Lapangan Usaha Pengeluaran Wisatawan
Pengeluaran
Pemerintah Investasi I-32 Perdagangan Mobil,
Sepeda Motor dan Reparasinya
4.204,51 4,18 23,79 I-33 Perdagangan Besar dan
Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor
7.088,74 10,93 113,43
I-34 Angkutan Rel 5.198,87 0,03 0,16
I-35 Angkutan Darat 19.504,22 6,03 50,66
I-38 Angkutan Udara 21.653,19 0,52 0,64
I-39 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir
6.059,98 0,60 5,25 I-40 Penyediaan Akomodasi 9.111,23 3,55 1,08 I-41 Penyediaan Makan Minum 4.200,39 2,20 2,02 I-42 Jasa Informasi dan
Komunikasi Swasta 5.215,47 6,42 18,96 I-48 Jasa Perusahaan 45.778,85 11,60 22,12 I-52 Jasa Swasta Lainnya 12.015,85 2,31 4,14
16 Sektor Lainnya 43.296,31 335,61 946,36
JUMLAH 208.817,00 394,15 1.616,20
2020
I-12 Industri Batubara dan
Pengilangan Migas 7.025,04 2,13 27,41 I-15 Industri Tekstil dan
Pakaian Jadi 13.327,05 2,28 17,29
I-19 Industri Kimia, Farmasi dan
Obat Tradisional 2.499,73 2,98 26,98
I-25 Industri Alat Angkutan 1.896,07 1,35 381,34 I-32
Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan
Reparasinya 2.404,41 3,59 25,21
I-33
Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor
5.387,88 9,39 120,18
I-35 Angkutan Darat 13.608,34 5,18 53,67
I-38 Angkutan Udara 16.148,39 0,44 0,67
I-39
Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos
dan Kurir 4.784,61 0,51 5,56
Tahun Kode
I-O Lapangan Usaha Pengeluaran Wisatawan
Pengeluaran
Pemerintah Investasi I-40 Penyediaan Akomodasi 7.478,41 3,05 1,15 I-42 Jasa Informasi dan
Komunikasi Swasta 3.289,45 5,51 20,08 I-43 Jasa Perantara Keuangan
Selain Bank Sentral 2.175,87 4,02 29,09
I-48 Jasa Perusahaan 10.215,01 9,97 23,44
I-51 Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial Swasta 3.497,76 14,87 1,50 I-52 Jasa Swasta Lainnya 36.576,51 1,99 4,39
16 Sektor Lainnya 18.487,30 271,23 974,37
JUMLAH 148.801,82 338,48 1.712,35
Catatan : Tidak termasuk wisatawan mancanegara.
Aktivitas pariwisata Jawa Barat tahun 2019 memberikan dampak terhadap penciptaan nilai tambah bruto Jawa Barat sebesar 210.827,35 miliar rupiah yang berasal dari dampak pengeluaran wisatawan sebesar 208.817,00 miliar rupiah (99,05 persen), pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 394,15 miliar rupiah (0,19 persen), dan investasi di bidang pariwisata sebesar 1.616,20 miliar rupiah (0,77 persen).
Penurunan kinerja ekonomi Jawa Barat di tahun 2020 akibat Pandemi Covid- 19 pun memberikan pengaruh pada menurunnya dampak ekonomi pariwisata terhadap penciptaan nilai tambah bruto di tahun tersebut. Dampak ekonomi pariwisata terhadap PDRB Jawa Barat di tahun 2020 adalah sebesar 150,852,65 miliar rupiah atau menurun sekitar 28,45 persen dari tahun 2019. Dampak tersebut merupakan pengaruh dari pengeluaran konsumsi wisatawan sebesar 148.801,82 miliar rupiah (98,64 persen), pengeluaran pemerintah untuk pariwisata sebesar 338,48 miliar rupiah (0,22 persen), dan investasi untuk pariwisata sebesar 1.712,35 miliar rupiah (1,14 persen).
Dampak penciptaan nilai tambah bruto Jawa Barat terbesar di tahun 2019 diterima oleh industri Jasa Perusahaan (45.812,58 miliar rupiah), Angkutan Udara (21.654,35 miliar rupiah), dan Angkutan Darat (19.560,91 miliar rupiah). Sedangkan di tahun 2020, dampak penciptaan nilai tambah bruto terbesar adalah pada industri
Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 93 Jasa Lainnya (36.582,88 miliar rupiah), Angkutan Udara (16.149,51 miliar rupiah), dan
Angkutan darat (13.667,19 miliar rupiah).
4.4. Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap Kompensasi Tenaga Kerja Meningkatnya permintaan akhir pada suatu sektor akan memberikan dampak terhadap penambahan output atau produksi suatu barang dan jasa di sektor tersebut. Hal itu akan mengakibatkan meningkat pula jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Penambahan jumlah tenaga kerja akan berdampak pada bertambahnya nilai upah/gaji sebagai balas jasa yang diberikan dalam proses produksi yang harus dibayarkan.
Peningkatan upah/gaji inilah yang dinamakan tambahan pendapatan rumah tangga.
Pengaruh sektor yang berhubungan dengan kepariwisataan terhadap upah/gaji dapat diukur dari analisis input-output.
Adanya aktivitas pariwisata dipercaya akan menciptakan lapangan pekerjaan, yang selanjutnya akan menciptakan upah/gaji berupa balas jasa pekerja. Secara konsep, upah/gaji adalah balas jasa yang diterima oleh pekerja yang didasarkan pada latar belakang pendidikan, kemampuan (skill), kompetensi pekerjaan maupun sektor usahanya.
Dalam memproduksi barang dan jasa, faktor tenaga kerja merupakan bagian penting dari proses produksi di samping barang modal dan teknologi. Tingkat upah dapat pula mencerminkan pendapatan yang diterima oleh masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi perekonomian nasional/regional melalui konsumsi.
Upah/gaji dalam model ini merupakan bagian dari nilai tambah berupa balas jasa faktor tenaga kerja. Permintaan terhadap produk barang dan jasa dalam kegiatan pariwisata berdampak pula terhadap permintaan upah/gaji di setiap sektor ekonomi. Sesuai dengan asumsi linearitas pada model Input-output, perubahan upah/gaji akan sejalan dengan perubahan nilai output yang dihasilkan. Tabel 5.10 berikut ini menunjukkan dampak kompensasi tenaga kerja yang diterima sebagai akibat dari adanya aktivitas pariwisata di Jawa Barat.
Tabel 5.10.
Dampak Pengeluaran Pariwisata terhadap Kompensasi Tenaga Kerja, Tahun 2019 - 2020 (Miliar Rupiah)
Tahun Kode
I-O Lapangan Usaha Pengeluaran
Wisatawan
Pengeluaran
Pemerintah Investasi
2019
I-12 Industri Batubara dan
Pengilangan Migas 2.622,06 0,55 5,74
I-15 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 2.332,99 1,31 8,04 I-23
Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik
1.455,13 1,49 42,95 I-25 Industri Alat Angkutan 2.299,58 0,78 179,86 I-32 Perdagangan Mobil, Sepeda
Motor dan Reparasinya 2.127,05 2,12 12,04
I-33 Perdagangan Besar dan Eceran,
Bukan Mobil dan Sepeda Motor 2.664,56 4,11 42,64
I-34 Angkutan Rel 5.183,00 0,03 0,16
I-35 Angkutan Darat 4.922,13 1,52 12,78
I-38 Angkutan Udara 6.289,40 0,15 0,18
I-39
Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir
2.443,81 0,24 2,12
I-40 Penyediaan Akomodasi 2.359,18 0,92 0,28
I-41 Penyediaan Makan Minum 1.692,41 0,89 0,81
I-42 Jasa Informasi dan Komunikasi
Swasta 1.795,31 2,21 6,53
I-48 Jasa Perusahaan 24.666,75 6,25 11,92
I-52 Jasa Swasta Lainnya 2.948,61 0,57 1,02
16 Sektor Lainnya 14.733,26 214,46 275,36
JUMLAH 80.535,22 237,59 602,41
2020
I-12 Industri Batubara dan
Pengilangan Migas 1.558,88 0,47 6,08
I-15 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 6.563,95 1,12 8,52 I-23
Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik
881,55 1,28 45,50
I-25 Industri Alat Angkutan 947,47 0,67 190,56
I-32 Perdagangan Mobil, Sepeda
Motor dan Reparasinya 1.216,39 1,82 12,75
I-33 Perdagangan Besar dan Eceran,
Bukan Mobil dan Sepeda Motor 2.025,23 3,53 45,17
I-35 Angkutan Darat 3.434,23 1,31 13,54
I-38 Angkutan Udara 4.690,47 0,13 0,20
I-39
Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir
1.929,49 0,21 2,24
I-40 Penyediaan Akomodasi 1.936,40 0,79 0,30
Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 95
Tahun Kode
I-O Lapangan Usaha Pengeluaran
Wisatawan
Pengeluaran
Pemerintah Investasi I-42 Jasa Informasi dan Komunikasi
Swasta 1.132,32 1,90 6,91
I-43 Jasa Perantara Keuangan Selain
Bank Sentral 840,15 1,55 11,23
I-48 Jasa Perusahaan 5.504,09 5,37 12,63
I-51 Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial Swasta 1.809,46 7,69 0,78
I-52 Jasa Swasta Lainnya 8.975,62 0,49 1,08
16 Sektor Lainnya 6.574,20 175,71 280,76
JUMLAH 50.019,91 204,03 638,25
Catatan : Tidak termasuk wisatawan mancanegara.
Pengeluaran wisatawan di Jawa Barat pada tahun 2019 memberikan dampak pada kompensasi tenaga kerja Jawa Barat sebesar 80.535,22 miliar rupiah, sedangkan pengeluaran pemerintah untuk pariwisata memberikan dampak sebesar 237,59 miliar rupiah, dan investasi di bidang pariwisata berdampak sebesar 602,41 miliar rupiah. Sehingga secara keseluruhan dampak penciptaan kompensasi tenaga kerja Jawa Barat tahun 2019 akibat kegiatan pariwisata adalah sebesar 81.375,22 miliar rupiah. Memasuki tahun 2020, nilai kompensasi tenaga kerja Jawa Barat yang dipengaruhi oleh kegiatan pariwisata mengalami penurunan sebesar 37,50 persen, yakni menjadi sebesar 50.862,19 miliar rupiah. Nilai tersebut merupakan dampak dari pengeluaran wisatawan sebesar 50.019,91 miliar rupiah, pengeluaran pemerintah untuk pariwisata sebesar 204,03 miliar rupiah, dan investasi di bidang pariwisata sebesar 638,25 miliar rupiah.
Apabila dilhat menurut jenis lapangan usahanya, maka dampak pariwisata terhadap kompensasi tenaga kerja Jawa Barat di tahun 2019 paling besar dirasakan oleh industri Jasa Perusahaan sebesar 24.684,92 miliar rupiah, Angkutan Udara sebesar 6.289,74 miliar rupiah, dan Angkutan Rel sebesar 5.183,18 miliar rupiah.
Sedangkan di tahun 2020, dampak kompensasi tenaga kerja terbesar dirasakan oleh industri Jasa Lainnya sebesar 8.977,19 miliar rupiah, Industri Tekstil dan Pakaian Jadi sebesar 6.573,59 miliar rupiah, dan Jasa Perusahaan sebesar 5.522,09 miliar rupiah.
Perubahan tingkat upah akan mempengaruhi tingkat biaya produksi. Makin tinggi tingkat upah, makin sedikit tenaga kerja yang diminta. Peningkatan
permintaan terhadap tenaga kerja bergantung pada penambahan permintaan masyarakat terhadap jasa pariwisata. Makin tinggi permintaan masyarakat terhadap jasa pariwisata, maka jumlah tenaga kerja yang diminta akan makin meningkat pula, dengan asumsi tingkat upah adalah tetap.
4.5. Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sebagaimana diuraikan pada bahasan sebelumnya, adanya aktivitas pariwisata dipercaya akan menciptakan lapangan pekerjaan, yang diikuti oleh kenaikan pendapatan masyarakat melalui kenaikan kompensasi tenaga kerja.
Lapangan kerja yang akan terbuka bukan hanya pada usaha-usaha pariwisata saja, namun juga pada lapangan pekerjaan lain yang terkait dengan kegiatan pariwisata secara langsung maupun tidak langsung. Tabel 5.11 di bawah ini menunjukkan dampak penciptaan lapangan pekerjaan yang dipengaruhi oleh kegiatan pariwisata di Jawa Barat. Karena keterbatasan sumber data, maka analisis dampak jumlah tenaga kerja dilakukan hanya dalam 17 lapangan usaha.
Kegiatan pariwisata Jawa Barat memberikan dampak terbukanya lapangan pekerjaan bagi sekitar 2.359,12 ribu orang tenaga kerja. Jumlah tersebut adalah sebagai dampak dari pengeluaran konsumsi wisatawan sebanyak 2.338,73 ribu orang tenaga kerja, dampak dari pengeluaran pemerinta untuk pariwisata sebanyak 6,52 ribu orang tenaga kerja, dan 13,87 ribu orang tenaga kerja.
Tabel 5.11.
Dampak Pengeluaran Pariwisata terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Tahun 2019- 2020
Kode Lapangan Usaha
2019 2020
Pengeluar- an Wisatawan
Pengeluaran Pemerintah
Inves- tasi
Pengeluaran Wisatawan
Pengeluaran Pemerintah
Inves- tasi 1 Pertanian Tanaman
Pangan 136,58 0,16 1,23 109,68 0,14 1,30
2
Pertanian Tanaman Hortikultura
Semusim,
Hortikultura Tahunan dan Lainnya
4,39 0,01 0,15 3,35 0,01 0,15
3 Perkebunan Semusim
dan Tahunan 237,71 0,17 4,02 185,47 0,14 4,26
Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 97
Kode Lapangan Usaha
2019 2020
Pengeluar- an Wisatawan
Pengeluaran Pemerintah
Inves- tasi
Pengeluaran Wisatawan
Pengeluaran Pemerintah
Inves- tasi
4 Peternakan 2,32 0,01 0,02 1,78 0,00 0,02
5 Jasa Pertanian dan
Perburuan 1,72 0,01 0,01 1,72 0,01 0,01
6 Kehutanan dan
Penebangan Kayu 12,27 0,05 5,06 8,54 0,05 5,36
7 Perikanan 203,06 0,24 2,08 133,52 0,20 2,20
8
Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi
779,40 0,08 0,58 432,91 0,07 0,61
9 Pertambangan
Batubara dan Lignit 189,76 0,09 0,05 129,43 0,07 0,05 10 Pertambangan Bijih
Logam 11,88 0,02 0,06 7,17 0,02 0,07
11 Pertambangan dan
Penggalian Lainnya 34,11 0,05 0,28 21,06 0,05 0,30 12 Industri Batubara dan
Pengilangan Migas 0,84 0,00 0,01 0,74 0,00 0,01
13 Industri Makanan dan
Minuman 404,48 0,10 0,18 88,00 0,09 0,19
14 Industri Pengolahan
Tembakau 6,24 3,25 0,01 2,49 2,80 0,01
15 Industri Tekstil dan
Pakaian Jadi 5,78 2,03 0,03 3,73 1,74 0,03
16
Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki
23,71 0,20 0,02 39,98 0,17 0,02
17
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
284,48 0,05 0,10 869,32 0,05 0,11
Jumlah 2.338,73 6,52 13,87 2.038,89 5,60 14,70
Pandemi Covid-19 yang sangat berimbas pada kegiatan pariwisata turut mengakibatkan menurunnya jumlah lapangan pekerjaan yang dapat dibuka sebagai akibat aktivitas pariwisata. Secara total jumlah tenaga kerja yang dipengaruhi oleh kegiatan pariwisata di tahun 2020 adalah sekitar 2.059,18 ribu orang tenaga kerja.
Sebanyak 2.038,89 ribu orang tenaga kerja dipengaruhi oleh pengeluaran konsumsi wisatawan, sementara itu jumlah tenaga kerja yang dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah untuk pariwisata dan investasi di bidang pariwisata adalah sekitar 5.60 ribu orang tenaga kerja dan 14,70 ribu orang tenaga kerja.
Apabila dilihat berdasarkan lapangan usahanya, penciptaan lapangan pekerjaan yang dipengaruhi oleh kegiatan pariwisata di tahun 2019 terbesar dirasakan oleh lapangan usaha transportasi dan pergudangan (780,06 ribu orang tenaga kerja), 404,76 ribu orang tenaga kerja), dan Jasa Lainnya (284,63 ribu orang tenaga kerja). Sedangkan pada tahun 2020, lapangan usaha yang mendapatkan dampak terbesar akibat aktivitas pariwisata adalah lapangan usaha Jasa Lainnya (869,47 ribu orang tenaga kerja), Transportasi dan Pergudangan (433,59 ribu orang tenaga kerja), dan Industri Pengolahan (189,87 ribu orang tenaga kerja).
5. Ringkasan Dampak Ekonomi Pariwisata
Pembangunan pariwisata pada suatu daerah mampu memberikan dampak ekonomi seperti peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan penerimaan devisa, peningkatan kesempatan kerja dan peluang usaha, peningkata pendapatan pemerintah dari pajak dan keuntungan badan usaha milik pemerintah, dan sejenisnya. Pariwisata diharapkan mampu menghasilkan angka pengganda (multiplier effect) yang tinggi, melebihi angka pengganda pada berbagai kegiatan ekonomi. Secara keseluruhan dampak kegiatan pariwisata di Jawa Barat pada tahun 2019 dan 2020 dapat dilihat pada Gambar 5.12 dan Gambar 5.13 di bawah ini.
Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 99 Gambar 5.11.
Dampak Ekonomi Pariwisata Jawa Barat, Tahun 2019 (Miliar Rupiah)
STRUKTUR EKONOMI JAWA BARAT
Pengeluaran Wisatawan Domestik Asal Jawa
Barat 84.428,40
I-O Multiplier
Matrix Tabel I-O Jawa Barat
Tahun 2016
Pengeluaran Wisatawan Domestik Asal Luar
Jawa Barat 170.726,99
Pengeluaran Pemerintah untuk
Pariwisata 458,02
Investasi Sektor Pariwisata
2.052,54
Dampak terhadap produksi barang & jasa
399.479,67
Dampak terhadap Nilai Tambah Bruto
210.827,35
Dampak terhadap Kompensasi Tenaga Kerja
81.375,22
Dampak terhadap Penyerapan Tenaga Kerja
2.359,12
Produksi Barang dan Jasa Jawa Barat
4.140.186,34
PDRB Jawa Barat 2.124.043,62
Kompensasi Tenaga Kerja Jawa Barat
861.144,15
Jumlah Tenaga Kerja Jawa Barat
22.063,83 9,65%
9,93%
9,45%
10,69%
Gambar 5.13.
Dampak Ekonomi Pariwisata Jawa Barat, Tahun 2020 (Miliar Rupiah)
STRUKTUR EKONOMI JAWA BARAT
Pengeluaran Wisatawan Domestik Asal Jawa
Barat 36.186,67
I-O Multiplier
Matrix Tabel I-O Jawa Barat
Tahun 2016
Pengeluaran Wisatawan Domestik Asal Luar
Jawa Barat 144.043,92
Pengeluaran Pemerintah untuk
Pariwisata 393,32
Investasi Sektor Pariwisata
2.174,65
Dampak terhadap produksi barang & jasa
281.086,25
Dampak terhadap Nilai Tambah Bruto
150.852,65
Dampak terhadap Kompensasi Tenaga Kerja
50.862,19
Dampak terhadap Penyerapan Tenaga Kerja
2.059,18
Produksi Barang dan Jasa Jawa Barat
4.057.100,22
PDRB Jawa Barat 2.088.038,74
Kompensasi Tenaga Kerja Jawa Barat
844.992,30
Jumlah Tenaga Kerja Jawa Barat
21.674,85 6,93%
7,22%
6,02%
9,50%