• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengeluaran Wisatawan Nusantara dari Luar Jawa Barat

BAB V ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA

A. Analisa Pengeluaran Pariwisata

1. Struktur Pengeluaran Wisatawan Nusantara

1.2. Pengeluaran Wisatawan Nusantara dari Luar Jawa Barat

Gambar 5.5.

Pengeluaran Wisnus dari Luar Provinsi Jawa Barat di Sektor Lainnya Tahun 2019-2020

Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 69 di sektor jasa perusahaan, sementara di tahun 2020 di jasa lainnya. Terjadinya

pergeseran porsi pengeluaran dari jasa perusahaan dai tahun 2019 ke jasa lainnya di tahun 2020, disinyalir akibat dari pandemi Covid-19 di mana pada tahun 2020 ini kegiatan di jasa perusahaan seperti agen perjalanan, event organizer, fotografer hampir mati suri. Sementara meningkatnya di Jasa lainnya kemungkinan wisatawan dari luar Jawa Barat mengoptimalkan kunjungan wisatanya ke tempat rekreasi secara mandiri.

Tabel 5.3.

Pengeluaran Wisatawan Nusantara dari Luar Jawa Barat ke Jawa Barat

Menurut Sektor Ekonomi Provinsi Jawa Barat Tahun 2019-2020 (Miliar Rupiah)

Sektor Ekonomi 2019 % 2020 %

[1] [2] [3] [4] [5]

1. Industri Pengolahan 14.872,73 8,71 26.365,86 18,30 2. Perdagangan Besar dan Eceran,

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor - - - -

3. Transportasi dan Pergudangan 91.801,72 53,77 52.505,67 36,45 4. Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum 9.785,68 5,73 8.370,45 5,81

5. Jasa Perusahaan 41.890,44 24,54 - -

6. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1.392,63 0,82 6.096,46 4,23

7. Jasa Lainnya 10.983,80 6,43 50.705,47 35,20

Jumlah 170.726,99 100,00 144.043,92 100,00

Berbeda dengan wisatawan lokal dari Jawa Barat, Wisatawan yang dari luar Jawa Barat tidak ada pengeluaran untuk sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. Hal ini kemungkinan wisatawan dari luar Jawa Barat menggunakan angkutan umum sehingga untuk pengeluaran di sektor ini tidak ada. Sementara untuk porsi pengeluaran wisatawan di sektor industri pengolahan mengalami peningkatan yaitu dari 8,7% di tahun 2019 menjadi 18,3% di tahun 2020.

Adapun pengeluaran di Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum selama 2 tahun hampir sama yaitu di kisaran 5%. Ada hal yang menarik untuk porsi

Industri Pengolah

an 8,71%

Transportasi dan Pergudangan

53,77%

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

5,73%

Jasa Perusahaan

24,54%

Jasa Kesehatan dan

Kegiatan Sosial…

Jasa Lainnya

6,43%

Industri Pengolahan

18,30%

Transportasi dan Pergudangan

36,45%

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

5,81%

Jasa Perusahaan

0,00%

Jasa Kesehatan dan Kegiatan

Sosial 4,23%

Jasa Lainnya 35,20%

pengeluaran di jasa kesehatan dan kegiatan sosial, di mana di tahun 2019 sebesar 0,82% sedang di tahun 2020 meningkat menjadi 4,24%. Peningkatan di porsi jasa kesehatan ini tentunya berkaitan dengan peraturan perjalanan sejak adanya Pandemi Covid-19.

Gambar 5.6.

Struktur Pengeluaran Wisnus dari Luar Jawa Barat Tahun 2019-2020

Tahun 2019 Tahun 2020

1.2.1. Pengeluaran Sektor Industri

Pengeluaran wisatawan yang berasal dari luar Jawa Barat di Sektor Industri Pengolahan mengalami peningkatan yaitu dari 14, 87 triliun rupiah di tahun 2019 menjadi 26,36 triliun rupiah atau meningkat 77,28%. Berdasarkan hasil survei Wisnus 2020, jenis industri pengolahan yang diakses oleh para wisatawan meliputi Industri Batubara dan Pengilangan Migas; Industri Makanan dan Minuman; Industri Pengolahan Tembakau; Industri Tekstil dan Pakaian Jadi; Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional; Industri Pengolahan Lainnya, Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan. Struktur jenis industri pengolahan yang banyak diakses selama tahun 2019-2020 terjadi pergeseran di mana di tahun 2020 merupakan tahun mulai Pandemi Covid-19, akses atau porsi pengeluaran di industri pengolahan terjadi lonjakan yang cukup besar yaitu dari 27,22% menjadi 75,81%. Perubahan ini

Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 71

- 5,00 10,00 15,00 20,00

Industri Batubara dan

Pengilangan Migas

Industri Makanan dan

Minuman

Industri Pengolahan

Tembakau

Industri Tekstil dan Pakaian Jadi

Industri Kimia, Farmasi dan

Obat Tradisional

Industri Pengolahan Lainnya, Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan

Peralatan 2019 2020

tentunya berakibat pada turunnya porsi untuk belanja di industri pengolahan yang lain.

Gambar 5.7.

Pengeluaran Wisnus dari Luar Provinsi Jawa Barat di Sektor Industri Pengolahan Tahun 2019-2020

1.2.3. Pengeluaran Transportasi dan Pergudangan

Porsi pengeluaran wisnus dari luar Jawa Barat untuk Sektor Transportasi dan Pergudangan adalah yang paling besar porsinya dibandingkan dengan sektor lainnya. Namun demikian, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya nilai pengeluarannya mengalami penurunan akibat dari naiknya porsi pengeluaran di industri pengolahan.

Pengeluaran wisatawan yang berasal dari luar Jawa Barat di Sektor Transportasi dan Pergudangan mengalami penurunan yaitu dari 91,80 triliun rupiah di tahun 2019 menjadi 52,51 triliun rupiah atau turun 42,80 %. Berdasarkan hasil survei Wisnus 2019 - 2020, terjadi perubahan akses angkutan yang digunakan oleh wisatawan. Pada tahun 2019 akses angkutan masih lengkap yaitu angkutan rel, darat, laut, sungai dan udara, namun pada tahun 2020 akses angkutan hanya di angkutan darat dan udara saja. Sementara porsi akses terhadap jasa penunjang

Triliun Rupiah

- 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00

Angkutan Rel Angkutan Darat Angkutan Laut Angkutan Sungai Danau

dan Penyeberangan

Angkutan Udara Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos

dan Kurir 2019 2020

angkutan masih relatif sama dengan tahun sebelumnya yaitu sekitar 5,8 triliun rupiah.

Gambar 5.8.

Pengeluaran Wisnus dari Luar Provinsi Jawa Barat di Sektor Transportasi dan Pergudangan Tahun 2019-2020

1.2.3. Pengeluaran Sektor Lainnya

Pengeluaran wisatawan di sektor selain industri pengeluaran dan sektor transportasi dan pergudangan, yaitu di sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; sekor Jasa perusahaan; sektor Jasa Kesehatan dan sektor Kegiatan Sosial dan Jasa Lainnya. Sektor Penyediaan Akomodasi mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu dari 6,31 triliun rupiah menjadi 7,10 triliun rupiah, sementara untuk jumlah wisnus dari luar Jawa Barat mengalami penurunan. Peningkatan nilai pengeluaran di sektor penyediaan akomodasi merupakan akibat dari Pandemi Covid19 di mana wisnus yang dari luar Jawa Barat memilih penyediaan akomodasi yang bisa memberi kenyamanan dan rasa aman.

Sementara untuk pengeluaran untuk makan minum justru mengalami penurunan.

Penurunan ini sebagai dampak dari turunnya jumlah wisnus yang dari luar Jawa Barat, juga adanya perilaku new normal yang salah satunya membawa bekal di setiap bepergian.

Triliun Rupiah

Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 73

- 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00

Penyediaan Akomodasi

Penyediaan Makan Minum

Jasa Perusahaan Jasa Kesehatan dan Kegiatan

Sosial

Jasa lainnya

2019 2020

Adapun untuk Sektor Jasa Perusahaan turun secara drastis, di mana tahun 2019 nilai pengeluarannya mencapai 41,89 triliun rupiah, namun di tahun 2020 tidak ada pengeluaran sama sekali. Hal ini terlihat bahwa di masa Pandemi Covid-19 Sekor Jasa Perusahaan ini mengalami mati suri. Adapun untuk Jasa Kesehatan dan jasa Lainnya justru meningkat, peningkatan sektor jasa sangat berkaitan erat dengan aturan perjalanan di masa Pandemi Covid-19 yang mengharuskan melakukan PCR atau Swab Antigen, baik untuk perjalanan udara dan darat. Adapun peningkatan di jasa lainnya kemungkinan wisnus dari luar Jawa Barat dalam perjalanan ke Jawa Barat mengoptimalkan kegiatan rekreasinya secara mandiri dan tidak menggunakan jasa dari even organizer.

Gambar 5.9.

Pengeluaran Wisnus dari Luar Provinsi Jawa Barat di Sektor Lainnya Tahun 2019-2020