BAB V ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA
A. Analisa Pengeluaran Pariwisata
1. Struktur Pengeluaran Wisatawan Nusantara
1.1. Pengeluaran Wisatawan Nusantara dari Jawa Barat
Wisatawan nusantara (Wisnus) yang berasal dari Wilayah Jawa Barat mendominasi kunjungan wisata di Jawa Barat dibanding dengan wisatawan dari luar Jawa Barat. Namun demikian, total pengeluaran wisatawan yang berasal dari luar Jawa Barat secara keseluruhan jauh lebih tinggi dibandingkan pengeluaran wisatawan asal Jawa Barat. Hal ini disebabkan wisatawan asal luar Jawa Barat, harus mengeluarkan lebih banyak biaya khususnya pada Sektor Transportasi dan Penyediaan Akomodasi.
Tabel 5.2.
Pengeluaran Wisatawan Nusantara Asal Jawa Barat ke Jawa Barat Menurut Sektor Ekonomi Provinsi Jawa Barat Tahun 2019-2020 (Miliar Rupiah)
Sektor Ekonomi 2019 % 2020 %
[1] [2] [3] [4] [5]
1. Industri Pengolahan 19.661,27 23,29 6.844,10 18,91 2. Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
352,83 0,42 180,99 0,50 3. Transportasi dan Pergudangan 21.764,75 25,78 10.141,78 28,03 4. Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum 11.294,17 13,38 5.686,62 15,71 5. Jasa Perusahaan 24.272,72 28,75 12.063,28 33,34 6. Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial 2.079,05 2,46
- 0,00 7. Jasa Lainnya 5.003,61 5,93 1.269,89 3,51
Jumlah 84.428,40 100,00 36.186,67 100,00
Total pengeluaran wisatawan yang berasal dari wilayah Jawa Barat dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup drastis sebesar 48,24 triliun rupiah (57,14 persen) yaitu dari 84,43 Triliun rupiah menjadi 36,19 triliun rupiah.
Penurunan total pengeluaran ini disebabkan oleh penurunan jumlah wisatawan yang berasal dari Jawa Barat yaitu dari 98 juta orang menjadi 52 juta orang atau turun sekitar 47,15 persen dari tahun sebelumnya. Secara rata rata, pengeluaran wisatawan nusantara asal Jawa Barat juga mengalami penurunan yaitu dari 857 ribu rupiah per wisatawan menjadi 695 ribu rupiah per wisatawan.
Struktur pengeluaran wisatawan nusantara asal provinsi Jawa Barat sebagaimana terlihat pada Tabel 5.2. Porsi pengeluaran paling tinggi berada pada Sektor Jasa Perusahaan. Sektor Jasa Perusahaan ini meliputi agen perjalanan wisata maupun aktivitas persewaan kendaraan. Pada tahun 2019, pengeluaran wisatawan lokal asal Jawa Barat pada Sektor Jasa Perusahaan sebesar 24,27 triliun rupiah atau sekitar 28,75 persen dari total pengeluaran wisatawan. Sedangkan pada tahun 2020, nilai pengeluaran pada sektor ini mengalami penurunan menjadi 12,06 triliun rupiah. Secara persentase pengeluaran wisatawan pada sektor ini mengalami peningkatan menjadi 33,34 persen dari total pengeluaran wisatawan asal Jawa Barat.
Pengeluaran terbesar kedua yaitu pada Sektor Transportasi dan Pergudangan.
Kontribusinya terhadap total pengeluaran pada tahun 2019 dan 2020 masing- masing sebesar 25,78 persen dan 28,03 persen. Porsi pengeluaran wisatawan asal Jawa Barat berikutnya pada Sektor Industri Pengolahan dengan nilai pada tahun 2019 sebesar 19,66 triliun rupiah dan pada tahun 2020 sebesar 6,8 triliun rupiah.
Porsi pengeluaran pada Sektor Industri Pengolahan ini mengalami penurunan dari sekitar 23,29 persen pada tahun 2019 menjadi 18,91 persen pada tahun 2020.
Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 65 Gambar 5.2.
Struktur Pengeluaran Wisnus Asal Jawa Barat Tahun 2019-2020
Tahun 2019 Tahun 2020
1.1.1. Pengeluaran Sektor Industri
Pengeluaran wisatawan yang berasal dari wilayah Provinsi Jawa Barat di Sektor Industri Pengolahan mengalami penurunan yaitu dari 19,66 triliun rupiah di tahun 2019 menjadi 6,8 triliun rupiah pada tahun 2020, atau turun sekitar 65 persen.
Berdasarkan hasil survei Wisnus 2020yang diolah lebih lanjut, jenis industri pengolahan yang diakses oleh para wisatawan meliputi industri Batubara dan Pengilangan Migas; Industri Makanan dan Minuman; Industri Pengolahan Tembakau; Industri Tekstil dan Pakaian Jadi; Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman; Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional; Industri Pengolahan Lainnya, Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan. Nilai pengeluaran wisatawan pada seluruh jenis industri pengolahan tersebut mengalami penurunan pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun secara proporsi, terjadi peningkatan proporsi pengeluaran pada Industri Tekstil dan Pakaian Jadi; dan Industri Pengolahan Lainnya.
Gambar 5.3.
Pengeluaran Wisnus Asal Provinsi Jawa Barat di Sektor Industri Pengolahan Tahun 2019-2020
1.1.2. Pengeluaran Sektor Transportasi dan Pergudangan
Porsi pengeluaran wisnus asal Jawa Barat untuk Sektor Transportasi dan Pergudangan menempati urutan kedua setelah Sektor Jasa Perusahaan. Walaupun pada tahun 2020 nilai pengeluarannya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019, proporsi pengeluaran pada sektor ini mengalami peningkatan dari 25,78 persen pada tahun 2019 menjadi 28,03 persen pada tahun 2020. Peningkatan ini berkaitan dengan penurunan pengeluaran wisatawan pada sektor-sektor lain sebagai dampak adanya Pandemi Covid-19.
Jenis pengeluaran yang diakses pada sektor ini oleh wisatawan asal Jawa Barat yaitu pengeluaran pada angkutan rel; angkutan darat; angkutan sungai, danau, dan penyeberangan; dan pergudangan dan jasa penunjang angkutan, pos, dan kurir.
Proporsi pengeluaran pada angkutan darat mengalami peningkatan dari 15,89 persen pada tahun 2019 menjadi 26,92 persen pada tahun 2020. Sedangkan jenis pengeluaran lain pada sektor ini pada tahun 2020 mengalami penurunan proporsi dibandingkan tahun sebelumnya.
Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 67 Gambar 5.4.
Pengeluaran Wisnus dari Luar Provinsi Jawa Barat di Sektor Transportasi dan Pergudangan Tahun 2019-2020
1.1.3. Pengeluaran Sektor Lainnya
Sektor-sektor lainnya di luar Sektor Industri Pengolahan dan Sektor Transportasi dan Pergudangan adalah Sektor Penyediaan Makan dan Minum, Sektor Jasa Perusahaan, Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, dan Sektor Jasa Lainnya. Porsi pengeluaran tertinggi wisnus asal Jawa Barat secara keseluruhan yaitu pada Sektor Jasa Perusahaan. Pada sektor ini, pengeluaran wisnus asal Jawa Barat mencapai 24,27 triliun rupiah pada tahun 2019 dan turun menjadi 12,06 triliun rupiah pada tahun 2020. Namun secara proporsi, pengeluaran sektor jasa perusahaan mengalami peningkatan dari 28,75 persen menjadi 33,34 persen pada tahun 2020.
Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada tahun 2019 memiliki kontribusi sebesar 13,38 persen dari total pengeluaran wisatawan asal Jawa Barat, mengalami peningkatan menjadi 15,71 persen. Secara nilainya, total pengeluaran pada sektor ini mengalami penurunan dari 11,29 triliun rupiah menjadi 5,69 triliun rupiah. Penurunan ini sebagai dampak dari berkurangnya jumlah wisatawan pada tahun 2020.
- 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00
Angkutan Rel Angkutan Darat Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan
Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan
Kurir
Triliun Rupiah
Gambar 5.5.
Pengeluaran Wisnus dari Luar Provinsi Jawa Barat di Sektor Lainnya Tahun 2019-2020