BAB III DESKRIPSI DATA
B. Data Khusus
2. Dampak Strategi Coping Stres Mahasiswa PAI dalam Menyusun Tugas Akhir Kuliah
seeking informational support, confrontive coping, dan seeking social support for emotional reasons.
Dengan kata lain, banyak hal dan banyak cara yang dilakukan oleh setiap mahasiswa PAI dalam mengerjakan tugas akhir kuliah agar selesai tepat waktu agar segala kesulitan dan hambatan dalam mengerjakan skripsi bisa teratasi. Berbagai hal yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengatasi segala kesulitan dalam mengerjakan skripsi ini termasuk ke dalam bentuk-bentuk dalam strategi coping stress.
2. Dampak Strategi Coping Stres Mahasiswa PAI dalam Menyusun Tugas
kebanyakan memperlihatkan respon positif dari segala kesulitan yang dihadapi dan kesibukan yang menghambat selama menyusun tugas akhir kuliah ini. Selain memberikan respon yang positif , setiap mahasiswa juga memberikan kesan yang baik dan setelah melakukan/menjalani bentuk-bentuk dari strategi coping stress ini terhadap segala kesulitan dan stress yang dialami dalam menyusun tugas akhir kuliah.
Hal ini terbukti dengan hasil observasi dan wawancara peneliti terhadap informan-informan penelitian, yaitu mahasiswa PAI MIS yang bekerja part-time yaitu lest private sebagai berikut :72
Sharing ke teman-teman di universitas-universitas yang lain untuk mendapatkan buku yang saya butuhkan dan mencari lewat media online, lebih bisa menahan emosi agar bisa lebih memanagement waktu agar bisa menggunakan waktu sebaik mungkin agar bisa membagi waktu antara kesibukan di luar kampus, tanggungan les dan skripsi, tak lupa selalu mengingat pengorbanan orang tua yang telah bersusah payah menyekolahkan agar cepat bisa bangkit dan mengerjakan skripsi kembali. Cara di atas sangat efektif bagi saya dalam mengatasi segala permasalahan dan stress dalam menyusun tugas akhir kuliah ini.
Dengan selalu mengingat jerih payah orang tua dan selalu mencari cara dalam mengatasi segala kesulitan dan permasalahan serta rasa stress dalam menyusun tugas akhir, maka mahasiswa MIS ini sangat terbantu dengan berbagai cara di atas. Bagi mahasiswa yang bekerja part-time yaitu lest private menjadikan mahasiswa ini harus mengerjakan 2 hal secara beriringan dan harus pandai
72 Lihat Transkip Wawancara Nomor 07/W/16-5/2016 pada Lampiran Laporan Hasil Penelitian
membagi waktu. Begitu cara strategi coping stress yang dilakukan oleh mahasiswa MIS.
Namun bagi mahasiswa PAI HFR yang merupakan mahasiswa PAI yang tinggal di pondok. Kendala dan rasa stress yang dialami dalam menyusun tugas akhir kuliah adalah buku referensi perpustakaan yang kurang memadai, dosen pembimbing yang susah ditemui dan rasa malas. Perpustakaan sebaiknya menambah buku-buku baru sebagai referensi tambahan mahasiswa dalam mengerjakan tugas terutama bagi mahasiswa semester akhir.
Cara mahasiswa HFR dalam mengatasi segala masalah dan stressnya adalah dengan cara meminta bantuan kepada saudara kembarnya untuk membantu mencarikan buku referensi di perpustakaan, sedangkan mahasiswa HFR menjalankan kegiatan di pondok. Memiliki saudara kembar adalah hal yang paling membantu mahasiswa ini dalam segala masalah. Cara yang cukup efektif dari strategi coping yang diterapkan oleh mahasiswa HFR yang juga merupakan mahasiswa yang tinggal di pondok dan juga memiliki saudara kembar yang juga mengerjakan tugas akhir. Selain itu pintar membagi waktu antara kegiatan di pondok dengan tugas menyusun tugas akhir adalah kunci kelancaran mengatasi stress dalam menyusun tugas akhir kuliah dan sangat efektif. Hal ini sesuai dengan observasi peneliti pada tanggal 14 Mei 2016 di PPTQ Al-Muqorobin Ronowijayan.73
73Lihat Transkip Observasi Nomor 05/O/14-5/2016 pada Lampiran Laporan Hasil Penelitian
Berbeda kesibukan maka berbeda pula cara yang efektif dalam mengatasi segala kesulitan dan kesibukan dalam menyusun tugas akhir kuliah, seperti halnya mahasiswa PAI yang sibuk berbisnis dan aktif dalam organisasi kampus AZE, yang memiliki cara khusus yang efektif, yaitu harus memiliki waktu khusus untuk bisa fokus dan fakum sementara waktu dari semua kesibukan dan bisnis agar bisa fokus mengerjakan tugas akhir. Karena semua harus berjalan seimbang tanpa ada yang dinomor duakan. Tetapi pada kenyataannya mahasiswa ini justru mengesampingkan tugas akhirnya karena terlalu sibuk dengan bisnis dan organisasi yang dijalaninya. Tetapi mahasiswa ini mencoba untuk memperbaiki dirinya karena pada hakekatnya semua masalah yang menjadikannya stress berawal dari dirinya sendiri. Sebagaimana dipaparkan berikut ini:74
Karena kesulitan itu terjadi karena kesalahan diri saya, maka saya harus menyelesaikan dan meluruskan diri saya terlebih dahulu. Saat harus menata kembali diri saya dan semangat serta fokus kembali untuk mengerjakan skripsi dengan meninggalkan beberapa bisnis saya dan memilih fakum beberapa saat dari organisasi kampus, serta memilih untuk mencari waktu -+1 bulan untuk fokus skripsi tanpa gangguan yang lain.
Dari pemaparan beberapa mahasiswa di atas, dapat dilihat bahwa dengan berbagai cara mengatasi kesulitan dan kesibukan, masing-masing mahasiswa memiliki cara khusus agar semua bisa berjalan dengan lancara tanpa harus memilih mana yang menjadi prioritas utama. Cara ini sangat membantu mahasiswa mengatasi segala kesulitan dan stress dalam menyusun tugas akhir
74Lihat Transkip Wawancara Nomor 05/W/10-5/2016 pada Lampiran Laporan Hasil Penelitian
kuliah dan sangat berdampak positif terhadap stress yang dialami mahasiswa semester akhir ini.
Sebagian besar mahasiswa PAI subjek penelitian juga memperlihatkan tingkah yang positif dan nilai keefektifan penggunaan strategi coping stress ini.
Sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa dengan adanya bentuk-bentuk dan cara-cara dalam strategi coping sangat efektif dan membantu dalam menyelesaikan masalah dan stress yang dialami karena kesibukan dan kesulitan dalam menyusun tugas akhir kuliah. Sebagai mana yang terlihat dari hasil Focus Group Discution (FGD) yang dilakukan peneliti terhadap subjek penelitian beberapa waktu lalu.75