• Tidak ada hasil yang ditemukan

b. Penulisan skripsi bertujuan sebagai berikut:53

1. Mengidentifikasi gejala dan merumuskan masalah yang dijadikan objek penulisan skripsi;

2. Menentukan tipe penelitian (deskriptif,/eksplanatif/ eksploratif) yang sesuai dengan tujuan penelitian

3. Menggunakan teori yang relevan dengan permasalahan dan, mengoperasionalisasikan konsep;

4. Memilih dan menggunakan metode penelitian yang relevan dengan sifat permasalahan;

5. Menyajikan dan menganalisis data secara cermat, tepat, dan benar;

6. Melakukan generalisasi yang valid dari hasil analisis data;

7. Menuliskan hasil penelitian secara sistematis dan logis, sesuai dengan format dan etika ilmu pengetahuan.

mahasiswa difabel khususnya tunanetra, sehingga ketika mahasiswa tunanetra tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut akibatnya mahasiswa tunanetra rentan mengalami stress. Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilakukan terhadap objek yang diteliti untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa tunanetra UIN Sunan Kalijaga mempunyai cara ataupun strategi coping yang sama dalam menghadapi stress.54

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada subjek penelitian dan metode penelitian. Subjek penelitian pada penelitian terdahulu lebih menekankan pada 2 mahasiswa difabel yaitu tunanetra yang notabennya mengalami kurang sempurnaan dalam fisiknya. Sedangkan pada penelitian ini menfokuskan pada beberapa mahasiswa PAI semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi, yang juga memiliki kelengkapan fisik dan psikis sehingga mudah untuk memahami maksud dari subjek penelitian. Penelitian terdahulu menggunakan metode wawancara dan observasi saja, sedangkan pada penelitian ini menggunakan merode penelitian wawancara, observasi dan juga FGD (Focus Group Discution). Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah pada penggunaan strategi coping dalam mengatasi stress pada mahasiswa.

Nindya Wijayanti salah satu mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, yang berjudul “Strategi Coping Menghadapi Stres dalam Penyusunan Tugas Akhir Skripsi pada Mahasiswa Program S1 Fakultas Ilmu Pendidikan”, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Kuantitatif deskriptif dengan jenis survei.

54 Skripsi Dian Noviana Putra, Strategi Coping terhadap Stres pada Mahasiswa Tunanetra UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga, 2013, 75.

Dengan menggunakan teknik purposive proportional random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berbentuk skala stress dan strategi coping menghadapi stress. Hasil uji validitas dan reabilitas kuesioner menggunakan uji validitas eksternal yang haslnya dapat dipercaya (reliable) dengan menggunakan Alpha Cronbach dengan koefisien alpha sevesar 0,8443, 0,8790 dan 0,8211. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa FIP Angkatan 2008 mengalami stress dalam penyusunan skripsi pada kategori sedang yaitu 109 mahasiswa.55

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah pada pendekatan penelitian dan metode penelitian. Subjek yang diamati juga 109 mahasiswa FIP Angkatan 2008, sedangkan pada penelitian ini hanya meneliti 7 mahasiswa PAI Angkatan 2012. Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif jenis survey, sedangkan penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif lapangan jenis studi kasus. Metode penelitian menggunakan kuesioner menyebarkan pertanyaan tanpa bertatap muka dan mengetahui reaksi dari subjek penelitian, sedangkan penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi dengan melihat langsung bagaimana reaksi dari para subjek penelitian. Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah pada penggunaan strategi coping dalam menghadapi stress mahasiswa dalam menyusun tugas akhir kuliah.

Emma Indirawati, mahasiswa fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dengan judul penelitian, “Hubungan

55 Skripsi Nindya Wijayanti, Strategi Coping Menghadapi Stres dalam Penyusunan Tugas Akhir Kuliah pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, 2012.

Antara Kematangan Beragama dengan Kecenderungan Strategi Coping”.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan teknik sampling menggunakan purpose sampling. Pemilihan subjek berdasarkan pada pertimbangan teknis, yaitu kesesuaian dengan kriteria yang dikehendaki untuk mempermudah dalam pengontrolan pengambilan data. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas bahasa dan Seni (FBS) pada Universitas negeri Yogyakarta (UNY) dan Fakultas Tarbiyah (Fty) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)/sekarang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 1997/1998 ke atas (mahasiswa tingkat akhir), usia antara 21 tahun ke atas, dan beragama Islam. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan skala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi atau hubungan positif antara kematangan beragama dengan kecenderungan strategi coping yaitu Problem focused coping pada mahasiswa FBS UNY dan Fty IAIN.56

Perbedaan penelitian ini dengana penelitian terdahulu adalah pada objek yang diteliti. Penelitian terdahulu meneliti hubungan antara kematangan beragama dengan kecenderungan strategi coping sedangkan penelitian ini meneliti stress mahasiswa PAI yang menyusun tugas akhir dengan menggunakan strategi coping. Penelitian terdahulu menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan teknik sampling-purpose sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pesamaannya yaitu sama-sama menggunakan strategi coping untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian.

56 Emma Indirawati, Hubungan Antara Kematangan Beragama dengan Kecenderungan Strategi Coping, Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Vol.3 No. 2, Desember2006 , 69.

Yuli Yulianingsih, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul Skripsi “Strategi Coping Pada Remaja Pasca Putus Cinta. Pada skripsi ini membahas tentang strategi coping pada remaja setelah putus cinta yang merupakan remaja antara usia 15-18 tahun yang berjumlah 6 anak. Pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa strategi coping yang digunakan adalah Problem Focus Coping dan Emotional Focus Coping. PFC ditunjukkan dengan perilaku seperti mencari pacar baru, menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah secara mandiri maupun dengan mantan, dan meminta dukungan kepada teman atau saudara. Sedangkan EFC ditunjukkan dengan perilaku subjek yang menghindari kesibukan dengan mendengarkan musik, menyalahkan diri sendiri dan meminta maaf, dapat memperbaiki diri, serta mengambil hikmah dari putus cinta.57

57 Yuli Yulianingsih, Strategi Coping Pada Remaja Pasca Putus Cinta Skripsi Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2012, 24.

BAB III