PROSES PENELITIANPROSES PENELITIAN
B. DASAR DASAR PENELITIA PENELITIAN N ILMIAH ILMIAH
Banyak cara untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian. Salah satunya adalah menggunakan Banyak cara untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian. Salah satunya adalah menggunakan dasar-dasar penelitian ilmiah untuk memperoleh hasil yang lebih valid. Apabila kita ingin meramalkan, dasar-dasar penelitian ilmiah untuk memperoleh hasil yang lebih valid. Apabila kita ingin meramalkan, menjelaskan atau memahami suatu fenomena, maka kita harus mengetahui dan memahami dengan tepat menjelaskan atau memahami suatu fenomena, maka kita harus mengetahui dan memahami dengan tepat istilah-istilah seperti: konsep, konstrak, variabel, de
istilah-istilah seperti: konsep, konstrak, variabel, defifinisi, teori, hipotesis dan model. Berikut ini akan di-nisi, teori, hipotesis dan model. Berikut ini akan di- uraikan satu per satu.
uraikan satu per satu.
1. Konsep 1. Konsep
Konsep merupakan abstraksi/generalisasi dari suatu realita
Konsep merupakan abstraksi/generalisasi dari suatu realita atau fenomena, yang untuk menjelaskan-atau fenomena, yang untuk menjelaskan- nya digunakan beberapa kata, agar dapat mengkomunikasi-kannya. Dalam suatu penelitian sering tidak nya digunakan beberapa kata, agar dapat mengkomunikasi-kannya. Dalam suatu penelitian sering tidak memperhatikan “apa itu”, “bagaimana membuatnya” dan “apa/bagaimana hubungannya” dengan masalah memperhatikan “apa itu”, “bagaimana membuatnya” dan “apa/bagaimana hubungannya” dengan masalah penelitian. P
penelitian. Pada hal ada hal konsep ini konsep ini merupakan dasar merupakan dasar seluruh pemikiran seluruh pemikiran dan komunikasi. dan komunikasi. Oleh karena Oleh karena itu ke-itu ke- berhasilan
berhasilan suatu penelitisuatu penelitian (dalam an (dalam hubungannya dengan hubungannya dengan konsep) tergantung konsep) tergantung pada: “bagaimana pada: “bagaimana membuatmembuat konsep dengan jelas”, dan “bagaimana orang lain mengerti dengan baik konsep yang digunakan”.
konsep dengan jelas”, dan “bagaimana orang lain mengerti dengan baik konsep yang digunakan”.
Misalnya: Sikap, merupakan konsep yang abstrak, sebab tidak
Misalnya: Sikap, merupakan konsep yang abstrak, sebab tidak jelas sikap tentang apa. Oleh jelas sikap tentang apa. Oleh karena-karena- nya, dalam penelitian kita harus berusaha
nya, dalam penelitian kita harus berusaha untuk mengukurnya dengan konsep yang lebih konkrit, terseleksiuntuk mengukurnya dengan konsep yang lebih konkrit, terseleksi dan hati-hati. Demikian juga halnya dengan Pendapatan, konsepnya kelihatan sederhana, namun bila di- dan hati-hati. Demikian juga halnya dengan Pendapatan, konsepnya kelihatan sederhana, namun bila di- tanyakan akan diperoleh jawaban yang bervariasi dan membingungkan. Oleh karena itu seyogyanya di- tanyakan akan diperoleh jawaban yang bervariasi dan membingungkan. Oleh karena itu seyogyanya di- berikan
berikan batasan batasan yang yang tajam tajam dan dan spesispesififik, misalnya: pendapatan per bulan atau pertahun?, individu atauk, misalnya: pendapatan per bulan atau pertahun?, individu atau keluarga?, sebelum pajak atau sesudah pajak? dan lain-lain.
keluarga?, sebelum pajak atau sesudah pajak? dan lain-lain.
Selain konsep-konsep yang sudah dikenal seperti sikap, pendapatan, selera, modal usaha dan lain- Selain konsep-konsep yang sudah dikenal seperti sikap, pendapatan, selera, modal usaha dan lain- lain, dalam penelitian mungkin diciptakan konsep baru untuk mengekspresikan ide-ide. Beberapa sumber lain, dalam penelitian mungkin diciptakan konsep baru untuk mengekspresikan ide-ide. Beberapa sumber yang bisa digunakan untuk mengabstraksikan suatu
yang bisa digunakan untuk mengabstraksikan suatu fenomena adalah:fenomena adalah:
a.
a. Penggunaan Penggunaan secara umum secara umum yang dyang diperoleh biperoleh berdasarkan perdasarkan pengalaman. Dalam engalaman. Dalam hal ini hal ini mungkin mungkin dijumpaidijumpai suatu konsep yang sama dengan bahasa yang berbeda. Misalnya: orang yang membeli barang. Dalam suatu konsep yang sama dengan bahasa yang berbeda. Misalnya: orang yang membeli barang. Dalam bahasa
bahasa Indonesia Indonesia disebut disebut sebagai sebagai “pembeli”, “pembeli”, dalam dalam bahasa bahasa Inggris Inggris disebut disebut “buyer”. Ada “buyer”. Ada pula pula suatusuatu konsep yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa yang lain.
konsep yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa yang lain.
b.
b. Meminjam dari bahasa lain.Meminjam dari bahasa lain.
Misalnya:
Misalnya:gravitasigravitasi bumi. Menunjukkan daya tarik bumi terhadap benda-benda yang ada bumi. Menunjukkan daya tarik bumi terhadap benda-benda yang ada didekatnya.didekatnya.
Dalam pemasaran, istilah gravitasi menunjukkan bagaimana seorang tertarik untuk berbelanja ke suatu Dalam pemasaran, istilah gravitasi menunjukkan bagaimana seorang tertarik untuk berbelanja ke suatu tempat atau toko tertentu.
tempat atau toko tertentu. Distance, Distance,menunjukkan jarak antara tempat yang satu dengan tempat yangmenunjukkan jarak antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Dalam ilmu psikologi, “
lain. Dalam ilmu psikologi, “distancesdistances” dimaksudkan sebagai jarak yang menunjukkan perbedaan si-” dimaksudkan sebagai jarak yang menunjukkan perbedaan si- kap. Perlu diperhatikan, bahwa dalam peminjaman dari bahasa lain ini sifatnya tidak selalu praktis kap. Perlu diperhatikan, bahwa dalam peminjaman dari bahasa lain ini sifatnya tidak selalu praktis dalam arti membutuhkan pencarian suatu konsep yang s
dalam arti membutuhkan pencarian suatu konsep yang sesuai (ini tidak mudah) dan mengembangkan-esuai (ini tidak mudah) dan mengembangkan- nya untuk konsep baru yang dikehendaki. Agar bisa lebih mudah melakukannya, peminjamannya bisa nya untuk konsep baru yang dikehendaki. Agar bisa lebih mudah melakukannya, peminjamannya bisa dimulai dari suatu jargon (terminologi).
dimulai dari suatu jargon (terminologi).
T
Terdapat tiga ciri yang erdapat tiga ciri yang menarik dari konsep ini, yakni:menarik dari konsep ini, yakni:
a.
a. Suatu konsep Suatu konsep hanya melibatkan hanya melibatkan beberapa elemen beberapa elemen atau unsur atau unsur yang dibuyang dibutuhkan. Misalnya: tuhkan. Misalnya: motivasi,motivasi, hanya melibatkan asal, macam dan tingkatan, bukan jumlah atau lama memperoleh.
hanya melibatkan asal, macam dan tingkatan, bukan jumlah atau lama memperoleh.
b.
b. Seringkali orang Seringkali orang menggunakan kata/label menggunakan kata/label yang sama yang sama untuk mendeskripsikan untuk mendeskripsikan sekelompok pengertiansekelompok pengertian yang berbeda dan menggunakan kata/label yang berbeda untuk pengertian yang sama. Hal demikian yang berbeda dan menggunakan kata/label yang berbeda untuk pengertian yang sama. Hal demikian lazim digunakan dalam penelitian atau komunikasi.
lazim digunakan dalam penelitian atau komunikasi.
c.
c. Menggambarkan Menggambarkan variasi tingkat variasi tingkat abstraksi. Konsep abstraksi. Konsep “abstraksi” ini “abstraksi” ini mengandung mengandung tingkat kekhtingkat kekhususan,ususan, apakah yang digambarkan bersifat khusus atau umum. Konsep yang lebih khusus biasanya
apakah yang digambarkan bersifat khusus atau umum. Konsep yang lebih khusus biasanya melibatkanmelibatkan batasan waktu
batasan waktu dan ruang. dan ruang. Misalnya: konsep Misalnya: konsep “migrasi” yang “migrasi” yang secara umum secara umum dimaksudkan sebagai dimaksudkan sebagai per-per- pindahan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Agar konsep ini tidak membingungkan atau agar pindahan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Agar konsep ini tidak membingungkan atau agar
lebih khusus, maka dibatasi pada perpindahan antar propinsi (ruang) dan lebih dari 6 bulan (waktu).
lebih khusus, maka dibatasi pada perpindahan antar propinsi (ruang) dan lebih dari 6 bulan (waktu).
2. Konstrak 2. Konstrak
Konstrak banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif. Konstrak merupakan suatu bayangan atau Konstrak banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif. Konstrak merupakan suatu bayangan atau ide yang diciptakan untuk suatu penelitian dan/atau pengembangan teori yang dikehendaki. Sebenarnya ide yang diciptakan untuk suatu penelitian dan/atau pengembangan teori yang dikehendaki. Sebenarnya tidak ada batasan yang jelas antara konsep dan
tidak ada batasan yang jelas antara konsep dan konstrak, konstrak lebih kompleks dibanding konsep, karenakonstrak, konstrak lebih kompleks dibanding konsep, karena dibangun dengan mengkombinasikan konsep-konsep yang lebih sederhana, terutama jika ide atau image dibangun dengan mengkombinasikan konsep-konsep yang lebih sederhana, terutama jika ide atau image kita dimaksudkan untuk menyampaikan subjek yang tidak secara langsung diobservasi. Contoh: opini pe- kita dimaksudkan untuk menyampaikan subjek yang tidak secara langsung diobservasi. Contoh: opini pe- kerja. Konsep “pekerja”, bisa dide
kerja. Konsep “pekerja”, bisa didefifinisikan lebih jelas dalam bentuk data empiris. Konsep ini lebih mudahnisikan lebih jelas dalam bentuk data empiris. Konsep ini lebih mudah dimengerti, meskipun dalam beberapa penelitian harus dijelaskan lebih lanjut.
dimengerti, meskipun dalam beberapa penelitian harus dijelaskan lebih lanjut.
Misalnya “opini pekerja”, bersifat lebih kompleks dan dibangun dari dua konsep. Tidak seperti Misalnya “opini pekerja”, bersifat lebih kompleks dan dibangun dari dua konsep. Tidak seperti pekerja,
pekerja, opini opini lebih lebih sulit sulit dimengerti, dimengerti, tidak tidak bisa bisa dilihat dilihat dan dan diobservasi diobservasi secara secara langsung langsung dan dan mempunyaimempunyai pengertian bermacam-macam. Peneliti mungkin harus membangun konsep atau
pengertian bermacam-macam. Peneliti mungkin harus membangun konsep atau konstrak yang baru untukkonstrak yang baru untuk menyampaikan idenya, tetapi harus berbuat sedemikian rupa (dengan berbagai cara) agar terkendali dan menyampaikan idenya, tetapi harus berbuat sedemikian rupa (dengan berbagai cara) agar terkendali dan
bertanggungjawab, jika
bertanggungjawab, jika ingin mengkomuingin mengkomunikasikan dengan nikasikan dengan orang lain. orang lain. Konsep yang Konsep yang tidak benar tidak benar hanya akanhanya akan membingungkan orang lain.
membingungkan orang lain.
3. Variabel 3. Variabel
Dalam penelitian, konsep mempunyai nilai yang bervariasi, baik yang berbentuk numerik atau ka- Dalam penelitian, konsep mempunyai nilai yang bervariasi, baik yang berbentuk numerik atau ka- tegori. Misalnya: pekerja, suatu konsep, tidak mempunyai variasi nilai. Dalam penelitian ingin diketahui tegori. Misalnya: pekerja, suatu konsep, tidak mempunyai variasi nilai. Dalam penelitian ingin diketahui umur pekerja (numerik atau kategorial). Jenis pekerjaan (kategorial) dan lain-lain. Konsep yang mem- umur pekerja (numerik atau kategorial). Jenis pekerjaan (kategorial) dan lain-lain. Konsep yang mem- punyai
punyai variasi variasi nilai nilai inilah inilah yang yang disebut disebut variabel. variabel. Dengan Dengan demikian, demikian, variabel variabel adalah adalah konsep konsep yang yang mem-mem- punyai variasi nilai
punyai variasi nilai
Ada dua macam variabel, yakni
Ada dua macam variabel, yaknivariabel diskritvariabel diskritdandanvariabel kontinuvariabel kontinu. V. Variabel diskrit adalah ariabel diskrit adalah variabelvariabel yang tidak mempunyai nilai pecah, seperti: jumlah penduduk, jumlah lemparan, jumlah gelas yang dihasil- yang tidak mempunyai nilai pecah, seperti: jumlah penduduk, jumlah lemparan, jumlah gelas yang dihasil- kan setiap hari dan sebagainya. Variabel kontinu menggambarkan adanya nilai yang berubah-ubah yang kan setiap hari dan sebagainya. Variabel kontinu menggambarkan adanya nilai yang berubah-ubah yang menunjukkan keberagaman hasil dari ‘pengukuran’. Pada variabel tersebut kita membuat peringkat dan menunjukkan keberagaman hasil dari ‘pengukuran’. Pada variabel tersebut kita membuat peringkat dan menempatkannya dalam satu garis kontinu..
menempatkannya dalam satu garis kontinu..
a. De a. Defifinisinisi
Untuk setiap konsep variabel yang digunakan dalam
Untuk setiap konsep variabel yang digunakan dalam suatu penelitian, harus diberikan desuatu penelitian, harus diberikan defifinisinyanisinya secara jelas. Tanpa de
secara jelas. Tanpa defifinisi yang jelas, snisi yang jelas, suatu konsep atau variabel akan menimbulkan berbagai uatu konsep atau variabel akan menimbulkan berbagai penger-penger- tian, dan ini hanya akan mengundang masalah. Pelaksanaan yang efektif dari suatu penelitian, juga tian, dan ini hanya akan mengundang masalah. Pelaksanaan yang efektif dari suatu penelitian, juga dalam komunikasi akan menjadi sulit jika terjadi kesenjangan pengertian dari suatu konsep atau varia- dalam komunikasi akan menjadi sulit jika terjadi kesenjangan pengertian dari suatu konsep atau varia- bel. Permasalahan akan
bel. Permasalahan akan menjadi bertambah sulit menjadi bertambah sulit jika seorang peneliti jika seorang peneliti menampilkan konsep menampilkan konsep baru. Olehbaru. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk menguraikan pengertian konsep atau variabel dalam suatu de karena itu, sangat dianjurkan untuk menguraikan pengertian konsep atau variabel dalam suatu defifinisi.nisi.
De
Defifinisi yang paling dikenal adalahnisi yang paling dikenal adalah dede fi finisi operasional.nisi operasional. Suatu deSuatu defifinisi operasional dinyatakan dalamnisi operasional dinyatakan dalam bentuk yang khusus d
bentuk yang khusus dan merupakan kriteria yang an merupakan kriteria yang bisa diuji secara empiris. Dalam debisa diuji secara empiris. Dalam defifinisi operasionalnisi operasional dijelaskan bagaimana peneliti melakukan pengukuran atas variabel tersebut, sekaligus
dijelaskan bagaimana peneliti melakukan pengukuran atas variabel tersebut, sekaligus bagaimana me-bagaimana me- maknai hasil pengukuran dimaksud.
maknai hasil pengukuran dimaksud.
Dengan de
Dengan defifinisi kita bisa mengukur, menghitung atau mengumpulkan informasi melalui logikanisi kita bisa mengukur, menghitung atau mengumpulkan informasi melalui logika empiris. Suatu objek, apakah bisa dide
empiris. Suatu objek, apakah bisa didefifinisikan secara konkrit (misal: logam) atau sangat abstrak; denisikan secara konkrit (misal: logam) atau sangat abstrak; defifi-- nisi ini harus mempunyai karakteristik yang khusus
nisi ini harus mempunyai karakteristik yang khusus untuk bisa diobservasi dan bagaimana cara meng-untuk bisa diobservasi dan bagaimana cara meng- amatinya. Sebagai contoh, kita ingin membandingkan pendapatan langganan di Toko M dengan yang amatinya. Sebagai contoh, kita ingin membandingkan pendapatan langganan di Toko M dengan yang bukan langganan. Pertama-tama kita harus bisa membedakan antara l
bukan langganan. Pertama-tama kita harus bisa membedakan antara langganan dan bukan langganan.angganan dan bukan langganan.
Untuk itu perlu de
Untuk itu perlu defifinisi operasional tentang “langganan”. Mungkin mereka ini bisa kita denisi operasional tentang “langganan”. Mungkin mereka ini bisa kita defifinisikannisikan sebagai:
sebagai:
1)
1) Seseorang yang Seseorang yang menjawab “ya”, menjawab “ya”, jika diberi jika diberi pertanyaan: “apakah pertanyaan: “apakah anda langganan anda langganan TToko M oko M ?”.?”.
2)
2) Seseorang yang Seseorang yang menjawab “ya”, menjawab “ya”, jika diberi jika diberi pertanyaan: “apakah pertanyaan: “apakah anda selalu anda selalu membeli sesuatu membeli sesuatu didi T
Toko M selama soko M selama sebulan yang lalu ?” atauebulan yang lalu ?” atau 3)
3) Seseorang yang Seseorang yang memilih Tmemilih Toko M, boko M, bila ditanya: “dari ila ditanya: “dari toko mana yantoko mana yang paling banyg paling banyak anda belanja,ak anda belanja, Toko K, Toko L, Toko... dan Toko M ?”.
Toko K, Toko L, Toko... dan Toko M ?”.
Ketiga de
Ketiga defifinisi tersebut bisa digunakan dengan berbagai kelemahan dan kelebihan yang mung-nisi tersebut bisa digunakan dengan berbagai kelemahan dan kelebihan yang mung- kin terkandung di dalamnya. Tentu saja penggunaannya tergantung pada kebutuhan atau tingkat kin terkandung di dalamnya. Tentu saja penggunaannya tergantung pada kebutuhan atau tingkat keta-keta- jaman
jaman dedefifinisi yang diinginkan. Denisi yang diinginkan. Defifinisi ketiga memiliki skor relatif lebih tinggi dibanding denisi ketiga memiliki skor relatif lebih tinggi dibanding defifinisinisi pertama dan
pertama dan kedua, karena kedua, karena pada depada defifinisi ketiga sudah terkandung perbandingan dengan toko yang lain.nisi ketiga sudah terkandung perbandingan dengan toko yang lain.
b.
b. TTeorieori
Kita sering mendengar orang mempertentangkan antara teori dan kenyataan. Dikatakan pula Kita sering mendengar orang mempertentangkan antara teori dan kenyataan. Dikatakan pula bahwa seorang dosen terlalu teoretis sedang seorang manager
bahwa seorang dosen terlalu teoretis sedang seorang manager perusahaan selalu bersikap praktis, atauperusahaan selalu bersikap praktis, atau suatu ide tidak bisa dilaksanakan karena t
suatu ide tidak bisa dilaksanakan karena terlalu teoretis. Ini semua menunjukkan gambaran yang tidakerlalu teoretis. Ini semua menunjukkan gambaran yang tidak benar
benar dari dari hubungan hubungan antara antara teori teori dan dan kenyataan kenyataan yang yang ada. ada. Jika Jika kita kita berpikir berpikir terlalu terlalu teoretis, teoretis, berartiberarti kurang menyesuaikan dengan kondisi khusus yang berada di sekitar. Teori dibangun berdasarkan ke- kurang menyesuaikan dengan kondisi khusus yang berada di sekitar. Teori dibangun berdasarkan ke- nyataan yang terjadi pada umumnya dan s
nyataan yang terjadi pada umumnya dan sudah diuji secara empiris. Teori ini dibutuhkan sebagai dasarudah diuji secara empiris. Teori ini dibutuhkan sebagai dasar berpijak dalam
berpijak dalam melihat suatu melihat suatu fenomena. Kondisi fenomena. Kondisi khusus adalah khusus adalah kenyataan yang kenyataan yang tidak bisa tidak bisa diabaikandiabaikan begitu saja.
begitu saja. Membuat keputusan Membuat keputusan yang rasional yang rasional merupakan suatu merupakan suatu kebiasaan, demikian kebiasaan, demikian pula mengem-pula mengem- bangkan
bangkan pengetahuan ilmiah. pengetahuan ilmiah. Kemampuan Kemampuan akan akan kedua kedua hal hal tersebut tersebut diukur diukur dari dari cara cara bagaimana bagaimana kitakita bisa mengkombinasikan
bisa mengkombinasikan teori dan teori dan kenyataan. Tkenyataan. Teori dideeori didefifinisikan sebagai suatu himpunan konsep, denisikan sebagai suatu himpunan konsep, defifi-- nisi dan proposisi yang berhubungan secara sistematis, yang dibangun untuk menjelaskan dan mera- nisi dan proposisi yang berhubungan secara sistematis, yang dibangun untuk menjelaskan dan mera- malkan suatu fenomena (kenyataan).
malkan suatu fenomena (kenyataan).
T
Teori yang baik adalah teori yang mampu menjelaskan eori yang baik adalah teori yang mampu menjelaskan fenomena dengan tegas. Penjelasan yangfenomena dengan tegas. Penjelasan yang diberikan tidak berbelit-belit (sederhana), di samping itu juga mempunyai daya ramal yang tajam.
diberikan tidak berbelit-belit (sederhana), di samping itu juga mempunyai daya ramal yang tajam.
Meskipun demikian jika ada kenyataan yang tidak sesuai, tidak berarti bahwa ini bertentangan dengan Meskipun demikian jika ada kenyataan yang tidak sesuai, tidak berarti bahwa ini bertentangan dengan teori. Justru yang demikian merupakan suatu tantangan bagi kita untuk menyempurnakan teori terse- teori. Justru yang demikian merupakan suatu tantangan bagi kita untuk menyempurnakan teori terse- but. Mungkin perlu menambah asumsi atau prasyarat lain y
but. Mungkin perlu menambah asumsi atau prasyarat lain yang dibutuhkan.ang dibutuhkan.
Teori membantu kita dalam banyak hal. Beberapa manfaat yang bisa diambil dari teori antara Teori membantu kita dalam banyak hal. Beberapa manfaat yang bisa diambil dari teori antara lain:
lain:
1)
1) Mempersempit Mempersempit jarak jarak antara antara pemikiran pemikiran dengan dengan realita realita yang yang dikaji.dikaji.
2)
2) Beberapa masalah Beberapa masalah mungkin bisa mungkin bisa dikaji dari dikaji dari berbagai segi berbagai segi atau pandangan atau pandangan yang berbeda. yang berbeda. DalamDalam hal ini teori bisa mengarahkan segi mana yang bisa memberi arti terbesar.
hal ini teori bisa mengarahkan segi mana yang bisa memberi arti terbesar.
3)
3) TTeori juga eori juga menunjukkan menunjukkan suatu sistem suatu sistem bagi peneliti bagi peneliti tentang btentang bagaimana mengadagaimana mengadakan klasiakan klasififikasi datakasi data yang baik.
yang baik.
4)
4) TTeori juga eori juga membantu untuk membantu untuk menyederhanakan menyederhanakan pengetahuan tentanpengetahuan tentang obyek g obyek yang dikaji, yang dikaji, hubungan-hubungan- nya dengan faktor-faktor yang ada disekitarnya, dan berusaha meramalkannya jika kondisi yang nya dengan faktor-faktor yang ada disekitarnya, dan berusaha meramalkannya jika kondisi yang sama ditemukan di tempat lain.
sama ditemukan di tempat lain.
c. Hipotesis c. Hipotesis
Dengan menggunakan deduksi logika, teori dikembangkan atau diuji lagi. Konsep yang ada Dengan menggunakan deduksi logika, teori dikembangkan atau diuji lagi. Konsep yang ada dalam teori dikembangkan menjadi konsep baru atau konsep lama yang disesuaikan. Pernyataan ten- dalam teori dikembangkan menjadi konsep baru atau konsep lama yang disesuaikan. Pernyataan ten- tang konsep (yang terakhir ini), yang mungkin benar dan mungkin salah bila diuji dengan fenomena tang konsep (yang terakhir ini), yang mungkin benar dan mungkin salah bila diuji dengan fenomena hasil observasi, disebut
hasil observasi, disebut propos proposisiisi. Proposisi yang diformulasikan sedemikian rupa sehingga bisa diuji. Proposisi yang diformulasikan sedemikian rupa sehingga bisa diuji
secara empiris disebut
secara empiris disebut hipotesis.hipotesis. Dengan kata lain, hipotesis merupakan pernyataan tentang variabelDengan kata lain, hipotesis merupakan pernyataan tentang variabel yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis
yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan sementara adalah pernyataan atau dugaan sementara yang diungkapkanyang diungkapkan secara deklaratif. Pernyataan atau dugaan ini diformulasikan dalam bentuk variabel agar bisa diuji secara deklaratif. Pernyataan atau dugaan ini diformulasikan dalam bentuk variabel agar bisa diuji secara empiris.
secara empiris.
Ada dua macam hipotesis, yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis relasional. Hipotesis deskrip- Ada dua macam hipotesis, yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis relasional. Hipotesis deskrip- tif adalah hipotesis yang secara khusus menyatakan keberadaan, ukuran, bentuk atau distribusi suatu tif adalah hipotesis yang secara khusus menyatakan keberadaan, ukuran, bentuk atau distribusi suatu variabel. Misalnya: setiap kaleng cat merk ABC mampu mewarnai tembok seluas paling sedikit 10 m variabel. Misalnya: setiap kaleng cat merk ABC mampu mewarnai tembok seluas paling sedikit 10 m22.. Hipotesis relasional merupakan hipotesis yang menggambarkan hubungan antar variabel. Contoh: di Hipotesis relasional merupakan hipotesis yang menggambarkan hubungan antar variabel. Contoh: di Indonesia, mobil buatan Jepang lebih disukai dari pada mobil buatan Eropa.
Indonesia, mobil buatan Jepang lebih disukai dari pada mobil buatan Eropa.
Dalam penelitian, hipotesis mempunyai beberapa peranan yang cukup penting, antara lain:
Dalam penelitian, hipotesis mempunyai beberapa peranan yang cukup penting, antara lain:
1)
1) Sebagai Sebagai pedoman pedoman dalam dalam pelaksanaan pelaksanaan penelitian.penelitian.
2)
2) Dengan hipotesis, arah Dengan hipotesis, arah penelitian akan lebih penelitian akan lebih jelas, variabel apa jelas, variabel apa yang dibutuhkan, yang dibutuhkan, bagaimanabagaimana meng
mengukur dan menganalisis.ukur dan menganalisis.
3)
3) Dengan membuat Dengan membuat hipotesis, akan mana yang tidak.mana yang tidak. hipotesis, akan diketahui informasi diketahui informasi apa yang apa yang relevan untuk relevan untuk bahan kajian bahan kajian dandan 4)
4) Hipotesis akHipotesis akan an mempermudah mempermudah kita kita untuk untuk membuat membuat desain desain penelitian.penelitian.
5)
5) Hipotesis membantu Hipotesis membantu peneliti untuk peneliti untuk membuat ranmembuat rancangan kesimpucangan kesimpulan sebagai lan sebagai hasil akhir hasil akhir dari suatudari suatu penelitian.
penelitian.
Hipotesis yang baik mempunyai 3 ciri. Persyaratan yang paling dasar adalah hipotesis harus Hipotesis yang baik mempunyai 3 ciri. Persyaratan yang paling dasar adalah hipotesis harus sesuai dengan maksud atau tujuan penelitian. Dengan persyaratan yang demikian peneliti sering meru- sesuai dengan maksud atau tujuan penelitian. Dengan persyaratan yang demikian peneliti sering meru- muskan hipotesisnya berdasarkan tujuan yang telah dibuat. Ciri yang kedua, hipotesis yang dirumus- muskan hipotesisnya berdasarkan tujuan yang telah dibuat. Ciri yang kedua, hipotesis yang dirumus- kan harus bisa diuji dengan data empiris. Akhirnya ketiga, hipotesis yang baik adalah hipotesis yang kan harus bisa diuji dengan data empiris. Akhirnya ketiga, hipotesis yang baik adalah hipotesis yang tidak terlalu banyak membutuhkan asumsi.
tidak terlalu banyak membutuhkan asumsi.
*****
*****