• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE METODE SEJARAH SEJARAH

Dalam dokumen Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif (Halaman 78-82)

METODE PENELITIANMETODE PENELITIAN

C. METODE METODE SEJARAH SEJARAH

Ketika kita mendengarkan kata “sejarah” yang terlintas dipikiran kita adalah suatu “kejadian” pada Ketika kita mendengarkan kata “sejarah” yang terlintas dipikiran kita adalah suatu “kejadian” pada masa lalu dan dihubungkan dengan “waktu”, dan “pelaku kejadian”. Selain penafsiran tersebut, yang kita masa lalu dan dihubungkan dengan “waktu”, dan “pelaku kejadian”. Selain penafsiran tersebut, yang kita  ba

 bayangkan dengan kata sejarah barangkali adalah kata yangkan dengan kata sejarah barangkali adalah kata “tua”, “antik”, bahkan ada yang membayangkan hal“tua”, “antik”, bahkan ada yang membayangkan hal yang “membosankan

yang “membosankan11”. Kata sejarah sebenarnya berarti pencarian pengetahuan dan kebenaran (Sevilla,”. Kata sejarah sebenarnya berarti pencarian pengetahuan dan kebenaran (Sevilla, et.al, 1993). Secara umum, sejarah meliputi pengalaman masa lampau untuk membantu mengetahui apa et.al, 1993). Secara umum, sejarah meliputi pengalaman masa lampau untuk membantu mengetahui apa yang harus dikerjakan sekarang dan apa yang akan dikerjakan pada masa depan. Menurut Nervins, metode yang harus dikerjakan sekarang dan apa yang akan dikerjakan pada masa depan. Menurut Nervins, metode sejarah adalah suatu pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Sejarah adalah

sejarah adalah suatu pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Sejarah adalah deskripsi yangdeskripsi yang terpadu dari keadaaan-keadaan masa lampau yang ditulis

terpadu dari keadaaan-keadaan masa lampau yang ditulis berdasarkan penelitian untuk mencari kebenaran.berdasarkan penelitian untuk mencari kebenaran.

Adapun berbagai ciri metode sejarah antara lain adalah:

Adapun berbagai ciri metode sejarah antara lain adalah:

1.

1. Data Data tergantung tergantung pengamatan pengamatan di di masa masa lampau;lampau;

2.

2. Data Data lebih lebih berorientasi berorientasi pada pada primer primer dibanding dibanding sekundersekunder.. 3.

3. Data Data lebih lebih tuntas tuntas dan dan lebih lebih mendalam.mendalam.

4.

4. Sumber Sumber data data dinyatakan dinyatakan secara secara lengkap lengkap dan dan dedenitif.nitif.

5.

5. Data Data lebih lebih tuntas tuntas dan dan lebih lebih mendalam.mendalam.

Dalam penelitian sejarah, penelitian dilihat dari persfektif waktu terjadinya suatu fenomena yang Dalam penelitian sejarah, penelitian dilihat dari persfektif waktu terjadinya suatu fenomena yang diteliti. Peristiwa reformasi di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998 misalnya telah membawa gelombang diteliti. Peristiwa reformasi di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998 misalnya telah membawa gelombang  perubahan dalam berbagai

 perubahan dalam berbagai tatanan, khususnya tatanan tatanan, khususnya tatanan politik. Sejarah politik. Sejarah terjadinya reformasi tersebut terjadinya reformasi tersebut dapatdapat diteliti dengan pendekatan metode sejarah atau menggunakan persfektif historis. Terkait hal ini, beberapa diteliti dengan pendekatan metode sejarah atau menggunakan persfektif historis. Terkait hal ini, beberapa ahli menyamakan metode ini dengan metode dokumenter mengingat dalam metode ini banyak menggu- ahli menyamakan metode ini dengan metode dokumenter mengingat dalam metode ini banyak menggu- nakan data-data yang bersumber dari berbagai dokumen. Meskipun demikian, pada hakikatnya metode nakan data-data yang bersumber dari berbagai dokumen. Meskipun demikian, pada hakikatnya metode sejarah berbeda dengan metode dokumenter, karena metode dokumenter dapat saja mengenai masalah yang sejarah berbeda dengan metode dokumenter, karena metode dokumenter dapat saja mengenai masalah yang  baru

 baru saja saja berlalu berlalu dan dan tidak tidak mengharuskan mengharuskan masa masa lalu, lalu, dan dan hanya hanya mengandalkan mengandalkan data data dokumen. dokumen. Sedang-Sedang- kan metode sejarah pasti berbicara masa lalu yang umumnya sudah lama terjadi. Selain itu dalam metode kan metode sejarah pasti berbicara masa lalu yang umumnya sudah lama terjadi. Selain itu dalam metode sejarah tidak saja hanya mengandalkan data dokumenter tetapi juga dapat diperoleh data primer yakni sejarah tidak saja hanya mengandalkan data dokumenter tetapi juga dapat diperoleh data primer yakni melakukan wawancara dengan berbagai pihak yang diyakini dapat memberikan informasi penting terkait melakukan wawancara dengan berbagai pihak yang diyakini dapat memberikan informasi penting terkait dengan fenomena yang diteliti.

dengan fenomena yang diteliti.

Sumber data dalam penelitian sejarah pada dasarnya diperoleh dari dua sumber utama yaitu:

Sumber data dalam penelitian sejarah pada dasarnya diperoleh dari dua sumber utama yaitu: RemainRemain dan dokumen.

dan dokumen. Remain Remainadalah pengamatan terhadap peninggalan yang tidak sengaja baik berupaadalah pengamatan terhadap peninggalan yang tidak sengaja baik berupasik mau-sik mau-  pun

 pun nonnon sik.sik. Dokumen Dokumenadalah laporan dari kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran manusia diadalah laporan dari kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran manusia di masa lalu. Berbagai informasi tersebut dapat berupa: keterangan yang ditinggalkan secara sadar (Catatan masa lalu. Berbagai informasi tersebut dapat berupa: keterangan yang ditinggalkan secara sadar (Catatan Harian, Balada, Potret, dll); bisa juga melalui relic (tidak disadari) misal: Pakaian; Inskripsi, dokumen atau Harian, Balada, Potret, dll); bisa juga melalui relic (tidak disadari) misal: Pakaian; Inskripsi, dokumen atau monumen (memorial, kuburan, candi dll).

monumen (memorial, kuburan, candi dll).

1

1 Terkadang Terkadang tidak tidak dapat dapat dipungkiri, terdapat dipungkiri, terdapat perasaan perasaan membosankan membosankan ketika ketika membicarakan membicarakan sejarah. sejarah. Meskipun Meskipun sama sama sekalisekali  perasaan

 perasaan depan, sebab ada banyak hal yang dapat dipetik dari sejarah misalnya hal positif dapat menjadi motivasi untuk lebih berhasil,depan, sebab ada banyak hal yang dapat dipetik dari sejarah misalnya hal positif dapat menjadi motivasi untuk lebih berhasil,seperti itu seperti itu tidak datidak dapat ditolepat ditoleransi, meransi, mengingat ngingat sejarah sejarah sangatlah sangatlah penting penting untuk untuk perbaikan perbaikan berbagai berbagai aspek kaspek kehidupan ehidupan keke sedangkan jika ada hal negatif dapat diperbaiki di kemudian hari. Itu sebabnya Soekarno sebagai Presiden pertama di Indo- sedangkan jika ada hal negatif dapat diperbaiki di kemudian hari. Itu sebabnya Soekarno sebagai Presiden pertama di Indo- nesia dalam salah satu pidatonya bertema “jas merah” yang bermakna menekankan pentingnya sejarah dan jangan sekali-kali nesia dalam salah satu pidatonya bertema “jas merah” yang bermakna menekankan pentingnya sejarah dan jangan sekali-kali melupakan sejarah.

melupakan sejarah.

Penelitian sejarah dilihat dari perolehan data, dibagi dua yakni data primer dan data sekunder (Fox, Penelitian sejarah dilihat dari perolehan data, dibagi dua yakni data primer dan data sekunder (Fox, 1969) di mana data primer diangap lebih baik karena data kejadian masa lampau yang diperoleh dari saksi 1969) di mana data primer diangap lebih baik karena data kejadian masa lampau yang diperoleh dari saksi mata atau telinga secara langsung. Oleh karenanya,

mata atau telinga secara langsung. Oleh karenanya,data primer data primer  yaitu data yang diperoleh dari  yaitu data yang diperoleh dari orang yangorang yang terlibat secara langsung dalam suatu kejadian yang diteliti, (tempat yang asli dari peristiwa sejarah atau terlibat secara langsung dalam suatu kejadian yang diteliti, (tempat yang asli dari peristiwa sejarah atau sumber dasar). Jika mengambil contoh sejarah reformasi di Indonesia, maka masih banyak tokoh yang sumber dasar). Jika mengambil contoh sejarah reformasi di Indonesia, maka masih banyak tokoh yang memotori gerakan reformasi tersebut misalnya Amin Rais, dan tokoh-tokoh mahasiswa saat itu. Selanjut- memotori gerakan reformasi tersebut misalnya Amin Rais, dan tokoh-tokoh mahasiswa saat itu. Selanjut- nya

nya data sekunder data sekunder , yaitu data yang diperoleh dari orang yang mengetahui kejadian, meskipun dia sendiri, yaitu data yang diperoleh dari orang yang mengetahui kejadian, meskipun dia sendiri tidak secara langsung terlibat dalam sejarah yang diteliti, (catatan tentang adanya suatu peristiwa yang tidak secara langsung terlibat dalam sejarah yang diteliti, (catatan tentang adanya suatu peristiwa yang  jaraknya jauh dari

 jaraknya jauh dari sumber asli). sumber asli). Misalnya, penulis Misalnya, penulis juga masih juga masih ikut mengalami gerakan ikut mengalami gerakan reformasi tersebutreformasi tersebut dan dapat menjelaskan kronologinya, akan tetapi tidak menjadi pelaku dalam sejarah reformasi dimaksud.

dan dapat menjelaskan kronologinya, akan tetapi tidak menjadi pelaku dalam sejarah reformasi dimaksud.

Sumber data dalam sejarah menurut Nevins dalam Nazir (2003) ada tujuh, yaitu:

Sumber data dalam sejarah menurut Nevins dalam Nazir (2003) ada tujuh, yaitu:

1. Pertinggal

1. Pertinggal si: tempat-tempat bersejarah, piramida, pot-pot, senjata-senjata, gedung-gedung, dan se-si: tempat-tempat bersejarah, piramida, pot-pot, senjata-senjata, gedung-gedung, dan se-  bagainya.

 bagainya.

2.

2. Cerita secara Cerita secara oral: yaitu oral: yaitu materi yang materi yang dipindahkan dipindahkan dari mulut dari mulut ke mulut ke mulut seperti balada, seperti balada, cerita rakyat,cerita rakyat, tradisi-tradisi, legenda dan lain sebagainya.

tradisi-tradisi, legenda dan lain sebagainya.

3.

3. Materi inskripsi: Materi inskripsi: yaitu materi-materi yaitu materi-materi pada tulisan pada tulisan tidak seperti tidak seperti biasa seperti biasa seperti tulisan pada: tulisan pada: pot-pot, ppot-pot, pi-i- ring, patung, dll.

ring, patung, dll.

4.

4. Materi Materi tulisan tulisan tangan: tangan: papirus, papirus, hiroglif, hiroglif, dokumen-dokumen dokumen-dokumen modern, modern, dan dan sebagainya.sebagainya.

5.

5. Buku Buku dan dan cetakan: cetakan: bahan-bahan bahan-bahan yang yang terpublikasikan.terpublikasikan.

6.

6. Bahan Bahan audio-visual:audio-visual:lm, televisi, microlm, televisi, micro lm, kaset, radio dan sebagainya.lm, kaset, radio dan sebagainya.

7.

7. Observasi langsungObservasi langsung: hasil : hasil pengamatan pengamatan penulis penulis atau penatau pengamatan gamatan oleh ooleh orang-orang rang-orang yang yang diwawancarai.diwawancarai.

Dalam metode sejarah data harus sebanyak mungkin digunakan data primer (data yang asli). Se- Dalam metode sejarah data harus sebanyak mungkin digunakan data primer (data yang asli). Se-  panjang data

 panjang data tersedia, jika tersedia, jika tidak dapat tidak dapat digunakan data digunakan data sekundersekunder. Data p. Data primer adalah rimer adalah tempat atau tempat atau gudang pe-gudang pe- nyimpanan yang orisional dari data sejarah. Data

nyimpanan yang orisional dari data sejarah. Data primer merupakan sumber-sumber dasar yang merupakanprimer merupakan sumber-sumber dasar yang merupakan  bukti atau

 bukti atau saksi utama saksi utama dari kejadian dari kejadian yang lalu. yang lalu. Sedangkan data Sedangkan data skunder adalah skunder adalah catatan tentang catatan tentang adanya suatuadanya suatu  peristiwa, ataupun catatan-catatan yang “jaraknya” telah jauh dari sumb

 peristiwa, ataupun catatan-catatan yang “jaraknya” telah jauh dari sumber orisionil.er orisionil.

T

Terdapat berbagai kritik terhadap penelitian serdapat berbagai kritik terhadap penelitian sejarah antara lain:ejarah antara lain:

1.

1. Kritik Eksternal. Kritik Eksternal. Menurut GayMenurut Gay, et.al., , et.al., (1972) k(1972) kritik eksternal ritik eksternal meliputi penemuan meliputi penemuan peneliti jika peneliti jika bahanbahan sumber itu asli dan memiliki integritas tekstual. Dengan kata lain kritik eksternal adalah terkait dengan sumber itu asli dan memiliki integritas tekstual. Dengan kata lain kritik eksternal adalah terkait dengan  penyelidikan

 penyelidikan keadaan keadaan “luar” “luar” dari dari sumber, misalnyasumber, misalnya autentik tidaknya suatu tulisan,autentik tidaknya suatu tulisan, dapat ditelusuridapat ditelusuri melalui berbagai pertanyaan antara lain:

melalui berbagai pertanyaan antara lain: sipakah yang membuat atau memproduksi dokumen tersebut?sipakah yang membuat atau memproduksi dokumen tersebut?

Darimanakah isi dokumen tersebut diperoleh? Kapankah dokumen tersebut dibuat?

Darimanakah isi dokumen tersebut diperoleh? Kapankah dokumen tersebut dibuat? Dimanakah doku-Dimanakah doku- men itu dibuat? Dan pertanyaan lainnya

men itu dibuat? Dan pertanyaan lainnya; usia sumber ; usia sumber , untuk meyakinkan hasil penyeledikan dapat, untuk meyakinkan hasil penyeledikan dapat   digunakan sinar ultra violet; radiasi dan metode lainnya.

digunakan sinar ultra violet; radiasi dan metode lainnya.

2.

2. Kritik Internal. Kritik Internal. Kritik internal Kritik internal adalah terkait adalah terkait dengan pdengan penyelidikan isi enyelidikan isi dari bahan dari bahan dan dokudan dokumen sejarah,men sejarah, khususnya mencermati kritikan terhadap teks yang diteliti. Apakah pernyataan yang dibuat benar- khususnya mencermati kritikan terhadap teks yang diteliti. Apakah pernyataan yang dibuat benar-  benar

 benar merupakan merupakan fakta fakta historis? Apakah historis? Apakah isinya isinya cocok cocok dengan dengan sejarah? sejarah? Misalnya Misalnya perlu perlu ditelaah:ditelaah: Isi, Isi,

bahasa, situasi saat kejadian,

bahasa, situasi saat kejadian, dan lain-lain. Terdan lain-lain. Terkait dengan kritik internal ini, kait dengan kritik internal ini, Good dan Scates (1972)Good dan Scates (1972) mengemukakan terdapat empat hal yang perlu dicermati peneliti sejarah

mengemukakan terdapat empat hal yang perlu dicermati peneliti sejarah untuk melakukan kritik inter-untuk melakukan kritik inter- nal yaitu:

nal yaitu:

a.

a. Mengapa Mengapa penulis penulis membedakan membedakan pengertian pengertian yang yang sebenarnya sebenarnya dengan dengan pengertian pengertian har har ah?ah?

 b.

 b. Kejujuran Kejujuran pernyataan pernyataan yang yang dibuat dibuat penulis, penulis, atau atau adakah adakah kecenderungan kecenderungan kepentingannya kepentingannya yangyang tersembunyi dalam pernyataan tersebut?

tersembunyi dalam pernyataan tersebut?

c.

c. Keakuratan Keakuratan pernyataan, pernyataan, apakah apakah validitas dvaliditas dan an reliabilitas pernyataan reliabilitas pernyataan penulis penulis tersebut tersebut dapat dapat diper-diper- tanggungjawabkan?

tanggungjawabkan?

d.

d. Jika penuJika penulis bukan lis bukan pengamat pengamat ahli, apahli, apakah sumbakah sumber infer informasinya ormasinya benar benar dan akdan akurat?urat?

1.

1. Hipotesis Hipotesis Dalam Dalam Penelitian Penelitian Sejarah.Sejarah.

Dalam penelitian ini, hipotesis dapat dirumuskan tetapi sebagaimana dalam penelitian yang kualita- Dalam penelitian ini, hipotesis dapat dirumuskan tetapi sebagaimana dalam penelitian yang kualita- tif, hipotesis bukan untuk diuji kebenarannya akan tetapi lebih berfungsi sebagai alat untuk memfokuskan tif, hipotesis bukan untuk diuji kebenarannya akan tetapi lebih berfungsi sebagai alat untuk memfokuskan dan memandu pelaksanaan penelitian.

dan memandu pelaksanaan penelitian.

2.

2. Jenis Jenis penelitian penelitian sejarah:sejarah:

Menurut Nazir (2002), penelitian sejarah banyak sekali jenisnya. Meskipun demikian Nazir mem- Menurut Nazir (2002), penelitian sejarah banyak sekali jenisnya. Meskipun demikian Nazir mem-  bagi dalam empat jenis yaitu:

 bagi dalam empat jenis yaitu:

a.

a. Penelitian KomPenelitian Komparatif, paratif, yaitu penyaitu penelitian yang elitian yang membandingkan membandingkan berbagai berbagai fenomena fenomena sejenis pada sejenis pada suatusuatu  periode

 periode masa masa lampau. lampau. Misal Misal seorang seorang peneliti peneliti ingin ingin membandingkan membandingkan sistem sistem pemerintahan pemerintahan kerajaankerajaan Sriwijaya dengan kerajaan yang ada di Cina pada masa itu. Sebagaimana diketahui bahwa pada masa Sriwijaya dengan kerajaan yang ada di Cina pada masa itu. Sebagaimana diketahui bahwa pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya, terdapat hubungan yang baik dengan berbagai negara khususnya Cina.

kejayaan kerajaan Sriwijaya, terdapat hubungan yang baik dengan berbagai negara khususnya Cina.

Oleh sebab itu diduga sistem pemerintahan kerajaan ini berhubungan dengan sistem pemerintahan Oleh sebab itu diduga sistem pemerintahan kerajaan ini berhubungan dengan sistem pemerintahan kerajaan di wilayah Cina, jika ingin membuktikannya, dapat dilakukan penelitian yang sifatnya mem- kerajaan di wilayah Cina, jika ingin membuktikannya, dapat dilakukan penelitian yang sifatnya mem-  bandingkan.

 bandingkan.

 b.

 b. YYuridis yaitu Penelitian yang dilakukan berhuuridis yaitu Penelitian yang dilakukan berhubungan dengan hukum, bbungan dengan hukum, baik formal maupun informal diaik formal maupun informal di masa lalu. Misalnya, ingin mengetahui keputusan yang dilakukan oleh pengadilan di masa lampau dan masa lalu. Misalnya, ingin mengetahui keputusan yang dilakukan oleh pengadilan di masa lampau dan melihat implikasinya di masa sekarang secara umum.

melihat implikasinya di masa sekarang secara umum.

c.

c. Penelitian Penelitian BiograBiogras, yaitu: penelitian yang meneliti kehidupan seseorang dengan melihat hubungan-s, yaitu: penelitian yang meneliti kehidupan seseorang dengan melihat hubungan- nya dengan masyarakat sekitarnya.

nya dengan masyarakat sekitarnya.

d.

d. Penelitian Penelitian BibliograBibliogras yaitu penelitian yang mencari, menganalisis dan membuat interpretasi sertas yaitu penelitian yang mencari, menganalisis dan membuat interpretasi serta generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli

generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau dalam suatu masalah atau suatu orga-suatu orga- nisasi.

nisasi.

D

D . . METODE METODE DESKRIPT DESKRIPTIF IF

Menurut Shields; Rangarajan (2013), penelitian deskriptif adalah penelitian yang mendeskripsikan Menurut Shields; Rangarajan (2013), penelitian deskriptif adalah penelitian yang mendeskripsikan karakteristik dari suatu populasi tentang suatu fenomena yang diamati. Penelitian deskriptif salah satu jenis karakteristik dari suatu populasi tentang suatu fenomena yang diamati. Penelitian deskriptif salah satu jenis  penelitian

 penelitian yang yang bertujuan bertujuan untuk untuk menyajikan menyajikan gambaran gambaran yang yang lengkap lengkap mengenai mengenai seting seting sosial. sosial. Dalam Dalam halhal

ini peneltian ini akan mengeksplorasi dan mengklari

ini peneltian ini akan mengeksplorasi dan mengklarikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosialkasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial dengan jalan menggambarkan sejumlah variabel yang

dengan jalan menggambarkan sejumlah variabel yang berhubungan dengan masalah dan variabel yang di-berhubungan dengan masalah dan variabel yang di- amati. Dalam penelitian ini, sudah harus dide

amati. Dalam penelitian ini, sudah harus didenisikan variabel penelitian dan menjawab pertanyaan siapanisikan variabel penelitian dan menjawab pertanyaan siapa yang akan menggali informasi yang dibutuhkan. Pada dasarnya tujuan penelitian deskriptif adalah dapat yang akan menggali informasi yang dibutuhkan. Pada dasarnya tujuan penelitian deskriptif adalah dapat menghasilkan gambaran yang akurat tentang fenomena yang diteliti, menggambarkan proses yang terjadi, menghasilkan gambaran yang akurat tentang fenomena yang diteliti, menggambarkan proses yang terjadi, menyajikan berbagai informasi penting tentang variabel tersebut.

menyajikan berbagai informasi penting tentang variabel tersebut.

Metode deskriptif disebut juga survey, di mana metode ini umumnya selain menggambarkan suatu Metode deskriptif disebut juga survey, di mana metode ini umumnya selain menggambarkan suatu fenomena, juga berusaha menggambarkan hubungan, menguji hipotesis, memprediksi serta melihat im- fenomena, juga berusaha menggambarkan hubungan, menguji hipotesis, memprediksi serta melihat im-  pilkasinya.

 pilkasinya. Jenis Jenis penelitian penelitian deskriptif deskriptif dapat dapat dilakukan dilakukan dengan dengan metode metode survey; survey; metode metode deskriptif deskriptif ber-ber- kesinambungan; studi kasus; analisis pekerjaan; penelitian tindakan; dan penelitian perpustakaan.

kesinambungan; studi kasus; analisis pekerjaan; penelitian tindakan; dan penelitian perpustakaan.

Metode deskriptif disebut juga metode metode survey, di mana metode ini umumnya selain meng- Metode deskriptif disebut juga metode metode survey, di mana metode ini umumnya selain meng- gambarkan suatu fenomena; juga berusaha menggambarkan hubungan, menguji hipotesis, memprediksi gambarkan suatu fenomena; juga berusaha menggambarkan hubungan, menguji hipotesis, memprediksi serta melihat implikasinya.

serta melihat implikasinya.

Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik:

Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik:

1.

1. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif cenderung cenderung menggambarkan menggambarkan suatu fenomena suatu fenomena apa adanya apa adanya dengan cardengan cara menelaaha menelaah secara teratur dan ketat dengan mengutamakan objekti

secara teratur dan ketat dengan mengutamakan objektitas, dilakukan dengan cermat.tas, dilakukan dengan cermat.

2.

2. Tidak Tidak ada perlakuan ada perlakuan yang dilakukyang dilakukan. Penelitian an. Penelitian deskriptif hanya deskriptif hanya mendeskripsikan suatu mendeskripsikan suatu fenomena fenomena apaapa adanya, oleh karenanya dalam penelitian ini tidak ada perlakukan apapun.

adanya, oleh karenanya dalam penelitian ini tidak ada perlakukan apapun.

3.

3. Merumuskan dan Merumuskan dan menguji hipotesis. menguji hipotesis. Dalam penelitian Dalam penelitian deskriptif diajukan deskriptif diajukan rumusan hrumusan hipotesis, yangipotesis, yang dapat dijadikan sebagai panduan dan hipotesis tersebut akan diuji kebenarannya.

dapat dijadikan sebagai panduan dan hipotesis tersebut akan diuji kebenarannya.

4.

4. Pengumpulan Pengumpulan data dilakukdata dilakukan melalui an melalui teknik teknik wawancara dengan wawancara dengan menggunakan menggunakan instrumen instrumen yang dyang diper-iper- siapkan atau dapat juga melalui pedoman wawancara.

siapkan atau dapat juga melalui pedoman wawancara.

Adapun jenis penelitian deskriptif dapat diklasi

Adapun jenis penelitian deskriptif dapat diklasikasikan dalam tujuh jenis yaitu:kasikan dalam tujuh jenis yaitu:

1.

1. Studi kasus. Studi kasus. Studi kasus Studi kasus adalah suatu adalah suatu penyelidikan yanpenyelidikan yang intensif g intensif terhadap seseorang, terhadap seseorang, atau kelompokatau kelompok yang dilakukan secara mendalam dengan menemukan berbagai variabel penting yang terkait dengan yang dilakukan secara mendalam dengan menemukan berbagai variabel penting yang terkait dengan individu atau kelompok yang diteliti. Meskipun sudah ditetapkan variabel-variabel penting yang individu atau kelompok yang diteliti. Meskipun sudah ditetapkan variabel-variabel penting yang akanakan diteliti akan tetapi

diteliti akan tetapi dalam perkembangan di lapangan dapat saja dalam perkembangan di lapangan dapat saja berkembang variabel lain. Tujuan studiberkembang variabel lain. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara rinci tentang latar belakang, sifat serta berbagai kasus adalah untuk memberikan gambaran secara rinci tentang latar belakang, sifat serta berbagai karak

karakter yang spesiter yang spesik tentang individu atau kelompok.k tentang individu atau kelompok.

a.

a. Studi kasus Studi kasus mempunyai mempunyai banyak banyak kelemahan, kelemahan, diantaranya diantaranya jika sampel jika sampel yang yang terlalu kecil terlalu kecil akan kakan kesu-esu- litan digeneralisasikan pada populasi. Selain i

litan digeneralisasikan pada populasi. Selain itu studi kasus juga akan tu studi kasus juga akan dipengaruhi oleh pandangandipengaruhi oleh pandangan subyektif dalam pemilihan kasus karena adanya sifat khas yang dapat terlalu dibesar-besarkan.

subyektif dalam pemilihan kasus karena adanya sifat khas yang dapat terlalu dibesar-besarkan.

Kurang objektif yang diakibatkan konsep yang cocok dengan konsep yang sebelumnya telah ada Kurang objektif yang diakibatkan konsep yang cocok dengan konsep yang sebelumnya telah ada dibenak si peneliti. Di sisi lain, terdapat keunggulan studi kasus antara lain: studi kasus akan dibenak si peneliti. Di sisi lain, terdapat keunggulan studi kasus antara lain: studi kasus akan menjadi pendukung studi lanjut yang dilaksanakan berikutnya; dapat memberikan hipotesis untuk menjadi pendukung studi lanjut yang dilaksanakan berikutnya; dapat memberikan hipotesis untuk  penelitian lanjutan; dapat digunakan

 penelitian lanjutan; dapat digunakan sebagai ilustrasi yang baik dalam perusebagai ilustrasi yang baik dalam perumusan masalah, peng-musan masalah, peng- gunaan statistik dalam menganalisis data dan menarik kesimpulan.

gunaan statistik dalam menganalisis data dan menarik kesimpulan.

Dalam dokumen Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif (Halaman 78-82)