• Tidak ada hasil yang ditemukan

KRITERI KRITERIA A TEORI TEORI

Dalam dokumen Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif (Halaman 51-54)

apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Melalui pengujian hipotesis tersebut akan ditarik kesimpul- apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Melalui pengujian hipotesis tersebut akan ditarik kesimpul- an sebagai jawaban akhir permasalahan diajukan. Kesimpulan tersebut digeneralisasikan dan akan berkon- an sebagai jawaban akhir permasalahan diajukan. Kesimpulan tersebut digeneralisasikan dan akan berkon- tribusi akan lahirnya konsep dan proposisi yang baru. Jika proposisi tersebut sesuai dengan teori berarti tribusi akan lahirnya konsep dan proposisi yang baru. Jika proposisi tersebut sesuai dengan teori berarti ha-ha- sil penelitian telah memperkuat bangunan teori yang digunakan, akan tetapi jika proposisi berbeda dengan sil penelitian telah memperkuat bangunan teori yang digunakan, akan tetapi jika proposisi berbeda dengan teori yang digunakan perlu diperiksa apakah terjadi pergeseran teori atau kemungkinan proses penelitian teori yang digunakan perlu diperiksa apakah terjadi pergeseran teori atau kemungkinan proses penelitian yang keliru.

yang keliru.

Sejumlah besar pembiasan jawaban kemungkinan ditemukan dalam instrumen

Sejumlah besar pembiasan jawaban kemungkinan ditemukan dalam instrumen tentang apa yang ter-tentang apa yang ter- dapat dalam teori di dalam ilmu-ilmu sosial. Beberapa jawaban menghalangi upaya yang efektif untuk dapat dalam teori di dalam ilmu-ilmu sosial. Beberapa jawaban menghalangi upaya yang efektif untuk mengembangkan suatu kesempatan bagi penggabungan berbagai kegiatan teoretis dan empiris di dalam mengembangkan suatu kesempatan bagi penggabungan berbagai kegiatan teoretis dan empiris di dalam  proses

 proses penelitian penelitian dan dan karenanya karenanya harus harus segera segera dibuang. dibuang. TTerdapat erdapat tiga tiga jawaban jawaban semacam semacam itu itu yang yang sangatsangat menggelitik adalah (1) teori sebagai

menggelitik adalah (1) teori sebagai gagasan-gagasan yang belum dibuktikan kebenarannya, (2) teori penuhgagasan-gagasan yang belum dibuktikan kebenarannya, (2) teori penuh rahasia dan (3) teori sebagai dalil-dalil yang kukuh (Black; Champion, 2001).

rahasia dan (3) teori sebagai dalil-dalil yang kukuh (Black; Champion, 2001).

C.

1. De 1. Denisinisi

De

Denisi adalah kata, frase atau nisi adalah kata, frase atau kalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama darikalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, atau akti

orang, benda, atau aktitas. Detas. Denisi juga dimaknai sebagai rumusan tentang nisi juga dimaknai sebagai rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciriruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan atau studi. Misalnya jika ingin meneliti kinerja pega- suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan atau studi. Misalnya jika ingin meneliti kinerja pega- wai maka perlu diuraikan berbagai batasan atau

wai maka perlu diuraikan berbagai batasan atau pengertian kinerja pegawai, sehingga seorang penelitipengertian kinerja pegawai, sehingga seorang peneliti dapat memahami secara komprehensif apa itu kinerja pegawai.

dapat memahami secara komprehensif apa itu kinerja pegawai.

2. Konsep 2. Konsep

Konsep adalah ide atau pengertian yang diabstraksikan dari peristiwa yang kongkrit. Apabila peneliti Konsep adalah ide atau pengertian yang diabstraksikan dari peristiwa yang kongkrit. Apabila peneliti mau mendeskripsikan suatu objek, maka peneliti tersebut memerlukan pemahaman secara umum atas mau mendeskripsikan suatu objek, maka peneliti tersebut memerlukan pemahaman secara umum atas objek tersebut, inilah yang dikenal dengan konsep. Oleh karenanya dalam menggambarkan suatu objek objek tersebut, inilah yang dikenal dengan konsep. Oleh karenanya dalam menggambarkan suatu objek akan terdapat gambaran yang berbeda-beda satu

akan terdapat gambaran yang berbeda-beda satu orang dengan orang lain, sebab masorang dengan orang lain, sebab masing-masing oranging-masing orang akan megemukakan konsep yang berbeda sesuai dengan ciri yang dipahaminya. Konsep adalah seka- akan megemukakan konsep yang berbeda sesuai dengan ciri yang dipahaminya. Konsep adalah seka- dar abstraksi-abstraksi yang berfungsi mengorganisasikan pemikiran dan pengalaman kita ke dalam dar abstraksi-abstraksi yang berfungsi mengorganisasikan pemikiran dan pengalaman kita ke dalam kesatuan mental yang bisa ditangani. Konsep-konsep sangat bervariasi dalam hal ketepatan, lingkup, kesatuan mental yang bisa ditangani. Konsep-konsep sangat bervariasi dalam hal ketepatan, lingkup, kejelasan, dan kedapatan diterimanya. Badan adalah suatu konsep, jika ingin mendeskripsikan badan kejelasan, dan kedapatan diterimanya. Badan adalah suatu konsep, jika ingin mendeskripsikan badan maka perlu dicermati barbagai ciri dari badan tersebut, sehingga dapat menjelaskan seperti apakah maka perlu dicermati barbagai ciri dari badan tersebut, sehingga dapat menjelaskan seperti apakah  badan tersebut, misalnya menggambarkan berat dan

 badan tersebut, misalnya menggambarkan berat dan tinggi badan, warna kuliat, tinggi badan, warna kuliat, jenis rambut dan lainjenis rambut dan lain sebagainya.

sebagainya.

3. Variabel 3. Variabel

Karlinger (1973) mengemukakan variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari, misalnya Karlinger (1973) mengemukakan variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari, misalnya tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, produkti

tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, produktitas kerjatas kerja dan lain-lain. Dalam bagian lain Karlinger mengemukakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai dan lain-lain. Dalam bagian lain Karlinger mengemukakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari s

suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda. Dengan demikian variabel itu uatu nilai yang berbeda. Dengan demikian variabel itu adalah suatu yangadalah suatu yang memiliki variasi nilai

memiliki variasi nilai11. Variabel adalah unit relasional dari analisis yang bisa memikul salah satu dari. Variabel adalah unit relasional dari analisis yang bisa memikul salah satu dari sekumpulan nilai yang ditunjuk. Bagi peneliti,

sekumpulan nilai yang ditunjuk. Bagi peneliti, menjadi mampu mendapatkan data yang mencerminkanmenjadi mampu mendapatkan data yang mencerminkan  beberapa variabel adalah sangat tepat mengenai penelitian sosial (Black; C

 beberapa variabel adalah sangat tepat mengenai penelitian sosial (Black; Champion, 2001)hampion, 2001) 4. Proposisi

4. Proposisi

Proposisi adalah suatu pernyataan mengenai konsep-konsep yang dapat dinilai benar atau salah me- Proposisi adalah suatu pernyataan mengenai konsep-konsep yang dapat dinilai benar atau salah me- lalui suatu fenomena yang diamati (Emory-Cooper, 1999). Misalnya, jika hari mulai gelap, pertanda lalui suatu fenomena yang diamati (Emory-Cooper, 1999). Misalnya, jika hari mulai gelap, pertanda akan datang hujan. Proposisi ini bisa benar bahwa kalau hari gelap umumnya akan diikuti dengan akan datang hujan. Proposisi ini bisa benar bahwa kalau hari gelap umumnya akan diikuti dengan turunnya hujan. Meskipun demikian, tidaklah mutlak hari yang gelap akan diikuti turunnya hujan.

turunnya hujan. Meskipun demikian, tidaklah mutlak hari yang gelap akan diikuti turunnya hujan.

Proposisi dapat dijadikan sebagai landasan perumusan hipotesis.

Proposisi dapat dijadikan sebagai landasan perumusan hipotesis.

5. Dalil 5. Dalil

Ketika cara-cara telah ditemukan untuk mengukur variabel-variabel secara empiris, maka mereka bisa Ketika cara-cara telah ditemukan untuk mengukur variabel-variabel secara empiris, maka mereka bisa dirumuskan sebagai pernyataan-pernyataan relasional atau dalil-dalil. Ini bukan mengatakan bahwa dirumuskan sebagai pernyataan-pernyataan relasional atau dalil-dalil. Ini bukan mengatakan bahwa variabel-variabel akan menjadi demikian. Di situ terletak satu perbedaan pokok antara mencari pe- variabel-variabel akan menjadi demikian. Di situ terletak satu perbedaan pokok antara mencari pe-

1

1 Pembahasan Pembahasan lebih llebih lanjut tenanjut tentang variatang variabel dan bel dan jenis-jenisnya ajenis-jenisnya akan disajikakan disajikan dalam n dalam bab berbab berikutnya.ikutnya.

nyebab dan mengembangkan teori. Pernyataan-pernyataan tentang kaitan antara di

nyebab dan mengembangkan teori. Pernyataan-pernyataan tentang kaitan antara di kalangan beberapakalangan beberapa variabel disebut dalil (Black; Champion, 2001). Dalil adalah keterangan yang dijadikan bukti atau variabel disebut dalil (Black; Champion, 2001). Dalil adalah keterangan yang dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran; rumus. Dalil juga diartikan sebagai suatu pendapat yang dikemukakan dan alasan suatu kebenaran; rumus. Dalil juga diartikan sebagai suatu pendapat yang dikemukakan dan dipertahankan sebagai suatu kebenaran.

dipertahankan sebagai suatu kebenaran.

6. Hipotesis 6. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban permasalahan yang didukung oleh teori atau proposisi yang akan diuji ke- Hipotesis adalah jawaban permasalahan yang didukung oleh teori atau proposisi yang akan diuji ke-  benarannya melalui data

 benarannya melalui data yang diperoleh di yang diperoleh di lapangan. Menurut plapangan. Menurut pola umum metode ilmiah, ola umum metode ilmiah, setiap pene-setiap pene- litian terhadap suatu objek dilakukan di bawah

litian terhadap suatu objek dilakukan di bawah tuntunan suatu hipotesis, yang berfungsi sebagai petun-tuntunan suatu hipotesis, yang berfungsi sebagai petun-  juk yang masih harus dibuktikan kebenarannya di dalam lapangan (

 juk yang masih harus dibuktikan kebenarannya di dalam lapangan (empirical veriempirical veri fi fication),cation), percobaan percobaan   (experimental veri

(experimental veri fi fication),cation),atau praktek atau praktek  (implementation). (implementation). Oleh sebab itu, setelah pengujian dilakukan Oleh sebab itu, setelah pengujian dilakukan akan disimpulkan suatu hipotesis akan diterima atau ditolak.

akan disimpulkan suatu hipotesis akan diterima atau ditolak.

7. Premis 7. Premis

Premis adalah suatu pernyataan/proposisi yang telah

Premis adalah suatu pernyataan/proposisi yang telah dibuktikan kebenarannya dalam penelitian terda-dibuktikan kebenarannya dalam penelitian terda- hulu oleh peneliti yang lain. Premis-premis dapat digunakan sebagai landasan bagi penelitian berikut- hulu oleh peneliti yang lain. Premis-premis dapat digunakan sebagai landasan bagi penelitian berikut- nya.

nya.

Guna memperjelas suatu teori yang bersifat

Guna memperjelas suatu teori yang bersifat luas dan komprehensif perlu diuraikan bagian-bagiannyaluas dan komprehensif perlu diuraikan bagian-bagiannya dengan lebih rinci, menurut Sakaran dan Emorry-Cooper (1999), turunan bagian teori dapat digambarkan dengan lebih rinci, menurut Sakaran dan Emorry-Cooper (1999), turunan bagian teori dapat digambarkan sebagai berikut:

sebagai berikut:

 

  TeoriTeori  

Konsep/

Konsep/  

Variabel Variabel  

Dimensi Dimensi  (sub(sub   variabel) variabel)  

Faktor Faktor  (Sub(Sub Sub

Sub  Variabel)Variabel)

Indikator Indikator  (Sub(Sub Sub

SubSubSub  variabelvariabel

Gambar 3.2

Gambar 3.2 Turunan Bagian Teori Turunan Bagian Teori Sebagaimana telah disintesiskan terdahulu bahwa teori adalah

Sebagaimana telah disintesiskan terdahulu bahwa teori adalah sekumpulan desekumpulan de fi finisi, konsep, nisi, konsep, propo-propo- sisi, dalil yang berkaitan secara sistematis menjelaskan suatu fenomena dan menjelaskan hubungan se- sisi, dalil yang berkaitan secara sistematis menjelaskan suatu fenomena dan menjelaskan hubungan se- bab-akibat di antara berbagai fenomena.

bab-akibat di antara berbagai fenomena. Untuk menjelaskan turunan dari teori dapat dianalogikan s Untuk menjelaskan turunan dari teori dapat dianalogikan sepertieperti

 berukut: Jika Danau toba diibaratkan sebagai teori, maka

 berukut: Jika Danau toba diibaratkan sebagai teori, maka sungai-sungai besar yang bermuara ke danau inisungai-sungai besar yang bermuara ke danau ini diibaratkan sebagai konsep atau variabel. Selanjutnya, anak sungai diibaratkan sebagai dimensi yang meng- diibaratkan sebagai konsep atau variabel. Selanjutnya, anak sungai diibaratkan sebagai dimensi yang meng- alirkan air sampai ke sungai yang besar, sedangkan selokan akan diibaratkan sebagai indikator. Dengan alirkan air sampai ke sungai yang besar, sedangkan selokan akan diibaratkan sebagai indikator. Dengan demikian teori adalah merupakan sistem yang terdiri dari s

demikian teori adalah merupakan sistem yang terdiri dari subsistem yang lebih kecil lagi sampai pada ubsistem yang lebih kecil lagi sampai pada suatusuatu indikator (Umar, 2004).

indikator (Umar, 2004).

 

  Didasarkan pada anDidasarkan pada analogi di atas, alogi di atas, dapat diskemakan dapat diskemakan pada turunan pada turunan bagian teori bagian teori seperti gambar 3.3seperti gambar 3.3

 

  TeoriTeori  

Konsep/

Konsep/  

Variabel Variabel   Dimensi Dimensi  (sub(sub  

variabel) variabel)  

Faktor Faktor  (Sub(Sub  

Variabel) Variabel)  

Saluran

Saluran  airair  daridari  rumah,rumah,  yangyang  membawanyamembawanya  keke  

selokan selokan Indikator

Indikator  (Sub(Sub   variabel) variabel)  

Danau

Danau  Toba,Toba,  sebagaisebagai  sumbersumber  utamautama  airair  

Sungai

Sungai  besarbesar  yangyang  mengalirkanmengalirkan  airair  keke  danaudanau  tobatoba  

Sungai

Sungai  kecilkecil  yangyang  mengalirkanmengalirkan  airair  keke  sungaisungai  besarbesar  

Selokan

Selokan  yangyang  mengalirkanmengalirkan  airair  keke  sungaisungai  kecilkecil  

Gambar 3.3

Gambar 3.3 Contoh Operasional Turunan Teori Contoh Operasional Turunan Teori

E.

Dalam dokumen Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif (Halaman 51-54)