• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI STUDI KASUS KASUS

Dalam dokumen Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif (Halaman 88-91)

METODE PENELITIANMETODE PENELITIAN

G. STUDI STUDI KASUS KASUS

Menurut Max

Menurut Maxeld dalam Nazir (2003) studi kasus adalah penelitian tentang status subjek yang ber-eld dalam Nazir (2003) studi kasus adalah penelitian tentang status subjek yang ber- hubungan dengan suatu fase yang khas dari keseluruhan personalitas. Dengan kata lain studi kasus akan hubungan dengan suatu fase yang khas dari keseluruhan personalitas. Dengan kata lain studi kasus akan mempelajari serta holistik mulai dari latar belakang, sifat dan karakteristik yang khas dari suatu kasus mempelajari serta holistik mulai dari latar belakang, sifat dan karakteristik yang khas dari suatu kasus secara mendalam. Menurut Bogdan dan Bikien (1982) st

secara mendalam. Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus merupakan pengujian secara rinci udi kasus merupakan pengujian secara rinci terha-terha- dap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu.

dap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu.

Surachrnad (1982) membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan per- Surachrnad (1982) membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan per- hatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. Sementara Yin (1987) memberikan batasan yang lebih hatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. Sementara Yin (1987) memberikan batasan yang lebih  bersifat teknis

 bersifat teknis dengan penekandengan penekanan pada an pada ciri-cirinya. Dijelaskan ciri-cirinya. Dijelaskan bahwa dalam bahwa dalam studi kasus studi kasus hendaknya hendaknya penelitipeneliti  ber

 berusaha menguji unit atau individu secara mendalam. Para peneliti berusaha menernukan semua variabelusaha menguji unit atau individu secara mendalam. Para peneliti berusaha menernukan semua variabel yang penting. Ary

yang penting. Ary, Jacobs, dan , Jacobs, dan Razavieh (1985).Razavieh (1985).

Dari uraian di atas, disimpulkan bahwa studi kasus adalah suatu penelitian terhadap suatu subyek Dari uraian di atas, disimpulkan bahwa studi kasus adalah suatu penelitian terhadap suatu subyek yang dilakukan secara intensif, holistik, dan sistemik mulai dari latar belakang, sifat dan karakteristik se- yang dilakukan secara intensif, holistik, dan sistemik mulai dari latar belakang, sifat dan karakteristik se- cara mendalam. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran secara rinci tentang sesuatu yang dipelajari cara mendalam. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran secara rinci tentang sesuatu yang dipelajari termasuk implikasinya. Dengan demikian, subyek penelitian dapat ditetapkan individu, kelompok, orga- termasuk implikasinya. Dengan demikian, subyek penelitian dapat ditetapkan individu, kelompok, orga- nisasi, masyarakat dan lain-lain.

nisasi, masyarakat dan lain-lain.

Studi kasus dapat dilakukan pada individu, Mis

Studi kasus dapat dilakukan pada individu, Misalnya kepemimpinan Gus Dur, tapi bisa juga teralnya kepemimpinan Gus Dur, tapi bisa juga terhadaphadap kelompok, misal kejahatan sekelompok penjahat yang kejahatannya sama. Dalam hal ini para penjahat kelompok, misal kejahatan sekelompok penjahat yang kejahatannya sama. Dalam hal ini para penjahat tersebut perlu dikelompokkan dan diisolasikan dari penjahat yang lain. Kalau kelompok biasanya yang tersebut perlu dikelompokkan dan diisolasikan dari penjahat yang lain. Kalau kelompok biasanya yang di

diamati kecil, tetapi pengamatan holistik. Umumnya studi ini banyak digunakan dalam penelitian obat-amati kecil, tetapi pengamatan holistik. Umumnya studi ini banyak digunakan dalam penelitian obat- obatan, meskipun bidang lain juga telah menggunakannya, misalnya: Sosiologi, meneliti desa tertentu;

obatan, meskipun bidang lain juga telah menggunakannya, misalnya: Sosiologi, meneliti desa tertentu;

 pendidikan, banyaknya siswa yang

 pendidikan, banyaknya siswa yangdrop out drop out ; administrasi pemimpin dan kepemimpinan; Hubungan Inter-; administrasi pemimpin dan kepemimpinan; Hubungan Inter- nasional antar dua negara, dan lain-lain. Umumnya terdapat enam jenis studi kasus, yaitu:

nasional antar dua negara, dan lain-lain. Umumnya terdapat enam jenis studi kasus, yaitu:

1.

1. Studi kasus Studi kasus kesejarahan kesejarahan mengenai ormengenai organisasi, dipusatkan ganisasi, dipusatkan pada perpada perhatian orhatian organisasi tertentu ganisasi tertentu dan dan dalamdalam kurun waktu tertentu, dengan rnenelusuri perkembangan organisasinya. Studi ini sering kurang me- kurun waktu tertentu, dengan rnenelusuri perkembangan organisasinya. Studi ini sering kurang me- mungkinkan untuk diselenggarakan, karena sumbernya kurang mencukupi untuk dikerjakan secara mungkinkan untuk diselenggarakan, karena sumbernya kurang mencukupi untuk dikerjakan secara minimal.

minimal.

2.

2. Studi kasus Studi kasus observasi, menobservasi, mengutamakan gutamakan teknik penteknik pengumpulan gumpulan datanya datanya melalul observasi melalul observasi peran-serta peran-serta atauatau  pelibatan (

 pelibatan ( participant observation participant observation), sedangkan fokus studinya pada suatu organisasi tertentu. Bagia), sedangkan fokus studinya pada suatu organisasi tertentu. Bagian-n-  bagian organisasi yang men

 bagian organisasi yang menjadi fokus studinya antara lain: (1) jadi fokus studinya antara lain: (1) suatu tempat tertentu di dalam sekolah;suatu tempat tertentu di dalam sekolah;

(2) satu kelompok siswa; (3) kegiatan sekolah.

(2) satu kelompok siswa; (3) kegiatan sekolah.

3.

3. Studi kasus Studi kasus sejarah hidup, sejarah hidup, yang mencoba yang mencoba mewawancarai satu mewawancarai satu orang dengan orang dengan maksud mengumpmaksud mengumpul-ul- kan narasi orang pertama dengan kepemilikan sejarah yang khas. Wawancara sejarah hidup biasanya kan narasi orang pertama dengan kepemilikan sejarah yang khas. Wawancara sejarah hidup biasanya meng

mengungkap konsep karir, pengabdian hidup seseorang, kelahiran, masa remaja, sungkap konsep karir, pengabdian hidup seseorang, kelahiran, masa remaja, sekolah. Tekolah. Topik persa-opik persa- habatan dan topik tertentu lainnya.

habatan dan topik tertentu lainnya.

4.

4. Studi Studi kasus kasus kemasyarakatan, kemasyarakatan, merupakan merupakan studi studi tentang tentang kasus kasus kemasyarakatan kemasyarakatan ((community studycommunity study) yang) yang dipusatkan pada suatu lingkungan tetangga atau masyarakat sekitar (kornunitas), bukannya pada satu dipusatkan pada suatu lingkungan tetangga atau masyarakat sekitar (kornunitas), bukannya pada satu organisasi tertentu bagaimana studi kasus organisasi dan studi kasus observasi.

organisasi tertentu bagaimana studi kasus organisasi dan studi kasus observasi.

5.

5. Studi kasus Studi kasus analisis situasi, analisis situasi, jenis studi jenis studi kasus ini kasus ini mencoba mencoba menganalisis situasi menganalisis situasi terhadap terhadap peristiwa atauperistiwa atau kejadian tertentu. Misalnya terjadinya pengeluaran siswa pada sekolah tertentu, maka haruslah di- kejadian tertentu. Misalnya terjadinya pengeluaran siswa pada sekolah tertentu, maka haruslah di-  pelajari

 pelajari dari sudut dari sudut pandang semua pandang semua pihak yang pihak yang terkait, mulai terkait, mulai dari sdari siswa iswa itu sendiri, itu sendiri, teman-temannya,teman-temannya, orang tuanya, kepala sekolah, guru dan

orang tuanya, kepala sekolah, guru dan mungkin tokoh kunci lainnya.mungkin tokoh kunci lainnya.

6. Mikroethnogra

6. Mikroethnogra, merupakan jenis studi kasus yang dilakukan pada unit organisasi yang sangat kecil,, merupakan jenis studi kasus yang dilakukan pada unit organisasi yang sangat kecil, seperti suatu bagian sebuah ruang kelas atau suatu kegiatan organisasi yang sangat spesi

seperti suatu bagian sebuah ruang kelas atau suatu kegiatan organisasi yang sangat spesik pada anak-k pada anak- anak yang sedang

anak yang sedang belajar menggambar.belajar menggambar.

Langkah-Langk

Langkah-Langkah Penelitian ah Penelitian Studi KasusStudi Kasus 1.

1. Pemilihan Pemilihan kasus: kasus: dalam dalam pemilihan pemilihan kasus kasus hendaknya hendaknya dilakukan dilakukan secara secara bertujuan bertujuan (( purposive purposive) dan bukan) dan bukan secara rambang atau acak. Kasus dapat

secara rambang atau acak. Kasus dapat dipilih oleh peneliti dengan menjadikan objek orang, lingkung-dipilih oleh peneliti dengan menjadikan objek orang, lingkung- an, program, proses, dan masyarakat atau unit sosial. Ukuran dan kompleksitas objek studi kasus ha- an, program, proses, dan masyarakat atau unit sosial. Ukuran dan kompleksitas objek studi kasus ha- ruslah masuk akal, sehingga dapat diselesai

ruslah masuk akal, sehingga dapat diselesaikan dengan batas waktu dan sumber-sumber yang tersedia;kan dengan batas waktu dan sumber-sumber yang tersedia;

2.

2. Pengumpulan dPengumpulan data: terdapat ata: terdapat beberapa teknbeberapa teknik dalam ik dalam pengumpulan pengumpulan data, tetapi data, tetapi yang lebyang lebih dipakai ih dipakai dalamdalam  penelitian

 penelitian kasus kasus adalah adalah observasi, observasi, wawancara, wawancara, dan analisdan analisis is dokumentasi. Penelitdokumentasi. Peneliti i sebagai sebagai instrurneninstrurnen  penelitian,

 penelitian, dapat dapat menyesuaikan menyesuaikan cara cara pengumpulan pengumpulan data data dengan dengan masalah masalah dan dan lingkungan lingkungan penelitian,penelitian, serta dapat mengumpulkan data yang berbeda secara serentak;

serta dapat mengumpulkan data yang berbeda secara serentak;

3.

3. Analisis data: Analisis data: setelah data setelah data terkumpul terkumpul peneliti dapat peneliti dapat mulai mengagregmulai mengagregasi, mengorasi, mengorganisasi, dan ganisasi, dan meng-meng- klasi

klasikasi data menjadi unit-unit kasi data menjadi unit-unit yang dapat dikelola. Agregasi merupakan proses mengabstraksi hal-yang dapat dikelola. Agregasi merupakan proses mengabstraksi hal- hal khusus menjadi hal-hal umum guna menemukan pola umum data. Data dapat diorganisasi secara hal khusus menjadi hal-hal umum guna menemukan pola umum data. Data dapat diorganisasi secara kronologis, kategori atau dimasukkan ke dalam tipologi. Analisis data dilakukan sejak peneliti di la- kronologis, kategori atau dimasukkan ke dalam tipologi. Analisis data dilakukan sejak peneliti di la-  pangan, sewaktu pengumpu

 pangan, sewaktu pengumpulan data dan setelah semua lan data dan setelah semua data terkumpul atau setelah data terkumpul atau setelah selesai dan lapang-selesai dan lapang- an;

an;

4.

4. Perbaikan Perbaikan ((rere fi finement nement ): meskipun semua data telah terkumpul, dalam pendekatan studi ): meskipun semua data telah terkumpul, dalam pendekatan studi kasus hendak-kasus hendak- nya dilakukan penyempurnaan atau penguatan (

nya dilakukan penyempurnaan atau penguatan (reinforcement reinforcement ) data baru terhadap kategori yang telah) data baru terhadap kategori yang telah ditemukan. Pengumpulan data baru mengharuskan peneliti untuk

ditemukan. Pengumpulan data baru mengharuskan peneliti untuk kembali ke lapangan dan barangkalikembali ke lapangan dan barangkali harus membuat kategori baru, data baru tidak bisa dikelompokkan ke dalam kategori yang sudah ada;

harus membuat kategori baru, data baru tidak bisa dikelompokkan ke dalam kategori yang sudah ada;

5.

5. Penulisan lapoPenulisan laporan: laporran: laporan henan hendaknya daknya ditulis secara ditulis secara komunikatif, komunikatif, mudah mudah dibaca, dibaca, dan mendan mendeskripsikandeskripsikan suatu gejala atau kesatuan sosial secara jelas, sehingga memudahkan pembaca untuk mernahami selu- suatu gejala atau kesatuan sosial secara jelas, sehingga memudahkan pembaca untuk mernahami selu- ruh informasi penting. Laporan diharapkan dapat membawa pembaca ke dalam situasi kasus kehidup- ruh informasi penting. Laporan diharapkan dapat membawa pembaca ke dalam situasi kasus kehidup- an seseorang atau kelompok.

an seseorang atau kelompok.

Studi kasus yang baik memenuhi ciri-ciri sebagai berikut: (a) Menyangkut sesuatu yang luar biasa, Studi kasus yang baik memenuhi ciri-ciri sebagai berikut: (a) Menyangkut sesuatu yang luar biasa, yang berkaitan dengan kepentingan umum atau bahkan dengan kepentingan nasional. (b) Batas-batasnya yang berkaitan dengan kepentingan umum atau bahkan dengan kepentingan nasional. (b) Batas-batasnya dapat ditentukan dengan jelas, kelengkapan ini juga ditunjukkan oleh kedalaman dan keluasan data yang di- dapat ditentukan dengan jelas, kelengkapan ini juga ditunjukkan oleh kedalaman dan keluasan data yang di- gali peneliti, dan kasusnya mampu diselesaikan oleh penelitinya dengan baik dan tepat meskipun di

gali peneliti, dan kasusnya mampu diselesaikan oleh penelitinya dengan baik dan tepat meskipun dihadanghadang oleh berbagai keterbatasan. (c) Mampu mengantisipasi berbagai alternatif jawaban dan sudut pandang yang oleh berbagai keterbatasan. (c) Mampu mengantisipasi berbagai alternatif jawaban dan sudut pandang yang  berbeda-beda. (d) Mampu menunjukkan bukti-bukti yang paling penting

 berbeda-beda. (d) Mampu menunjukkan bukti-bukti yang paling penting saja, baik yang mendukung pan-saja, baik yang mendukung pan- dangan peneliti maupun yang tidak mendasarkan prinsip selekti

dangan peneliti maupun yang tidak mendasarkan prinsip selektitas. (e) Hasilnya ditulis tas. (e) Hasilnya ditulis dengan gaya yangdengan gaya yang menarik sehingga mampu terkomunikasi pada pembaca.

menarik sehingga mampu terkomunikasi pada pembaca.

Umumnya kekuatan dan kelemahan studi kasus adalah sebagai berikut:

Umumnya kekuatan dan kelemahan studi kasus adalah sebagai berikut: KekuatanKekuatan: memberikan studi: memberikan studi awal untuk studi lanjutan; dapat digunakan sebagai ilustrasi dalam latar belakang; analisis data dan peng- awal untuk studi lanjutan; dapat digunakan sebagai ilustrasi dalam latar belakang; analisis data dan peng- ambilan kesimpulan. Sedangkan,

ambilan kesimpulan. Sedangkan, KelemahanKelemahan: Sampel kecil, sulit menjeneralisasikan pada populasi; sub-: Sampel kecil, sulit menjeneralisasikan pada populasi; sub-  jektivitas peneliti sangat berpengaruh, misalnya dalam penentuan objek

 jektivitas peneliti sangat berpengaruh, misalnya dalam penentuan objek maupun dalam analisis data.maupun dalam analisis data.

Contoh Studi Kasus:

Contoh Studi Kasus: Keterlambatan Kemampuan Membaca Anak-Anak di Dusun ABCD. Dari pene-Keterlambatan Kemampuan Membaca Anak-Anak di Dusun ABCD. Dari pene- litian tersebut akan dipelajari secara mendalam dengan langkah sebagai berikut:

litian tersebut akan dipelajari secara mendalam dengan langkah sebagai berikut:

1.

1. Sejarah Sejarah sekolah sekolah dan dan rumah rumah tangga tangga anak-anak;anak-anak;

2.

2. Menentukan Menentukan status status anak anak sekarang sekarang ini;ini;

3.

3. Mendiagnosis Mendiagnosis berbagai berbagai hambatan hambatan membaca membaca anak-anak;anak-anak;

4.

4. Menarik Menarik kesimpulan kesimpulan mengapa mengapa anak-anak anak-anak terlambat terlambat baca;baca;

5.

5. Mengukur Mengukur kinerja kinerja dan dan metode metode mengajar.mengajar.

Menurut Nazir (2003), langkah-langkah pelaksanaan penelitian Studi Kasus adalah sebagai berikut:

Menurut Nazir (2003), langkah-langkah pelaksanaan penelitian Studi Kasus adalah sebagai berikut:

1.

1. Rumuskan Rumuskan tujuan tujuan penelitian;penelitian;

2.

2. TTentukan uentukan unit-unit studi, nit-unit studi, sifat yang sifat yang akan diteliti akan diteliti serta proses serta proses yang dapyang dapat menuntun at menuntun penelitian;penelitian;

3.

3. TTentukan entukan rancangan rancangan serta serta pendekatan pendekatan yang yang akan akan dilakukan;dilakukan;

4.

4. Kumpulkan Kumpulkan data;data;

5.

5. Organisasikan Organisasikan informasi informasi yang yang diperoleh, diperoleh, kemudian kemudian interpretasi interpretasi dan dan generalisasikan;generalisasikan;

6.

6. Susun Susun laporan.laporan.

H.

Dalam dokumen Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif (Halaman 88-91)