VARIABEL, MASAL ARIABEL, MASALAH AH DAN HIPOTESIS PENELITIAN
B. VARIABEL VARIABEL PENELITI PENELITI AN AN
Variabel Penelitian adalah suatu atribut, nilai/sifat dari objek, individu atau kegiatan yang mempu- Variabel Penelitian adalah suatu atribut, nilai/sifat dari objek, individu atau kegiatan yang mempu- nyai variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari nyai variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari informasi yang terkait dengannya serta ditarik kesimpulannya. Dengan kata lain variabel adalah sesuatu informasi yang terkait dengannya serta ditarik kesimpulannya. Dengan kata lain variabel adalah sesuatu yang mempunyai variasi nilai. Karena dia mempunyai variasi nilai maka dapat diukur. Misalnya, saat kita yang mempunyai variasi nilai. Karena dia mempunyai variasi nilai maka dapat diukur. Misalnya, saat kita membicarakan tentang mahasiswa, hal itu belum dapat dikatakan variabel sebab baru memberikan pema- membicarakan tentang mahasiswa, hal itu belum dapat dikatakan variabel sebab baru memberikan pema- haman tentang sekompok manusia yang sedang mengikuti program pembelajaran di perguruan tinggi. Itu haman tentang sekompok manusia yang sedang mengikuti program pembelajaran di perguruan tinggi. Itu sebabnya belum dapat dilakukan pengukuran, mengingat kata
sebabnya belum dapat dilakukan pengukuran, mengingat kata mahasiswa baru sekedar konsep mahasiswa baru sekedar konsep saja. Tetapisaja. Tetapi jika
jika kita kita sudah sudah membicarakan membicarakan mengenai mengenai Mahasiswa Mahasiswa Fakultas Fakultas TTeknik, eknik, Mahasiswa Mahasiswa Fakultas Fakultas Ekonomi, itEkonomi, ituu artinya kita sudah bisa dikatakan membicarakan variabel, karena Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa artinya kita sudah bisa dikatakan membicarakan variabel, karena Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu termasuk kategori yang sudah bervariasi dan dapat diukur, misalnya jumlah maha- Fakultas Ekonomi itu termasuk kategori yang sudah bervariasi dan dapat diukur, misalnya jumlah maha- siswanya, indeks prestasi belajarnya.
siswanya, indeks prestasi belajarnya.
Dengan demikian apa yang dimaksud dengan variabel? untuk memahami pengertian variabel ada Dengan demikian apa yang dimaksud dengan variabel? untuk memahami pengertian variabel ada baiknya terlebih dahulu dibahas pemahaman konsep. Konsep adalah de
baiknya terlebih dahulu dibahas pemahaman konsep. Konsep adalah defifinisi yang dipergunakan oleh paranisi yang dipergunakan oleh para peneliti untuk menggambarkan s
peneliti untuk menggambarkan secara abstrak suatu ecara abstrak suatu fenomena sosial ekonomi fenomena sosial ekonomi (Margono, 1997). Jika kita(Margono, 1997). Jika kita ingin menggambarkan kesejahteraan masyarakat, kita dapat menggambarkannya melalui konsep
ingin menggambarkan kesejahteraan masyarakat, kita dapat menggambarkannya melalui konsep pendapat-pendapat- an nasional, pendapat perkapita, distribusi pendapatan, tingkat pendapatan, garis kemiskinan, jumlah an nasional, pendapat perkapita, distribusi pendapatan, tingkat pendapatan, garis kemiskinan, jumlah pengangguran,
pengangguran, dan dan lain-lain. Artinya lain-lain. Artinya ketika ketika menjelaskan menjelaskan informasi informasi tentang tentang hal hal tersebut tersebut akan akan tergambartergambar bagaimana kesejahteraan
bagaimana kesejahteraan masyarakat suatu masyarakat suatu negara. Lebih negara. Lebih lanjut dikatakannya, lanjut dikatakannya, bahwa variabel bahwa variabel adalah suatuadalah suatu konsep yang mempunyai variasi nilai. Menurut Karlinger (2000) variabel adalah simbol/lambang yang konsep yang mempunyai variasi nilai. Menurut Karlinger (2000) variabel adalah simbol/lambang yang padanya
padanya kita kita lekatkan lekatkan bilangan bilangan atau atau nilai. nilai. Misalnya, Misalnya, X X adalah adalah sebuah sebuah variabel: variabel: ia ia adalah adalah suatu suatu simbol simbol // lambang yang padanya kita lekatkan nilai yang berupa angka.
lambang yang padanya kita lekatkan nilai yang berupa angka.
V
Variabel merupakan konsep yang mempunyai ariabel merupakan konsep yang mempunyai nilai yang bermacam-macam. Suatu nilai yang bermacam-macam. Suatu konsep dapat di-konsep dapat di- ubah menjadi suatu variabel dengan cara memusatkan pada aspek tertentu dari variabel itu s
ubah menjadi suatu variabel dengan cara memusatkan pada aspek tertentu dari variabel itu sendiri. Contoh:endiri. Contoh:
Pekerja merupakan objek, mempunyai beberapa variabel berikut: (1). Usia: variabel yang memiliki nilai Pekerja merupakan objek, mempunyai beberapa variabel berikut: (1). Usia: variabel yang memiliki nilai numerik. 2. Tingkat pendidikan: variabel
numerik. 2. Tingkat pendidikan: variabel numerik/kategori. 3. Bidang Pekerjaan: numerik/kategori. 3. Bidang Pekerjaan: variabel kategori. Vvariabel kategori. Varia-aria- bel
bel adalah adalah objek objek penelitian penelitian atau atau apa apa yang menjadi yang menjadi perhatian perhatian dalam dalam penelitian Arikunto penelitian Arikunto (2002). Didasar-(2002). Didasar- kan pada berbagai pengertian di atas, variabel diartikan sebagai suatu konsep yang memiliki variasi nilai kan pada berbagai pengertian di atas, variabel diartikan sebagai suatu konsep yang memiliki variasi nilai ditetapkan untuk diteliti.
ditetapkan untuk diteliti.
1.
1. Jenis-jeJenis-jenis nis VVariabelariabel
Arikunto (2002) mengemukakan bahwa variabel dapat dibedakan atas yang kuantitaif misalnya luas Arikunto (2002) mengemukakan bahwa variabel dapat dibedakan atas yang kuantitaif misalnya luas kota, umur dan lain sebagainya; dan kualitatif misalnya kemakmuran, kepandaian. Selanjutnya variabel kota, umur dan lain sebagainya; dan kualitatif misalnya kemakmuran, kepandaian. Selanjutnya variabel kuantitatif diklasi
kuantitatif diklasififikasikan menjadi 2 kelompok yang dapat dilihat seperti gambar 4.1.kasikan menjadi 2 kelompok yang dapat dilihat seperti gambar 4.1.
Variabel Variabel
Kuantitati Kuantitati
Diskrit Diskrit
Kualitatif Kualitatif
Kontinu Kontinu
Ordinal Ordinal
Interval Interval
Diskrit Diskrit
Gambar 4.1
Gambar 4.1 Klasi Klasi fi fikasi Varkasi Variabel Berdasarkan Kuantitatif iabel Berdasarkan Kuantitatif dan Kualitatif dan Kualitatif Variabel diskrit
Variabel diskrit11 sering disebut juga sebagai variabel nominal atau variabel kategorik yaitu variabel sering disebut juga sebagai variabel nominal atau variabel kategorik yaitu variabel yang hanya mengkategorisasi saja dalam dua kutub yang berlawanan, yakni ya dan tidak, pria dan wanita.
yang hanya mengkategorisasi saja dalam dua kutub yang berlawanan, yakni ya dan tidak, pria dan wanita.
Sementara variabel kontinum adalah variabel yang telah memberikan atau menetapkan nilai dari variabel Sementara variabel kontinum adalah variabel yang telah memberikan atau menetapkan nilai dari variabel tersebut. V
tersebut. Variabel kontinum dibagi tiga ariabel kontinum dibagi tiga didasarkan atas kualitas didasarkan atas kualitas nilai yang diberikan yaitu: nilai yang diberikan yaitu: variabel ordinalvariabel ordinal yaitu variabel yang memberikan tingkatan, misalnya panjang, sedang, pendek. Kemudian variabel interval, yaitu variabel yang memberikan tingkatan, misalnya panjang, sedang, pendek. Kemudian variabel interval, yaitu variabel yang telah memberikan gambaran jarak, jika dibanding dengan variabel lain. Mi
yaitu variabel yang telah memberikan gambaran jarak, jika dibanding dengan variabel lain. Misalnya jaraksalnya jarak Jakarta dengan Bandung adalah 120 km. Sedangkan variabel ratio adalah variabel
Jakarta dengan Bandung adalah 120 km. Sedangkan variabel ratio adalah variabel yang selain memberikanyang selain memberikan jarak t
jarak tetapi jetapi juga sudah uga sudah memberikan nilai memberikan nilai perbandingan (rasio), perbandingan (rasio), misalnya misalnya berat Tono = berat Tono = 80 kg, 80 kg, sedangkansedangkan Tini adalah 40 kg. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa perbandingan berat badan Tono dengan Tini Tini adalah 40 kg. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa perbandingan berat badan Tono dengan Tini adalah 2:1, atau Berat
adalah 2:1, atau Berat badan Tbadan Tono adalah dua kali berat ono adalah dua kali berat badan Tini.badan Tini.
Dilihat dari perlakuan (Firdaus, 2012), variabel dapat dibagi menjadi variabel aktif, yaitu variabel Dilihat dari perlakuan (Firdaus, 2012), variabel dapat dibagi menjadi variabel aktif, yaitu variabel yang dapat dimanipulasi untuk kepentingan penelitian eksperimen. Contoh, persepsi mahasiswa, dapat di- yang dapat dimanipulasi untuk kepentingan penelitian eksperimen. Contoh, persepsi mahasiswa, dapat di- tentukan pengukurannya dengan menggunakan Skala Likert atau Skala Gutman. Kemudian variabel atribut tentukan pengukurannya dengan menggunakan Skala Likert atau Skala Gutman. Kemudian variabel atribut yaitu variabel yang tidak dapat dimanipulasi untuk kepentingan penelitian misalnya, jenis kelamin.
yaitu variabel yang tidak dapat dimanipulasi untuk kepentingan penelitian misalnya, jenis kelamin.
Menurut hubungan antar satu variabel dengan variabel yang lain secara konsep dalam penelitian, Menurut hubungan antar satu variabel dengan variabel yang lain secara konsep dalam penelitian, dapat dibedakan menjadi:
dapat dibedakan menjadi:
a.
a. VVariabeariabel l IndependIndependenen
Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, anteseden. Dalam Bahasa Indonesia Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, anteseden. Dalam Bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab perubahan- sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab perubahan- nya atau timbulnya variabel dependen/terikat.
nya atau timbulnya variabel dependen/terikat.
1
1 Kategori jenis Kategori jenis variabel ini variabel ini juga juga digunakan dalam digunakan dalam perbedaan jenis perbedaan jenis pengukuran dimana pengukuran dimana dikenal empat dikenal empat jenis pengukuran, jenis pengukuran, yakniyakni nominal, ordinal, interval dan ratio. Pembahasan lebih lanjut akan hal ini disajikan dalam bab berikutnya.
nominal, ordinal, interval dan ratio. Pembahasan lebih lanjut akan hal ini disajikan dalam bab berikutnya.
b.
b. VVariabel Dependenariabel Dependen
Sering disebut sebagai variabel output, criteria, konsekuensi. Dalam bahasa Indonesia sering disebut Sering disebut sebagai variabel output, criteria, konsekuensi. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang
sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi aki-menjadi aki- bat, karena adanya variabel bebas.
bat, karena adanya variabel bebas.
c.
c. VVariabel ariabel ModeratModerator or
Adalah variabel yang mempengaruhi, memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel de- Adalah variabel yang mempengaruhi, memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel de- penden dengan independen.
penden dengan independen. VVariabel ini disebut juga sebagai variabel independen kedua.ariabel ini disebut juga sebagai variabel independen kedua.
d.
d. VVariabel ariabel InterveInterveningning
Adalah variabel yang secara teoretis mempengaruhi, memperkuat atau
Adalah variabel yang secara teoretis mempengaruhi, memperkuat atau memperlemah hubungan antaramemperlemah hubungan antara variabel independen dengan dependen, tetapi tidak dapat
variabel independen dengan dependen, tetapi tidak dapat diukurdiukur.. e.
e. VVariabel ariabel KontrolKontrol
Adalah variabel yang dikendalikan, dibuat konstan sehingga peneliti dapat melakukan penelitian yang Adalah variabel yang dikendalikan, dibuat konstan sehingga peneliti dapat melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.
bersifat membandingkan.
Contoh-contoh variabel penelitian.
Contoh-contoh variabel penelitian.
a.
a. VVariabel Independen ariabel Independen dan Dependendan Dependen
Panas dan muai panjang: Panas adalah variabel independen, dan muai panjang adalah variabelPanas dan muai panjang: Panas adalah variabel independen, dan muai panjang adalah variabel dependen.
dependen.
Kemampuan kerja dan produktivitas: Kemampuan adalah variabel independen, dan produktivitasKemampuan kerja dan produktivitas: Kemampuan adalah variabel independen, dan produktivitas adalah variabel dependen.
adalah variabel dependen.
Insentif dan motivasi: Insentif adalah variabel iInsentif dan motivasi: Insentif adalah variabel independen, dan motivasi adalah variabel dependen.ndependen, dan motivasi adalah variabel dependen.
Untuk dapat menentukan mana yang variabel independen dan dependen, atau variabel lain, harus ada Untuk dapat menentukan mana yang variabel independen dan dependen, atau variabel lain, harus ada konsep teoretis maupun hasil dari pengamatan yang mendasarinya. Untuk itu, sebelum peneliti me- konsep teoretis maupun hasil dari pengamatan yang mendasarinya. Untuk itu, sebelum peneliti me- milih variabel apa yang akan diteliti, jangan sampai membuat terlebih dulu permasalahan yang ada milih variabel apa yang akan diteliti, jangan sampai membuat terlebih dulu permasalahan yang ada di objek peneliti. Sering terjadi rumusan masalah penelitian dibuat tanpa melalui studi pendahuluan di objek peneliti. Sering terjadi rumusan masalah penelitian dibuat tanpa melalui studi pendahuluan ke objek penelitian, sehingga setelah masalah itu dirumuskan, ternyata masalah itu bukan masalah ke objek penelitian, sehingga setelah masalah itu dirumuskan, ternyata masalah itu bukan masalah pada objek penelitian. Setel
pada objek penelitian. Setelah masalah dapat ah masalah dapat dipahami dengan jelas dipahami dengan jelas maka peneliti dapat maka peneliti dapat menentukanmenentukan variabel-variabel penelitiannya.
variabel-variabel penelitiannya.
b.
b. Variabel Moderator Variabel Moderator
Pada suatu saat, diadakan latihan sepakbola kepada kelompok pria dan wanita. Pelatih kedua kelom- Pada suatu saat, diadakan latihan sepakbola kepada kelompok pria dan wanita. Pelatih kedua kelom- pok, j
pok, jenis enis bola bola yang yang digunakan, dan digunakan, dan tempat tempat latihannya latihannya sama. sama. Dalam Dalam hal hal ini, ini, variabel variabel indpendennyaindpendennya adalah latihan sepakbola, variabel dependennya adalah prestasi
adalah latihan sepakbola, variabel dependennya adalah prestasi sepakbola. Tsepakbola. Tetapi setelah diuji prestasietapi setelah diuji prestasi mainnya, ternyata kelompok pria lebih unggul daripada wanita. Hal ini terjadi karena ada variabel mainnya, ternyata kelompok pria lebih unggul daripada wanita. Hal ini terjadi karena ada variabel moderatornya, yakni jenis kelamin. Jadi, inilah yang memperlemah hubungan variabel independen moderatornya, yakni jenis kelamin. Jadi, inilah yang memperlemah hubungan variabel independen (latihan) dan dependen (prestasi). Dalam
(latihan) dan dependen (prestasi). Dalam hal ini usia hal ini usia juga dapat sebagai variabel moderator.juga dapat sebagai variabel moderator.
Contoh lain misalnya, hubungan antara penghasilan dengan
Contoh lain misalnya, hubungan antara penghasilan dengan harapan hidup (usia). Secara teoretisharapan hidup (usia). Secara teoretis makin tinggi penghasilan, maka akan
makin tinggi penghasilan, maka akan semakin tinggi harapan hidupnya.semakin tinggi harapan hidupnya.
c.
c. Variabel InterveningVariabel Intervening
Seperti telah dikemukakan bahwa variabel intervening adalah variabel yang memperlemah dan atau Seperti telah dikemukakan bahwa variabel intervening adalah variabel yang memperlemah dan atau memperkuat hubungan antara variabel independen dan dependen, tetapi bersifat teoretis, sehingga ti- memperkuat hubungan antara variabel independen dan dependen, tetapi bersifat teoretis, sehingga ti- dak dapat diukur (variabel moderator dapat diukur). Contohnya, gaji pegawai tinggi, pimpinan berlaku dak dapat diukur (variabel moderator dapat diukur). Contohnya, gaji pegawai tinggi, pimpinan berlaku baik, tetapi
baik, tetapi prestasi prestasi kerjanya rendah. kerjanya rendah. Setelah diteliti, Setelah diteliti, pegawai itu pegawai itu sedang frustasi. sedang frustasi. Sehingga, variabelSehingga, variabel interveningnya adalah frustasi. Secara teoretis ada, tetapi frustasi ini tak dapat diukur.
interveningnya adalah frustasi. Secara teoretis ada, tetapi frustasi ini tak dapat diukur.
d.
d. Variabel KontrolVariabel Kontrol
Variabel ini ditetapkan oleh peneliti, jika peneliti ingin melakukan penelitian komparatif atau per- Variabel ini ditetapkan oleh peneliti, jika peneliti ingin melakukan penelitian komparatif atau per- bandingan. Misalnya
bandingan. Misalnya akan membandingakan membandingkan penampilan kan penampilan kerja karyawan kerja karyawan lulusan sekolah lulusan sekolah umum dengumum denganan sekolah kejuruan. Untuk bisa membandingkan penampilan kerja kedua lulusan
sekolah kejuruan. Untuk bisa membandingkan penampilan kerja kedua lulusan itu maka peneliti harusitu maka peneliti harus menetapkan variabel kontrolnya. Dalam hal ini variabel kontrolnya harus dikondisikan sama, misal- menetapkan variabel kontrolnya. Dalam hal ini variabel kontrolnya harus dikondisikan sama, misal- nya: pekerjaan yang dikerjakan, alat untuk mengerjakan, pengalaman kerja, iklim kerja organisasi.
nya: pekerjaan yang dikerjakan, alat untuk mengerjakan, pengalaman kerja, iklim kerja organisasi.
Tanpa ada variabel kontrolnya, akan sulit ditemukan perbedaan penampilan pegawai tersebut, karena Tanpa ada variabel kontrolnya, akan sulit ditemukan perbedaan penampilan pegawai tersebut, karena faktor pendidikan atau bukan. Pada kenyataannya, gejala-gejala sosial itu akan terdapat variabel inde- faktor pendidikan atau bukan. Pada kenyataannya, gejala-gejala sosial itu akan terdapat variabel inde- penden, dependen, moderator, dan intervening, tetapi biasanya hanya memfokuskan pada independen penden, dependen, moderator, dan intervening, tetapi biasanya hanya memfokuskan pada independen
dan dependen. Dalam penelitian kualitatif, hubungan antar semua variabel akan diamati.
dan dependen. Dalam penelitian kualitatif, hubungan antar semua variabel akan diamati.
Sementara dalam Structural Equation Model (SEM) variabel dikenal dua jenis yaitu variabel laten Sementara dalam Structural Equation Model (SEM) variabel dikenal dua jenis yaitu variabel laten dan variabel teramati (Wijanto, 2008), dalam kepustakaan lain dinamai variabel eksogen dan endogen dan variabel teramati (Wijanto, 2008), dalam kepustakaan lain dinamai variabel eksogen dan endogen (Sitinjak; Sugiarto, 2006). Dalam SEM variabel
(Sitinjak; Sugiarto, 2006). Dalam SEM variabel kunci yang menjadi perhatian adalah variabel laten (kunci yang menjadi perhatian adalah variabel laten ( Latent Latent Variable
Variable atau LV) atau konstruk laten yakni merupakan konsep abstrak, misalnya perilaku orang, sikap, atau LV) atau konstruk laten yakni merupakan konsep abstrak, misalnya perilaku orang, sikap, kepuasan kerja, motivasi kerja dan lain-lain. Variabel eksogen selalu muncul sebagai variabel bebas pada kepuasan kerja, motivasi kerja dan lain-lain. Variabel eksogen selalu muncul sebagai variabel bebas pada semua persamaan yang ada dalam model. Sedangkan variabel endogen merupakan variabel terikat yang semua persamaan yang ada dalam model. Sedangkan variabel endogen merupakan variabel terikat yang paling sedikit
paling sedikit satu persamaan satu persamaan dalam model, dalam model, sisanya adalah sisanya adalah variabel bebas. variabel bebas. Menurut (WMenurut (Wijanto, 2008), ijanto, 2008), notasinotasi matematik variabel laten
matematik variabel laten eksogen adalah huruf Yeksogen adalah huruf Yunaniunani
ξ ξ
(ksi), dan variabel laten endogen ditandai dengan (ksi), dan variabel laten endogen ditandai dengan hurufhuruf
η η
(eta). (eta).
Kemudian VKemudian Variabel teramati ariabel teramati (( Measur Measured ed VVariableariable atau MV) adalah variabel yang dapat diamatiatau MV) adalah variabel yang dapat diamati atau dapat diukur secara empiris dan sering disebut sebagai indikator. Variabel teramati merupakan efek atau dapat diukur secara empiris dan sering disebut sebagai indikator. Variabel teramati merupakan efek atau ukuran dari variabel laten. Dalam metode survei yang menggunakan instrumen, setiap pertanyaan atau ukuran dari variabel laten. Dalam metode survei yang menggunakan instrumen, setiap pertanyaan dalam instrumen mewakili satu variabel teramati. Variabel teramati yang berkaitan atau merupakan efek dalam instrumen mewakili satu variabel teramati. Variabel teramati yang berkaitan atau merupakan efek dari variabel laten eksogen (ksi) diberi notasi matematik dengan label X,
dari variabel laten eksogen (ksi) diberi notasi matematik dengan label X, sedangkan yang berkaitan dengansedangkan yang berkaitan dengan variabel laten
variabel laten endogen (eta) endogen (eta) diberi Ydiberi Y.. 2.
2. Paradigma Paradigma PenelitianPenelitian
Menurut Buku Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi Program Pascasarjana Universitas
Menurut Buku Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi Program Pascasarjana Universitas Negeri Ja-Negeri Ja- karta (2004), paradigma merupakan suatu cara pandang terhadap realitas
karta (2004), paradigma merupakan suatu cara pandang terhadap realitas dunia kehidupan. Paradigma risetdunia kehidupan. Paradigma riset menentukan tidak hanya pendekatan atau metode-metode riset yang digunakan, tetapi juga menentukan menentukan tidak hanya pendekatan atau metode-metode riset yang digunakan, tetapi juga menentukan tujuan-tujuan penelitiannya serta peran-peran peneliti di dalamnya.
tujuan-tujuan penelitiannya serta peran-peran peneliti di dalamnya.
Paradigma menurut Patton dalam Sugiyono (2004) adalah suatu pandangan terhadap dunia dan alam Paradigma menurut Patton dalam Sugiyono (2004) adalah suatu pandangan terhadap dunia dan alam sekitarnya yang merupakan perspektif umum, suatu cara
sekitarnya yang merupakan perspektif umum, suatu cara untuk menjabarkan masalah-masalah dunia nyatauntuk menjabarkan masalah-masalah dunia nyata yang kompleks. Paradigma akan berguna bagi praktisi untuk menjelaskan kepada mereka yang penting, yang kompleks. Paradigma akan berguna bagi praktisi untuk menjelaskan kepada mereka yang penting, sah, dan yang menjadikan masalah. Paradigma juga bersifat normatif, memberitahukan kepada praktisi apa sah, dan yang menjadikan masalah. Paradigma juga bersifat normatif, memberitahukan kepada praktisi apa yang harus dikerjakan tanpa harus memahami terlebih dahulu eksistensi dan epistimologinya. Oleh karena yang harus dikerjakan tanpa harus memahami terlebih dahulu eksistensi dan epistimologinya. Oleh karena itu, paradigma itu akan memiliki kelemahan dan kekuatan, kekuatannya adalah dapat memungkinkan ke- itu, paradigma itu akan memiliki kelemahan dan kekuatan, kekuatannya adalah dapat memungkinkan ke- pada kita untuk segera bertindak
pada kita untuk segera bertindak dan kelemahannya adalah bahwa tinddan kelemahannya adalah bahwa tindakan kita masih ada yang tersembu-akan kita masih ada yang tersembu- nyi diluar asumsi dari paradigma.
nyi diluar asumsi dari paradigma.
Mackenzie (1969) membuat suatu paradigma tentang proses manajemen dalam bentuk parabola Mackenzie (1969) membuat suatu paradigma tentang proses manajemen dalam bentuk parabola yang dapat berputar dan dikendalikan. Paradigma menunjukkan elemen, fungsi-fungsi dan aktivitas yang yang dapat berputar dan dikendalikan. Paradigma menunjukkan elemen, fungsi-fungsi dan aktivitas yang merupakan komponen utama dalam proses manajemen. Pada bagian pusatnya terdapat orang, ide, dan merupakan komponen utama dalam proses manajemen. Pada bagian pusatnya terdapat orang, ide, dan sesuatu, yang hal ini merupakan komponen dasar dari setiap organisasi di mana manajemen akan bekerja.
sesuatu, yang hal ini merupakan komponen dasar dari setiap organisasi di mana manajemen akan bekerja.
Ide-ide akan menghasilkan kebutuhan untuk berpikir secara konseptual, sesuatu untuk diadministrasikan, Ide-ide akan menghasilkan kebutuhan untuk berpikir secara konseptual, sesuatu untuk diadministrasikan, dan orang untuk dipimpin. Terdapat tiga fungsi yaitu, analisis
dan orang untuk dipimpin. Terdapat tiga fungsi yaitu, analisis masalah, pengambilan keputusan dan masalah, pengambilan keputusan dan komu-komu- nikasi.
nikasi.
Dengan paradigma itu, kita dapat lebih mudah melihat proses manajemen pada setiap aspek. Para- Dengan paradigma itu, kita dapat lebih mudah melihat proses manajemen pada setiap aspek. Para- digma itu juga menunjukkan kepada kita tentang ruang lingkup penelitian dalam manajemen
digma itu juga menunjukkan kepada kita tentang ruang lingkup penelitian dalam manajemen yang lebih ter-yang lebih ter- perinci. Dari
perinci. Dari uraian paradigma uraian paradigma tersebut jelas tersebut jelas bahwa ciri bahwa ciri khas utama khas utama dari suatu dari suatu paradigma adalah paradigma adalah penjabaranpenjabaran berbagai variabel dan kemudian membentuk h
berbagai variabel dan kemudian membentuk hubungan antara suatu variabel dengan varubungan antara suatu variabel dengan variabel yang lain.iabel yang lain.
Maka dapat diartikan paradigma penelitian adalah pandangan atau model atau pola pikir yang dapat Maka dapat diartikan paradigma penelitian adalah pandangan atau model atau pola pikir yang dapat menjabarkan berbagai variabel yang akan diteliti kemudian membuat hubungan antar variabel lain, mu- menjabarkan berbagai variabel yang akan diteliti kemudian membuat hubungan antar variabel lain, mu- dah dirumuskan masalah penelitiannya, pemilihan teori yang relevan, merumuskan hipotesis, metode atau dah dirumuskan masalah penelitiannya, pemilihan teori yang relevan, merumuskan hipotesis, metode atau strategi penelitian, instrumen penelitian, teknik analisis yang digunakan, dan kesimpulan.
strategi penelitian, instrumen penelitian, teknik analisis yang digunakan, dan kesimpulan.
Dalam penelitian kuantitatif, karena berlandaskan pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat Dalam penelitian kuantitatif, karena berlandaskan pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasi
diklasififikasikan dan hubungannya bersifat kausal, maka peneliti dapat memfokuskan pada variabel saja.kasikan dan hubungannya bersifat kausal, maka peneliti dapat memfokuskan pada variabel saja.
Paradigma penelitian dibuat dengan menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti sekaligus Paradigma penelitian dibuat dengan menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti sekaligus mencerminkan analisis statistik
mencerminkan analisis statistik yang akan digunakan. Berdararkan hal ini, maka bentuk-bentuk paradigmayang akan digunakan. Berdararkan hal ini, maka bentuk-bentuk paradigma penelitian kuantitatif seperti gambar berikut.
penelitian kuantitatif seperti gambar berikut.
X
X Y Y
X= InsentifX= Insentif Y= Produktivitas Kerja Y= Produktivitas KerjaGambar 4.2
Gambar 4.2 Paradigma Sedehana Dua Variabel Paradigma Sedehana Dua Variabel
Gambar di atas menunjukkan paradigma penelitian sederhana yang memperlihatkan hubungan suatu Gambar di atas menunjukkan paradigma penelitian sederhana yang memperlihatkan hubungan suatu variabel independen dengan dependen. Untuk mencari hubungan kedua variabel
variabel independen dengan dependen. Untuk mencari hubungan kedua variabel tersebut digunakan tekniktersebut digunakan teknik korelasi sederhana.
korelasi sederhana.