• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional Variabel

Dalam dokumen Skripsi Noor Diana Agustika (Halaman 86-90)

BAB III METODE PENELITIAN

E. Definisi Operasional Variabel

Oleh karena itu, banyak peneliti yang menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Tidak seperti nilai R2, nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independent ditambah ke dalam model.

Tabel 3.2 Operasional Variabel

Variabel Dimensi Indikator No

Angket Skala Kinerja

Karyawan (Y) Dessler

(2020:321) didefinisikan sebagai prosedur yang meliputi penetapan standar kerja, penilaian kinerja aktual karyawan dalam hubungan dengan standar- standar, dan pemberian umpan balik kepada

karyawan

dengan tujuan memotivasi karyawan

tersebut untuk menghilangkan kemerosotan kinerja atau karyawan dapat terus memiliki kinerja yang lebih baik lagi.

Kualitas Ketelitian dalam melaksanakan tugas

1 Likert Kerapihan dalam melaksanakan

tugas

2 Hasil kerja sesuai dengan standar

kerja perusahaan

3 Kuantitas Menyelesaikan tugas dengan tepat

waktu

4 Target kerja yang telah ditetapkan 5 Tanggung

jawab

Dapat bertanggung jawab terhadap setiap resiko pekerjaan

6 Kerjasama Menjalin kerjasama antar mitra

kerja

7 Kekompakkan dalam unit kerja 8 Inisiatif Berusaha untuk berkreasi dalam

bekerja

9 Berusaha untuk menyelesaikan

pekerjaan dengan baik

10

Motivasi (X1) Afandi

(2018:23) motivasi adalah keinginan yang berasal dari diri sendiri atau individu, yang

Dorongan Motivasi Internal

Tanggung jawab karyawan dalam melaksanakan tugas

11 Likert Melaksanakan tugas dengan target

yang jelas

12 Ada umpan balik atas hasil

pekerjaan

13 Memiliki tujuan yang jelas dan 14

di dorong untuk bertindak dalam melakukan pekerjaan

dengan tulus dan sungguh-

sungguh sehingga menghasilkan suatu hasil yang berkualitas.

menantang

Memiliki perasaan segan dalam bekerja

15 Selalu berusaha untuk mengungguli

orang lain

16 Diutamakan prestasi dari apa yang

dikerjakan

17 Dorongan

Motivasi Eksternal

Selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan kerjanya

18

Senang memperoleh pujian dari apa yang dikerjakan

19 Bekerja dengan harapan ingin

memperoleh insentif

20 Bekerja dengan harapan ingin

memperoleh perhatian dari teman dan atasan

21

Disiplin Kerja (X2)

Rivai dan Sagala (2013:599) disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk

berkomunikasi dengan

karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk

meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang

mentaati semua Taat Terhadap Aturan Waktu

Datang bekerja dengan tepat waktu 22 Likert Pulang bekerja sesuai dengan waktu

pulang yang sudah ditetapkan

23 Istirahat sesuai dengan waktu yang

telah ditetapkan

24 Taat

Terhadap Peraturan Perusahaan

Taat dalam menggunakan kelengkapan pakaian seragam yang telah ditentukan

25

Patuh terhadap SOP (Standar Operasional Prosedure) yang telah ditentukan

26

Taat Terhadap Aturan Perilaku

Melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi

27 Bertanggung jawab terhadap tugas

yang diberikan

28 Taat dalam menjaga sikap sesuai

dengan kode etik dalam bekerja

29 Taat

Terhadap Peraturan Lain

Taat pada norma yang berlaku 30

peraturan

perusahaan dan norma-norma yang berlaku.

BAB IV

TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Profil Perusahaan

KFC merupakan salah satu perusahaan makanan cepat saji yang memiliki produk utamanya adalah ayam goreng. Sebagai pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk didirikan oleh Keluarga Gelael pada 1978. Pada tahun 1979, Perseroan mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai di Jakarta. Kemudian diikuti dengan pembukaan gerai-gerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado.

Pengalaman sukses dan peningkatan pertumbuhan yang berkelanjutan selama lebih dari 30 tahun, telah menjadikan merek KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji di Indonesia. Ekspansi jaringan restoran terus diupayakan agar dapat hadir dekat dengan konsumen, baik di kota-kota metropolitan yang memiliki banyak persaingan maupun di kota- kota di daerah tingkat II. Sejak empat tahun terakhir, Perseroan lebih berfokus pada pembukaan gerai bertipe free-standing (gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri) yang memberikan fleksibilitas yang lebih dalam jam operasi dengan fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan dan

selera konsumen. Pada akhir 2022, Perseroan mengoperasikan total 739 gerai, yang tersebar di 32 dari 33 propinsi, di lebih dari 150 kota-kota di seluruh Indonesia.

2. Visi, Misi dan Objektif Perusahaan a. Visi

Selalu menjadi merek restoran cepat saji No. 1 di Indonesia dan mempertahankan kepemimpinan pasar dengan menjadi restoran yang termodern dan terfavorit dalam segi produk, harga, pelayanan, dan fasilitas.

b. Misi

1. Semakin memperkuat citra merek KFC dengan strategi-strategi dan ide-ide yang inovatif.

2. Terus meningkatkan suasana bersantap yang tiada bandingnya.

3. Konsisten dalam memberikan produk, layanan.

4. Konsisten memberikan fasilitas restoran yang selalu berkualitas mengikuti kebutuhan dan selera konsumen yang terus berubah.

c. Objektif

Mempersembahkan restoran dengan tampilan dan desain termodern dan sesuai dengan tren masa kini, dan memberikan suasana menyenangkan dengan tempat duduk yang nyaman dengan terus melakukan peremajaan restoran, dan menyajikan produk berkualitas tinggi yang paling digemari oleh pelanggan dengan kecepatan dan keramahan yang tak tertandingi.

B. Karakteristik Responden dan Distribusi Jawaban Responden

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui metode penyebaran kuesioner yang dibagikan langsung kepada para responden. Penyebaran kuesioner ini disebarkan kepada 45 karyawan yang berada di KFC Bintaro Sektor Sembilan.

1. Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan KFC Bintaro Sektor Sembilan. Karakteristik yang diamati meliputi: jenis kelamin, usia, Pendidikan terakhir dan lama bekerja. Hasil analisis deskripsi gambaran umum responden selengkapnya diuraikan sebagai berikut.

a. Data Jumlah Kuesioner yang Disebarkan

Jumlah kuesioner yang disebar kepada responden dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1 Data Jumlah Kuesioner

No Keterangan Jumlah Persentase

1 Jumlah kuesioner yang disebar 45 100%

2 Jumlah kuesioner yang tidak kembali 0 0 3 Jumlah kuesioner yang tidak dapat diolah 0 0 4 Jumlah kuesioner yang dapat diolah 45 100%

Sumber: Data primer diolah, 2023

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.2 Jenis Kelamin Responden

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

1 Laki-laki 38 84,0

2 Perempuan 7 16,0

Total 45 100,0

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan Tabel 4.2 menunjukkan bahwa dari 45 responden, mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 38 responden (84%) dan sisanya berjenis kelamin perempuan sebesar 4 responden (16%). Tabel di atas menjelaskan bahwa mayoritas responden yang bekerja di KFC Bintaro Sektor Sembilan berjenis kelamin laki-laki.

Hal ini terjadi karena tipe pekerjaan yang terdapat di KFC Bintaro Sektor Sembilan merupakan pekerjaan yang sebagian besar hanya dapat dilakukan oleh laki-laki.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3 Usia Responden

No Usia Frekuensi Persentase (%)

1 17 – 22 tahun 6 13,3

2 23 – 28 tahun 35 77,8

3 29 – 34 tahun 4 8,9

Total 45 100,0

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan Tabel 4.3 menjelaskan bahwa sebanyak 6 responden (13,3%) dengan tingkat usia 17 – 22 tahun, lalu sebanyak 35 responden

(77,8%) dengan tingkat usia 23 – 28 tahun, kemudian sebanyak 4 responden (8,9%) dengan tingkat usia 31 – 40.

Hal ini menunjukkan bahwa karyawan KFC Bintaro Sektor Sembilan didominasi oleh karyawan yang memiliki rentang usia 23 – 28 tahun yang tergolong dalam kategori usia produktif, memiliki energi fisik dan intelektual yang baik, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya. Hal ini sangat dibutuhkan karena sesuai dengan jenis pekerjaan pada restoran.

d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Karakteristik responden berdasarkan Pendidikan dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.4 Pendidikan Terakhir Responden

No Pendidikan Frekuensi Persentase (%)

1 SMA/SMK 43 95,6

2 Diploma I/II/III 0 0,0

3 S1 2 4,4

Total 45 100,0

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan Tabel 4.4 menjelaskan bahwa responden dengan tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak 43 responden (95,6%), lalu tidak terdapat responden dengan tingkat pendidikan Diploma I/II/III, kemudian responden dengan tingkat pendidikan S1 sebanyak 2 responden (4,4%).

Hal ini menunjukkan bahwa karyawan KFC Bintaro Sektor Sembilan didominasi oleh karyawan yang memiliki pendidikan terakhir

SMA/SMK. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada asisten manajer KFC Bintaro Sektor Sembilan menyatakan bahwa pendidikan terakhir karyawan didominasi SMA/SMK karena syarat dan ketentuan dalam penerimaan karyawan KFC Bintaro Sektor Sembilan adalah calon karyawan yang memiliki jenjang Pendidikan minimal SMA/SMK.

e. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Karakteristik responden berdasarkan lama bekerja dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5 Masa Kerja

No Masa Kerja Frekuensi Persentase (%)

1 1 – 5 Tahun 42 93,3

2 6 – 10 Tahun 3 6,7

3 > 10 Tahun 0 0,0

Total 45 100,0

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa sebanyak 42 responden (93,3%) dengan masa kerja selama 1 – 5 tahun, lalu sebanyak 3 responden (6,7%) dengan masa kerja 6 – 10 tahun, kemudian tidak terdapat responden dengan masa kerja lebih dari 10 tahun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa karyawan KFC Bintaro Sektor Sembilan mempunyai pengalaman yang cukup dan mengetahui serta sangat perperan dalam kemajuan perusahaan.

2. Distribusi Jawaban Responden

a. Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Karyawan (Y) Pada penelitian ini variabel Kinerja Karyawan (Y) diukur melalui 10 pernyataan yang disebarkan kepada 45 responden, yang mempresentasikan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan dari responden terhadap variabel kinerja karyawan dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No Pernyataan 1 2 3 4 5

SS S N TS STS

1 Saya selalu teliti dalam

menyelesaikan tugas yang diberikan

52.7% 44.2% 3% 0% 0%

2 Saya dapat menyelesaikan tugas dengan rapi

72.1% 25% 2.8% 0% 0%

3 Saya dapat menyelesaikan tugas dengan standar yang telah ditetapkan

76.2% 20.9% 2.8% 0% 0%

4 Saya dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu

59.4% 37.6% 2.9% 0% 0%

5 Saya dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan target kerja yang telah ditetapkan

61.6% 35.4% 2.9% 0% 0%

6 Saya dapat bertanggung jawab terhadap setiap resiko pekerjaan saya

72.1% 25% 2.8% 0% 0%

7 Saya berusaha menjalin kerjasama dengan rekan kerja dalam

melaksanakan pekerjaan

86% 11.2% 2.7% 0% 0%

8 Saya dapat bekerjasama dengan rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan bersama

86% 11.2% 2.7% 0% 0%

9 Saya berusaha untuk berkreativitas dalam bekerja dengan menghasilkan pekerjaan yang baik

87.9% 9.2% 2.8% 0% 0%

10 Saya selalu berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik

87.9% 9.2% 2.8% 0% 0%

Rata – rata 74.19% 22.89% 2.82% 0% 0%

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan data hasil penyebaran kuesioner pada tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa pada variabel kinerja karyawan mayoritas responden menjawab “sangat setuju” dengan persentase 74.19%.

“setuju” dengan persentase 22.89%, “netral” dengan persentase 2.82%,

“tidak setuju” dan “sangat tidak setuju” dengan persentase 0%.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator pada pernyataan nomor 9 “saya berusaha untuk berkreativitas dalam bekerja dengan menghasilkan pekerjaan yang baik” dan pada pernyataan nomor 10

“saya selalu berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik” berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b. Distribusi Jawaban Responden Variabel Motivasi (X1)

Pada penelitian ini variabel Motivasi (X1) diukur melalui 11 pernyataan kepada 45 responden, yang mempresentasikan indikator- indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan responden terhadap variabel motivasi dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Responden Variabel Motivasi (X1)

No Pernyataan 5 4 3 2 1

SS S N TS STS

1 Saya memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas

98.6% 0% 1.4% 0% 0%

2 Saya melaksanakan tugas dengan target yang jelas

91.3% 7.3% 1.4% 0% 0%

3 Saya mendapatkan umpan balik atas hasil pekerjaan saya

85.6% 12.9% 1.3% 0% 0%

4 Saya memiliki tujuan yang jelas dan menantang

85.6% 12.9% 1.3% 0% 0%

5 Saya memiliki perasaan segan dalam bekerja

82% 8.2% 7.6% 0% 2%

6 Saya selalu berusaha untuk lebih unggul dari rekan kerja saya

78.6% 0% 21.4% 0% 0%

7 Saya mengutamakan mendapat prestasi dari apa yang saya kerjakan

71.1% 10.1% 18.3% 0% 0%

8 Saya selalu berusahan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan kerja

91.3% 73.5% 1.4% 0% 0%

9 Saya senang memperoleh pujian dari apa yang saya kerjakan

64.9% 21.6% 11.3% 0% 2.1%

10 Saya bekerja bukan dengan harapan untuk mendapatkan intensif

79.1% 61.2% 10.7% 4% 0%

11 Saya bekerja bukan dengan harapan untuk memperoleh perhatian dari rekan kerja dan atasan

78.9% 14.7% 0% 4.2% 2.1%

Rata – rata 82.5% 20.2% 13.8% 0.7% 0.6%

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan data hasil penyebaran kuesioner pada tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa variabel motivasi mayoritas responden menjawab

“sangat setuju” dengan persentase 82.5%, “setuju” dengan persentase 20.2%, “netral” dengan persentase 13.8%, “tidak setuju” dengan persentase 0.7%, dan “sangat tidak setuju” dengan persentase 0.6%.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator pada pernyataan nomor 1 “saya memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas” berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

c. Distribusi Jawaban Responden Variabel Disiplin Kerja (X2) Pada penelitian ini variabel Disiplin Kerja (X2) diukur melalui 9 pernyataan yang disebarkan kepada 45 responden, yang mempresentasikan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan dari responden terhadap variabel disiplin kerja dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 4.8 Distibusi Jawaban Responden Variabel Disiplin Kerja (X2)

No Pernyataan 5 4 3 2 1

SS S N TS STS

1 Saya datang bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

84.2% 13.9% 0% 0% 1.9%

2 Saya pulang bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

63.4% 20.7% 7.8% 4.1% 0%

3 Saya istirahat bekerja sesuai dengan waktu istirahat yang telah ditetapkan

65.2% 19.5% 13% 0% 2.2%

4 Saya menggunakan pakaian seragam sesuai dengan yang telah ditetapkan

86.3% 5.4% 0% 3.8% 0%

5 Saya patuh terhadap SOP (Standar Operasional Prosedure) yang telah ditentukan

72.7% 2% 2.9% 0% 0%

6 Saya melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diberikan

66.8% 25.7% 7.4% 0% 0%

7 Saya bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

76.1% 3% 2.8% 0% 0%

8 Saya menaati kode etik profesi dalam bekerja

72.1% 25% 2.8% 0% 0%

9 Dalam bekerja, saya selalu

memperhatikan norma yang ada di masyarakat

65.8% 31.2% 2.9% 0% 0%

Rata – rata 72.5% 16.2% 4.4% 0.8% 0.4%

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan data hasil penyebaran kuesioner Pada tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa pada variabel disiplin kerja mayoritas responden menjawab “sangat setuju” dengan persentase 72.5%, “setuju” dengan persentase 16.2%, “netral” dengan persentase 4.4%, “tidak setuju”

dengan persentase 0.8%, dan “sangat tidak setuju” dengan persentase 0.4%.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator pada pertanyaan nomor 4 “saya menggunakan pakaian seragam sesuai dengan yang telah ditetapkan” berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

C. Hasil Analisis dan Pembahasan 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

Menurut Sugiyono (2019:206) analisis statistik deskriptif adalah uji yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Analisis yang digunakan dalam uji statistik deskriptif adalah nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean), dan standar deviasi (standard deviation) (Sugiyono, 2019:147).

Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah motivasi, disiplin kerja, dan kinerja karyawan yang diuji secara statistik deskriptif seperti pada tabel 4.9 berikut.

Tabel 4.9 Hasil Statistik Deskriptif

Variabel Minimum Maximum Mean Std. Dev

Motivasi (X1) 2.70 5.00 4.582 0.495

Disiplin Kerja (X2) 2.11 5.00 4.466 0.739

Kinerja Pegawai (Y) 3.00 5.00 4.640 0.438

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan hasil statistik deskriptif pada Tabel 4.8 menunjukkan bahwa jawaban responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner pada variabel motivasi memiliki nilai minimum sebesar 2,70, nilai maksimum sebesar 5, nilai rata-rata total jawaban responden yang didapat sebesar 4,582 dan nilai standar deviasi sebesar 0,495.

Variabel disiplin kerja memiliki jawaban responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner dengan nilai minimum sebesar 2,11, nilai maksimum sebesar 5, nilai rata-rata total jawaban responden yang didapat sebesar 4,466 dan nilai standar deviasi sebesar 0,739.

Variabel kinerja karyawan memiliki jawaban responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner dengan nilai minimum sebesar 3, nilai maksimum sebesar 5, nilai rata-rata total jawaban responden yang didapat sebesar 4,640 dan nilai standar deviasi sebesar 0,438.

2. Hasil Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Validitas Data

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan di ukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2018:51).

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji pearson correlation. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel dengan degree of freedom (df) = n – 2, dimana n merupakan jumlah sampel dengan alpha sebesar 0,05.

Penelitian ini menggunakan sample dengan jumlah (n) = 45, untuk melakukan uji coba, maka (df) = 45 – 2 = 43 dengan alpha sebesar 0,05 maka diperoleh r tabel sebesar 0,294.

Berikut ini adalah hasil uji validitas motivasi, disiplin kerja, dan kinerja karyawan.

1) Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y)

Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y) Item R hitung R tabel Keterangan

Y1 0.785** 0,294 Valid

Y2 0.862** 0,294 Valid

Y3 0.906** 0,294 Valid

Y4 0.816** 0,294 Valid

Y5 0.855** 0,294 Valid

Y6 0.862** 0,294 Valid

Y7 0.711** 0,294 Valid

Y8 0.711** 0,294 Valid

Item R hitung R tabel Keterangan

Y9 0.834** 0,294 Valid

Y10 0.834** 0,294 Valid

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan mengenai variabel kinerja karyawan dapat dinyatakan valid. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan bahwa r hitung > r tabel (0,294) dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setiap pernyataan mengenai kinerja karyawan dapat diandalkan dan layak diajukan untuk penelitian.

2) Uji Validitas Motivasi (X1)

Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas Motivasi (X1)

Item R hitung R tabel Keterangan

X1.1 0.554** 0,294 Valid

X1.2 0.428** 0,294 Valid

X1.3 0.462** 0,294 Valid

X1.4 0.462** 0,294 Valid

X1.5 0.383** 0,294 Valid

X1.6 0.709** 0,294 Valid

X1.7 0.760** 0,294 Valid

X1.8 0.734** 0,294 Valid

X1.9 0.931** 0,294 Valid

X1.10 0.855** 0,294 Valid

X1.11 0.863** 0,294 Valid

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan tabel 4.11 di atas menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan mengenai variabel motivasi dapat dinyatakan valid. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan bahwa r hitung >

r tabel (0,294) dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setiap pernyataan mengenai motivasi dapat diandalkan dan layak diajukan untuk penelitian.

3) Uji Validitas Disiplin Kerja (X2)

Tabel 4.12 Hasil Uji Validitas Disiplin Kerja (X2) Item R hitung R tabel Keterangan

X2.1 0.900** 0,294 Valid

X2.2 0.841** 0,294 Valid

X2.3 0.814** 0,294 Valid

X2.4 0.918** 0,294 Valid

X2.5 0.719** 0,294 Valid

X2.6 0.817** 0,294 Valid

X2.7 0.719** 0,294 Valid

X2.8 0.868** 0,294 Valid

X2.9 0.824** 0,294 Valid

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan mengenai variabel disiplin kerja dapat dinyatakan valid. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan bahwa r hitung >

r tabel (0,294) dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setiap pernyataan mengenai disiplin kerja dapat diandalkan dan layak diajukan untuk penelitian.

b. Hasil Uji Reliabilitas Data

Menurut Ghozali (2018:45) uji reliabilitas adalah suatu pengukuran menunjukkan stabilitas dan konsistensi dari suatu variabel yang mengukur suatu konsep dan berguna untuk mengakses dari suatu

pengukuran. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan uji statistik Cronbach’s Alpha. Apabila nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 maka suatu variabel dapat dikatakan reliabel (Ghozali, 2018:47).

Tabel 4.13 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Alpha

Cronbach

N of Items keterangan

Motivasi 0.848 11 Reliable

Disiplin Kerja 0.928 9 Reliable

Kinerja Pegawai 0.944 10 Reliable

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan tabel 4.13 di atas menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha seluruh variabel independent yakni motivasi (X1) dan disiplin kerja (X2) serta variabel dependen yaitu kinerja karyawan (Y) memiliki nilai yang lebih besar dari 0,6. Hal ini menjelaskan bahwa seluruh pernyataan pada masing-masing variabel dalam penelitian dapat dikatakan reliable dan dapat diandalkan sehingga dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya.

3. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual dari model regresi karena jika terdapat normalitaas, maka nilai residual akan terdistribusi secara normal dan independent (Ghozali, 2018:161).

Analisis grafik dilakukan dengan pengambilan keputusan dengan

melihat normal probability plot untuk menguji apakah data mempunyai distribusi normal atau tidak. Dasar dalam pengambilan keputusan uji normalitas sebagai berikut.

3) Apabila data menyebar pada sekitar garis diagonal serta mengikuti arah dari garis diagonal, maka menunjukkan pola distribusi normal, sehingga dapat dikatakan model regresi memenuhi asumsi normalitas.

4) Apabila data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka tidak menunjukkan pola distribusi normal, sehingga dapat dikatakan model regresi tidak memenuhi normalitas.

Menurut Ghozali (2018:160) uji normalitas data juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode One Sample Kolmogorov_Smirnov Test atau uji Kolmogrov-Smirnov dengan kriteria pengujian sebagai berikut.

3) Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka data berdistribusi normal.

4) Apabila nilai signifikansi > 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

Berikut hasil uji normalitas dengan menggunakan uji normalitas probability plot dan One Sample Kolmogorov_Smirnov Test.

Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas P-Plot

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan hasil pada gambar 4.1 menunjukkan bahwa data menyebar pada sekitar garis diagonal serta mengikuti arah dari garis diagonal, maka hal tersebut menunjukkan bahwa pola berdistribusi normal sehingga dapat dikatakan regresi memenuhi asumsi normalitas.

Selain itu, uji statistik non-parametik One Sample Kolmogorov_Smirnov Test dapat digunakan untuk menguji normalitas residual. Berikut hasil uji normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov_Smirnov Test.

Tabel 4.14 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Uji Kolmogrov- Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz

ed Residual

N 45

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std.

Deviation

3.05028301 Most Extreme

Differences

Absolute .108

Positive .108

Negative -.108

Test Statistic .108

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan hasil pada Tabel 4.14 di atas menjelaskan bahwa pada uji normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov_Smirnov Test diperoleh hasil nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,200 yang berarti nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkna bahwa data berdistribusi normal.

b. Hasil Uji Multikolinearitas

Uji multikoliniearitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent) (Ghozali, 2018:107). Untuk mendekteksi apakah antara variabel-variabel independent yang digunakan mempunyai koliniearitas yang tinggi atau tidak dilakukan dengan melihat nilai

tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika terdapat nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10,00 maka dikatakan tidak ada multikolinearitas.

Hasil uji multikolinearitas pada penelitian ini sebagai berikut.

Tabel 4.15 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity

Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 19.885 4.458 4.461 .000

Motivasi .455 .151 .467 3.021 .004 .398 2.513

Disiplin Kerja

.257 .112 .354 2.287 .027 .398 2.513

a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai

Sumber: Data primer diolah, 2023

Berdasarkan tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa nilai tolerance semua variabel independent > 0,10 dan nilai VIF < 10,00. Dengan rincian nilai tolerance untuk motivasi sebesar 0,398 dan disiplin kerja sebesar 0,398. Kemudian, nilai VIF untuk motivasi sebesar 2,513 dan disiplin kerja sebesar 2,513. Maka berdasarkan berhitungan di atas, menunjukkan bahwa model persamaan regresi tidak terdapat permasalahan multikolinearitas sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini.

c. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Pengujian terhadap gejala heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual antara satu pengamatan dengan pengamatan

Dalam dokumen Skripsi Noor Diana Agustika (Halaman 86-90)

Dokumen terkait