• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Tema-tema Multikultural dalam Materi PAI DI SMA

3. Demokrasi dan Kebebasan

cxxxv

Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[ terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu

Ayat ini dapat dijadikan pembuktian dalam pembelajaran PAI tentang universalitas ajaran Al-Qur‘an terhadap pengakuan Islam terhadap kitab-kitab sebelumnya. Bagi umat Islam, percaya terhadap kitab-kitab Allah menjadi bagian dari enam rukun iman. Pembahasan ini dapat dijumpai pada Materi PAI di SMA pokok bahasan Iman kepada kitab Allah. (Husni Thoyar,XI,2011:137-141)

cxxxvi

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.

Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dalam rangka menyelesaikan persoalan perbedaan pendapat dalam urusan-urusan dunia maka diperintahkan Allah agar kita bermusyawarah, untuk mencapai kesepakatan, kita bermusyawarah dilarang bersikap kasar, tetapi harus lapang dada. Dengan lapan dada, kita bijak dalam memutuskan sesuatu, walaupun terjadi perbedaan yang kadang menimbulkan perselisihan dan saling bersitegang yang dapat mengancam silaturrahmi, untuk itu dalam ayat ini secara tegas diingatkan untuk fa‟fu‟anhum yang berarti memaafkan. Dalam Musyawarah seharusnya ada keputusan terbaik dari pikiran dan pertimbangan bersama tapi jika ternyata keputusan terakhir tersebut tidak dapat memuaskan salah satu diantara dua kelompok, maka dalam ayat ini memerintahkan agar supaya kita ―bertawakkal‖ kepada Allah, yaitu dengan komitmen bersama untuk menjalankan keputusan musyawarah tersebut. (Husni Thoyar,X,2011:117). Pada ayat yang lain dijelaskan oleh Allah pada surah Asy Syura ayat 38:























Terjemahnya:

cxxxvii

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.

Adapun tujuan yang dicapai dalam kompetensi dasar ini ingin menampilkan perilaku hidup demokrasi seperti yang terkandung dalam ayat tersebut seperti prilaku bermusyawarah dalam urusan dunia, setiap permasalahan diselesaikan dengan memperhatikan pendapat kebenaran orang lain dan tidak berprinsip otoriter dalam segala hal, sebab bisa jadi kebenaran yang kita yakini salah dan apabila tidak mencapai mupakat maka kita harus bertawakkal kepada Allah, nantilah pada hari kemudian Allah akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Pendidikan multikultur yang kita dapatkan dengan prilaku demokratis adalah sikap penghargai pendapat dan keyakinan orang lain dan tidak mudah menyalahkan orang lain.

Hal yang sama juga dijelaskan Syamsuri pada buku teks PAI untuk SMA kelas X bahwa Rasulullah adalah sosok pribadi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia, diantaranya tidak berprilaku keras dan kasar pada orang lain, memberikan maaf kepada orang yang telah berbuat salah, khususnya sahabat yang telah melakukan pelanggaran saat terjadi perang uhud dan Rasulullah juga senantiasa bermusyawarah dalam banyak hal.

Namun musyawarah yang dimaksud pada ayat tersebut ―sebatas pada masalah kemasyarakatan, yang tidak ada petunjuknya secara tegas dan jelas dalam Al-Qur‘an dan Hadis‖ (Syamsuri, 2007: 98-99). Walaupun

cxxxviii

demikian dari sikap demokratis itu dibutuhkan sikap inklusif seperti menghargai dan tidak mudah menyalahkan pendapat orang lain serta mendengarkan dan memahami pendapat semua orang untuk mengambil kesimpulan.

Tema lain yang terkait dengan pendidikan multikultur adalah prinsip kebebasan terdapat dalam pokok bahasan mengenai toleransi beragama pada materi PAI untuk SMA Bab I Kelas XII. Dalam menanggapi ralitas keragaman budaya, suku, bangsa, bahasa, agama, dan sebagainya.

Islam menawarkan sebuah konsepsi berupa toleransi yaitu merupakan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain dengan tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan persaudaraan demi mewujudkan kehidupan yang damai, yang dalam bahasa latin ―tolerare‖ yang berarti menahan diri, sabar, membiarkan orang lain, dan berhati lapang terhadap pendapat orang lain yang berbeda. Konsep ini dalam Islam biasanya disebutkan dengan Istilah

―ta‘aruf‖.

Nilai-nilai kebebasan juga dapat ditemukan dalam konsep Islam, tidak dibolehkannya melakukan pemaksaan dalam masalah agama, ini bisa dimaklumi karena memposisikan manusia sebagai makhluk berakal, dengan akalnya manusia memilih agama yang terbaik buat dirinya. Dalam surah Al-Kahfi ayat 29 Allah berfiman ‖barangsiapa yang mau beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir‖.

Ini berarti manusia tidak memiliki kewenangan menilai benar dan tidaknya

cxxxix

keyakinan. Nilai-nilai pluralitas dan multikulturalisme jelas terkandung dalam Al-Qur‘an. Ajaran Islam yang melarang penganutnya memaksa orang lain masuk Islam, hendaknya dapat memberikan dorongan kepada umat Islam untuk bersikap toleran terhadap umat-umat non-Islam, sehingga kerukukunan hidup antar umat beragama dapat terwujud.

(Syamsuri, XII, 2007: 12).

Hanya dalam pembahasan tentang nilai-nilai kebebasan dan toleransi dalam materi PAI di SMA lebih pada persoalan-persoalan dunia dan tidak memasuki pembahasan pada asfek teologi agama-agama, tentu banyak ayat-ayat yang relevan dapat dijadikan rujukan tentang masalah demokrasi dan kebebasan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA.