• Tidak ada hasil yang ditemukan

DITENGARAI TERKAIT DENGAN BERSIH-BERSIH

Dalam dokumen Pemerintah Tetapkan Regulasi Aborsi (Halaman 102-105)

LINGKUP INTERNAL PERUSAHAAN.

D

UA petinggi perusahaan ne- gara merapat ke kantor Ke- menterian Badan Usaha Milik Negara di Jalan Medan Mer- deka Selatan, Jakarta. Kejadi- an ini berlangsung pada dua pekan menje- lang Lebaran lalu. Direktur Utama PT Ke- reta Api Indonesia Ignasius Jonan tiba lebih awal, disusul Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji. Di lantai 19, Menteri BUMN Dah- lan Iskan menunggu di ruangan kerjanya.

Dalam pertemuan itu, Dahlan menyam- paikan rencana penggantian Nur. Jonan diancar-ancar sebagai penerusnya. ”Siap, Pak,” kata Nur seperti ditirukan seorang pejabat yang tahu pertemuan itu. Reaksi Jonan? Dia geleng-geleng, menolak. Ia ber- alasan pemerintah segera berganti dan pe- nguasa baru belum tentu bisa menerima- nya.

Di luar ruangan, Jonan kembali menya- takan keberatannya kepada Nur. ”Gak iso,

tinggal dua bulan,” pejabat tadi menirukan Jonan yang berbicara dengan logat khas Su- rabaya. Ini pemanggilan Nur yang kedua terkait dengan rencana penggantian pu- cuk pemimpin perusahaan setrum nega- ra tersebut. Sebelumnya, Dahlan mengajak Nur bertemu pada akhir Juni lalu, menje- lang Ramadan. Saat itu, Menteri BUMN me- ngatakan penggantian akan dilakukan seu- sai Lebaran. Tak ada penjelasan atas ide da- dakan itu.

Ditemui Tempo pada Rabu pekan lalu, Dahlan beralasan kebijakan penggantian itu diambil atas permintaan Nur. ”Dia min- ta cepat diganti.” Dahlan mengulang per- nyataannya pada pekan sebelumnya di kantor pusat PT Jiwasraya di Jakarta. ”Dia

minta serah-terima jabatan dipercepat.”

Nur memang pernah mengajukan per- mohonan pengunduran diri pada Novem- ber 2013. Saat itu, konteksnya adalah ka- sus turbin gas Belawan yang tengah diusut Kejaksaan Agung. Nur merasa mendapat tekanan. Dahlan menolak kala itu. Ia me- minta Nur tenang-tenang saja dan tak ter- lalu peduli pada kasus tersebut. ”Kalau me- mang tidak korupsi, tak perlu takut,” begi- tu pesan Dahlan kepada anak buahnya itu.

Kini, sebaliknya, Dahlan menggegas- kan pergantian. Ia mengaku telah menda- patkan persetujuan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung. Dahlan dan Chairul adalah sohib yang sekarang sama-sama duduk di kabinet. Pada Rama-

Dahlan Iskan (kiri) dan Nur Pamudji di Gardu Induk Karet, Jakarta Pusat, pada 2011.

dan lalu, Chairul—yang biasa disapa CT—

menyampaikan rencana penggantian Di- rektur Utama PLN kepada Wakil Presiden Boediono, sebagai Wakil Ketua Tim Penilai Akhir (TPA).

Wakil presiden harus mendapatkan la- poran dari Menteri BUMN dalam pengang- katan atau pergantian direksi dan komi- saris perusahaan negara. Berdasarkan In- struksi Presiden Nomor 9 Tahun 2005 ten- tang pengangkatan anggota direksi dan/

atau komisaris/dewan pengawas BUMN, penilai akhir meliputi presiden (ketua), wa- kil presiden (wakil ketua), Menteri Keuang- an, Menteri Negara BUMN, dan Sekretaris Kabinet (sebagai sekretaris).

Dalam pertemuan itu, menurut seorang

pejabat yang dekat dengan lingkaran Wa- kil Presiden, Boediono menolak rencana penggantian direksi PLN yang diusung CT.

Wapres sempat memanggil Dahlan dan me- mintanya tak mengambil kebijakan strate- gis pada masa transisi, menjelang pergan- tian presiden.

Tak mendapat dukungan Boediono, usul itu melambung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gagal juga. Bahkan Yudhoyono sempat menyentil soal itu di sela rapat kabinet di Istana Cipanas, Cian- jur, pada 8 Agustus lalu. Intinya, ia tak akan membuat kebijakan strategis yang berdam- pak pada pemerintah berikutnya. Kata Yudhoyono ketika itu, ”...tak saya izinkan mereka melakukan penggantian-penggan-

tian pejabat utama, apalagi secara besar- besaran. Saya berpikir lebih baik itu dilak- sanakan oleh presiden mendatang. Kecuali kalau ada alasan sah.”

Tapi Dahlan agaknya sudah mantap. Da- lam beberapa kesempatan, ia menegaskan bahwa rencana penggantian Nur Pamu dji telah mendapat restu Tim Penilai Akhir.

”Pak Menko setuju, TPA juga praktis sudah setuju,” ucapnya di kantor BUMN pada Se- nin pekan lalu.

Pendapat CT ternyata berlainan dengan karibnya. Dia membantah pernah meng- hadap Wakil Presiden atau membicarakan penggantian Nur Pamudji. ”Jangan mem- buat rumor yang tak perlu,” ujarnya kepa- da Tempo. Dia berdalih pertemuannya de- ngan Wakil Presiden hanya membahas upaya agar kelistrikan nasional bisa lebih andal. Ia meyakinkan hingga saat ini be- lum ada rencana menggeser Nur Pamu dji.

”Belum ada rencana penggantian. Nanti, kalau ada, baru saya kasih tahu,” CT mene- gaskan.

Juru bicara wakil presiden, Yopie Hida- yat, memastikan belum ada proses apa pun di tingkat TPA. ”Sepanjang pengetahuan saya, belum ada rapat TPA yang membahas penggantian direksi PLN.”

Apa kata Nur? Dia hanya memberi kali- mat pendek ini: ”Saya tak ingin membica- rakan tentang diri sendiri.”

● ● ●

DIREKSI PLN menggalakkan aksi ”ber- sih-bersih” dalam beberapa cara. April 2014, manajemen memperpanjang kon- trak kerja sama dengan Transparency In- ternational Indonesia yang sudah dimulai dua tahun lalu. Lembaga antikorupsi itu membantu mereformasi sistem pengada- an barang dan jasa. Tujuannya, memotong mata rantai agar PLN bisa mendapatkan layanan langsung dari produsen barang atau penyedia jasa, termasuk memperkuat whistleblowing system.

Salah satu ganjalan adalah ”member- sihkan” anak perusahaan PLN, yakni PT PLN Batubara. Beberapa pejabat yang pa- ham persoalan ini bercerita, direksi sudah lama geregetan terhadap anak perusahaan ini yang telah menumpuk banyak masalah.

Problem terbaru: duit Rp 800 miliar yang

31 AGUSTUS 2014 | | 103

KINERJA KEUANGAN (RP TRILIUN)

*) kerugian akibat selisih kurs

2013 2012 2011

Aset 595,9 549,4 476,5

Kewajiban 462,6 390,1 321,8

Ekuitas 133,2 150,6 146,0

EBITDA 58,4 52,4 41,6

Penjualan 153,5 126,7 112,8

Subsidi 101,2 103,3 93,2

Pendapatan

usaha 257,4 232,7 208,0

Laba usaha 36,5 29,5 22,4 Laba bersih (29,6)* 3,2 5,4

2013 2012 2011

Daya terpasang (megawatt)

46.104 43.972 39.099 Penjualan

(gigawatt- hour/GWh)

187.541 173.991 157.993 Produksi (GWh)

Produksi

sendiri 144.220 131.684 128.853 Sewa

diesel 19.746 18.071 13.886 Pembelian 52.223 50.563 40.682 Total

produksi 216.189 200.318 183.421 Jumlah

pelanggan (juta)

53,99 49,79 45,89

KINERJA OPERASI

Ignasius Jonan di gedung KPK, Jakarta, 7 Juli lalu.

TEMPO/EKO SISWONO TOYUDHO

tak bisa dipertanggungjawabkan. Sepa- ruh lebih bujet PLN Batubara diinvestasi- kan pada sejumlah konsesi pertambangan batu bara. Berdasarkan hasil audit Ernst &

Young, cadangan yang tersimpan di dalam- nya ternyata tak sesuai dengan kontrak.

Karena itu, direksi PLN menolak laporan pertanggungjawaban PLN Batubara tahun 2013. Walhasil, Rencana Kerja Anggaran Perusahaan 2014 tidak bisa diterima.

Direktur Utama PLN Batubara Khairil Wahyuni membantah hasil audit Ernst &

Young. ”Itu tidak benar. Hasil draf JORC baik jumlah maupun spesifi kasi sudah se- suai, bahkan melampaui yang telah diikat

deposit batu baranya.” Kode Joint Ore Re- serves Committee (JORC) adalah alat yang membantu para geologis menyampaikan risiko yang dihadapi dalam proyek tam- bang.

Toh, Nur Pamudji tak menggunakan ke- wenangannya untuk memecat atau meng- ganti direksi PLN Batubara yang dikenal sebagai orang-orang kepercayaan Dahlan.

Nur sendiri kerap disebut sebagai loyalis Dahlan. Hal inilah yang akhirnya memicu perpecahan di tubuh direksi PLN. Nah, ke- gagalan Nur ”mengurus” konfl ik PLN Batu- bara ini membuat Dahlan kecewa.

PLN juga sedang ”membersihkan” pro- yek listrik swasta (IPP). Menurut Direktur Konstruksi dan Energi Baru/Terbarukan PLN Nasri Sebayang, tahun ini PLN menye- top lima proyek IPP karena tidak mampu menyelesaikan persoalan pembiayaan. Ke- lima pembangkit listrik itu akan dibangun di Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sula- wesi Selatan, Lombok, dan Madura. Teng- gat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Madu- ra, misalnya, telah diperpanjang sebanyak tiga kali. ”Tapi tidak bisa fi nancial closed,”

kata Nasri, Jumat pekan lalu.

PLTU Madura direncanakan berkapasi- tas 2 x 200 megawatt. Pada 2011, pemenang tender diputuskan, yakni konsorsium yang terdiri atas China Datang Overseas Invest- ment, Pacifi c Oil & Gas, dan Priamanaya Djan International—perusahaan milik Men- teri Perumahan Rakyat Djan Faridz, kolega Dahlan di kabinet. Djan termasuk pemain

lama di bisnis listrik. Perusahaannya juga menggarap pembangkit di Rembang, Jawa Tengah, dan Lahat, Sumatera Selatan.

Persoalan muncul ketika konsorsium di- minta membentuk Special Project Compa- ny, yang akan meneken perjanjian jual-beli listrik. Hingga Februari 2014, nihil. PLN akhirnya mengeluarkan surat yang menya- takan kerja sama proyek Madura tidak bisa dilanjutkan. Seorang pejabat bercerita, pe- mutusan itu sempat membuat Dahlan me- negur direksi.

Diminta penjelasan soal itu, Jumat pe- kan lalu, Dahlan membantah keras. ”Ma- sak, pergantian seorang dirut BUMN besar dikaitkan dengan hal begitu sepele?” Ada- pun Djan menolak berkomentar karena tak lagi terlibat mengurus perusahaan sejak menjadi pejabat publik.

Belakangan, Dahlan seperti mengendur.

Ia menepis kabar telah mencopot Nur Pa- mudji. ”Tidak benar. Masa jabatannya akan habis tahun ini,” ujarnya. Nur, yang dilan- tik menjadi Direktur Utama PLN pada 1 No- vember 2011, akan mengakhiri masa jabat- an pada Desember 2014. Dahlan meyakin- kan Nur akan tetap menjabat hingga tuntas masa jabatannya.

RETNO SULISTYOWATI, AKBAR TRI KURNIAWAN, BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE, GUSTIDHA BUDIARTIE, MARTHA THERTINA

D

UA bulan menjelang ber- akhirnya masa jabatan seba- gai Direktur Utama PT PLN Batubara, Khairil Wahyuni tak kehilangan optimisme.

Kendati mengaku pasrah dengan ke- lanjutan masa tugasnya di anak perusahaan PT PLN (Persero) itu, dia mengatakan masih me- naruh harapan bakal menda- pat penugasan baru.

Apalagi, belakangan, nama- nya santer disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Direktur PLN.

”(Kendati) baru rumor,” katanya dengan nada malu-malu kepada Tempo, Jumat pe- kan lalu. Pada Desember mendatang, masa tugas semua direktur PLN akan berakhir.

Menakhodai PLN Batubara, Khairil di- bebani tugas mengamankan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap

Dalam dokumen Pemerintah Tetapkan Regulasi Aborsi (Halaman 102-105)

Dokumen terkait