• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemerintah Tetapkan Regulasi Aborsi

N/A
N/A
Ramsi A. Hadi

Academic year: 2024

Membagikan " Pemerintah Tetapkan Regulasi Aborsi"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

(1)

00026

9 770126 427302

RP 35.000

WWW.TEMPO.CO MAJALAH BERITA MINGGUAN ISSN: 0126 - 4273

25-31 AGUSTUS 2014

MAIN SETRUM

DAHLAN ISKAN AHOK: GUE INGIN

JADI PRESIDEN KONTROVERSI PASAL ABORSI

UJUNG

SEBUAH

DRAMA

(2)
(3)
(4)

4326/25-31 AGUSTUS 2014

TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

LAPORAN UTAMA 32

JOKOWI MENUJU ISTANA

JOKO WIDODO tinggal menunggu pelantikan. Setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan sengketa pemilihan presiden yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Jokowi kini bersiap memegang kendali pemerintahan baru. Sejumlah agenda untuk memuluskan transisi telah disiapkan.

HUKUM 94

PRO-KONTRA ATURAN ABORSI

PEMERINTAH menerbitkan peraturan yang melegalkan aborsi. Kendati sejumlah syarat digariskan untuk tindakan itu, yang menentang tetap lantang mengecam.

Pemerintah berkukuh aborsi hanya dilakukan dengan syarat dan pengawasan ketat.

EKONOMI 102

DIREKTUR UTAMA PLN DI UJUNG TANDUK

MENTERI Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berkeras mengganti Direktur Utama PLN Nur Pamudji.

Pengganti Nur sudah diplot: Ignasius Jonan, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia. Tapi langkah Dahlan ini ternyata tak mulus. Sejumlah pihak menentangnya.

NASIONAL 44

SETYA NOVANTO MENGEJAR KURSI PEMIMPIN

KETUA Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto bersaing dengan rekan sefraksinya, Fadel Muhammad,

”mengejar” kursi Ketua DPR. Didukung partai koalisi, termasuk Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, siapa pun wakil Golkar yang maju itu diprediksi mengalahkan PDI Perjuangan dalam perebutan kursi Ketua Dewan.

Kulit muka: KHP

Ekonomi Momen 110 Gaya Hidup Kesehatan 92 Intermezo Memoar 60 Internasional Internasional 114 Nasional Ringkasan 24 Opini Bahasa 82 Catatan Pinggir 130 Kolom 48, 112 Prelude Album 18 Angka 12 Etalase 14 Inovasi 16 Kartun 20 Seribu Kata 22 Surat 6

Tempo Doeloe 10 Sains

Iltek 84 Sport 88 Seni Musik 56 Seni 52 Sinema 58 Tokoh

Pokok Tokoh 128 WAWANCARA 124

AHOK: JOKOWI

TERLALU LAMBAT

(5)
(6)

Indonesia Raya

GAGASAN Tempo bahwa Muhammad Yamin mencipta li- rik lagu Indonesia Raya sungguh mengagetkan saya. Dasar yang digunakan sangat lemah dan kurang meyakinkan, ha- nya mengandalkan keterangan A.A. Navis, analisis spekulatif Restu Gunawan, dan ingatan sambil lalu Taufi k Abdullah ten- tang sebuah artikel yang menyebutkan Yamin telah menghi- bahkan lirik Indonesia Raya kepada W.R. Soepratman.

Tempo terlalu gegabah berpijak pada landasan rapuh yang mengabaikan kepujanggaan W.R. Soepratman. Dalam Bunga Rampai Soempah Pemoeda (Balai Pustaka, 1978), Katja Soeng- kana, Pembantu II di Kongres Pemuda Oktober 1928, menga- takan teks dan musik Indonesia Raya adalah asli dari W.R.

Soepratman. Prof Mr Sunario, peserta dan penceramah di kongres itu, menguatkan Indonesia Raya sebagai karya W.R.

Soepratman. Demikian pula dengan Prof Dr Abu Hanifah, ka- wan seasrama Yamin dan yang juga peserta kongres, menga- takan Supratmanlah yang menciptakan Indonesia Raya dan ti- dak menyebut adanya keterlibatan Yamin.

Bahkan, dalam peringatan 25 Tahun Indonesia Raya (1953), Muhammad Yamin selaku Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan berpidato untuk ”... memberi kehormatan kepada pujangga W.R. Soepratman, yang menciptakan lagu itu atas wahyu kepujanggaan yang diterimanya pada waktu yang sangat berbahaya.” Sejarah tidak berdiri statis, tapi kelu- rusan sejarah janganlah dibelokkan lewat analisis spekulatif yang menyesatkan anak bangsa.

Bambang Eryudhawan Arsitek dan pemerhati sejarah Menteng, Jakarta

Jawaban:

Terima kasih atas informasinya. Seperti tertulis dalam edisi tersebut, siapa penulis lagu Indonesia Raya sebenarnya masih pro-kontra. Yang ditulis Tempo adalah pendapat mereka yang percaya bahwa Yaminlah penulis syair itu. --Redaksi

Tayangan Orange TV Mengecewakan

SAYA adalah pelanggan Orange TV sejak Februari 2014 de- ngan nomor aktivasi 85984928. Sebelumnya, saya berlang- ganan televisi berbayar lain. Demi menonton Liga Primer Ing- gris, saya pun berganti menjadi konsumen Orange TV. Tak

tanggung-tanggung, saya langsung mengikuti promo paket langganan 15 bulan dan jumlah uang yang harus dibayarkan sudah terdebit dari tabungan saya.

Satu bulan pertama tidak ada masalah. Namun, setelah itu, saya disuguhi layanan yang teramat mengecewakan dari Orange TV karena tampilan yang buram dan berbayang hing- ga akhirnya tidak ada yang bisa saya tonton sama sekali dari banyak salurannya.

Berkali-kali saya menghubungi contact center Orange TV, berkali-kali teknisi yang datang ke rumah saya melakukan tin- dakan sederhana serupa, yakni mengatur ulang decoder. Tapi cara itu hanya berefek singkat dan kualitas tayangan kembali buruk. Hal ini sudah berlangsung sampai saat ini.

Berkali-kali pula saya menelepon contact center Orange TV dan meminta tindakan lain yang membuat saya mendapat- kan hak saya: menonton dengan nyaman saluran-saluran yang saya bayar untuk paket berlangganan 15 bulan. Kendati demikian, tidak ada jawaban memuaskan dari Orange TV. Me- lalui surat pembaca di majalah Tempo ini, saya meminta de- ngan sangat respons dan aksi nyata Orange TV agar saya men- dapatkan yang seharusnya sebagai konsumen.

Iman Krisnamusi Ciputat, Tangerang Selatan Banten

Pepsodent Perlu Membuktikan

SAYA sangat tertarik pada iklan pasta gigi Pepsodent yang tampil menarik di sejumlah stasiun televisi. Kesan saya dalam iklan itu adalah pasta gigi Pepsodent dapat menutup gigi yang bolong. Bagi saya, iklan itu menarik karena saya tak perlu re- pot-repot ke dokter gigi bila ada yang berlubang sehingga saya akan berganti merek pasta gigi yang selama ini menjadi favo- rit saya.

Namun, sebelum membeli pasta gigi Pepsodent, saya di- ingatkan teman agar mengecek dulu kebenaran iklan terse- but. Menurut dia, mustahil pasta gigi bisa menutup lubang gigi karena dokter gigi saja perlu melakukan berbagai teknik.

Nah, dalam kesempatan ini, saya meminta perusahaan pas- ta gigi Pepsodent menjelaskan apakah benar gigi berlubang bisa ditutup dengan hanya menggunakan Pepsodent. Penje- lasan ini rasanya perlu agar konsumen mendapat gambaran yang jelas karena iklan di televisi berlangsung hanya bebera- pa detik tanpa ada keterangan jelas.

Saidah Sidoarjo, Jawa Timur

Biaya Masuk Perguruan Tinggi Negeri

PENETAPAN biaya masuk perguruan tinggi negeri Rp 100 ribu menurut saya, bertentangan dengan Pasal 37 ayat 2 Un- dang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Ting- gi. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa peme- rintah menanggung biaya calon mahasiswa yang akan meng- ikuti pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional.

Hal ini juga dipertegas dengan Peraturan Menteri Pendi- dikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang pola peneri- maan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan ting- gi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada pasal 11 per-

(7)
(8)

N A S I O N A L & H U K U M

REDAKTUR PELAKSANA Budi Setyarso REDAKTUR UTAMA Elik Susanto, L.R. Baskoro, Yosep Suprayogi REDAKTUR Agustina Widiarsi, Anton Aprianto, Bagja Hidayat, Efri Nirwan Ritonga, Jajang Jamaludin, Jobpie Sugiharto, Maria Rita Ida Hasugian, Stefanus Teguh Edi Pramono STAF REDAKSI Ahmad Nurhasim, Anton Septian, Anton William, Bobby Chandra, Leo Wisnu Susapto, Yuliawati REPORTER Amri Mahbub, Aryani Kristanti (nonaktif), Bernadette Christina, Bunga Manggiasih (nonaktif), Febriyan, Febriana Firdaus, Francisco Rosarians Enga Geken, I Wayan Agus Purnomo, Indra Wijaya, Ira Guslina Sufa, Kartika Candra Dwi Susanti (nonaktif), Linda Novi Trianita, Muhammad Muhyiddin, Muhamad Rizki, Nur Alfi yah B.T. Tarkhadi, Prihandoko, Rusman Paraqbueq, Subkhan, Sundari, Tika Primandari, Tri Suharman

E K O N O M I & M E D I A

REDAKTUR PELAKSANA M. Taufi qurohman REDAKTUR UTAMA Setri Yasra REDAKTUR Ali Nur Yasin, Dewi Rina Cahyani, Muhammad Nafi , Retno Sulistyowati, Y. Tomi Aryanto STAF REDAKSI Abdul Malik, Fery Firmansyah, Rachma Tri Widuri, RR Ariyani Yakti Widyastuti, Setiawan Adiwijaya

REPORTER Akbar Tri Kurniawan, Ali Hidayat. Amandra Mustika Megarani, Ananda Wardhiati Theresia, Ananda Widhia Putri, Angga Sukma Wijaya, Ayu Prima Sandi, Faiz Nasrillah, Gustidha Budiartie, Maria Yuniar Ardhati, Martha Ruth Thertina, Maya Nawangwulan, Muhammad Iqbal Muhtarom, Pingit Aria Mutiara Fajrin, Rafi ka Usnah, Ririn Agustia

I N T E R N A S I O N A L & N U S A

REDAKTUR PELAKSANA Purwanto Setiadi REDAKTUR UTAMA Yudono Yanuar REDAKTUR Abdul Manan, Dwi Arjanto, Dwi Wiyana, Mustafa Ismail, Raju Febrian, Sapto Yunus STAF REDAKSI Eko Ari Wibowo, Harun Mahbub, Hayati Maulana Nur (nonaktif), Istiqomatul Hayati, Natalia Santi, Sita Planasari JAWA TIMUR, BALI Agus Supriyanto (Koordinator Liputan), Endri Kurniawati, Jalil Hakim, Zed Abidin JAWA TENGAH Sunudyantoro (Koordinator Liputan), L.N. Idayanie, R. Fadjri

JAWA BARAT, BANTEN Eni Saeni (Koordinator Liputan). SULAWESI SELATAN Grace Samantha Gandhi (Koordinator Liputan), Kodrat Setiawan, Cornilla Desyana

M E T R O & P R E L U D E

REDAKTUR PELAKSANA Bina Bektiati REDAKTUR Juli Hantoro, Purwanto, Rini Kustiani, Yandi Rofi yandi, Zacharias Wuragil STAF REDAKSI Aliya Fathiyah, Evieta Fajar Pusporini, Hadriani Pudjiarti, Martha Warta Silaban, M.C. Nieke Indrietta Baiduri, Nur Haryanto, Suseno REPORTER Aditya Budiman, Amirullah, Anggrita Desyani Cahyaningtyas, Baiq Atmi Sani Pertiwi, Choirul Aminudin, Erwan Hermawan, Fiona Putri Hasyim, Jayadi Supriadin, Munawwaroh, Sutji Decilya, Afrialia Suryanis, Dimas Indra Buana Siregar, Istman Musaharun Pramadiba, Linda Hairani, Mohammad Andi Perdana, Ninis Chairunnisa, Praga Utama, Rina Widiastuti (nonaktif), Satwika Gemala Movementi, Syailendra Persada

I N V E S T I G A S I

REDAKTUR PELAKSANA Wahyu Dhyatmika REDAKTUR Philipus Parera, Sukma Loppies, Yandhrie Arvian (nonaktif) STAF REDAKSI Agoeng Wijaya, Agung Sedayu, Budi Riza, Mustafa Silalahi, Sandy Indra Pratama

S E N I & I N T E R M E Z O

REDAKTUR PELAKSANA Seno Joko Suyono REDAKTUR Dody Hidayat, Nurdin Kalim, Nunuy Nurhayati STAF REDAKSI Dian Yuliastuti REPORTER Ananda Wardhana Badudu, Ratnaning Asih

G AYA H I D U P & K O R A N T E M P O M I N G G U

REDAKTUR PELAKSANA S. Qaris Tajudin REDAKTUR UTAMA Nugroho Dewanto REDAKTUR Ahmad Taufi k (nonaktif), Kurniawan, Purwani Diyah Prabandari STAF REDAKSI Cheta Nilawati Prasetyaningrum, Heru Triyono, Sorta Marthalena Tobing REPORTER Isma Savitri, Ismi Wahid Rohmataniah Maulid (nonaktif), Mitra Tarigan, Retno Endah Dianing Sari, Riky Ferdianto

S A I N S , S P O R T, & K O L O M

REDAKTUR PELAKSANA Yos Rizal Suriaji REDAKTUR UTAMA Idrus F. Shahab, Tulus Wijanarko REDAKTUR TB. Firman D. Atmakusumah, Clara Maria Tjandra Dewi H., Hari Prasetyo, Irfan Budiman, Nurdin Saleh STAF REDAKSI Agus Baharudin, Ali Anwar, Angelus Tito Sianipar (nonaktif), Dwi Riyanto Agustiar, Gabriel Titiyoga, Kelik M. Nugroho, Untung Widyanto, M. Reza Maulana REPORTER Agita, Arie Firdaus, Erwin Prima Putra Z., Gabriel Titiyoga, Gadi Kurniawan Makitan, Mahardika Satria Hadi, Rosalina T E M P O E N G L I S H

EDITOR SENIOR Richard Bennet EDITOR Lucas Edward (Tempo Weekly), Mahinda Arkyasa (Tempo.co) STAF REDAKSI Sadika Hamid, Syari Fani KOORDINATOR PRODUKSI Dewi Pusfi tasari

T E M P O T V

MANAJER PEMBERITAAN Nur Hidayat PRODUSER EKSEKUTIF Diah Ayu Candra Ningrum PRODUSER Adek Media

K R E A T I F, F O T O , B A H A S A

REDAKTUR KREATIF Gilang Rahadian REDAKTUR DESAIN Eko Punto Pambudi, Fitra Moerat Ramadhan Sitompul, Yuyun Nurrachman DESAINER SENIOR Ehwan Kurniawan, Imam Yunianto, Kendra H. Paramita DESAINER Aji Yuliarto, Ary Setiawan Harahap, Deisy Rikayanti Sastroadmodjo, Djunaedi,

Edward Ricardo Sianturi, Fransisca Hana, Gatot Pandego, Munzir Fadly, Rizal Zulfadli,

PENATA LETAK Achmad Budy, Agus Darmawan Setiadi, Agus Kurnianto, Ahmad Fatoni, Arief Mudi Handoko, Imam Riyadi Untung, Kuswoyo, Mistono, Rudy Asrori, Tri Watno Widodo, Wahyu Risyanto

REDAKTUR FOTO Rully Kesuma (Koordinator), Ijar Karim, Mahanizar Djohan PERISET FOTO Ayu Ambong, Fardi Bestari, Gunawan Wicaksono, Jati Mahatmaji, Latifah Z. Nahdi, Nita Dian Afi anti, Ratih Purnama Ningsih, Tomy Satria, Wahyu Setiawan FOTOGRAFER Aditia Noviansyah, Amston Probel, Subekti

REDAKTUR BAHASA Uu Suhardi (Koordinator), Hasto Pratikto, Sapto Nugroho

STAF SENIOR Iyan Bastian STAF Edy Sembodo, Fadjriah Nurdiarsih, Hadi Prayuda, Heru Yulistiyan, Michael Timur Kharisma, Mochamad Murdwinanto, Rasdi Darma, Sekar Septiandari, Suhud Sudarjo

P U S A T D A TA D A N A N A L I S A T E M P O

KOORDINATOR Priatna, Ade Subrata RISET Ngarto Februana STAF RISET Indra Mutiara

REDAKTUR SENIOR Amarzan Loebis, Bambang Harymurti, Diah Purnomowati, Edi Rustiadi M., Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, Leila S. Chudori, Putu Setia, S. Malela Mahargasarie, Toriq Hadad

KEPALA PEMBERITAAN KORPORAT Toriq Hadad KEPALA DESAIN KORPORAT S. Malela Mahargasarie BIRO EKSEKUTIF DAN PENDIDIKAN M. Taufi qurohman (Kepala), Yos Rizal Suriaji

PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB Arif Zulkifl i REDAKTUR EKSEKUTIF Hermien Y. Kleden

K E L O M P O K T E M P O M E D I A

DEWAN EKSEKUTIF Gendur Sudarsono (Ketua), Arif Zulkifl i, Daru Priyambodo, Wahyu Muryadi, Yuli Ismartono, Burhan Sholikin, M. Taufi qurohman, Hermien Y. Kleden

I K L A N Gabriel Sugrahetty (Wakil Direktur), Adelisnasari, Dani Kristanto, Lina Sujud, M. Agung Djahuri S., Melly Rasyid, M. Dody Waspodo, Nurulita Pasaribu, Sulis Prasetyo, Tanty Hendriyanti

KOMUNIKASI PEMASARAN Tito Prabowo (Kepala) DIGITAL DAN RISET Meiky Sofyansyah (Kepala)

RISET PEMASARAN Ai Mulyani K. PENGEMBANGAN USAHA Siti Rhanty Widiastuti

KREATIF PEMASARAN Prasidono Listiaji (Kepala) TIM PENULIS S. Dian Andryanto, Hotma Siregar, Mila Novita, Mira Larasati, Nugroho Adhi, Rifwan Hendri, Susandijani, V. Nara Patrianila, Wawan Priyanto.

DESAIN KREATIF PEMASARAN Kemas M. Ridwan (Koordinator), Andi Faisal, Andi Suprianto, Arcaya Manikotama, Jemmi Ismoko,Junaedi Abdillah, Juned Aryo Sembada, Rachman Hakim, Setiyono FOTOGRAFI & RISET FOTO Lourentius EP. TRAFFIC Abdul Djalal, Muhammad Assad Islamie.

S I R K U L A S I D A N D I S T R I B U S I Shalfi Andri (Kepala), Erina Andriyani (Sekretariat) SIRKULASI Boy Hariyadi, Iman Sukarnadi, Indra Setiawan, Ivan B. Putra, Yefri DISTRIBUSI Ismet Tamara (Kepala Unit) LAYANAN PELANGGAN Berkah Demiat (Kepala).

PERWAKILAN DAERAH JAWA TIMUR R. Adi Budikriswanto (Kepala), Solex Kurniawan, DI YOGYAKARTA-JAWA TENGAH Aqshol Amri (Kepala)

ALAMAT IKLAN Gedung Cahaya Palmerah Jalan Palmerah Utara III No. 9, Jakarta Barat 11480 Tel. 62-21-53660242. Fax. 62-21-53660248

ALAMAT DIVISI SIRKULASI, KOMUNIKASI PEMASARAN, DAN DIVISI DIGITAL DAN RISET Gedung Matahari, Jalan Palmerah Utara II No. 201 AA, Jakarta Barat 11480 Telp. 62-21-5360409. Faks. 62-21-53661253 P T T E M P O I N T I M E D I A T B K

DIREKTUR UTAMA Bambang Harymurti DIREKTUR Herry Hernawan, Toriq Hadad SEKRETARIAT KORPORAT Diah Purnomowati (Kepala)

ALAMAT REDAKSI Kebayoran Centre Blok A11-A15 Jalan Kebayoran Baru, Mayestik, Jakarta 12240, Telp. 021-7255624, 3916160 Faks. 725-5645/50 E-mail [email protected]

PENERBIT

PT TEMPO INTI MEDIA Tbk, BNI Cabang Kramat, Jakarta, A.C. 017.000.280.765.001

ALAMAT PERUSAHAAN Jalan Palmerah Barat No. 8, Jakarta 12210, Telp. 021-5360409, Faks. 5439569, http://korporat.tempo.co ISSN 0126-4273 SIUPP No. 354/SK/MENPEN/SIUPP/1998. PENCETAK PT TEMPRINT, Jakarta.

aturan tersebut dinyatakan bahwa biaya penerimaan maha- siswa baru dibebankan kepada anggaran perguruan tinggi bersangkutan berdasarkan ketentuan undang-undang.

Saya meminta Ketua Umum Panitia Pelaksana SBMPTB 2014, Rektor Universitas Padjadjaran, Dirjen Pendidikan Tinggi, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjelas- kan mengapa biaya tersebut dibebankan kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan ini saya juga meminta Komisi Pembe- rantasan Korupsi memeriksa uang masyarakat yang masuk ke kas panitia SBMPTN. Berapa sebenarnya biaya penyeleng- garaan SBMPTN, apakah prosesnya melalui tender terbuka.

Jika ada sisa dana, dikemanakan sisa dana tersebut?

Suprayitno Jalan Tlogomukti Timur I/878 Semarang Telepon 024-70279103; 081328070364

Ralat:

PADA majalah Tempo edisi 18-24 Agustus 2014, ter- dapat kekeliruan informasi di dalam Buklet Kemente- rian Pekerjaan Umum, halaman 6, paragraf kedua. Se- harusnya: ”Sedangkan untuk pembangunan prasa- rana jalan rentang 2004 sampai 2014 telah dilakukan peningkatan kemantapan jalan sebesar 94,00 persen, pembangunan jalan (termasuk tol) sepanjang 5.190 km, pembangunan jembatan sepanjang 108.848 m. sedang- kan untuk peningkatan struktur dan/atau peningkatan kapasitas, pemeliharaan rutin serta rehabilitasi/peme- liharaan berkala jalan dilaksanakan setiap tahun”.

PUSKOM PU

(9)

H

asil migas pada tahun 1970-an memungkinkan Indonesia mencanangkan Repelita dan membangun infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi yang saat ini digunakan untuk mening- katkan penerimaan negara dari sektor lain. Sampai saat ini sektor hulu migas menyumbang penerimaan negara terbe- sar kedua setelah pajak. Setiap tahunnya, sekitar 30 persen penerimaan negara berasal dari sektor ini. Tahun 2014 ini, in- dustri hulu migas ditargetkan menyum- bang sebanyak US$ 30 miliar atau sekitar Rp 330 triliun. Jauh sebelum industri lain berkembang, sektor hulu migas adalah sumber utama devisa.

Sektor ini juga menjadi penyedia energi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Karena strategisnya, sektor ini ditetapkan sebagai proyek negara dengan manajemen operasional di tangan pemerintah.

Tahapan bisnis sektor hulu migas di- awali dengan penyiapan tender wilayah kerja migas yang dilakukan oleh Kemen- terian Energi dan Sumber Daya Mine- ral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Penyiapan tender dimulai dengan survei awal yang meliputi pengumpulan, anali- sis, dan penyajian data yang berhubungan dengan informasi kondisi geologi untuk memperkirakan letak dan potensi migas.

Karena mencari cadangan migas bersifat tidak pasti maka tahap awal ini menjadi periode yang sangat menen- tukan sukses bisnis hulu migas secara keseluruhan. Setelah mengidentifikasi area-area yang diperkirakan mengandung migas, Ditjen Migas selanjutnya mena- warkan wilayah kerja ini melalui tender terbuka. Investor yang berminat akan menyampaikan ketertarikan mereka, ter- masuk komitmen eksplorasi selama tiga tahun pertama. Proposal mereka menjadi

dasar dalam menentukan pemenang ten- der untuk masing-masing wilayah kerja.

Setelah pemenang ditetapkan, langkah selanjutnya adalah merumuskan kontrak kerja sama. Pada fase ini pemerintah akan berusaha membuat kontrak yang paling menguntungkan bagi negara, na- mun tetap menarik bagi investor.

Tahap berikutnya adalah penanda- tanganan kontrak kerja sama dengan pemenang tender, yang disebut sebagai kontraktor kontrak kerja sama (Kontrak- tor KKS). Sebagai wakil pemerintah da- lam penandatanganan kontrak ini adalah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang dulu dikenal dengan nama BP MIGAS.

Kontrak kerja sama dilaksanakan pa- ling lama 30 tahun. Kontraktor dapat mengajukan perpanjangan paling lama 20 tahun. Kontrak ini terdiri atas jangka waktu eksplorasi dan eksploitasi. Jangka waktu eksplorasi adalah 6 tahun dan dapat diperpanjang selama 4 tahun.

Tentunya ada pengawasan ketat terha- dap para kontraktor ini. Salah satunya bila selama masa enam tahun pertama tidak melaksanakan komitmen atau tidak berha- sil menemukan cadangan yang komersial, SKK Migas akan memberikan rekomen- dasi kepada Kementerian ESDM untuk melakukan terminasi atas kontrak atau

memperpanjang kontrak selama 4 tahun.

Jika berhasil menemukan cadangan yang cukup komersial, kontraktor akan menyusun rencana pengembangan perta- ma atau plan of development (POD) I. SKK Migas akan menyampaikan evaluasi dan rekomendasi untuk POD I ini kepada Menteri ESDM. Keputusan untuk me- nyetujui POD I ini berada di tangan Men- teri ESDM. Persetujuan terhadap POD I ini menandai bahwa sebuah wilayah kerja telah memasuki fase produksi.

Dalam fase produksi, SKK Migas melanjutkan pengendalian atas kontrak kerja sama melalui persetujuan rencana kerja dan anggaran atau Work Program and Budget (WP&B) tahunan dari kon- traktor KKS dan otorisasi pengeluaran atau Authorization for Expenditure (AFE).

SKK Migas juga memberikan persetu- juan untuk POD kedua dan POD selan- jutnya. Pengendalian yang dilakukan oleh SKK Migas ini bertujuan memaksimal- kan hasil kegiatan usaha hulu migas un- tuk kesejahteraan rakyat.

Seluruh hasil penerimaan negara dari kegiatan hulu migas, baik yang berasal dari bagi hasil maupun dari penerimaan pajak, tidak masuk ke rekening SKK Migas, tetapi langsung masuk ke kas ne- gara melalui Menteri Keuangan. Dana ini selanjutnya disalurkan ke seluruh rakyat Indonesia melalui mekanisme APBN. z I N F O R I A L

KARENA strategisnya industri hulu migas, sektor ini ditetapkan sebagai proyek negara

dengan manajemen operasional berada di

tangan pemerintah.

SKK MIGAS-KONTRAKTOR KKS

SEJAHTERA DENGAN

SEKTOR HULU MIGAS

YANG TERKENDALI

(10)

Artikel lengkap terdapat dalam Tempo edisi 27 Agustus 1983.

Dapatkan arsip digitalnya di: http://store.tempo.co/majalah/

detail/MC201301040008/beban-baru-setelah-tampomas atau bit.ly/1qwEHA5

TAKUT MERDEKA PADA 17 AGUSTUS

P

AGI sekali, pada peringatan Hari Proklamasi lalu, halaman Lemba- ga Pemasyarakat- an Wirogunan, Yogyakarta, sudah dipenuhi sanak keluar- ga narapidana. Hari itu, seper- ti biasa, narapidana mendapat remisi atau pemotongan hu- kuman. Banyak pula yang bisa langsung bebas karena hadiah dari presiden itu. Tapi kali ini keluarga narapidana yang me- nunggu di luar itu cemas. Se- bab, di antara mereka ada be- berapa petugas berpakaian si- pil mondar-mandir.

Petugas itu rupanya juga me- nunggu narapidana yang kelu- ar. Lima narapidana yang per- tama-tama muncul dari balik tembok, Suradi alias Gudel, Su- miran, Totok Wahadi, Pardi- yo, dan Djuandi, langsung di- sambut petugas, bahkan sebe- lum mereka sempat bersalam- an dengan keluarga yang me- nunggu. Mereka buru-buru di- masukkan ke mobil.

Seorang ibu, yang dari pagi menunggu pembebasan anak- nya, tidak dapat menahan diri melihat kejadian itu. Ia menje- rit, ”Anakku dibawa ke mana?”

Ibu yang menggendong bun- talan itu mencoba menyerbu ke mobil yang membawa anak- nya, tapi gagal. Selanjutnya ha- nya ratap tangis yang meng- iringi mobil itu pergi.

Seorang dari narapidana yang kena jemput itu, Sumiran, ma- sih mencoba menenangkan dua saudara perempuannya yang juga menangis menyaksikan pe-

ristiwa itu. ”Tidak ada apa-apa,”

ujarnya dari atas mobil yang mulai melaju. Beberapa menit sebelum dibebaskan, masih di balik tembok penjara, ia sem- pat berdoa. ”Mudah-mudahan saya bisa bertemu dengan kelu- arga dan tidak terjadi apa-apa di luar sana,” ucap Sumiran, yang mengaku sudah dua kali dipen- jarakan karena mencuri.

Siapa petugas yang menjem- put mereka? ”Lima orang itu betul kami ambil, tapi tidak untuk diapa-apakan,” ujar Ko- mandan Kepolisian Bantul Let- kol Drs Soemadiyono. Polisi ter- nyata hanya mengambil bekas narapidana asal Bantul. ”Mere- ka akan diberi pengarahan dan bagi yang tidak punya tunggak- an perkara akan dikembalikan ke masyarakat melalui pamong desa,” kata Soemadiyono lewat telepon.

Kecemasan memang meng-

hantui banyak narapidana di LP Nusakambangan, Sema- rang, Yogyakarta, Jakarta, Ban- dung, bahkan Medan. Remi- si yang selama ini sangat me- reka dambakan kali ini justru menakutkan. Cerita tentang kegalakan operasi pemberan- tasan kejahatan di luar ternya- ta menembus tembok penja- ra dan sangat menggelisahkan narapidana yang bakal bebas.

”Saya sampai tidak bisa tidur,”

ujar Mujiyono, narapidana Nu- sakambangan yang juga men- dapat kebebasan pada hari itu.

Terus terang, ia mengaku sebe- narnya enggan bebas saat itu.

Ketakutan Mujoyono ju ga melanda 68 narapidana di Nu- sakambangan yang men dapat hadiah remisi langsung bebas.

Mereka kelihatan berbaris de- ngan loyo ketika mengikuti upacara bendera menjelang di- bebaskan. Ketika narapidana berseragam biru yang dipim- pin terhukum perampok emas Johnny Indo melakukan peng- hormatan bendera, rombong- an yang bakal bebas acuh tak acuh. Begitu pula pekik ”mer- deka” dari inspektur upacara tak mendapat sambutan dari mereka.

Tapi tidak semua narapida- na takut untuk dibebaskan. Se- orang narapidana wanita di LP Tanjung Gusta, Medan, Armia- ti Boru Lubis, tak kuasa mena- han tangisnya karena gembira.

”Ini hari bahagia untuk kami,”

ujar ibu enam anak yang dihu- kum karena mengedarkan gan- ja itu. ”Saya akan bertobat,” ka- tanya sambil memeluk anggota keluarganya satu per satu.

Janji bertobat diucapkan hampir semua narapidana yang lepas dari LP pekan lalu itu. Tapi, di Bandung, seorang bekas narapidana LP Cirebon malah tertangkap kembali ha- nya beberapa jam setelah dibe- baskan. Nelson Hutajulu, 25 ta- hun, kepergok penduduk keti- ka mencuri sepeda motor di Ja- lan Hasan Ali, Bandung, bersa- ma temannya.

Nelson, yang baru saja men- dapat hadiah dari presiden itu, menghunus belatinya ke- tika dikejar penduduk. Ia me- nusuk membabi-buta sehingga lima pengejarnya jatuh berlu- muran darah. Seorang kemudi- an meninggal. Tapi anak muda yang sudah berulang kali ma- suk penjara itu akhirnya tewas juga. Ia tertembak ketika dipe- riksa di Kodim Bandung. ”Ia mencoba merebut senjata pe- tugas dan kemudian kabur de- ngan menerobos jendela,” kata Kepala Penerangan Kodam Sili- wangi Letkol Zumarnis Zein.

(11)

Meneruskan Nilai Kebajikan, Berbagi Langkah Kesuksesan

* Syarat dan ketentuan berlaku

Priority Call Center 500100 | www.PermataBank.com

PT Bank Permata Tbk, sebuah perusahaan perbankan yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

PermataBank Priority memahami bahwa untuk meneruskan langkah kesuksesan, dibutuhkan panduan pilihan dan konsultasi bijak agar selalu dapat mengembangkan strategi portfolio investasi. Kami dengan setia hadir agar kesuksesan yang Anda raih dapat dinikmati bersama Keluarga.

Tidak hanya Anda, seluruh anggota keluarga inti Anda akan menikmati fasilitas premium yang sama sebagai berikut:

· Produk Wealth Management yang lengkap

· Gratis Penarikan 6 mata uang asing* dan nilai tukar yang spesial

· Cicilan KPR yang lebih ringan

· PermataPriority Debit Card

· PermataBlack World MasterCard

· Beli 1 dapat 2 untuk pembelian tiket XXI setiap hari Minggu*

(12)

IRIT SOLAR SUBSIDI

Rata-rata konsumsi solar bersubsidi bulanan nelayan 2014

157.142,85 kiloliter

Realisasi solar untuk nelayan per Juli 2014

1,1 juta kiloliter

Kuota solar bersubsidi untuk nelayan 2014

1,8 juta kiloliter Siapa saja pengguna

solar subsidi?

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

KONSUMSI PREMIUM KONSUMSI SOLAR (JUTA KILOLITER)

17,48 20,64

16,81 19,67

17,65 10,81

19,42 11,76

21,22 12,1

22,93 12,94

SUMBER:

BERBAGAI SUMBER YANG DIOLAH TEMPO

46 juta kiloliter

Kuota BBM bersubsidi 2014

22,9 juta kiloliter

Realisasi penyaluran BBM bersubsidi per Juni 2014

e f

Rp 120,70 triliun

Realisasi subsidi BBM per Juni 2014

Rp 210,6 triliun

Subsidi BBM APBN 2014

Rp 246,49 triliun

Subsidi BBM APBN-P 2014

2. SPBU 3. PT KAI 4. PT Pelni 1. Nelayan

Realisasi penyaluran solar kuartal I

(JUTA KILOLITER)

2013 2014

3,7 3,85

2013 2014

7,7 7,92 Realisasi penyaluran solar kuartal I

(JUTA KILOLITER)

Kuota penyaluran solar

bersubsidi 2013

(JUTA KILOLITER)

2013 2014

15,2 14,14

Pembatasan solar bersubsidi untuk nelayan

malah menimbulkan dampak lain.

P E M E R I N T A H menerapkan kebijakan membatasi konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi. Melalui Surat Edaran Nomor 937/07/Ka BPH/2014 pada 24 Juli 2014, Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi membatasi konsumsi BBM subsidi mulai 1 Agustus 2014, khususnya solar. Sejumlah kalangan pun terkena imbas pembatasan solar bersubsidi itu, terutama nelayan. Alih-alih membantu agar kuota BBM bersubsidi tidak jebol, pembatasan solar bersubsidi untuk nelayan malah menimbulkan dampak lain di sektor perikanan.

Berikut ini sejumlah data mengenai realisasi, kuota, dan konsumsi solar bersubsidi.

(13)
(14)

SONYMOBILE.COM, GOOGLE.COM, LG.COM, TOPTENREVIEWS.COM, CNET.COM

GADGET

PENGHIAS TUBUH

KITA semakin ”dekat” dengan gadget—mereka bisa langsung menempel di tubuh kita. Tak hanya sebagai pernak-pernik di bagian tubuh yang terlihat, barang berteknologi canggih itu juga bisa menghampiri pakaian dalam kita. Berikut ini sejumlah gadget yang dapat digunakan langsung di badan atau dikenal dengan sebutan wearable technology.

INI perangkat sederhana untuk pelacak kebugaran dengan gabungan hiburan, komunikasi, ide, dan rekomendasi. Alat ini antidebu dan tahan air serta memiliki kekuatan baterai yang besar.

Rp 1,2 juta

SAMPAI sekarang, jam tangan pintar ini bisa dibilang terbaik dengan harga yang terjangkau. Meski belum sepenuhnya sempurna, LG G Watch telah menggunakan sistem Android terbaru. Desainnya tak terlalu mencolok, tapi layak digunakan setiap hari.

Rp 3,1 juta

GOOGLE menciptakan gadget yang paling dicari dan setidaknya orang ingin mencoba memakainya. Namun penggunaannya saat ini sangat terbatas. Dengan kecepatan 2 gigabita RAM dan 12 aplikasi baru, termasuk Shazam dan Live Stream, Google Glass menjadi teknologi yang patut dicoba.

Rp 23,3 juta

PERUSAHAAN kosmetik asal Prancis mengeluarkan inovasi dengan melindungi epidermis halus dari sinar berbahaya yang dipancarkan telepon seluler pintar. Swiss Clothier Isa Bodywear ini ditujukan sebagai pakaian dalam lelaki dan dirancang khusus untuk melindungi sperma dari radiasi berbahaya.

Harga belum ditentukan

NUMETREX SPORTS BRA PACKAGE

MONITOR hati ini dapat digunakan sebagai bra. Ini mencakup pemancar WearLink dan jam tangan Polar FS1 Fitness Heart Rate Monitor Wristwatch.

Diciptakan dari nilon mulus dan lycra garment, sehingga tahan lama, nyaman, dan dapat dicuci menggunakan mesin cuci.

Rp 643 ribu

LG G WATCH

PHONE-PROOF UNDERWEAR GOOGLE

GLASS

SONY

SMARTBAND

SWR10

(15)

Dalam rangka mewujudkan salah satu tujuan BNI untuk menjadi jembatan ekonomi Indonesia dan dunia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung Konvensi Diaspora Indone- sia dan Indo Fest USA yang diselengga- rakan sekitar 15 Indonesian Diaspora Na- tional (IDN) Chapters di dunia, pada 1-3 Agustus 2014 di New Orleans, Amerika Serikat. “Kehadiran BNI pada Konvensi Diaspora Indonesia dan Indo Fest USA ini merupakan bentuk dukungan BNI terhadap orang Indonesia yang tersebar di seluruh dunia melalui jaringan Diaspora,”

kata Sekretaris Perusahaan BNI Tribuana Tunggadewi, di Jakarta, Minggu (3/8).

Di dalam kegiatan ini digelar beragam diskusi dengan tema spesifik yang diang- gap sangat dibutuhkan para diaspora In- donesia, antara lain adalah tema ekonomi tentang “Proposal Baru Jasa Remitansi untuk Membantu Para Diaspora”, pen- jelasan mengenai “Cara Memulai Usaha Kecil atau Berbisnis dari Rumah”, pem-

bahasan tentang “Peluang Bisnis dari 30 Ikon Kuliner Indonesia di Amerika Serikat, pencerahan tentang “Cara Berin- vestasi di Indonesia”, hingga penjelasan tentang “Peluang Bisnis Real Estate di Indonesia”.

Keterhubungan yang dibangun melalui Konvensi Diaspora Indonesia dan Indo Fest USA ini akan mewujudkan koneksi nyata antara diaspora Indonesia dengan pengusaha Amerika Serikat, termasuk pengusaha yang saat ini membangun basis bisnisnya di Indonesia.

Definisi Diaspora Indonesia juga secara luas dijabarkan sebagai setiap orang yang berada di luar negeri dan memegang paspor Indonesia, setiap orang yang berdarah Indonesia dan bukan warga negara Indonesia; orang Indonesia yang menikah dengan bangsa asing; maupun yang bukan orang Indonesia sama sekali - baik ikatan darah maupun kewarganega- raan— namun memiliki kepedulian dan ikatan batin. Saat ini diperkirakan terda- pat sekitar 8-10 juta Diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. “Diaspora di luar negeri juga membutuhkan layanan perbankan untuk bertransaksi di dalam negeri mulai dari tabungan hingga pem- biayaan KPR, sehingga untuk mengan- tisipasi hal ini, BNI siap menjadi mitra Diaspora, ” ujar Tunggadewi. „INFORIAL

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengoperasikan ATM pertama di Hong Kong secara full access sejak 24 Agustus 2014.

BNI menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang mempunyai ATM di luar negeri dan mendapatkan izin mendirikan ATM di luar lokasi kantor cabang.

ATM ini memiliki fi tur yang sama persis dengan ATM BNI di dalam negeri, yaitu transfer, pembelian pulsa, hingga pembayaran tagihan.

ATM ini dapat melayani transaksi kartu BNI dan BNI Syariah, baik kartu Debit maupun Kredit serta melayani penarikan tunai dengan HKD 100 dan maksimum penarikan tunai HKD 3.000 per hari.

Keunggulan menggunakan ATM BNI ini dibandingkan dengan menggunakan ATM Lokal Hong Kong adalah nasabah tidak dikenakan biaya administrasi untuk transaksi tarik tunai dan cek saldo. Sebagai perbandingan transaksi yang sama di jaringan internasional dikenakan biaya Rp 25.000 dan untuk cek saldo dikenakan Rp 3.000. Adapun penarikan lewat ATM BNI hanya dikenakan biaya kurs valuta asing yang cukup bersaing.

Selain di Hong Kong, BNI pun akan menghadirkan ATM di Singapura dalam waktu dekat ini. „

ATM BNI di Luar Negeri Resmi Beroperasi

Dukungan Penuh BNI

untuk Diaspora Indonesia

info produk

business update

BNI memiliki komitmen tinggi untuk menjembatani kebutuhan ekonomi dan sosial diaspora Indonesia yang menetap di luar negeri.

ATM BNI di Hong Kong

(16)

KURSI BERBAU MANUSIA

Barker dalam keterangan di salah satu gambarnya.

Barker menyerap daya tarik aneh yang berhubungan dengan dermis, kemudian menciptakan koleksi furnitur yang terli- hat, terasa, dan berkat sedikit sentuhan ke- cil Barker menjadi seperti bau daging ma- nusia.

Untuk bau dari kursi kulit, Barker meng- gunakan silikon, karena memiliki tekstur kulit dan mirip dengan pegas. Ia juga me- nambahkan feromon—zat kimia yang me- miliki daya rangsang dan pikat seksual—un- tuk manusia dan krim bercukur buat men- dorong respons pengguna kursi itu.

Barker mengatakan anak-anak termasuk penggemar terbaik ketika menggunakan kursi kulit itu. Mereka dengan bebas me- ngembangkan, mengeksplorasi, serta ber- interaksi dengan hasil karyanya itu. ”Anak- anak telah menjadi salah satu demografi yang paling menarik dalam pekerjaan ini.

9191.CO.UK

S

EKILAS, gumpalan berwar- na krem itu terlihat seperti bayi botak bertubuh gempal yang se- dang meringkuk melawan arah kamera. Tak ada yang menyangka bahwa sosok seperti bayi itu ternyata sebuah kur- si kulit.

Ada pula yang berpikir kursi kulit itu ber- hubungan dengan karakter menyeramkan Bill Buff alo dalam fi lm pembunuhan ber- judul Silence of the Lambs. Ada pula yang berpikir kursi yang diletakkan di Studio 9191 London, Inggris, itu menyerupai ben-

tuk testis yang cacat. Pembuatnya, Virgi- nia Barker, memang sengaja membiarkan orang berpikir apa pun tentang karyanya.

Menurut seniman asal Inggris itu, orang perlu melihat, merasakan, dan mencium bau dari kursi kulit yang diciptakannya. Se- telah itu, orang baru mengerti apa maksud dan tujuan menciptakan kursi kulit yang hampir terlihat seperti manusia tersebut.

”Saya ingin pengguna kursi memperta- nyakan hubungan dan tingkat kenyaman- an yang mereka miliki dengan kulit mere- ka sendiri dan dengan kulit lainnya,” kata

Proses pembuatan.

Kerja mengenai tubuh manusia sifatnya be- gitu pribadi dan kita semua memiliki reaksi yang sangat cepat untuk itu,” katanya.

Barker menjual karya seninya dengan berbagai macam harga. Kursi kulit dihar- gai 1.500 pound sterling atau sekitar Rp 29,2 juta. Adapun kursi dengan satu du- dukan yang terbuat dari kulit seharga 440 pound sterling atau sekitar Rp 8,6 juta.

(17)
(18)

TEMPO/IMAM SUKAMTO (MOELDOKO), TEMPO/SETO WARDHANA (RIKWANTO), TEMPO/SUBEKTI (LUTFI), TEMPO/DHEMAS REVIYANTO (TAHIR), DOK.TEMPO/ MURADI (KECIK)

MENINGGAL

Hario Kecik

SUHARIO Padmodiwirjo atau lebih dikenal dengan Hario Kecik meninggal di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi, Jawa Barat, Selasa siang pekan lalu. Hario adalah pejuang peristiwa pertempuran 10 November 1945 dan terakhir menyandang pangkat mayor jenderal. Usia jenderal

berbadan kecik (kecil) yang menguasai bahasa Rusia, Inggris, Belanda, dan Jepang itu terhenti di angka 93 tahun karena stroke.

Hario, yang juga sempat dipenjara atas tuduhan terlibat Partai Komunis Indonesia, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Surabaya keesokan harinya. ”Ayah baru saja menyelesaikan skenario untuk fi lm 10 November. Fisik dan memorinya masih segar sebenarnya,” kata Satrio Bimo, putra Hario.

PENGHARGAAN

Tahir

PENDIRI kelompok bisnis Mayapada ini menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya, bertepatan de- ngan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-69, pekan lalu.

Dato Sri Tahir atau biasa dipanggil Tahir, 72 tahun, dini- lai telah banyak memberikan sumbangsih kepada bang- sa dan negara Indonesia, seperti aktif menggalang dana kampanye memerangi tuberkulosis, HIV, dan malaria.

Adapun buat Tahir, penghargaan diharapkan bisa me- macu kalangan dunia usaha agar lebih peduli terhadap kesejahteraan sosial masyarakat. Anugerah Satyalanca- na diterimanya dari Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Joko Widodo dan Chairul Tanjung

GUBERNUR DKI Jakarta yang juga Presiden RI terpi- lih, Joko Widodo, dinobat- kan sebagai Tokoh Peme- rintahan Terbaik dalam aca- ra tahunan Soegeng Sarjadi School of Government ke-5 yang sekaligus merayakan 69 tahun Hari Konstitusi, Se- lasa pekan lalu. Dalam pa- paran yang diberikannya, Jokowi, 53 tahun, menawar- kan konsep Jalan Trisakti untuk pembangunan Indo- nesia lima tahun ke depan.

Ketiganya adalah berdaulat secara politik, berdikari se- cara ekonomi, dan memiliki kepribadian budaya. Peng- hargaan juga diberikan un- tuk kategori lain, di antara- nya Pelaku Bisnis Terbaik yang diterima Chairul Tan- jung, Menteri Koordinator Perekonomian saat ini.

”Kerja sama tidak hanya untuk mencari bandar, pengedar, dan pelaku, tapi juga mencegah kampus menjadi sarang narkotik.”

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengungkap strategi polisi bekerja sama dengan kampus setelah ditemukan sejumlah besar ganja kering dan alat isap jenis narkotik lain di kampus Universitas Nasional pada Senin pekan lalu.

”Akan saya gantung.”

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan akan menindak personel TNI yang menggunakan peluru tajam dalam pengamanan sidang putusan Mahkamah Konstitusi tentang sengketa pemilihan presiden dan wakil presiden 2014, Kamis pekan lalu. Menurut dia, aparat harus menciptakan rasa aman, bukan ketakutan.

ULANG TAHUN

Muhammad Lutfi

MENTERI Perdagangan ini mendapat kado istimewa saat upacara bendera hari ulang tahun kemerdekaan RI di kan- tor kementerian itu, 17 Agustus lalu. Lagu Selamat Ulang Ta- hun ikut dinyanyikan di bagian akhir upacara khusus untuk Lutfi , yang diikuti hantaran kado berupa sebingkai gambar karikatur dirinya berukuran satu meter persegi. Lutfi genap beru- sia 45 tahun pada 16 Agustus lalu. Seusai upacara, giliran sebuah kue tart dan seloyang tumpeng disuguhkan. Semuanya sukses membuat Lutfi terkaget-kaget. ”Terima kasih,” katanya.

(19)
(20)

INDIKATOR PEKAN INI Apakah Anda setuju layanan Uber berope-

rasi di Indonesia?

KARTUN: YUYUN NURRACHMAN

INDIKATOR

Maju-Mundur Cabut Subsidi BBM

TOTAL: 873= 100%

Tidak 271 31%

Tidak tahu 18 2,1%

PADA masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, harga ben- sin sudah empat kali naik dan sekali tu- run. Kebijakan ini tentu memicu polemik karena menyentuh jantung perekonomi- an. Sebagai imbalan kenaikan harga ba- han bakar minyak, pemerintah memberi- kan kompensasi kepada masyarakat mis- kin Rp 150 ribu per keluarga per bulan.

Agar tak menimbulkan gejolak, kali ini pemerintah menyiasati pemangkasan subsidi BBM dengan cara mengurangi be- saran konsumsinya. Sekarang tak ada lagi bensin Premium yang dijual di pom- pa bensin jalan tol. Semua SPBU di Jakar- ta Pusat juga dilarang menjual solar ber- subsidi.

Dalam jajak pendapat di Tempo.co, 584 dari 873 responden atau 66,9 persen se- tuju dengan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, ketimbang menaikkan harga- nya. Namun ada 271 orang (31 persen) yang menolak dan 18 responden menya- takan tidak tahu.

Meski subsidi BBM dikurangi secara perlahan dan diperketat penjualannya, pagunya di Rancangan Anggaran Penda- patan dan Belanja Negara 2015 masih ada, bahkan naik Rp 44,6 triliun dibanding APBN Perubahan tahun ini. Dalam RAPBN 2015, tercantum pos subsidi BBM, elpiji, dan bahan bakar nabati Rp 291,1 triliun.

Angka ini lebih tinggi dibanding APBN Per- ubahan 2014, yakni Rp 246,5 triliun.

Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla setu- ju subsidi BBM segera dicabut dan dialih- kan untuk belanja yang lebih produktif, se- misal membiayai proyek infrastruktur, pen- didikan, dan kesehatan. ”Saat ini subsidi BBM justru ’lari’ ke orang kaya,” katanya.

Presiden terpilih Joko Widodo menilai besaran subsidi pada RAPBN 2015 ter- lalu besar. ”Banyak tempat yang bisa di- efi sienkan,” ujarnya. Agar ruang fi skal le- bih longgar, Jokowi mencontohkan, kon- sumsi BBM akan dialihkan ke batu bara atau gas.

Ya 584 66,9%

Setujukah Anda penerapan pembatasan solar dan Premium bersubsidi diberlakukan mulai

bulan ini?

(21)
(22)

BURUNG BESI. Pesawat tempur TNI Angkatan Udara terbang rendah melintasi Monumen Nasional pada upacara peringatan detik- detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Ahad pekan lalu. Sebanyak 32 pesawat tempur dilibatkan pada acara ini.

ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A.

(23)

31 AGUSTUS 2014 | | 23

(24)

[TEMPO/EKO SISWONO TOYUDHO (NAZARUDDIN), TEMPO/TONY HARTAWAN (MARZUKI), TEMPO/IMAM SUKAMTO (FAHRI, EDHI)

TIGA TERSANGKUT PERKARA ANAS

MARZUKI ALIE (KETUA DPR)

Menerima US$ 1 Juta dari Grup Permai pada 2010, diduga berasal dari proyek PT Trans Pacifi c Petrochemical Indotama.

Terkait dengan pemilihan Ketua Umum DPP Demokrat dalam kongres 2010 di Bandung.

”Uang sejumlah itu biasanya dibawa dengan kotak kardus mi instan, dibungkus dengan kertas bermotif batik.”

Yulianis, 14 Agustus 2014

”Yang jelas, kubu saya tidak pernah bagi-bagi uang di kongres.”

Marzuki Alie, 14 Juli 2014 EDHI BASKORO YUDHOYONO (SEKRETARIS JENDERAL DEMOKRAT)

Menerima US$ 200 ribu dari Grup Permai pada 2010, diduga terkait dengan proyek Hambalang.

”Di catatan saya ada nama Ibas terkait dengan kongres.”

Yulianis, 18 Desember 2013

”Soal Mas Ibas yang dibilang Yulianis, itu benar.”

Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, 21 Agustus 2014

”Tidak ada itu. Itu tidak benar.”

Palmer Situmorang, pengacara keluarga Susilo Bambang Yudhoyono, 22 Agustus 2014

FAHRI HAMZAH (ANGGOTA KOMISI HUKUM DPR)

Menerima US$ 25 Ribu dari Grup Permai, diduga berasal dari proyek Hambalang.

Terkait dengan uang muka pembelian mobil.

”Saya tidak merasa punya hubungan apa pun dengan Yulianis dan Nazar, apalagi soal uang.”

Fahri Hamzah, 19 Agustus 2014

K

OMISI Pemberantasan Korupsi bersiap mengusut dugaan aliran dana korupsi mantan Bendahara Partai Demokrat Mu- hammad Nazaruddin kepada tiga politikus. Mereka adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat, Mar- zuki Alie, yang pekan lalu dilarikan ke rumah sakit karena terkena serangan jantung; anggota Komisi Hukum DPR dari Partai Keadil- an Sejahtera, Fahri Hamzah; dan Sekretaris Jenderal Demokrat Edhie Bas- koro Yudhoyono (Ibas).

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan lembaganya berharap keterangan saksi-saksi yang menyebut aliran duit haram tersebut tercatat dalam putusan hakim perkara korupsi Anas Urbaningrum, mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR. ”Dalam setiap putusan hukum selalu ada perka- ra yang ditindaklanjuti,” kata Adnan, Selasa pekan lalu. Ia menegaskan, fak- ta persidangan itu akan semakin baik jika ditindaklanjuti dengan menuang- kannya dalam berita acara pemeriksaan.

Dalam sidang pekan lalu, Nazaruddin dan dua anggota stafnya membe- berkan peran Marzuki, Ibas, dan Fahri menerima uang-uang korupsi itu. Nu- ril Anwar dan Yulianis menyebutkan ketiganya kecipratan uang dari Grup Permai, yang sebagian diduga berasal dari proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang pada 2010. Marzuki ditengarai memakai uang itu un- tuk memenangi Kongres Partai Demokrat 2010—bersaing dengan Anas dan Andi Mallarangeng, yang sudah divonis empat tahun bui dalam kasus yang sama. Para politikus yang dituduh membantah pernah menerima uang dari perusahaan Nazaruddin.

Dalam kasus ini, jaksa menuntut Anas menerima gratifi kasi berupa bia- ya survei pemenangan dalam Kongres Demokrat 2010 sebesar Rp 478 juta.

Ia juga menerima gratifi kasi satu unit mobil Toyota Harrier senilai Rp 670 juta dan Toyota Vellfi re seharga Rp 735 juta. Selain itu, Anas didakwa me- nerima Rp 116,525 miliar dan US$ 5,2 juta dari beberapa proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta tuduhan pencucian uang.

US$ 25 RIBU US$ 1 JUTA

US$ 200 RIBU

(25)

31 AGUSTUS 2014 | | 25

PEJUANG ISIS PULANG KAMPUNG

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme mencatat beberapa warga negara Indonesia yang berga- bung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS)—sekarang menjadi Negara Islam (IS)—kembali pu- lang ke Tanah Air. Badan Nasional masih merahasiakan jumlah dan identitas mereka. Namun ditenga- rai mereka merupakan 56 warga Indonesia—yang empat di antaranya meninggal di Suriah—yang terdata berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Deputi Bidang Deradikalisasi Perlindungan dan Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Tero- risme Agus Surya Bhakti mengatakan mereka ikut berperang bersama ISIS di Suriah dan Irak. Menurut Agus, mereka pulang kampung karena mendapati suasana peperangan di sana jauh berbeda dengan konsep jihad yang dipahami mereka. ”Karena yang mereka perangi adalah orang Islam juga,” katanya.

Agus mengatakan pendukung ISIS sudah menyebar di beberapa daerah, seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Cara polisi mendeteksi pendukung ISIS dengan memantau penjenguk terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap. Selain polisi, PT Telkomsel Tbk ikut mencegah penyebaran ISIS dengan mengirim pesan berantai kepada pelanggan- nya.

INDONESIA SIAP

TANGKAL EBOLA

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO)

menyatakan virus ebola mungkin menyebar lintas negara. Di Afrika Barat, sumber virus yang menyerang sel pembuluh darah tersebut sudah menghilangkan 1.350 nyawa di Guinea, Sierra Leone, Liberia, dan Nigeria. Virus yang menular lewat cairan tubuh dan kontak fi sik itu diduga menyebar ke luar Afrika akibat perpindahan manusia.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi

mengimbau masyarakat Indonesia tak

perlu panik karena ebola relatif kecil kemungkinannya masuk ke Indonesia. Lalu lintas manusia dari empat negara tersebut ke dalam negeri tidak ada karena tak ada penerbangan langsung ke sana. ”Jikapun ada, rumah-rumah sakit kita sudah siap menanganinya,” kata Nafsiah pekan lalu.

Ada 100 rumah sakit yang memiliki sistem penanggulangan epidemi sesuai dengan aturan International Health Regulation.

Beberapa rumah sakit yang siap, menurut dia, adalah Rumah Sakit Persahabatan dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso di Jakarta.

BONARAN SITUMEANG TERSANGKA SUAP

BUPATI Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situme- ang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengurusan sengketa pemilihan umum kepala daerah di Mahkamah Konstitusi, Selasa pekan lalu. Juru bicara Komisi Pemberantasan Korup-

si, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan Bo- naran disangka menyuap mantan Ketua Mah- kamah Akil Mochtar sebesar Rp 1,8 miliar agar memenangkannya dalam sengketa pemilihan

bupati pada 2011. ”Ada dua bukti pe-

nyuapan itu,” kata Johan pekan lalu.

Bonaran, sebelum mencalonkan diri jadi Bupa- ti Tapanuli, terkenal sebagai pengacara Anggodo Widjojo, terdakwa percobaan suap kepada komi- sioner KPK agar menghentikan pengusutan korup- si pembelian alat komunikasi di Kementerian Ke- hutanan. Ia berpasangan dengan Syukran Jamilan Tanjung dalam pemilihan itu. Hasil pemilihan itu digugat ke Mahkamah oleh rival Bonaran.

Syukran Jamilan, yang dimintai konfi rmasi, mengatakan tidak mengetahui penetapan ter- sangka tersebut. Pengusutan suap ini adalah pe- ngembangan penyidik KPK atas suap kepada Akil dari Bupati Gunung Mas Hambit Bintih pada Okto- ber tahun lalu.

TEMPO/STR/DHEMAS REVIYANTO ATMODJO (RAJA), TEMPO/STR/AHMAD RAFIQ (ISIS)

(26)

Untuk Memperingati HUT RI Ke 69 TEMPO Memberikan Penawaran Selama di Bulan Agustus ini 1 TAHUN (52 Edisi) : Rp 1.450.000 / Rp 1.200.000

6 BULAN (26 Edisi) : Rp 775.000 / Rp 645.000 Auto Debit : Rp 120.000/ BULAN

Untuk Informasi&Berlangganan:

Customer Service Tempo, Jl. Palmerah Utara II No 201 AA, Jakarta Barat 11480 Tlp 021-5360409 Ext 9 – Fax: 021- 53661253, Pin BB: 293627Af/24E3eb9d Wa: 0812-12220501/0812-12220502/0812-84133343 , Twitter:@cstempodotco Email: cs.tempo.Co.Id , Tempo Store: Http://store.tempo.co/

17% +

*Harga cover Rp. 35.000

JOKO I M & PARA RELA AN M

00022 9 770126 427302

RP 35.000

WWW.TEMPO.CO MAJALAH BERITA MINGGUAN ISSN: 0126 - 4273

28 JULI-3 AGUSTUS 2014

AINUN NAJIB: INI DATAKU

MANA DATAMU MENGAPA PRABOWO BERKERAS

(27)

S

EBAIKNYA kita mengabaikan apa pun kegaduhan yang mung- kin dilancarkan calon presiden Prabowo Subianto setelah terbit putusan Mahkamah Konstitusi.

Sudah waktunya dipikirkan benar mengurus hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Siapa saja yang berpikiran sehat bisa memulainya de- ngan berupaya merukunkan pendukung ke- dua kubu demi mendinginkan suhu politik.

Bukan berarti hak Prabowo dan pendu- kungnya untuk terus mencari ”keadilan” mes- ti dihalang-halangi. Di negara hukum ini, ja- lan apa pun bisa ditempuh sepanjang salur- annya tersedia. Tapi buat apa, umpamanya, melanjutkan ”perjuangan” dengan menggu- gat putusan Komisi Pemilihan Umum ke peng- adilan tata usaha negara, sementara peng- adilan itu—sesuai dengan undang-undang—ti-

dak mempunyai kewenangan memeriksa sengketa pemilu di pu- sat ataupun daerah.

Selain pengajuan gugatan ke Mahkamah, langkah apa pun tak bakal signifi kan hasilnya. Sesudah hakim konstitusi mengetukkan palu, pertunjukan selesai. Tak ada lagi langkah hukum yang setara atau lebih tinggi kedudukannya yang bisa dilakukan. Bagi Prabo- wo, opsinya tinggal mengakui kekalahan dan menghentikan sega- la absurditas yang bahkan membuat sebagian pemilihnya, menu- rut survei Lingkaran Survei Indonesia, bersikap antipati.

Ketidakberesan itu terasa sistematis. Sejak KPU mengumum- kan hasil pemilihan presiden, 22 Juli lalu, aneka tindakan, pida- to, dan pernyataan yang jumpalitan muncul dari hari ke hari. Se- bagian orang semula mengabaikannya, tapi belakangan mulai ba- nyak yang khawatir. Jika ”pertunjukan” itu diterus-teruskan, tena- ga dan pikiran hanya dikerahkan untuk kesia-siaan. Bukankah le- bih bermanfaat mengajak rakyat mengurus aneka persoalan yang jauh lebih mendesak di negara ini.

Ketika Prabowo menyatakan ”menarik diri dari proses yang se- dang berlangsung” pada saat pemungutan suara baru dilaksana- kan, barangkali orang masih bisa mengakuinya sebagai hak Prabo- wo. Orang juga masih bisa melihat tindakan-tindakan Prabowo ke- mudian sebagai ”jeda yang menghibur”; itu sebabnya media sosi- al berlimpah-ruah dengan ekspresi yang mengolok-olok permain- an ”presiden-presidenan” ala Prabowo dan pendukungnya. Tapi semua yang muncul belakangan justru semakin merendahkan na- lar, tak terkecuali yang berkaitan dengan gugatan ke Mahkamah.

Dalam rangkaian proses terbuka di Mah- kamah itu, publik mula-mula dihadapkan pada porak-pariknya berkas gugatan. Isi ber- kas tampak hanya merupakan hasil penyalin- an yang ceroboh dari berkas kasus lain. Pada saat yang sama, dalam perdebatan di berbagai media, para pengacara Prabowo selalu tam- pak kebingungan menopang argumentasi- nya, meski terus-menerus ngotot dengan nada tinggi.

Puncak dari semua itu adalah akting kedo- doran para saksi yang dibawa ke sidang. Pe- nampilan mereka sekadar menggarisbawahi satu hal: semua tuduhan kecurangan terstruk- tur, sistematis, dan masif memang sangat ti- dak beralasan.

Persidangan memperlihatkan dengan gam- blang betapa bukti-bukti yang diajukan tak se- gigantis dan semeyakinkan yang digembar- gemborkan. Semua bukti gagal menopang poin-poin yang diper- selisihkan. Di antara yang ditolak Mahkamah, ada tuduhan me- ngenai pemilih yang dimobilisasi untuk mendukung calon terten- tu, terutama di daerah yang jumlah pemilih khusus tambahannya besar. Bukan saja nihil bukti, dalam kenyataannya ada daerah de- ngan jumlah pemilih khusus yang besar justru dimenangi Prabo- wo, seperti Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Dalam konferensi pers setelah sidang terakhir Mahkamah, kubu Prabowo menyatakan menerima putusan majelis hakim. Tapi di balik sikap ini terbaca keberatan dan niat untuk terus beperkara.

Mereka menegaskan masih akan berupaya menempuh saluran hu- kum, bahkan politik—sebuah tekad bernada ancaman yang bisa sa- ngat kontraproduktif bagi jalannya Republik mendatang.

Pernyataan itu mengingatkan kita pada tekad yang sejak awal di- kemukakan Prabowo dalam wawancara dengan satu media asing:

kalah bukanlah pilihan. Tapi, karena secara konstitusional keka- lahannya sudah disahkan, keengganannya mengakui kemenang- an lawan semakin terlihat sebagai tindakan melayani ego semata.

Prabowo sebenarnya punya pilihan yang lebih baik: menghenti- kan semua aksi dan mengawal jalannya pemerintahan lewat parle- men. Jika dia mengambil langkah di luar itu, biarlah dia dan peng- ikut setianya yang menanggung segala konsekuensi. Lewat pemi- lihan presiden ini, publik semestinya bisa mendapat pelajaran ten- tang praktek bernegara yang bermartabat. Dia melewatkan ke- sempatan itu. Barangkali tak lama lagi orang ramai bakal memilih melupakannya. BERITA TERKAIT DI HALAMAN 32

Opini

PERTUNJUKAN SELESAI, PRABOWO

31 AGUSTUS 2014 | | 27 TEMPO, 25-31 AGUSTUS 2014

(28)

A

NGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009- 2014 akan dicatat sebagai legislator paling tidak pro- duktif sepanjang era reformasi. Empat tahun pertama di Senayan, target penyelesaian undang-undang yang mereka canangkan meleset jauh. Tahun lalu, misalnya, DPR hanya menyelesaikan 16 dari rencana 75 undang-undang. Tahun ini, keti- ka separuh anggota DPR sibuk berkampanye, hampir pasti sasaran tak akan terpenuhi lagi.

Patut disesalkan, kelambanan pembuatan legislasi itu berban- ding terbalik dengan ”produktivitas” berkorupsi-ria. Riset Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan tahun lalu menemu- kan anggota DPR periode 2009-2014 paling banyak terindikasi ko- rupsi dan pencucian uang. Data Komisi Pemberantasan Korupsi menguatkan itu. Sejak 2007, sudah 74 anggota DPR terlibat kasus korupsi dan 40 di antaranya pada kurun 2010-2012.

Anggota DPR hasil pemilihan umum legislatif 2014 semestinya tidak mengulangi dua warisan buruk itu, kendati masih banyak muka lama bertahan di sana. Janji kampanye semua anggota DPR untuk tidak korup tak boleh berhenti pada pidato. Menjadi ”spar- ring partner” pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang bertekad memberantas korupsi, DPR tidak semestinya berada pada arah berlawanan.

Karena itu, Ketua DPR periode 2014-2019 mesti tokoh yang pa- ling berkomitmen mendorong pembasmian pencurian uang nega- ra. Anggota DPR perlu memilih seorang pemimpin yang merupakan

”sapu yang bersih”, tokoh tanpa catatan buruk korupsi di masa lalu.

Kursi Ketua DPR sekarang harus diperebutkan lewat mekanis- me pemilihan. Setelah DPR mengesahkan revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), posisi Ketua DPR tidak otomatis menjadi jatah pemenang pemilu legislatif. Seandainya barisan pe-

nyokong Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak tercerai-berai sete- lah kalah dalam pemilu presiden, koalisi yang menguasai lebih ba- nyak kursi DPR itu punya kans lebih besar merebut jabatan Ketua DPR. Dalam hal ini, koalisi itu memberikan mandat kepada Partai Golkar untuk mengajukan kandidat Ketua DPR.

Kita patut prihatin, besar kemungkinan Partai Golkar meng- usung Setya Novanto, 59 tahun. Padahal Bendahara Umum Partai Golkar yang sudah empat periode menjadi anggota DPR itu sudah lama ”akrab” dengan berbagai kasus. Pedagang yang melaju ke pentas politik setelah menerbitkan buku Manajemen Soeharto ini pada 1999 ditetapkan sebagai tersangka kasus cessie piutang Bank Bali senilai Rp 3 triliun. Sejumlah orang menjadi tersangka dan ma- suk bui, tapi tidak bagi Setya Novanto.

Empat tahun kemudian, Setya disebut tersangkut penyelundup- an beras Vietnam sebanyak 60 ribu ton. Ia sempat diperiksa kejak- saan pada 2006. Akibat kegiatan sejumlah perusahaan miliknya, pada 2005, Setya diperiksa penyidik pegawai negeri sipil Kemen- terian Lingkungan Hidup dalam kasus impor limbah beracun dan berbahaya. Karena diduga terlibat pencairan dana Pekan Olahraga Nasional 2012, Setya diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal.

Masih ada dua kasus besar yang ditengarai menyeret Setya: kasus proyek e-KTP dan suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dalam sengketa pemilihan kepala daerah Jawa Timur. Namun, sampai se- jauh ini, Setya membantah terlibat dalam sejumlah kasus itu.

Dengan tetap menyorongkan Setya Novanto, Partai Golkar mengambil risiko politik besar. Selain bisa dituduh tak punya niat memberantas korupsi, terutama korupsi di DPR, partai itu akan di- anggap miskin kader yang ”bersih” rekam jejaknya.

BERITA TERKAIT DI HALAMAN 44

C

EROBOH betul Kementerian Kesehatan saat memper- siapkan Peraturan Pemerintah tentang Kesehatan Re- produksi. Munculnya pasal kebolehan melakukan abor- si dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 itu memancing kontroversi. Kisruh pasal itu menunjukkan betapa pemerintah tak menyiapkan aturan ini dengan matang.

Peraturan yang baru ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli lalu itu sebenarnya patut dihargai. Setelah berbilang tahun menggodok, sejak Undang-Undang Kesehatan la- hir pada 2009, pemerintah akhirnya merampungkan aturan yang melindungi pasien dalam soal kesehatan reproduksi, dari sebelum

kehamilan hingga setelah melahirkan. Dalam aturan itu, contoh- nya, disebutkan setiap perempuan berhak mendapat pelayanan kesehatan sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat.

Hanya, aturan bagus itu tersandung pasal legalisasi aborsi. Da- lam Pasal 33 disebutkan aborsi dibolehkan bagi perempuan ha- mil yang diindikasikan memiliki kedaruratan medis dan atau aki- bat pemerkosaan. Soal akibat pemerkosaan inilah yang memantik kemarahan. Kalangan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dok- ter Indonesia senewen lantaran aturan itu dianggap bertentangan dengan sumpah dokter, yang mewajibkan mempertahankan kehi- dupan, termasuk janin.

KETUA DPR BEBAS KORUPSI

Penyelenggara negara, termasuk Ketua Dewan, harus tak pernah tersentuh kasus korupsi. Setya Novanto tak layak duduk di kursi DPR-1.

KONTROVERSI PASAL ABORSI

Peraturan baru tentang reproduksi kesehatan mudah diselewengkan.

Perlu aturan rinci agar tak terjadi moral hazard para dokter.

(29)

Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai daerah juga mem- protes, di antaranya Majelis Ulama Indonesia dan Persatuan Gere- ja Indonesia. Dalam pandangan mereka, pasal aborsi tersebut bisa menjadi ”jalan tol” bagi remaja yang ingin menggugurkan kan- dungan. Remaja cukup mengaku diperkosa, maka aborsi pun le- gal. Itulah yang dicemaskan banyak kalangan.

Angka pengguguran kandungan tanpa alasan medis di negeri ini memang sudah mencapai level mengerikan. Penelitian Badan Ke- pendudukan dan Keluarga Berencana Nasional menunjukkan tren praktek aborsi meningkat sekitar 15 persen tiap tahun. Tahun lalu diperkirakan ada 2,5 juta orang melakukan aborsi. Dari jumlah itu, 30 persen adalah remaja belum menikah.

Sangat menyedihkan bila Kementerian Kesehatan tak menyada- ri akibat dari ”lubang besar” dalam pasal aborsi itu. Pasal tersebut amat mudah diselewengkan. Klinik-klinik aborsi yang selama ini beroperasi ”di bawah tanah” bisa menjadi ”meriah” lantaran atur- an hukum yang mudah dikadali. Padahal Undang-Undang Kese- hatan menyebutkan tindakan medis ini mesti dilakukan oleh tena- ga kesehatan yang punya keahlian dan kewenangan. Itu pun harus

melalui pertimbangan tim ahli, ada persetujuan ibu hamil, suami, dan keluarganya, serta dilakukan di sarana kesehatan khusus.

Seharusnya PP Kesehatan Reproduksi ini memuat aturan yang lebih rinci tentang aborsi. Bila memang ingin melindungi korban pemerkosaan, perlu ada rambu-rambu untuk memastikan bahwa pemohon aborsi legal sungguh-sungguh korban pemerkosaan. Mi- salnya dibuktikan dengan visum dari polisi. Kebolehan itu juga se- mestinya didahului penetapan oleh tim yang berwenang, yang ter- diri atas keluarga korban, dokter, dan polisi.

Sikap masyarakat yang mendua terhadap aborsi semestinya membuat pemerintah lebih berhati-hati. Selama ini ada gerakan pro-life, yang menganggap janin mempunyai hak hidup. Tak ada peluang secuil pun untuk melakukan aborsi. Ada lagi gerakan pro- choice, yang menganggap perempuan berhak menentukan apa pun di tubuhnya. Dari sudut pandang agama, keabsahan aborsi juga bisa melahirkan debat tiada akhir.

Agak sulit melegalkan atau melarang sama sekali praktek abor- si di negara ini. Karena itu, pengaturan terinci perlu dibuat untuk menghindari moral hazard para dokter. BERITA TERKAIT DI HALAMAN 94

U

SAHA mengganti Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Nur Pamudji pada akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukanlah lang- kah bijaksana. Pemberhentian yang diusulkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan itu terkesan tergesa-gesa.

Dua bulan lagi, presiden terpilih Joko Widodo akan dilantik menggantikan Yudhoyono. Jika Nur dianggap tak layak memimpin perusahaan pelat merah itu, biarlah pemberhentiannya dilaku- kan pemerintah baru. Jokowi mesti diberi kewenangan penuh me- nentukan kebijakan atas perusahaan beraset Rp 604 triliun itu.

Yang akan menghadapi pelbagai persoalan perusahaan peng a daan setrum itu—dari krisis pasokan listrik hingga pengurangan subsidi yang kini mencapai Rp 107 triliun—ada- lah rezim baru. Subsidi listrik ini diperkirakan terus membebani anggaran pemerintah karena besarnya meningkat dari tahun ke tahun. Jadi biarlah pemerintah baru menentukan siapa yang ha- rus memimpin PLN.

Sesuai dengan fatsun politik, pemerintah Yudhoyono sebaiknya tidak mengambil keputusan strategis apa pun pada masa transisi ini. Mencuri-curi kesempatan hanya mengundang wasangka. Pa- tut disyukuri, Wakil Presiden Boediono sebagai pemimpin Tim Pe- nilai Akhir—panitia yang menyeleksi pejabat di bawah menteri dan pemimpin badan usaha milik negara—menolak calon penggant

Referensi

Dokumen terkait

Polda akan menyelidiki apakah aborsi yang dilakukan itu sesuai peraturan dan tata cara sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah tersebut, apabila ternyata pelaku

Didalam makalah ini kami membahas tentang aborsi menurut pandangan hindu, pengertian aborsi, alasan orang melakukan aborsi,sehingga setelah kami menulis makalah ini kita

Tanggal 5 April 1989 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1986 tentang Dewan Hak Cipta. o Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1

Pada tanggal 21 juli 2014 disahkan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.Dalam PP tersebut dilegalkan aborsi bagi perempuan hamil

Polda akan menyelidiki apakah aborsi yang dilakukan itu sesuai peraturan dan tata cara sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah tersebut, apabila ternyata pelaku

Pasal 34 Ayat 2 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi telah melindungi korban pemerkosaan untuk melakukan aborsi, yang dapat

Dokumen ini membahas perubahan peraturan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait proses pemungutan suara dalam pemilihan

Dokumen ini membahas strategi pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan