JENDERAL
L
EWAT televisi di lantai 26 Hotel Grand Hyatt, Ja- karta, Prabowo Subian- to menyimak majelis ha- kim Mahkamah Konsti- tusi membacakan putusan sengketa pemilihan presiden. Di griya tawang tersebut pada Kamis pekan lalu, ia ditemani Hatta Rajasa—pasangan- nya dalam pemilihan—dan elite par- tai penyokong. Ada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Pre- siden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Per- satuan Pembangunan Suryadhar- ma Ali.Para sekretaris jenderal serta peja- bat teras partai juga memantau per- sidangan dari hotel di jantung Ibu Kota itu. Dua politikus senior, Akbar Tandjung dan Amien Rais, ada juga di sana. Di televisi, majelis memutus- kan membacakan intisari putusan.
Dari 4.390 halaman, yang didaras hanya 261 lembar.
Akbar Tandjung, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, menyatakan ada ketegangan di lantai tersebut se- lama Prabowo dan timnya menon- ton pembacaan putusan. ”Ada sua- sana yang agak keras, tapi saya tak mau mendetailkan,” ujarnya Jumat pekan lalu. Seorang peserta perte- muan menceritakan lebih rinci apa
yang terjadi di sana sepanjang Kamis siang hingga malam.
Putusan mulai dibacakan pada pukul 14.00. Tanda-tanda kekalah- an Prabowo sudah terasa satu jam kemudian. Sidang Dewan Kehor- matan Penyelenggara Pemilu di tem- pat terpisah siang itu menolak seba- gian besar pengaduan kubu Prabo- wo-Hatta. Pasangan nomor urut satu ini melaporkan semua anggota Ko- misi Pemilihan Umum dengan tu- duhan berpihak pada rival mereka, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Penolakan Dewan Kehormatan merupakan si- nyal bahwa laporan serupa ke Mah- kamah bakal ditolak.
Hatta Rajasa kemudian mengusul- kan mereka menyiapkan pidato un- tuk menyikapi putusan Mahkamah.
Isinya, antara lain, menerima putus- an bila Mahkamah menolak gugatan mereka sekaligus mengukuhkan ke- menangan Jokowi-JK.
Ketika draf pidato itu dibaca Pra- bowo, ia langsung tak sreg. ”Kali- an berkhianat? Dapat apa dari Joko- wi?” katanya dengan suara tinggi, ditirukan peserta pertemuan. Awal- nya tak ada yang menukas Prabowo.
Ketua Dewan Pembina Gerindra itu kemudian ngeloyor meninggalkan ruangan. Ia kembali ke ruangan be- berapa saat kemudian, seraya tetap
bersungut-sungut menolak putusan Mahkamah.
Kali ini, Hatta menyanggah Pra- bowo. ”Mau sampai kapan begini te- rus?” ujar Hatta. Dia mengatakan pu- tusan Mahkamah bersifat ”fi nal dan mengikat”. Bila gugatan mereka di- tolak, Jokowi tetap akan dilantik se- bagai presiden. ”Pak Ical kan pernah di pemerintahan, pasti tahu juga soal ini,” katanya, merujuk ke Abu- rizal Bakrie, Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Koordi- nator Kesejahteraan Rakyat kabinet Susilo Bambang Yudhoyono.
Prabowo tak lekas menerima.
Tensi justru kian tinggi karena ada selentingan bahwa pendukung Pra- bowo-Hatta bernama Syafruddin, yang ber unjuk rasa di bundaran pa- tung Arjuna Wijaya, di simpang kan- tor Bank Indonesia dan Indosat, me-
Kalah di Mahkamah Konstitusi, kubu Prabowo- Hatta ingin menguasai Dewan Perwakilan Rakyat.
Berusaha menguasai kursi kepala daerah dengan
membongkar aturan.
TEMPO/ADITIA NOVIANSYAH
31 AGUSTUS 2014 | | 33 ninggal di rumah sakit setelah ben-
trok dengan polisi. Ada yang menya- rankan mereka tak langsung mem- percayai isu itu. Setelah dicek ke tiap rumah sakit di Jakarta, berita terse- but isapan jempol belaka.
Sejak sekitar pukul 15.00 itu, ketua partai koalisi bergantian ”menjinak- kan” Prabowo. Pada intinya, mereka menjelaskan bahwa putusan Mah- kamah mesti diterima walau tetap harus dikritik. ”Semua menyampai- kan usul yang mengarah pada me- nerima putusan,” ujar Akbar Tan- djung membenarkan. ”Tapi MK ha- rus memperhatikan keadilan.”
Prabowo terus dibujuk, semen- tara rancangan pidato yang tadinya cuma satu halaman direvisi menjadi tiga halaman. Sekitar pukul 20.00, Prabowo menjadi orang yang ter- akhir membubuhkan tanda tangan
pada pidato itu. Walau demikian, ia enggan muncul di depan pers untuk membacakan pidato. Sejam sebe- lumnya, Mahkamah selesai memba- cakan putusan yang menolak selu- ruh gugatan Prabowo.
Karena Prabowo tak mau menam- pakkan diri, para pemimpin partai, termasuk Hatta Rajasa, sepakat tak menghadiri pembacaan sikap. Mere- ka mendelegasikan urusan ke para sekretaris jenderal. Selanjutnya, para sekretaris jenderal menunjuk politikus Golkar, Tantowi Yahya, membacakan sikap Koalisi Merah Putih—koalisi partai pendukung Pra- bowo-Hatta.
Ihwal pertimbangannya meneri- ma putusan Mahkamah, Hatta ha- nya menjawab singkat begitu kelu- ar dari hotel. ”Tadi sudah disampai- kan dalam konferensi pers. Itu su-
dah cukup, ya. Saya tidak usah mem- beri tanggapan lagi,” katanya kepa- da wartawan. Prabowo pun hanya menjawab pendek ketika ditanyai hal serupa. ”Tim hukum akan mela- kukan kajian,” ujarnya di Rumah Sa- kit Pusat Angkatan Darat sepulang dari Grand Hyatt.
Orang dekat Prabowo, yang juga politikus Gerindra, Andre Rosiade, menyanggah kabar bahwa suasana sempat memanas lantaran Prabowo murka. ”Saya hadir di situ. Tak ada marah-marah. Suasana tenang, bah- kan Pak Prabowo ketawa-ketawa,”
katanya.
+++
KOMISI Pemilihan Umum pada 22 Juli lalu menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pe- menang pemilihan presiden. Joko- PRABOWO
SUBIANTO DAN HATTA RAJASA SAAT
MENGIKUTI SIDANG SENGKETA PEMILIHAN PRESIDEN 2014
DI MAHKAMAH KONSTITUSI,
JAKARTA, 6 AGUSTUS
LALU.
wi-JK memperoleh 70,99 juta suara, unggul 8,42 juta suara dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang men- jaring 62,57 juta pemilih. Prabowo lalu menggugat kemenangan Joko- wi ke Mahkamah Konstitusi. Dalam hitungan Prabowo, ia dipilih 67,13 juta orang, sedangkan Jokowi 66,45 juta—terpaut sekitar 700 ribu suara.
Dalam gugatannya, Prabowo mengklaim terjadi kecurangan di 55 ribu tempat pemungutan suara, de- ngan jumlah pemilih 22,5 juta. Pra- bowo juga menuduh sebanyak 1,59 juta suara pemilih di Papua tidak sah karena tidak ada pemungutan pada 9 Juli. Total ada sekitar 24,1 juta surat suara yang dipersoalkan.
Tim Prabowo menyebutkan nama di daftar pemilih khusus tambahan membeludak jumlahnya karena di- mobilisasi untuk memilih Jokowi.
Prabowo pun mengatakan komisi pemilihan umum daerah tak melak- sanakan rekomendasi pengawas pe- milihan umum. Gubernur Kaliman- tan Tengah dan Gubernur Jawa Te- ngah disebut mengarahkan bawah- annya agar merapat ke calon no- mor urut dua. Tak ketinggalan, di- sebutkan dugaan penggunaan poli- tik uang oleh kubu Jokowi di Jawa Te- ngah, Jawa Timur, dan Lampung.
Setelah bersidang secara mara- ton, pada Kamis pekan lalu, hakim
Mahkamah menolak seluruh gugat- an Prabowo. Kebanyakan dalil da- lam tuntutan tak disertai bukti yang terang. Contohnya soal klaim Prabo- wo unggul dengan 67,13 juta suara, sementara Jokowi 66,45 juta. Menu- rut hakim, angka itu tak diuraikan asal-usulnya, muncul begitu saja da- lam gugatan. Tak disebutkan dari tempat pemungutan suara mana saja hingga ada jumlah itu.
Menurut Ketua Mahkamah Kon- stitusi Hamdan Zoelva, tak ada per- debatan berarti dalam rapat permu- syawaratan hakim sepanjang Rabu pekan lalu. Di akhir musyawarah, sembilan hakim bulat mementah- kan tuntutan Prabowo. Bila ada per- bedaan pendapat mencolok di an- tara hakim, kata Hamdan, pasti di- muat di dalam putusan.
Mepetnya waktu dan menumpuk- nya dokumen membuat Mahkamah tak memeriksa seluruh bukti yang disodorkan, tapi mengecek kasus yang hanya disebut dengan jelas da- lam gugatan. ”Tidak mungkin mem- buka semua lembar bukti yang keba- nyakan formulir C1,” ujar Hamdan.
”Bisa dibayangkan bukti C1 seluruh Indonesia, berapa truk banyaknya?”
Formulir C1 adalah dokumen yang merekam penghitungan di tempat pemungutan suara.
Pengecekan bukti dibantu lebih
dari seratus pegawai Mahkamah.
Setiap provinsi rata-rata ditangani enam anggota staf Mahkamah. Se- lain mereka, ada dua peneliti khusus yang bertugas memilah dan meme- riksa dokumen. Yang ini tak pernah jauh dari para hakim. ”Mereka mele- kat dan selalu ada di ruangan kami,”
kata Hamdan.
Kini, setelah Mahkamah memen- tahkan tuntutan, Hamdan menya- rankan Prabowo-Hatta legawa. ”Tak ada pilihan lain,” ujarnya. ”Mereka harus menerima.”
+++
BAGI Koalisi Merah Putih, meneri- ma bukan berarti memadamkan ”ri- valitas”. Dalam pidato yang dibaca- kan Tantowi Yahya, mereka menya- takan akan tetap bersekutu ”meng- kritisi” kebijakan kabinet Jokowi. Ali- ansi akan dibentuk di Dewan Perwa- kilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di provinsi hingga ka- bupaten dan kota. ”DPR dan DPRD akan mengawasi pemerintahan de- ngan kekuatan penyeimbang,” kata Tantowi.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Koalisi mengincar kursi Ketua DPR.
Dalam undang-undang yang baru, pemimpin DPR dan ketua komisi di- pilih anggota parlemen. Pemenang pemilihan umum tak otomatis men- TEM
PO/DHEMAS REVIYANTO
TIM KUASA HUKUM PRABOWO-
HATTA MENGIKUTI
PUTUSAN SIDANG PERSELISIHAN
PEMILIHAN PRESIDEN 2014
DI JAKARTA, 21 AGUSTUS
LALU.
KETERANGAN PERS KOALISI MERAH PUTIH TERHADAP
HASIL PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI DI JAKARTA AGUSTUS LALU.
[ 01 ] [ 02 ]
01
02
31 AGUSTUS 2014 | | 35 duduki kursi tersebut. Gabungan
Golkar, Gerindra, PPP, PKS, dan PAN menghasilkan 292 kursi—lebih dari separuh kursi di parlemen—berpe- luang besar merebut kursi pemim- pin Dewan.
Menurut Andre Rosiade, mere- ka sudah lama sepakat menyorong- kan wakil Golkar sebagai ketua par- lemen. Alasannya sederhana. Calon presiden dan wakil presiden berasal dari Gerindra dan Partai Amanat Na- sional. Ketua DPR menjadi jatah Gol- kar karena suaranya paling banyak di antara partai penyokong Prabo- wo-Hatta. Partai lain kebagian em- pat posisi Wakil Ketua DPR.
Menurut politikus Gerindra yang lain, salah satu kursi diproyeksikan untuk Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. Wakil dari Gerindra juga berpeluang menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat bila Par- tai Demokrat menyeberang ke blok aliansi yang dipimpin Partai Demo- krasi Indonesia Perjuangan—penyo- kong utama Jokowi-JK. Tadinya, De- mokrat ditawari jabatan Ketua MPR asalkan ikut Koalisi Merah Putih.
Upaya mengegolkan itu makin te- bal setelah keluar putusan Mahka- mah. ”Tak apa-apa presidennya Jo- kowi, tapi DPR kita sapu bersih,” de- mikian pembicaraan di antara poli- tikus anggota Koalisi. Selain mengin-
car satu kursi Ketua DPR dan empat wakil, mereka membidik semua kur- si ketua komisi dan wakilnya. Dari sebelas komisi di Dewan seperti se- karang, Gerindra diberi jatah tiga komisi. Golkar, PPP, PKS, dan PAN masing-masing dua komisi.
Mulus atau tidaknya rencana ter- sebut baru ketahuan setelah 2 Okto- ber nanti. Sehari sebelumnya, ang- gota legislatif 2014-2019 terpilih ba- kal dilantik. Pemilihan pemimpin Dewan dan alat serta kelengkapan- nya dilaksanakan keesokan hari- nya.
Yang paling dekat justru upaya merevisi Undang-Undang Pemerin- tahan Daerah, yang akan dibahas pada September depan, sebelum De- wan periode 2009-2014 bubar. Diba- has di panitia khusus, rancangan tak akan lama-lama dibahas. Menurut seorang penyokong Koalisi, draf se- gera dibawa ke rapat paripurna dan disahkan lewat voting.
Undang-Undang Pemerintahan Daerah mengatur tata cara pemilih- an kepala daerah. Dalam aturan se- karang, gubernur, wali kota, dan bu- pati dipilih langsung oleh rakyat. Ko- alisi Merah Putih ingin kepala dae- rah kembali dipilih DPRD seperti di masa lampau. Mereka sudah berhi- tung, gabungan kursi partai peng- usung Prabowo-Hatta di sebagian
besar DPRD bakal mayoritas. Bila dipilih oleh Dewan, banyak kepala daerah berasal dari partai mereka.
Di sini muncul lagi ungkapan di antara pengusung Prabowo: ”Tak apa-apa presidennya Jokowi, tapi ke- pala daerahnya kita semua.” Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung, yang kerap menghadiri rapat Koalisi Merah Putih, mengata- kan tak pernah mendengar rencana tersebut.
Laporan ke pengadilan tata usa- ha negara dan pembentukan pani- tia khusus pemilihan presiden di DPR bukan lagi pilihan. Menurut se- orang anggota tim hukum Prabowo, menang di pengadilan tata usaha ne- gara pun tak akan membatalkan pe- lantikan Jokowi. Sedangkan panitia khusus pemilihan presiden dinilai tak banyak membawa manfaat kare- na akan makin membuat orang anti- pati terhadap Prabowo-Hatta.
Ditanyai wartawan soal ini di Ru- mah Sakit Pusat Angkatan Darat pada Kamis malam pekan lalu, Pra- bowo tak bergelora sebagaimana se- belumnya—ketika sesumbar akan menempuh segala langkah hukum.
”Kita lihat bagaimana nanti,” ujar- nya.
● ANTON SEPTIAN, ELIK SUSANTO, RUSMAN PARAQBUEQ, WAYAN AGUS PURNOMO, RIDHO JUN PRASETYO, INDRA WIJAYA
TEMPO/IMAM SUKAMTO
[ 03 ]
CALON WAKIL PRESIDEN HATTA RAJASA MENINGGALKAN
LOKASI PEMANTAUAN HASIL PUTUSAN
SIDANG MAHKAMAH KONSTITUSI DI HOTEL GRAND HYATT,
JAKARTA, KAMIS MALAM
PEKAN LALU.
03
MAHKAMAH Konstitusi menolak semua gugatan yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Hatta
Rajasa atas kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pemilihan
Presiden dan Wakil Presiden 2014.
Semua bukti yang mereka ajukan dianggap tidak cukup membuktikan
adanya kecurangan pada saat pemilihan.
Putusan itu fi nal dan mengikat, tak ada kesempatan melakukan banding. Walhasil, Jokowi sah menjadi
presiden dan Jusuf Kalla wakil presiden 2014-2019.
GUGATAN
1. Membatalkan Kemenangan Jokowi-JK Pembatalan Surat Keputusan KPU tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilu Presiden 2014 dan tentang Penetapan Pasangan Capres dan Wapres Terpilih Pemilu Presiden 2014.
Tuduhan:
» Penetapan KPU dilakukan secara tidak benar dan melanggar hukum.
» Terjadi penggelembungan 1,5 juta suara Jokowi- JK dan pengurangan 1,2 juta suara Prabowo- Hatta di 155 ribu tempat pemungutan suara.
» Terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif.
» Ada mobilisasi pemilih lewat daftar pemilih tambahan dan daftar pemilih khusus tambahan, politik uang, pencoblosan massal oleh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, dan pemilih mencoblos lebih dari sekali.
2. Pemungutan Suara Ulang
Di Jawa Timur (Sidoarjo, Malang, Batu, Jember, Banyuwangi), Jawa Tengah, Sumatera Utara (Nias Selatan), Maluku Utara (Halmahera Timur), DKI Jakarta, Bali, Papua, dan Papua Barat.
Tuduhan:
» Penyelenggara pemilu sengaja mengubah hasil penghitungan suara dari TPS sampai KPU.
» KPU tidak melaksanakan rekomendasi pengawas pemilu.
» Penyalahgunaan daftar pemilih tambahan dan daftar pemilih khusus tambahan.
3. Menetapkan Prabowo-Hatta sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih
Dengan perolehan suara:
1. Prabowo-Hatta: 67.139.153 suara (50,25%) 2. Jokowi-JK: 66.435.124 suara (49,74%) Selisih suara: 704.029
Tuduhan:
» Ada pengurangan suara Prabowo-Hatta dan penggelembungan suara untuk Jokowi-JK.
» Terjadi pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif.
Dok... Dok.... Dok…
Sah
PUTUSAN
Menolak seluruh gugatan Pertimbangan:
» Prabowo-Hatta tidak menguraikan dengan jelas dan rinci tingkat dan lokasi kesalahan penghitungan suara.
» Tidak terbukti adanya pengurangan suara Prabowo-Hatta dan penambahan suara untuk Jokowi-JK.
» Tidak terbukti terjadi pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif.
» Menghormati pemberian suara sistem noken atau aklamasi di Papua.
» Kalaupun dilakukan pemungutan suara ulang di beberapa TPS, tetap tidak mengubah kemenangan Jokowi-JK.
» Tak ada bukti yang meyakinkan adanya mobilisasi pemilih dalam daftar pemilih khusus tambahan untuk memilih Jokowi-JK.
» Tuduhan politik uang tidak terbukti.
KESIMPULAN Mahkamah Konstitusi mengukuhkan
Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Presiden 2014
oleh KPU
53,15% 46,85%
Prabowo-Hatta:
62.576.444 suara Jokowi-JK:
70.997.833 suara
S e l i s i h s u a r a : 8 . 4 2 1 . 3 8 9
RUSMAN PARAQBUEQ
Untuk berkonsultasi tentang produk dan layanan Bank BRI silakan kirim email ke [email protected]
B
ank Indonesia mencanangkan”Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)” yang diresmikan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, Kamis, 14 Agustus 2014 di Mangga Dua Mal Jakarta. Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah serta Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia sebagai komitmen mendukung GNNT.
Pencanangan ini dimaksudkan meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis dan lembaga-lembaga
pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi keuangan, yang tentunya mudah, aman dan efisien. ”GNNT ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur- angsur terbentuk masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya,” kata Agus Martowardojo.
Komitmen Bank BRI meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai
ditunjukkan dengan produk uang elektronik bernama ”BRIZZI” salah satu produk pendukung GNNT yang merupakan uang isi ulang sebagai alat pembayaran non cash dengan beberapa manfaat. Berbeda dari uang elektronik kebanyakan, BRIZZI bisa dimiliki siapa pun tanpa harus menjadi nasabah BRI terlebih dahulu. Selain itu, pada kesempatan tersebut BANK BRI mengajak anak-anak untuk melakukan transaksi di berbagai merchant BRIZZI
antara lain Transjakarta dan McDonald.
BRIZZI bisa digunakan oleh siapa saja, karena bisa diisi ulang dari mana saja, baik di ATM BRI, melalui Mobile Banking BRI, Internet Banking BRI, bahkan bisa diisi ulang di ATM bank manapun.
Selain itu kita pun bisa melakukan Isi ulang dengan kartu Debit BRI maupun kartu bank apapun dengan jaringan Link, Bersama maupun Prima di merchant BRIZZI
BRIZZI saat ini dapat digunakan untuk berbagai layanan masyarakat (public service) seperti Bus TransJakarta, Commuterline, Taman Candi Prambanan, Indomaret, McDonald, SPBU Pertamina retail, dan lebih dari 2500 merchant di seluruh Indonesia. zINFORIAL