Tiang Mikrofon lotercom
I
BuahI
BuahI
BuahI
Buah l2 BuahI
BtahI
BuahI lnah I
BuahI Buah 9
2 Buah 6 Set
l
Set 3 SetI
Set14 Buah 3 Unit
I
Bualr 9 Buah1 Buah 4 Blah
2 Buah
I
Buah 5 Buah 2 Buah 9 Buah 3 Buahl
BuahI
Buah 2 Buah 4 BuahBqrfi^
1
1
pernbelajarara pelaksanaan pembelajaran
yang
mendidik, evaluasi hasilbelajar peserta didilq dan thdak la,rjutrya pada mata pelajaran Fiqih di MIN
Pahandut Palangka Raya.
a. Persepsi Guru Terhadap Teori Bctajar dan
prinsip-prinsip PembelaiaranBerdasar{<an hasil wawancara dengan
ItI$
mengatakan bahwa:"
Setiqp guruharus
teori belajar dau perinsip_prinsip pembelajaran,hal ini
rlimaksudkan-agar guru
mffnpu mengkondisikan pesertadidik
dalam.-prosei t"tija, -"qg"ia.
sesuai dengan tingkat kemampuannya-.6 -
Hal tersebut ditambahkan oleh MUH, ia mengatakan bahwa :
"
Disamping menguaszri-rcori belajar, juga guru harus menguasai prinsip-priosip pernbclajaran,
tarcna bcfijar
."Uugui-1-""trk perubahannilai,
kecakapaa sikap dan S-"iukL ddikiar jug.
dengan pembelajaran mata pelajaran Fiqih'fr7
Sedangkan RAH, Ray4 penelitian ini mengataka4 bahwa :
"
Sepantasnyalah semua_ gum harus menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran, karenahJ
tersebut-"niu"rit
uokemudalun bagi guru untuk
menenhrkan langkah_langkah penyusunan program pembelajaran, baik yang berkenarn 6snsan perkembangan kognitif,, aGktik rtan psikornotoi pesertadidik,id-
Dari pernyataan
di
atas dapat dipahami bahwa persepsi terhadap teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran sangat penting bagi semua guru' bukffi harrya pada guru mata pelajaran Fiqih, halini
dimaksudkas agar guru nrampu memberikan layanan sesuai kebutuhan pesertadidi!
baik yang menyangkut kesiapan belajar peserta didik maupun faktor lain yarg mempeqgaruhi kesiapan belajar tasebut.
I Y:y:= ;TgT
l11l-'t"*\"h-g
25 Aprit 200e di MrN pahandut palanska Raya;.
y,:IT"u*
1*gan Mukhlisotq 25 Aprit 2009 di MIN pahandut patangka Ri'ya -- wawancara dengan Rahimin,25 April 2009 di MIN pahandut palangki Raya-
Dengan demikian maka dalam pembelajaran mata pelajaran Fiqih hal tersebut perlu dipertimbangkan agar tujuan pernbelajaran yang telah dirumuskan akan tercapai sehingga terjadilah perubahan perilaku baik kognitif, afektif maupun psikomotor.
Hasil
peuganratan yang dilakukau penulis, batrwagrnu
tersefuuttelah menerapkan teori belajar dan prinsipprinsip pembelajarzn dalam perrbelajaran mata pelajaran Fiqih di kelas, dengan mareri tentang Mandi Wajib kelas VI, namm mereka beltmr taftu tecni rya yaug mereka t€rapt@r dalam pembelajaran tersebut.
Teori
yang mereka terapkan pada saat pembelajaranFiqih
didasa*an atasteori
cottditioning,yaitu
denganmemberil€r ganjarau (rewads)
dagan
rarrgsaugau (stimulus), misalrya ketika guru memberikan pertanyaan, siapa yang tahu bagaimana bacaanniat mandi wajib, pertanyaan tersebut dijawab betul oleh siswq maka guru memberikan penghargam berupa pujirn, dengau penghagaan yang diberikan akan memberikan rangsangao bagi siswa untuk sclalu berupaya mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan. Hal
ini
senada dergau primip perubelajaran dengan kousep tingkatr laku yeug d.ikemukan oleh Thorndike bahwajika
seseorang dihadapkan pada suafu kebufuhanuntuk merespon stirnulus maka
ia
akan mencoba dengan pola respon tertentu. Jika respounya te,myata tepat makaia
me,ngulangi lagi respon tersebut seandainya stimulus yang brsamaan muncul. Namunjika jika
respon itu tidak tepat maka ia tidak mengulangi lagi responnya seandainya stimulus yang bersarnaar rmmcul.
I Yl11ljl:
0,""r- Mukhli:o_h, 25 Aprir 2009 di MrN pahandut patangka Raya;, '- '
wawancara wawancara,YTi:T
dengan dengan !*gan Malikul Mukhlisoh, Rf t11ln,25 Rahmzn 25 April April 2s 2009 April 2O09 di MIN 2009 di MIN di pahandut palangka pahandut MIN pahandut palangkara*gL
RayiRayap-ynb.
Menyelenggarakan PembelajaranyangMendidikBerdasarkan hasil wawancara dengan MUH mengatakan bahwa:
"setiap guru
),angakan
menyelenggaran pembelajaran harus membuat perenquuran pembelajaranagar
proses pclaksanaan pembelajaran di kelas berjalan dengan baik dan- lancar'JeHal tersebut ditambahkan oleh MR, bahwa :
'rdisamping proses pembelajaran berjalan dengan baik dr,, lancar, diharapkan juga perenca&uul p.ogrum akan
mtbarrtu
guru dalam memaharni berbagai-kesulitan yang dialami p"slt" aiait
menerima materi fiqih',,,
Sedangkan RAH, menyatakan bahwa:
"Sudah jelas
per€n&maandibuat
dikarcnakan disamping merupalcaa kewajibangqry, juga untuk
m€nterj_erqehks4 ^da;menjabarkan kunkr{um yaDg telah ditetapkan
otet
pemerintafr dalam bentuk standard kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaranfiqih
agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar,"TrDari pemyataan tersebut dapat dipahami bahwa semua gum fiqih yang mengajar
di MIN
pahandut palangka Raya membuat perencanaar sebelum mengajar dengan alasan agar proses pembelajaran di dalam kelas dapat berjalan dengan baik, Iancar dan sesuai yang diharapkan.kbih
lanjut MUH mengatakan, bahwa:"Perencanaan pembelajaran dibuat
meliputi
prograun tahunan,program semester, silabus, daJ] renc{rna
pelaksanaan pembelajaran"T2MR menambahkan, bahwa:
' dalam penyusuurn. rencana pelaksanaan pembelajaran, meliputi identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, membuat indikator, membuat tujuan pembelajaran, menentukan
materi,
menentukanmetode
pembelajaran, lanekeh_lanekah pembelajaran, alat/bahan/sumber belajat dan evaluasin],,".zr -
Selaqiutrya ditambahkan pula oleh RAII, bahwa:
'Unfuk
menJ .rsrm perangkat pembelajaran tersebut, semua gurumata
peQiaranfiqih
bennusyawarahdan
bekerjasamadiam
pembuatan perangk* pemtelajaran agar ada kesinambungan aari kelas [V sampai kelas Vf'74
Berdasarkan hasil temuan dan dokumentasi
dalam menyelenggarakanpembelajaran menrmjukkan bahwa
sebelumditaksanatcan pembelajaran
maka dilakukan
pembuatan program pembelajaran oleh guru mata pelajaran FiqihMIN
pahandut palangkaRaya.
Program pembelajaran yang dibuat adalah program tahunan, progf,arn semester Silabus danRpp
mata pelajaranFiqih MI,
dalam pembuatan program tersebut dilalcukan dengan cara hrsama_semua semua guru mata pelajaran Fiqih kelas tV, V dan VI.Langkah-la[gkah penyusunun program tersebut
telah
sesuai dengan ketentuan format dan komponen-komponennya yaitu(l)
Identitas mata pelajaran (narna mata pelajaran, kelas, semester,waktu
atau banyaknyaiam
pertemuan yang dialokasikan),(2)
Standar Kompetensi, (3) Kompetensi dasar (yang hendak dicapai atau dijadikan tujuan), (4) Indikator,(5)
Tujuan pembelajaran,(6)
Materi pokok/materiaju,
(7)]]
''
Slyancara wawancara qengan dengao Matikul Rahimin, 25 Rahman,25 April 2009 di April2009 di MIN MIN pahandut palangka pahandut palangkaRa[
RayaMetode
pembelajaran,(S)
t angkah-langkah pembelajaran, (9) Alat/Batar/Sumber belaja, dan (1 0) PenilaianTsSelanjutnya hasil temuan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas adaministrasi pernbelqiaran yang dibuat
tidak
dibawake
dalam kelas untuk diaplikasikan ketika kogiatan proses belajar mengajar berlangsung,hal ini
menunjukkan bahwa administrasi tersebuttidak lebih
hanyakelengkapan
administrasiyang
harus dibuatoleh
gurudioa-ping
kelengkapan lainnya seperti buku daftar hadir siswa, buku jumal harian dan bukll presensi penilaian siswa. Seharusnya kelengkapan mengajar seperti silabus, RPP dan yang lainnya dibawa ke dalam kelasketika
pembelajaran berlangsung, karenaRpp yang
sudah dibuat merupakan panduan untukKemudian MUH menyagkan bahwa:
"Pada tahap awal yang dilakukan oleh kami adalah melakukan tes
awal
untuk mclihat kemrmpuan awal pcscrtadidik
schingga dalaru pelaksauaan pembelajarau tidakskrr
meugalami kesulitm untuk membantu pesertadidik
yang kurang atau lemah dalam memahami materi pelajaran."'uDari hasil wawancara dan
pengamatan menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai, terlebih dahulu dilakukan tesawal (pre tes) untuk melihat atau mengidentif,kasi peserta
didik
manayang belum menguasai secara maksimal materi sebelumnya.
Hal ini
dilakukan dengan tujuan untuk membantu dan meminimalisir kesalahandan kekurangan pesefra
didik
tersebut dalam pembelajaran. Setelah diketahui apa kelemahannya yang diatami pesertadidik ,
maka barulahditentukan beberapa alternatif penyelesaian masalah tersebut.
Tt lbid.H.lo
76 Wawancara dengan Mukhlisoh, 5 Mei 2009 di MIN pahandut palangka Raya
kbih
laqiut MUH menyatakan bahwa :"untuk
menanggulanCi permasalahan kesulitan belajar pesertadidik
kami selalu mencari dan berusaha menemukan pola-pola baru dalam penyclcsaian masalah peserta didik, baik mcmbcrikan motivasi atau dorongan agardapx
belajar denganrajin drr
b€rperilaku dengar baik" sampai mengadakan atau memfasilitasi dengan jalan memprogramkan pengajaran perbail<an (remediasi)'77 Sementara itu, MR menambahkan bahwa :
"peugajran berulmg disini, dalam
artim
merrberikm pelajam tambahandi
dilrrar jamefeltif
belajar yang jadwalnya aisegat<atiefuapcserta
didik
dan gunmyg"'"
A&pun RAH menambahkan bahwa:
Dari hasil temuan menunjukkan bahwa dalam mengatasi masalah belajar bagi peserta
didik
dilakr:kan upaya perbaikan oleh guru yaitu program perbaikanatau
remedialbagi
pesertadidik yang
belummemahard secara maksimal nrateri yaog telah disampaikan, sehingga pada saat memasuki materi berikutnya
tidak
akan banyak mengalami kesulitan. Jika masih ada peserta didik yang mengalami kesulitan, maka diadakan konsultasi atau pertemuan dengan orang tua peserta didik.Kondisi tersebut sesuai dengan pendapat yang dilontarkan oleh peserta
didik
yang berinisialAH
yang juga sebagai informan penelitian ini, bahwa :"kami merasa dengan adanya belajar tambahan sangat membantu kami dalam mcmahami lcbih baik lagi materi yang disampaikan oleh
gunl
sehingga kesulitan yattg tarni alarni akan berkwang"to77 Wawancara dengan Mukhlisoh, 5 Mei 2009 di MIN Pahandut Palangka Raya
z Wawancara dengan Malikul RahmarL5 Mei 2009 di MIN Pahandut Patangka ltaya a Wawancara dengan Rahimin 5 Mei 2OO9 di MIN Pahandut Palangka Raya
E0 Wawancara deugan peserta didak AuliaHayati,T Mei 2009 di MIN Pahandut Palanska
"Jika
pengajaranberulang masih
didapatkansiswa
yangmengalami kesulitan, maka yang kami lakukan
adalah meqadakan konsultasi atau p€rtemua[ dengan orang tua peserta didiH'7eSetelah semua kendala yang dihadapi peserta
didik
terselesaikan dengan baik, nraka proses pembetqiaranpun akan berjalan dengan baikpula, dan
perencana:rnyang telah
disusunguru pun akan
dapatdilaksanakan dengan
baik
s€suai dengan r€ncana, seperti: metode pengajaraq alat peraga yangdiguulcrL
teknik evaluasi dan analisisnya berjalan sesuai perencanaan-Dalam pelnksrneen pembelajaran di kelas, MUH menyatakan:
"lcgmi selalu membawa p€rangkat pembelajaran ke dalam kelas
disamping
buku-buku paket yang ad4 dan
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan panduan rencaaa yang telah disusun diRPI"tI
Dari hasil pengamatan dalam pelaksanaan pembeeiaran
di
kelas"guru tidak
membawa perangkat pembelajaran, padahal peranglcat pembelajaranitu
sudah dibuat, halini
memmjukkan adanya peftedaan antara hasil pengamatan dengan yang dikatakan terteliti.Ketika ditanya m€ngenai pendekatan yang digunaton, MUH juga
merryatakan bahwa:
'pendekatan
yang
digunakan disesuaikan dengan materi yangdiajarkaq dan yang paling sering digunakan
"i"lut
p"rrd"t"t i
pengalaman, pendekatan rasional, pendekatan emoiiorrul d"o qgldekatan fungsional.
Hal ini
digunakan trntuk melatih pesertadidik
memanfaatkan potensi yang ada didalam dirinya untuk 11snel31atau
merasionalkan pemikirannya dengan-
melihat pengalaman yang telah didapat sebelumnya,.r2
Dari hasil
penelitian menunjukkanbahwa
pendekatan yangdigtmakrr guru
dalartr pernbelajaran mata pelajaranFiqih Di MIN
Rava
Er
.Wariancara derrgan-Mukhlisoh, 7 Mei 2009 di MIN pahandut palangka Raya
"
Wawancara dengan Mukhlisoh, 7 Mei 2009 di MIN pahandut palangka RayaPahandut disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. pendekatan yang diterapkan
oleh guru mala
pelajaranFiqih di MIN
pahandutPalangka Raya meliputi
:
pendekatan rasional, pendekatan emosional, pendekafan fungsional dan pendekatan peogalaman. Pendekatan rasional, petrdekatan dalam proses pembelajaranyarg
menekan pada aspekpenalaran dalam benhrk berpikir induldif deduktif, hal ini terlihat dari guru m€njelaskan sec€ia umum marcri Fiqih tentang Mandi Wajib, kemudiau guru menyimpulkan maferi tersebut. Pendekatan emosionat, peadekatan emosional (perasaatr)
ini
dimaksudlon agar guru mampuperasaan peserta
didik
dqlam menghayati perilaku yang sesuai dengan ajaran agamatlal ini
terlihat dari materi Fiqih tentang Minurnan yang diharamkarl yang disajikanoleh
guru mata pelajaranFiqih
kelas V.Kemudian penCekatan fimgsional, pendekatan
ini
dimaksudkan agar penyajian materi pokok difihat dari segi menfaat bagi peserta didik. Halini
terlihat ketika guru mata pelajaran Fiqih meoyajikan materi pokok tentangKhitan di
kelasV,
Selanjutnya pendekatan pengalaman, pendekatanini
dimaksudkan mernberikan kesempatan kepada pesertadidik untuk mempraktikkan dan merasakan basil-basil pengalaman ibadah dal"m menghadapi tugas-tugas dan masatah dalam. kehidupan. pendekatan pengalaman
ini
terlihat ketika guru mata pelajaran Fiqih kelasw
MINPahandut Palangka Raya menyajikan materi tentang Shalat Id.
Kemudian strategi atau metode
yang
bapak dan ibudalam
pembelajaran temyata tergantung kepadamateri yang
akan disampaikan. Hal ini tercermin dari pernyataan MR- bahwa:"Metode yang saya gunakan biasanya tergantung kepada materi apa yang akan disampaikan pada pcrtcmuan itr.q walaupun tidak scmua
shategi/metode
bisa tapi pahng tidak
bisa memaksimalkan pembelajaran yang padaalfiimya
kompetensi yang diinginkan dalam kurikulum bisa tercapai. Stategi tersebut bisajuga menggunakan kelompok dan bisajuga per individu.83 Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian dan dokumentasi yang berkaitan dengan metode pembelajaran menunjukkan bahwa metode yang digunakanguru rlalss
pembelajaran mara pelajaranFiqih di
kelas,meliputi
:
metode c€ramab, demonstrasi penugasan, tanya jawab, dan diskusi/kerja kelompok. Penggrmaan metode ceramah terlihat ketika guru menjelaskan materiFiqih
tentang ketentuan-ketentuan mandiwajib
di kelasW.
kemudian metode demonstrasi dan penugasan digunakan ketikaguru
menyajikan materi tentang ShalatId di
kelasfV
dengan caramempraktikkannya, kemudian guru menugaskan beberapa orang siswa
untuk mendemonstrasikarmya.
Metode
tanya jawab digunakan ketika guru menyajikan materi Fiqih tentang sedekah yaitu dengan menjelaskan dan diselingi tanya jawab. Metode diskusi digunakan ketika menyajikan materi materi Fiqih tentang Makanan dan minuman yang diharamkan di kelasV
dengan cara membagi kelornpok dan daftar pertanyaan untuk dibahas dalam kelompok tersebut.E3 Wawancara dengan Malikul Rahman, 7 Mei 2OO9 di MIN pahandut palangka Raya
Temuan data penelitian yang
berkaiatan dengan media menunjukkan bahwa media utama yang digunakan datam pembelajaran adalah media audio bcrupa verbal gunr. Sedang media pembelajaran yang lainnya hanya sebagai pendukung. Dengan demikian bahwa pembelajaran mata pelajaran Fiqih di -MIN Pahandut yang ditakukan guru tebih banyak pelajaran diperoleh dengan kata-kata, atau disebut juga pengalaman kata-kata
padahal
dengan kata-kafa sering mudah dilupakan dan terkadangmemiliki
yang tidak sarnaHal ini
sesuai dengan pendapat gulsiman,yang dikutip oleh Mazrur
menyebutkan bahwadengan kata-kata cenderung membuat pel4iaran atau
infomrasi
sukar
ditangkap, kurang menarikdan
mudatr dilupakan.Pengal"man dengan kata-kata bisa ditangkap apabila ada hubungannya dengan pengalaman sebelumnya, bahkan terkadang antam yang dikatakan guru dengrn yang diterima siswa memiliki pengertian yang tidak sama-s Sebenarnya verbal guru juga tidak diabaikan dalam pembelajaran Fiqih, karena guru tidak akan lepas dari pengaralwr, petunjuk dan penjelasan keparl" siswa, namtm verbal guru bukan satu-satunya media audio yang dapat menyampaikan informasi. Pada
hal
untuk menyampaikan materi pembelajaran bisa juga digunakan media eleklronik seperti tape recorder, danVCD.Di MIN
Pahandut Palangka Raya tape recorde danVCD
sudah tersedia, akan tetapi media tersebut tidak dimanfaatkan, seharusnya mediae
tvtazrur, Opcit. h.83yang sudah ada
itu
dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran dalam rangka rmtuk mencapai tujuan pembel4iaran yang telah dirumuskan.Selain media audio, berdasarkarr temuan penelitian bahwa media visual yang digrmakan adalah papan tulis yang diletakkan di depan siswa.
Di MIN
Pahandut ukuran papan tulis berkisar arlitan 2,45 cmx
120 cm dengan jumlah siswa setiap kelas berkisar antara 35-
38 orang. Jikamelihat
uloran
papantulis
Grsebut masih kurang memadai, sehinggaperlu
diadakan penambahan sesuai denganj"mlah
siswa.Hal
ini dimaksudkan tulisan gurudi
papan tulis bisa diperbesar dan bagi siswa dapat melihat dan menulis deneanjelas
apa yang ditulis gurudi
papan tulis tersebul Halini
sesrrai dengan pendapat Hamalik (19g9:49), yang dikutip oleh Mazrur berpendapat bahwa salah satu nilai papan tulis adalah agar suatu ide atau masalah dihrtis di papafl tulis dapat terlihat dan terbaca dengan jelas.85Di MIN
Pahandut Palangka Raya dalam penggunaan papan hrlis sudah menggunakan spidol sebagai alattulis,
spidol yang digunakan berwarnahitam
karena papan tulisnya menggunakan polywood yangberwarna
putih.
Penggunaanpapan tulis
sebagaimedia
rtelarnpembelajaran ad"iah untuk
menuliskan bagian-bagian penting daripenjelasao, dengan lulisan sederhana, pendek dan jelas yang dapat ditihat
oleh
seluruh siswadan
dibersihkan kembalibila
hrlisanitu
tidak digunakan.'5 lbid, h. g4
Selfi
mediayang
disebutlondi
atas,hasil
temuan media pembelajaran yang digunakanoleh
guru mata pelajaranFiqih
adalahmedia cetak berupa buku paket. sedangkan buku penunjang tidak ada.
Buku pegangan utama yang digunakan dalam pembelajaran
Fiqih
di kelasIV, V,
dan\/I
adalah buku Pengantar Fiqih untuk kelasIV
MadrasahIbtidaiyah Anis Tanwir Hadi,
terbitanpT. Tiga
SeranetaiPustaka
Madiri.
Sedangkan siswa kelasV
danVI
juga menggunakan buku Fiqih dan penerbit yang sama kecuali beda kelas. Buku tersebut berisi ringkasan materi pembelajaran yang akan dipelajad. Materi yang ada dalarn buku tersebut adalah point-point penting yang harus diingat oleh siswa- Disarnping itu,jWa
terdapat kosa kata memudahkan siswauntuk
mengetahuiarti dari
sebuah kata, kemudiaa pada point-point terteutu di[sngkepi dengandalil-dalil
penting( Al-eur,an
dan Hadis Rasulullah SAW), datam buku tersebut juga dilengkapi dengan gambar-gambar
yang
sesuai denganpokok materi yang akan
disajikan.Penggunaan buku paket
ini
juga salur-sama digunakan oleh grrru mata pelajaranFiqi\
agar halini
akan memberikan persepsi yang sama antara guru dengan siswa tentang materi yang akan dipelajari.Di MIN
Pahandut Pdangka Raya, hampir semua siswa memilikibuku
tersebut dsngan cara membeli,bagi
siswa yangtidak
murmpu membeli disarankan unfuk meminjam di peqpustakaan madrasat; karena di MIN Pahandut Palangki Raya sudah memiliki sarana tersebut.c.
Menyelenggrrekrn Penilaian dan Evaluasi Hasil BelajarSebagai upaya untuk melihat sampai sejauhmana daya serap atau kemampuan peserta
didik
memahami materi mata petajaranfiqih
yangtelah diajarkan, maka tentu saja guru mengadakan evaluasi atau penilaian,
beik
secaralisan
mauprm tertulis.Untuk itu MUH
mengemukakan pendapatnya bahwa:"Tentu akan diadakan evaluasi teftadap pelaksanaan pembelajaran densan tujuan apakah kegiatan yang telah dilaksanakan bcrtasil
atau tidak, perlu diremediasi atau tidak dengan alat instrumen yang
telah dibuat sebelum yang mengacu kepada
ketutrtasan kutikulum'86Kemudian
MR juga
membenarkan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanatcan harus dilakukan, hal ini sesuai dengan pendapatnya, yaitu :"Ia
selalu ada evaluasi, seperti guru-guru bidangstudi
yanglainnya, yaitu
memberikansoal,
memeriksajawaban,
dan memberikan nilai. Halini
dilakukan untuk mclihat apak.h matori yangtelah kami
sampaikanbisa
dimengerti atautidak.
Jika dimengerti akan membuat dfui kita bahagia, karena melihat pesertadidik kita
bqhasil,jadi
ada serurcarD kepuasan tersen<iiri bagi pribadi kami't7Selain itu, RAH mengatakan, bahwa:
"dengan adanya evaluasi,
kami
dapat mengaoalisa bahwa soal yang disusun apakah termasuk dalam kategori mudah, sedang atau mdahan sukar bagi siswa"ooDengan demikian
dapat
dipahamibahwa
evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran di akhir materi merupakan salah satu alat untuk melihat lebih jauh apakah proses pembelajaran yang telah disusun dan dilaksanalonitu
berhasil atau tidak. Atau dengan kata lain bahwa guru e Wawancara dengan Muldrlisoh,2 7 Mei 2009 di MIN Patandut palangka Raya"
Wawancara dengan Malikul Rahman 2T Mei 2009 di MIN Pahandut Palangka Rayaa Wawancara dengan Rahimin, 7 Mei 2OO9 di MIN Pahandut Palangka Raya=
mata pelajaran fiqih selalu melakukan evaluasi atau penilaian setiap akhir materi atau pokok bahasan ya[g telah disusun dan dilaksarukan tersebu!
untuk melihat sampai sejauh mana keefekti
fan
dan keefisiensian tlari sebuah prograrn yang telah disusun dalam membantu peserta didik m€rnabamiden
menyerapmateri yang tekah
disampaikan sertamengoptimalkan kemampuan peserta
didik
dalam mencapai prestasibelajamya
Hal ini
sesu4i dengan pendapat Muchtar Buchori (dalarnChabib Thoha), bahwa tujuan
evaluasiadalah uohrk
membantu mengetahui kemajuanbelajar
pesertadidik setelah
mengikuti pemb€lqiaran d"nuntuk
tingkat efisiensi metode yang telah digunakan.8e Dan disamping itu juga untuk melihat apakah soal yang telah disusun merupakan seperangkat soal yang tergolongbaih
dalam artian manpu membedakan mana siswa ya[g tergolong pandai dan tidak.Berdasarkan hasil temuan penelitian menunjukkan g6[Ny4 syalrresi penilaian dilalarkan setelah kegiatan pembelajaran berakhir. penilaian yang dilakukan oleh gum mata pelajaran Fiqih
MIN
pahandut palangka Raya mengacu pada indikator yang telah dirumuskan. Indikator yang telah dirumuskan merupakan penjabaran dari kompetensi dasar, oleh karena itu pelaksanaan penilaian untuk mengetahui ketercapaian hasillsl4iar
yangtelah dilaksanakan. Bentuk penilaian yang dilakukan adalah tes lisan dan tertulis, serta tes unjuk