Menghargai Perbedaan Individu
Pertemuan 5 Empati
Mata Pelajaran Pengembangan Diri
Satuan Pendidikan SMA
Kelas/Semester X/Semester II
Pertemuan Ke 5
Alokasi Waktu 1 X 45 menit
Jumlah Fasilitator 2 Guru
Kompetensi Dasar
Siswa mampu memahami pengertian empati dan dapat menerapkan pada relasi antarsiswa di kelas.
Indikator
1. Siswa memahami pengertian empati.
2. Siswa memahami pentingnya berempati kepada orang lain.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu memberikan empati agar dapat mencegah perilaku kekerasan Materi Standar
Menggambarkan seseorang (sifat, kepribadian, kelebihan dan kekurangan) dari sebuah media atau gambar.
Metode Pembelajaran 1. Ceramah
2. Tanya jawab 3. Diskusi Sumber Belajar 1. Alat peraga:
Spidol a.
Kertas buram ukuran besar b.
2. Sumber
http://www.ruang psikologizine.com.
Garton, A. F., Gringart, E. 2010. The Development of a Scale to Measure Empathy in 8 and 9 Year Old Children. Edith Cowan University Australian Journal of Education and Developmental Psychology Vol. 5, 2005, pp 17-25.
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal: Pembukaan (Alokasi waktu 5 menit)
Selamat pagi/siang anak-anak! Baiklah, pada pertemuan kali ini saya akan langsung membagi kalian dalam kelompok-kelompok.
Siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Siswa dipersilakan untuk berhitung hingga 4. Setelah kelompok terbentuk, siswa mencari pasangan di dalam kelompok. Jadi, dalam satu kelompok terdapat beberapa pasangan. Setelah siswa berpasangan di dalam kelompok, siswa dipersilakan untuk keluar kelas. Kegiatan dilakukan di luar kelas.
2. Kegiatan Inti: Pembentukan Kompetensi a. Alokasi waktu (5 menit)
Gambarkan pasanganmu yang berada dalam satu kelompok dengan suatu benda yang bisa kalian dapatkan di sekitar sekolah kita. Dengan catatan, tidak boleh merusak fasilitas sekolah.
Jika kegiatan dilakukan di dalam kelas, guru boleh menginstruksikan ke siswa untuk menggambarkan pasangannya dengan gambar di kertas.
b. Alokasi waktu (10 menit)
Setelah mencari benda atau menggambar, siswa kembali dalam kelompok.
Guru masuk dalam kelompok secara bergantian (setiap kelompok ± 2 menit).
Pertanyaan yang diajukan ketika guru masuk dalam kelompok: Bisa diceritakan kenapa kamu memilih (atau) menggambar sesuatu itu untuk menggambarkan temanmu? Apa artinya?
Penilaian siswa terhadap pasangannya, dapat berupa penilaian yang positif atau negatif. Penilaian positif misalnya, kamu cerdas, pintar, suka menolong, selalu ada jika dibutuhkan. Sedangkan penilaian negatif misalnya kamu sombong, kamu pemarah, kulitmu hitam, mukamu seram karena banyak jerawatnya.
Namun, guru nantinya lebih mengeksplorasi pada penilaian yang tidak tampak, seperti sifat, karakter, kelebihan, kekurangan dan kepribadian. Semua siswa harus mengetahui penilaian dirinya dari pasangannya. Setelah itu siswa dipersilakan masuk ke dalam kelas.
c. Alokasi waktu (10 menit)
Sesampai siswa duduk dengan pasangannya. Tugas selanjutnya adalah siswa menuliskan perasaannya terkait penilaian dari temannya di selembar kertas yang telah disediakan. Perasaan yang diungkapkan siswa dapat berupa ungkapan perasaan positif atau negatif.
Baiklah anak-anak, selanjutnya ambillah kertas yang sudah saya sediakan di bangku, kemudian tuliskan bagaimana perasaanmu jika dinilai seperti itu?
d. Alokasi waktu (10 menit)
Selanjutnya, siswa dipilih secara sukarela untuk mengungkapkan perasaan- nya, seperti yang telah dituliskan di kertas. Sekitar ± 3-5 siswa diharapkan mengungkapkan perasaannya. Setelah mendengarkan ± 3-5 siswa mengungkap-
kan perasaan, guru menyimpulkan dengan memberikan pertanyaan reflektif:
Apa yang bisa kalian pelajari dari proses ini?
Harapannya siswa menjawab: siswa memahami bahwa harus memikirkan dampak dari penilaiannya yang diberikan kepada orang lain atau pikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak. Guru bisa menyatakan pernyataan berikut untuk menstimulasi siswa bahwa berempati itu penting:
Mungkin di antara kalian tidak berpikir jauh apa dampak penilaian yang telah kalian berikan kepada teman kalian. Mungkin di antara kalian tidak memikirkan lebih jauh apakah penilaian kalian dapat membuat teman kalian merasa tersing- gung, marah, kesal, atau terkejut. Jika kalian bisa merasakan hal tersebut sebelum berkomentar, maka dapat dikatakan kalian sedang berempati. Pada pertemuan kali ini kita belajar bagaimana pentingnya berempati. Sebenarnya apa yang disebut empati?
Guru menjelaskan beberapa materi empati dengan menayangkan slide, berikut materi judul materinya: definisi empati dan contoh-contoh empati verbal.
Setelah guru menjelaskan materi empati, siswa ditugaskan untuk mengung- kapkan empati lewat tulisan. Siswa ditugaskan untuk memahami kekurangan atau kesulitan pasangannya. Misalnya, siswa menuliskan tentang pasangannya yang memiliki tubuh gemuk dan sering kali diejek ketika pelajaran olahraga. Siswa tersebut dapat menempatkan dirinya ke dalam pasangannya dengan menuliskan:
Pasti kamu merasa jengkel karena teman-temanmu tidak pernah tahu rasanya memiliki tubuh yang gemuk!
Baiklah anak-anak, sekarang ambil kertas yang telah disediakan. Kemudian, ungkapkan rasa empati kalian terhadap pasangan kalian, terutama terhadap pasangan kalian yang merasa tersinggung, marah, jengkel, dan kecewa. Jika sudah selesai silakan dikumpulkan!
Setelah semua mengerjakan, kertas tersebut dikumpulkan untuk dinilai dan dibagikan pada pertemuan mendatang.
3. Kegiatan Akhir: Penutup (Alokasi waktu 5 menit)
Hari ini kita telah belajar mengenal dan memahami teman dan menilai teman kita. Tidak hanya itu, kita juga mendapatkan penilaian dari orang lain dan mengetahui pentingnya berempati kepada teman atau orang lain. Dengan itu
setidaknya menambah kedekatan kalian dan dapat menjalin persahabatan dan hubungan yang sehat. Terima kasih selamat pagi/siang!
Penilaian
Guru menilai empati siswa melalui ungkapan pemahaman siswa terhadap kekurangan ataupun kesulitan yang dimiliki teman atau pasangannya yang sudah mereka tulis.
Lampiran
Secara umum, empati adalah menghormati, yaitu menempatkan dirimu di dalam orang lain. Empati dapat merujuk kepada pemahaman afektif, kognitif dan pengalaman, atau keduanya. Empati termasuk di dalamnya perilaku prososial, memberi pertolongan, dan berbagi. Empati juga memiliki sinonim kesadaran sosial dan sensitivitas sosial. Kedua sinonim tersebut termasuk perilaku prososial, yaitu kemampuan untuk mengenali dan memahami perasaan, kebutuhan, dan persepsi orang lain.