• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan

Dalam dokumen PANDEMI COVID-19 (Kajian Sosio-Kultural) (Halaman 96-100)

COVID-19

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan

Dalam merumuskan faktor yang mempengaruhi para ahli berbeda pendapat. Thomas Blass (Wilujeng, 2010) dalam wa- cana pada eksperimen yang dilakukan oleh Milgram mengu- raikan bahwa ada tiga hal yang nantinya bisa mempengaruhi tingkat kepatuhan seseorang. Faktor-faktor ini ada yang bisa berpengaruh pada setiap keadaan namun ada juga berpenga- ruh pada situasi yang bersifat kuat dan ambigu saja.

a. Kepribadian. Adalah faktor internal yang dimiliki individu.

Faktor ini akan berperan kuat mempengaruhi intensitas kepatuhan ketika berada pada situasi yang lemah dan pi- lihan-pilihan yang ambigu dan mengandung banyak hal.

Faktor tergantung pada dimanakah individu tumbuh dan peranan pendidikan yang diterima.

b. Kepercayaan. Suatu perilaku yang ditampilkan individu ke- banyakan berdasarkan keyakinan yang dianut. Sikap loyali- tas pada keyakinannya akan mempengaruhi pengambilan keputusannya. Suatu individu akan lebih mudah mematuhi norma sosial yang didoktrinkan oleh kepercayaan yang dia- nut. Perilaku patuh berdasarkan kepercayaan juga disebab-

kan adanya penghargaan dan hukuman yang berat pada kehidupan setelah mati.

c. Lingkungan. Nilai-nilai yang tumbuh dalam suatu lingkung- an nantinya juga akan mempengaruhi proses internalisasi yang dilakukan oleh individu. Lingkungan yang kondusif dan komunikatif akan mampu membuat individu belajar tentang arti suatu norma sosial dan kemudian menginter- nalisasikan dalam dirinya dan ditampilkan lewat perilaku.

Lingkungan yang cenderung otoriter akan membuat indi- vidu mengalami proses internalisasi dengan keterpaksaan.

Menurut Taylor kepatuhan atau ketaatan seseorang terha- dap otoritas atau norma sosial dapat terbentuk dengan adanya enam faktor di antaranya (Umami, 2010):

a. Informasi. Merupakan faktor utama dalam pengaruh sosial.

Seseorang kadang-kadang mau melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan hanya setelah kepada mereka diberikan sejumlah informasi, seseorang sering meme- ngaruhi orang lain dengan memberikan mereka informasi atau argumen yang logis tentang tindakan yang seharus- nya mereka lakukan.

b. Imbalan. Salah satu basis kekuasaan adalah kemampuan untuk memberi hasil positif bagi orang lain, membantu orang lain mendapatkan tujuan yang diinginkan atau me- nawarkan imbalan yang bermanfaat. Beberapa imbalan bersifat sangat personal, seperti senyum persetujuan dari teman. Imbalan lainnya seperti uang adalah impersonal.

c. Keahlian. Pengetahuan khusus, training, dan ketrampilan juga dapat menjadi sumber kekuasaan. Seseorang tunduk pada ahli dan mengikuti nasehatnya karena mereka per- caya bahwa pengetahuan penguasa akan membantu kita mencapai tujuan kita.

d. Kekuasaan rujukan. Basis pengaruh dengan relevansi pada relasi personal atau kelompok adalah kekuasaan rujukan.

Kekuasaan ini eksis ketika seseorang mengidentifikasi atau ingin menjalin hubungan dengan kelompok atau orang

lain. Seseorang mungkin bersedia meniru perilaku mereka atau melakukan apa yang mereka minta karena ingin sama dengan mereka atau menjalin hubungan baik dengan me- reka.

e. Otoritas yang sah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan adalah bahwa seseorang memiliki otoritas yang sah dalam situasi itu, sesuai dengan norma sosial yang ber- laku.

f. Paksaan. Dapat berupa paksaan fisik sampai ancaman hu- kuman atau tanda ketidaksetujuan. Misalnya, setelah ga- gal menyakinkan anak untuk tidur siang, si bapak mungkin secara paksa memasukkan anak ke dalam kamar, lalu ia ke- luar dan mengunci pintu.

Sedangkan menurut Milgram (Umami, 2010), faktor yang mempengaruhi kepatuhan ada tiga, yaitu:

a. Pengawasan. Salah satu faktor yang jelas dalam percoba- an Milgram tentang kepatuhan ini adalah kehadiran tetap atau pengawasan dari seorang peneliti. Bila peneliti me- ninggalkan ruangan tersebut dan memberikan intruksinya lewat telepon, kepatuhan akan menurun.

b. Kekuasaan dan ideologi. Faktor penting yang dapat me- nimbulkan kepatuhan sukarela adalah penerimaan seseo- rang akan ideologi yang mengabsahkan kekuasaan orang yang berkuasa dan membenarkan intruksinya.

c. Daya pengaruh situasi. Situasi atau kondisi yang ada di se- kitar seseorang juga dapat mempengaruhi kepatuhan.

Selain itu menurut Kusumadewi, Hardjajani, dan Priyatama (Subair, 2020), faktor yang mempengaruhi kepatuhan terhadap norma sosial adalah kontrol diri. Seseorang yang memiliki kon- trol diri yang tinggi dapat mengarahkan perilaku, emosi, ser- ta dapat menafsirkan dan melakukan antisipasi atas kejadian yang mungkin terjadi.

Mengacu pada Theory of Planned Behavior (TPB) (Ajzen, 1991) bahwa perilaku yang ditampikan oleh individu timbul

karena adanya niat untuk berperilaku. Munculmya niat untuk berperilaku ditentukan oleh 3 faktor penentu yaitu: (1) behavior beliefs, yaitu keyakianan individu akan hasil dari suatu perilaku dan evaluasi atas hasil tersebut (beliefs strength and aoutcome evaluation); (2) normative beliefs, yaitu keyakinan tentang ha- rapan normatif orang lain dan motivasi untuk memenuhi ha- rapan tersebut (normatif beliefs and motivation to comply); dan (3) control beliefs, yaitu keyakinan tentang keberadaan hal-hal yang mendukung dan menghambat perilaku yang akan ditam- pilakan (control beliefs) dan persepsinya tenyangseberapa kuat hal-hal yang mendukung dan menghambat perilaku tersebut (perceived power).

Menurut Kozier (Maradona, 2011), faktor yang mempe- ngaruhi kepatuhan adalah: a. Motivasi klien untuk sembuh; b.

Tingkat perubahan gaya hidup yang dibutuhkan; c. Persepsi keparahan masalah kesehatan; d. Nilai upaya mengurangi an- caman penyakit; e. Kesulitan memahami dan melakukan perila- ku khusus; f. Tingkat gangguan penyakit atau rangkaian terapi;

g. Keyakinan bahwa terapi yang diprogramkan akan memban- tu atau tidak membantu; h. Kerumitan, efek samping yang di- ajukan; i. Warisan budaya tertentu yang membuat kepatuhan menjadi sulit dilakukan; j. Tingkat kepuasan dan kualitas serta jenis hubungan dengan penyediaan layanan kesehatan.

Berdasarkan uraian tentang faktor yang mempengaruhi ke- patuhan di atas dapat disimpulkan bahwasannya kepatuhan yang terjadi pada seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor fak- tor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang seperti informasi yang diteri- ma, adanya imbalan, adanya perhatian yang dicurahkan, pak- saan, penghargaan atau ganjaran, penekanan atau hukuman, dan harapan orang lain. Sedangkan faktor internal adalah fak- tor-faktor yang berasal dari diri seseorang sendiri seperti kepri- badian kepercayaan, keahlian, religiusitas dan kontrol diri.

Dalam dokumen PANDEMI COVID-19 (Kajian Sosio-Kultural) (Halaman 96-100)